
" Tidak ada hak yang mudah, untuk kebersamaan nak, apa kata orang, hempaskan, kalian yang menjalani."
" Bicara baik baik sama Edward. Pikirkan baik baik, apa sungguh perasaan kamu sama Dimas, karena Dimas juga anak ibu, ibu gak mau kamu memiliki 2 hati tetapkan satu hati, karena menduakan tidaklah baik. Dan pilihlah sesuai hati kamu."
Andien mengangguk.
" Jauh sebelum Andien ke sini Bu, Andien udah beberapa bulan lalu meminta pisah dengan mas Edward, mas Edward tidak bersedia, di tengah kekecewaannya ,dia memilih bertugas di pelosok. "
" Menghindar dari Andien."
" Dia tahu Andien gak punya perasaan sepertinya, sangat rapuh, dan hati Andien buat siapa.Namun memang Andien tahu, Edward mencintai Andien jauh sebelum kami saling mengenal, sejak dia melihat Andien mengantar catering. Ajeng bahkan memusuhi Andien bu, kami bertengkar, dia marah karena Andien gak mencintai mas nya se utuhnya.Sampai sekarang ,dia mem blokir nomor Andien."
" Susahnya berpacaran dengan saudara teman akrab ya Ndien, dia memang menyukai kamu, pengen kamu jadi kakak iparnya, siapa yang gak suka sama kamu Ndien, dari bayi ,kamu itu menggemaskan, meluluhkan hati banyak orang, baik, penyayang, perhatian, penampilan kamu biasa biasa aja, walau udah banyak hadiah kamu boyong, sama tetangga kamu tetap ramah, malahan kalau pulang dari negara lain, kamu beli oleh oleh, kamu bagi in sama sekitar rumah kita, ibu kan banyak tahu dari tetangga."
" Kamu juga meletakkan beberapa tas dan baju yang kamu beli, kamu simpan selama ini kan nak, mamak mu mengajar kalian sangat baik, tahu akan budi orang lain, gak lupa akan ibu dan bapak, mau milih mantu seperti apa lagi ibu nak, para tetangga aja, sibuk mau jadiin kamu mantu, masak ibu nolak kamu."
" Aryo TNI dan Firman Notaris, sampai nelepon ibu sama bapak, minta ngurusin kamu dengan mereka, kamu tahulah mas mu, mendengar omongan Aryo dan Firman ,tanduk nya langsung nongol."
__ADS_1
" Mas Dimas reaksinya gimana bu ?, " ujar Andien penasaran.
" Langsung kasi kode nyilangin tangan di dada, suruh ibu gak boleh buat comblangin kamu, dia nyuruh dia aja yang ibu comblangin, pujuk kamu, buat putusin Edward".
" Kamu tahu Bi, mas mu, se tua itu merengek, gak pernah merengek yah gitu, bapak sampai ngakak lihatnya, Dimas yang tegas, beribawa, tahluk sama anak bapak yang kecil ,lucu, dan menggemaskan.Bapak bilang, enak aja minta anak bapak yang kecil. Maharnya gedek".
" Mas Dimas jawab apa pak?".
" Dia bawa ibu dan bapak lihat rumahnya, ibu dan bapak sampai bengong, dia menghemat buat bangun rumah, megah, dari hasil cafe, distro nya, rumah bukan hanya 1 Ndien , dia beli tanah di pergunungan, lagi bangun Villa , katanya, buat bawa anak liburan, bawa isteri juga, lagi tahap pembangunan. Bapak ke ingat kalian kan suka main waktu kecil, selalu bilang mau buat villa di puncak, buat privasi liburan, dia ingatnya gitu kali yah nak."
Abi tertawa ngakak.
" Nih bentar lagi mau di suntik bu, udah mendingan bu."
" Lain kali hati hati ya nak."
Andien mengangguk.
__ADS_1
" Mas mu kesenangan gendong kamu, alasan aja ,nyari kesempatan, " ujar sang bapak.
" Banyak akalnya , mirip bapaknya, " ujar sang ibu.
" Mau gimana lagi,epetnya pacar orang, kalau gak agresif , di tinggal nikah, bapak bilang gitu, gak berani ,yah jangan bertarung, bapak aja, dulu ibumu di jodohin sama orang lain, udah tunangan, tetapi ibumu senangnya sama bapak, yah kami berjuang, sampai ada restu. Bapak tahu sakitnya tidak di restui seperti apa nak, jadi, bapak bjkan orangtua gimana gimana juga, yang penying kalian bahagia, kasi bapak cucu, udah, nemani bapak ,ibu di hari tua."
" Bapak cepat sehat, nungguin bungsu menikah, 4 atau 5tahun lagi pak, anakmu yang tua, maunya daun muda, yah kita ngalah ngemong cucu dulu," ujar bu bidan.
Pipi Andien bersemu merah.
🥰😘😍😘🥰😍😘
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment