Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Mendekati


__ADS_3

Edward sengaja duduk selalu dekat Andien, menikmati wajah putih manis dan mudah tersenyum milik Andien.


Canda tawa Andien, turut mewarnai hati Edward.Andien anaknya humbel, ceria dan pemikir.Mungkin karena keadaan ekonomi orangtuanya membuatnya suka berpikir,jika ada sesuatu pasti terlihat mikir, dahinya berkerut


" Pulang mas antarinyah Ndien," ujar Edward.


Andien mengangguk. Ajeng tersenyum bahagia.


" Udah mas, Ajeng , Keyshia bareng sama Jimmy aja deh pulangnya ya mas, kami ada mau nyari buat tugas, Andien udah selesai, kami belum, " ujar Ajeng mencari alasan.


" Beneran loh Ndien, iya kan Key, " ujar Ajeng saat Andien mengerutkan dahinya.


" Iya Ndien, udah gas aja Ndien, patah tumbuh hilang berganti, " ujar Keyshia.


Andien mengikat rambutnya, membuat gulungan sehingga leher jenjangnya kelihatan.


" Kamu gitu tambah sexy loh Ndien, leher kamu jenjang banget, ngiri aku, mana ter expose putih bersih ," ujar Ajeng.


" Ngaco ahhh, panas lohhh aku gerah."


" Cabut yukkk," ujar Herry.


" Ndien, kamu gak mau jalan bareng aku?" tatap Jimmy berharap.

__ADS_1


" Eitssss...no ...no....,kamu kan udah tahu Jim, kamu itu Ajeng sukai, Andien udah jadi inceran mas nya Ajeng dah bulanan loh, lebih 8 bulanan, sama orangtua kamu ngalah, " ujar Keyshia dengan nada tegas.


" Yahhhh, mas nya gue di katakan tua, yang benar aja, secakep,sebaik ini ,dikatakan tua, yang benar aja lu Key, " ujar Ajeng .


" Udah jangan protes, demi kamu juga dan Keyshia, ia mas kamu dewasa, gak tua, aku ralat , " ujar Keyshia.


" Yah gitu, baru benar, " ujar Ajeng semangat.


" Tetap semangat ya Mas, jagain Andien, bye....," ujar Ajeng.


Edward mengangguk.


Mereka pun berpisah, Jimmy bolak balik melirik Andien. Bolak balik uring uringan.


Andien memasuki mobil Edward. Memang tipikal Andien, suka dengan pria yang di atas umurnya, selalu bisa membimbingnya, bisa manjain, perhatiin extra.


Andien mengangguk.


Beberapa kali tatapan teduh Edward membuat degup jantung Andien berirama.


" Mau makan dimana Ndien?" tanya Edward dengan ramah.


" Makan apa aja mas, " ujar Andien melihat ke arah Edward.

__ADS_1


" Baiklah, ada resto teman mas , baru buka,recoment, dan mudah mudahan kamu suka yah Ndien."


Andien tersenyum san mengangguk.


Edward membawa Andien ke sebuah resto Jepang.


" Makanan mama kamu enak, ngalahin makanan manapun, mas bawa kamu ke sini, recomend tempatnya, apa suka makanan Jepang Ndien?".


" Belum pernah nyoba mas, " ujar Andien tanpa menutupi nya.


" Mencoba sesuatu gak apa apa kan Ndien, biar pernah, mas juga gak sembarang makan apa aja ,lebih suka makanan tradisonal, rendang, nasi lemak, nasi uduk, sayur kangkung di tumis, nasi goreng, ayam kalasan, sayur asem, mas suka yang begituan. Namun terkadang teman ngajak makan makanan beda negara, gak mau kelaparan yah wajib nyoba, " ujar Edward tersenyum.


" Andien pemakan segalanya mas, paling suka ngebakso bareng abang Andien, suka kolak, namun gak menolak pizza juga sih, " ujar Andien ngakak.


" Tenang Ndien, mas baru gajian, kita gak bakalan di suruh nyuci piring, duit cukuplah buat makan malam romantis, " ujar Edward tertawa.


Andien pun tertawa Ternyata semakin mengenal Edward ,semakin tahu, Edward yang kalau bicara hemat suara dan jarang ngomong, bisa juga melucu, banyak ngajak Andien bicara Gak kaku, walau keliatan banget Edward memandang Andien penuh dengan kekaguman dan mendamba.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2