
Untuk pertama kalinya, Andien bertemu dengan Edward, kala itu, Andien gagal mendapatkan medali emas, harus bebesar hati mendapatkan perunggu.
Seperti biasa, Edward tidak berubah sedikitpun padanya. Sangat berbeda dengan Ajeng. Apa Ajeng tidak memberitahukan pertengkarannya dengan Andien, begitulah Andien bertanya tanya dalam hatinya.
" Capek Ndien ?".
" Gak mas, " ujar Andien berjalan bersisian dengan Edward.
" Jalan yuk Ndien."
" Ehhh...gak usah mas, Andien hari ini langsung masuk platnas."
" Mas antarin yah ".
" Andien bilangin ke abang dulu ya mas."
" Biar mas aja yang bilang ke bang Ardi."
Andien mengangguk.
Ardi mengerutkan dahi melihat sosok Edward. Entah kenapa. Ardi selalu menjadi suporter Dimas, sejak dulu kala, entah kenapa , padahal Edward itu, tipikal pria baik, lembut dan perhatian.
Andien hanya sanggup menunduk, ada rasa bersalah yang besar pada Edward.Bahkan membalas Wa dari Dimas pun, Andien tidsk kuasa, serba salah.
__ADS_1
" Kenapa bengong Ndien ?".
Andien hanya tergagap dan duduk di bangku depan, tanpa harus berkata apa lagi.Memutuskan seseorang sangatlah susah, Andien tidak mau,enyakiti orang tersebut, tidak mau juga, orang tersebut terluka atau frustasi karenanya. Begitulah pertimbangan Andien.
" Andien ...., pubya banyak salah sama mas," ujar Andien memberanikan diri ,menatap ke arah Edward.
" Ajeng dan Andien tidak akur lagi, sejak beberapa bulan lalu, dan saat Andien ke Surabaya. Sekembali dari Surabaya ,Ajeng juga sama Andien bersoal."
" Andien banyak salah sama mas."
" Apa Ajeng ada cerita ke mas ?".
Edward mengangguk.
" Mas gak mempersalahkan nya Ndien."
" Jangan bertahan hanya karena Andien mas. Andien gak layak, beneran."
" Mas gak bisa Ndien, mas hanya tahu, hati mas hanya buat kamu, mas memaafkan apapun kesalahan yang kamu buat, kita mulai lagi, perbaiki lagi."
" Maaf mas, hati Andien gak bisa menjalani ini semua, karena terus terusan di kejar rasa bersalah, dan Andien salah, menerima mas, gak bisa menghilangkan perasaan Andien dari Dimas, itu benar adanya mas. Mas gak layak untuk orang seperti Andien."
" Maaf, Andien buat mas kecewa, namun lebih salah lagi, kita menjalani hubungan, dimana kita , sama sama tahu, kebenaran hati kita masing masing."
__ADS_1
" Ndien , mas mohon."
" Ajeng layak marah mas, sangat layak.Yah... , di Surabaya, banyak hal terjadi, soal kami berdekatan, ada kontak fisik, Andien bersalah, dan terpenjara perasaan Andien.Andien mohon mas mengerti, kita sudahi saja yah mas, mas layak mendapatkan wanita yang mencinyai mas, dan mas juga mencintainya.Jika hanya mas mencintai wanita itu, mas lebih banyak terluka, mas lebih banyak menderita. Bukan bahagia lagi mas, bukan saling membahagiakan."
Aor mata Edward mengalir, dia berusaha tepis.
" Kurangnya mas gak ada mas, aku yang kurang, hatiku yang salah, mas tahu sendiri, aku sudha berysaha hebat buat kita bersama, namun aku juga manusia biasa, yang menetapkan cinta bukan hanya kuasa ku mas, aku bahagia bertemu dengan pria se iman, baik, penyayang, sangat memanjakan aku, perhatian, namun akunya yang salah, akunya yang tidak bisa berjalan di luar hatiku.Mas berhak bilang aku gak setia, mas berhak menyalahkan aku, namun aku juga tidak menerima Dimas di antara hubungan kita mas."
" Mas tahu Ndien, mas juga sudah berusaha agar kamu sepenuhnya terlepas dari cinta sulitmu, mas pikir mas mampu bahagiakan kamu, mas pikir mas mampu mendekap kamu se utuhnya, namun mas tahu, hatimu pemilik tuan nya siapa.Mas benar benar sedih Ndien, mas sudah membanggakanmu pada teman teman mas, bahwa mas punya jantung hati yang sangat baik, sangat mas cintai. Namun mas sadar, bahagia itu banyakan mas yang rasakan sendiri.Untuk kebahagiaannmu, apapun mas beri. Apapun mas lakukan."
" Sangat sakit Ndien, melepaskanmu, namun bila bersama mas pun kamu gak bahagia, mas bisa bilang apa."
Edward menunduk dan berusaha buat tegar. Air mata Andien mengalir karena rasa bersalah.
🤪😍🥰🤪😘😍🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1