
Andien mengikuti Dimas, Dimas menggandeng tangan Andien.Andien tampil lebih elegan, walau dengan rambut pendeknya.
Mereka sampai di sebuah restoran, disanalah Dimas memesan beberapa meja buat family terdekat, buat merayakan ulangtahun sang papa.
Dimas datang bersama Andien lebih dahulu. Andien dan Dimas mengkonfirmasi beberapa menu dan aneka masakan.
Tidak lama kemudian, sang papi dan mami datang. Mereka terharu dengan dekor yang dimas pilih, ulangtahun itu sangat istimewa bagi sang papi.Terlihat anak mereka sukses dan sangat murah hati, di usia mereka tidak muda lagi, mereka di bahagiakan sang anak . Dimas sang anak dan Andien sang anak angkat sangat menyayangi mereka.
Satu kata dari sang papi pada mereka berdua, menikahlah.
Andien sangat terharu, bagaimana tidak, papi Dimas sangat baik, terlihat pengharapan di matanya dengan hubungan Andien dan Dimas.
Andien mengangguk.
Pelukan dari wang papi ,dan mami Simas ,membuat Andien sangat bahagia.
" Hadiah terindah buat papi, " ujar Sang papi memeluk Dimas .
" Mami sampai nangis nak, kalian kado terindah dalam hidup kami, " ujar bu bidan mengelus rambut Abi.
Tidak lama kemudian,beberapa kerabat datang dan kedua orangtua Andien juga datang, Ester dan suami nya, juga Ardi dan pacarnya.
" Jangan langkahin abang lagi dek, sabar, bilang sama Dimas."
Andien menatap Dimas .
" Mas mu tersayang, udah bolak balik lohhh, nanyai pendapat mas, nanyai papi mami, soal kalian."
Andien mengerutkan dahinya.
__ADS_1
" Stttt...," ujar Dimas.
Ardi ngakak.
" Duduk bro, nih tempat VVIP buat calon abang ipar," ujar Dimas memeluk Ardi.
" Kalau sama kamu bro, aku tenang, rumah kita berdekatan, kalau mau itung itungan gampang, kalau kamu nyakitin Andien, selesai, golok bapak masih lengkap Dim, hehehehe, " ujar Ardi.
" Kamu kayak gak kenal Dimas aja bang, jatuh bangun memperjuangkan Andien, bela belain jadi pelatih, mana mungkin mau di lepas, gitu di lepas udah pasti gak akan di dapat lagi, " ujar Ester menimpali kata kata Ardi.
" Pudan ...pudan...., kamu menggemaskan, kalau senyum, kalah gula , mas mu bisa diabetes" , ujar Dimas mendekap pundak Andien.
" Mujinya selangit banget, masak si papi yang lamarin Andien, ihhh mas nih, gak gentle bangwt dehhh, " ujar Andien menahan tawa.
" Papi tuhhh, gak ada omongin apa apa sama mas lohh, main serobot aja.Mas aja gaga gugu, bengong, namanya orangtua Ndien, perasaan dan kerinduan mereka ,kita juga tahu kan."
Andien mengangguk.
Dimas tertawa.
Andien dan Dimas memberikan paket liburan ke Bali ,buat papi dan mami Dimas. Buat kedua orangtua Andien, mereka tidak bisa pergi kemana mana ,karena Ester sudah mau melahirkan.
" Perut kakak tambah gedek aja ya kak, kayak bola ," ujar Andien mengusap perut sang kakak.
" Ehhh...dedeknya gerak kak, lincah banget, mau smash nih kak."
Semua yang mendengar pun tertawa
" Calon atlet juga nih ,kayaknya ," ledek Ardi di barengi tawa lainnya.
__ADS_1
" Kakak harus hati hati yah, kalau jalan, biar lambat gitu, kan bawa beban rasanya berat kak."
" Iya dek, kakak udah gak masuk kerja , udah cuti, udah gak sanggup jalan sana sini, bawaan kakak mau kerja , tetapi tahu sendiri, mas mu perhatian nya kan besar, mertua lagi dek, bolak balik antar makanan, susu, buah, kakak enjoy banget hamil dek".
" Sehat sehat kakak yah, biar luat lahirin ponakan aku."
" Ya dek, makasih box baby nya dek, bagus banget kamu beli dek, lengkap sama mainan nya".
" Kakak suka ? , kami sama milih loh kak, sama Dimas."
" Suka la dek, bagus, selimutnya ,bahannya lembut kali dek."
" Kita kalau orang medan, selalu bicara pakai kali kan kak."
" Kebiasaan , udah lama di Jakarta, pakai kali juga ngomongnya dek, hehehe, " ujar Ardi.
" Cicipi makanan nya kak, mas " ujar Dimas.
" Iya dek, makasih, " ujar suami Ester.
Mereka pun makan bersama ,penuh dengan kehangatan.
🥰😍🤩🥰😍🤩🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment