Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Menikmati Dan Menjalani


__ADS_3

Andien berusaha untuk tenang, berdoa dalam hatinya, semoga bisa memberikan penampilan terbaik, pada pelatih, pada keluarganya, berdoa bisa memberikan apapun yang Andien mampu.


Saat nama Andien di panggil, Andien pun memasuki lapangan.Tepuk tangan penonton sangat semarak ketika lawan main Andien masuk.Maklum dia sangat terkenal, penghargaan sudah banyak, sedangkan Andien hanya pemula di ranah turnamen ini.


Andien tersenyum saat melihat bu bidan dengan gaya khas nya berdiri menyemangatinya.Ada satu hati yang Andien rasakan kehangatan ,bu bidan dan keluarganya sangat baik, bela belain jagain Andien. Layaknya anak kandung sendiri.Andien membuat tangan di dadanya, menunduk ke arah bu bidan dan penonton, semikian lawan dengan khas nya sendiri menyapa penggemarnya.


Ritme permainan lawan sangat gesit, cepat dan sungguh sangat memukau.Di awal set pertama , Andien kalah dengan 19-21.Andien kalah pada babak ini.


" Ndien, dia bermain cepat, kaku harus siasati, dia memang pemain lama, namun tetap yakin kamu bisa ngatasinya," ujar sang pelatih.


Andien mengangguk.


Bu bidan membuat lambang love pada Andien.Sungguh Andien sangat terharu dengan support sang bu bidan. Andien menagap bu bidan dengan penuh makna.


" Kamu udah hebat Ndien, skor hanya beda tipis,saya yakin kamu bisa, ayukkk,nih final Ndien, kamu menang atau kalah hanya beda posisi satu dan dua, kamu sudah sangat baik mengalahkan beberapa lawan, " ujar sang pelatih.


Andien kembali berdoa,mengingat peluh sang ibu memasak buat warung makan sederhananya.Kepikiran punya rumah, warung sendiri, buat sang ibu, kepikiran beli kereta baru buat sang bapak, Andien kembali bersemangat.


Andien dan sang lawan kembali ke lapangan.Dan Andien melihat sosok Dimas melambaikan tangan ke arah Andien, dengan pekuh di keningnya.Andien membalasnya dengan senyuman.


" Mi, gimana babak pertama?".

__ADS_1


" Andien kalah nak, 19 -21, lawannya Andien berat.Tuh aja mami dengar dari pelatih tadi, Andien sudah hebat, biasa buat dapat angka aja susahnya ampun sama ini pemain nak, Andien hanya beda 2, yah mami semangati dong Andien, kasi lambang tangan dengan saranghae, mami tahu, Andien berjuang buat kedua orangtuanya, cita citanya beliin rumah buat mamak dan bapaknya, beli kereta butut bapaknya, sungguh hati mami terenyuh nak."


" Perjuanganmu gak seberat Andien.... Dimas, kamu harus kuat nak ,jadi cowok, jika berjodoh dengan wanita ,bahagiakan dia. "


Dimas mengangguk.


Andien terus mengejar skor sang lawan ,sampai satu fase Andien tergelincir dan lengan kirinya terluka.


Dimas langsung refleks turun dan memeriksa Andien.Petugas medis juga disana.Andien di beri penanganan,Dimas turut menangani luka Andien.Karena Dimas menunjukkan kartu kedokterannya.


" Jangan di paksa Ndien, " ujar Dimas membelai rambut Andien.


" Andien bisa mas, percayalah."


Andien mengangguk.


" Dia lemah di sisi kiri Ndien, serang disana, sisi kiri bagian belakang, " ujar Dimas .


" Ya mas."


Andien kembali bertarung, dan Andien sangat bahagia bisa memenangkan babak ini, dan akan ada lab ke 3, dengan skor 21- 18 .

__ADS_1


Andien duduk, sorak penonton semakin menggema .


" Waw....hebat banget, siapa tuh cewek, bisa setangguh itu," ujar beberapa penonton duduk di samping bu bidan.


" Dia anak angkat saya, permainan nya magic kan, liat aja nanti bu, pasti sengit, dah banyak piala di rumah dia kumpul, dari keluarga sederhana, ahhh anak saya ini cita citanya tinggi, dia juga sangat berbakat, santai, tapi pasti."


" Iya ,ngeri banget yah pukulannya, smash ke badan, sulit di pulangin , pinter dia ,strateginya sangat yahud,bibit pemain handal nih anaknya bu".


" Amin bu, amin...,dia hanya punya cita cita sederhana, bahagiain orangtuanya, maaih kelas 1 SMA, badannya aja tinggi, jadi gak keliqtan ya bu."


" Benar, salut saya, permainan nya bagus ,sangat bagus.Malahan liat penonton semua pada pindah kesini, meliat sengitnya pertarungan kedua pemain."


Bu bidan sangat bahagia,doa tak henti hentinya dia panjatkan, agar Andien tetap di jauhkan dari cidera, bisa melakukan semampu dan sebaik yang dia bisa.


🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2