CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
CUKUP...!!!


__ADS_3

Cherry yang tidak mau berurusan panjang dengan ayah mertuanya, mau tak mau ia pergi honeymoon bersama dengan risvan ke bora-bora.


Pemandangan disana sangat lah indah dan cocok untuk berbulan madu.


Namun hal tersebut tak dapat membuat suasana hati cherry bahagia sedikitpun.


Ia hanya berdiam diri di dalam kamarnya tanpa mau bersenang-senang disana.


“sudah 3 hari kita disini…, apa kau akan tetap di kamar saja..??” tanya risvan.


“ini bukan keinginanku…, jika kau bosan kau pergi saja sendiri..” sahut cherry tanpa mau menatap risvan yang berada dihadapannya.


“aku ingin berenang…apa kau mau ikut…??” tanya risvan lagi.


“gak…” sahut cherry ketus.


“terserah….” Balas risvan.


Risvan yang kesal dengan sikap cherry yang semakin ketus padanya, memutuskan untuk pergi berenang di pantai tersebut.


Cherry masih tak perduli dengan sikapnya yang keterlaluan kepada risvan yang kini sudah menjadi suaminya itu.


Bebera jam kemudian, cherry bosan dan akhirnya mau keluar kamarnya dan melihat air laut yang tampak jelas ikan-ikan berwarna-warni berenang disana.


Matanya terus melihat ikan-ikan tersebut sampai akhirnya matanya tertuju pada risavn yang berjalan kearahnya hanya dengan menggunakan celana renang saja.


Cherry tercengang melihat tubuh risvan bagaikan roti sobek yang dapat menarik perhatian wanita mana saja yang meliriknya termasuk cherry.


Ada sedikit perasaan aneh yang bergelut di dalam hatinya saat menatap risvan.


namun saat risvan sudah dekat denganya cherry langsung memalingkan wajahnya enggan menatapnya lagi.


“akhirnya kau keluar juga dari kamar..” ujar risvan pada cherry.


Cherry tak menanggapi perkataan risvan, ia hanya fokus melihat ikan-ikan saja.


“nanti malam ikut aku…” ajak risvan pada cherry.


“kemana..??” tanya cherry.


“makan malam….!! Ayah telah menyiapkan segalanya disini untuk kita..” jawab risvan.


“pergilah sendiri…, aku gak mau…” sahut cherry.


“terserah kau kalau kau mau mati kelaparan disini…” sambung risvan berlalu masuk ke kamar.


Malam harinya tepat jam 7 malam risvan sudah siap untuk pergi makan malam.


Saat risvan melangkah keluar cherry menahannya.


“tunggu…., aku ikut…” gumam cherry pada risvan.


“iya…” sahut risvan.


Saat cherry bersiap-siap, risvan mengembangkan senyumnya karena senang cherry mau ikut makan malam romantis dengannya walaupun ia tau kalau cherry melakukannya karena takut mati kelaparan di kamar.


Tak lama kemudian tibalah mereka di sebuah tempat khusus untuk pasangan yang akan makan malam romantis yang tak jauh dari tempat mereka menginap.


Dengan desiran angin pantai dan lampu-lampu hias yang indah, makanan yang ada di meja hidangan mereka pun telah siap untuk di santap.


Cherry dan risvan duduk saling berhadapan. Mereka menikmati makan malamnya dengan hening.


Tak ada satupun dari mereka yang ingin membuka obrolan saat makan malam itu.


Setelah makan malam usai, cherry kembali ke kamarnya sementara risvan memutuskan untuk pergi ke sebuah bar kecil yang lokasinya tak jauh dari tempat mereka menginap.


Tengah malam cherry terbangun saat merasa kerongkongannya kering, ia berniat mengambil air minum.


Namun saat menatap jam ia melihat sudah pukul 3 pagi dan matanya tertuju ke ranjang yang ada di kamar itu tidak ada risvan disana.


“kemana dia..?? sampai pagi begini belum kembali…” gumam cherry.


Tak lama kemudian cherry mendengar suara pintu terbuka dan melihat risvan yang sudah babak belur di bagian wajahnya.


Bau menyengat pun tercium oleh cherry. Ia sadar kalau risvan sedang mabuk dan pasti habis berkelahi di bar.


Risvan langsung menjatuhkan dirinya ke atas ranjang yang memang satu-satunya ranjang di kamar itu.


Tanpa melepaskan sepatu maupun baju yang bau alcohol itu risvan langsung tertidur.


Cherry menatapnya dengan kesal. Ia semakin tak menyukai risvan yang kembali dalam kondisi mabuk dan babak belur.


Ia tak mau mendekati risvan. cherry hanya duduk di sofa menunggu sang fajar terbit di ufuknya.


Pagi harinya cherry sudah siap untuk mengemasi semua pakaiannya di masukkan kedalam koper.


Sementara risvan masih terpejam pulas.


Selang beberapa lama, risvan terbangun dengan sedikit meringis menahan sakit yang ada di kepala dan luka lebam di wajahnya.


Risvan mengingat kembali saat ia mabuk di bar, ada seorang pria mabuk yang mencari masalah denganya hingga terjadilah saling baku hantam pada mereka saat di bar itu.


Risvan bangkit dari ranjangnya dan melihat koper yang sudah terpampang di samping ranjang.


“kenapa koper ini disini..?? ini kopermu kan..??” tanya risvan pada cherry.


“aku mau pulang…” sahut cherry ketus.


“secepat ini…?? kita baru 3 hari disini…,sedangkan ayah menyewa tempat ini untuk kita selama 2 minggu…” kata risvan.

__ADS_1


“kau masih ingin menikmati bulan madu dengan tingkahmu yang semalam..??? kau pulang pagi, mabuk dan juga memar-memar di wajahmu…, kau pasti buat masalah kan semalam…??” ujar cherry kesal.


“oke…., semalam aku memang salah….!!! Tapi bukan berarti kau harus seperti ini…, apa kata ayahku nanti jika kita pulang begitu cepat…??” balas risvan.


“aku tak perduli…” sambung cherry.


dengan rasa egonya cherry tetap dengan keputusannya untuk kembali pulang lebih awal.


Risvan yang sudah selesai mandi duduk di sofa dengan sekotak obat di tangannya.


Ia hendak memberikan obat pada luka lebamnya akibat berkelahi semalam.


Risvan yang juga memiliki luka di tangan kanannya tak bisa memegang cermin kecil sekaligus kapas untuk mengobati lukanya.


Cherry menatapnya yang dari tadi kesusahan memakai obat.


Sambil menghela nafasnya, cherry pun mendekati risvan dan mencoba untuk membantunya memakai obat.


“sini biar aku yang pakaikan…” kata cherry yang membuat hati risvan senang.


Cherry pun mengusapkan obat dengan menggunakan kapas.


“aaaww…..!!” pekik risvan merasakan perih.


“oohh…, sakit ya…??” ucap cherry fokus dengan luka-luka pada wajah risvan.


Cherry berusaha lebih lembut lagi mengusapkan obat ke wajah risvan.


sementara risvan terus menatap wanita yang kini berada dekat di hadapannya.


“sudah selesai…” kata cherry berpindah menjauh dari risvan.


“terima kasih..” ucap risvan.


“cepatlah bersiap…, aku ingin kita segera kembali…” kata cherry yang masih kekeh dengan keputusannya.


Risvan hanya bisa menuruti keinginan cherry yang pulang lebih awal dari bulan madu mereka.


Dengan menempuh jarak perjalanan yang jauh, akhirnya mereka tiba di Indonesia dan langsung pulang ke apartemen.


Cherry membawa kopernya dan masuk kedalam kamar begitu pula dengan risvan yang juga masuk kedalam kamarnya.


“hhaahh…., aku lelah mengikuti semua keinginannya..” gumam risvan sambil menjatuhkan dirinya ke atas ranjang miliknya.


Setelah kepulangan risvan yang begitu awal, ia tak mau masuk ke kantornya.


Karena ia tau pasti ayahnya akan mengintrogasi dirinya.


Risvan memutuskan untuk berdiam dirumah.


Namun tak begitu dengan cherry, ia langsung pergi mengurusi pekerjaannya yang tertunda akibat pergi berbulan madunya yang singkat.


Saat cherry sedang mengawasi salah satu restorannya, ia di hampiri oleh ayah mertuanya yang kebetulan sedang makan siang di situ dengan rekan kerjanya.


“nak…., bukankah kau dan risvan sedang pergi bulan madu…??” tanya ayah.


“eeemmm.., itu yah.., kami pulang lebih awal karena ada pekerjaanku yang harus aku selesaikan…” jawab cherry.


“ooh…, begitu..!! kalian tidak bertengkar kan selama bulan madu..??” tanya ayah sedikit curiga.


“tidak….kok yah…!! Kami baik-baik saja…” jawab cherry lagi.


“baiklah nak…, aku pergi dulu…aku sudah selesai makan…!!” kata ayah.


“terima kasih kunjungannya ayah…” ucap cherry.


Setelah keluar dari restoran ayah langsung menghubungi risvan.


“risvan…, segera temui aku di kantor..” kata ayahnya yang langsung mematikan sambungan teleponnya sebelum risvan berkata apapun.


“ck…, ayah pasti tau kalau aku sudah kembali dari bulan madu…” ujar risvan langsung bergegas menemui ayahnya di kantor.


Sampai di kantor ayahnya langsung mendamprat risvan habis-habisan.


Ayahnya merasa kecewa karena risvan pulang lebih awal dari bulan madunya.


“apa kalian bertengkar saat bulan madu..??” tanya ayah.


“tidak ayah…, aku membuat kekacauan disana makanya aku memutuskan untuk kembali lebih cepat…” sahut risvan.


“menantuku pasti kecewa dengan keputusanmu itu, risvan…!! dia istrimu…, walaupun kalian menikah karena perjodohan dari keluarga tapi bukan berarti kau harus menyia-nyiakan dia…” kata ayahnya yang tak tau kejadian sebenarnya.


“maaf ayah…” ucap risvan mengalah.


“besok mulailah bekerja…., banyak pekerjaan yang harus di selesaikan..” kata ayah.


“baik ayah..” sahut risvan.


Risvan terpaksa membohongi ayahnya hanya tak ingin cherry buruk di mata ayahnya.


Dengan lesu risvan kembali ke apartemennya dan duduk di ruang tengah.


Bibi erna memberikan secangkir kopi kepada risvan.


“tuan…., bersabarlah sedikit menghadapi nona cherry…!!” kata bibi erna.


Risvan tak membalas perkataan pelayan yang setia padanya, ia hanya menghela nafas sambil memegang sepuntung rokok yang terselip di jarinya.


Hampir tengah malam risvan menunggu cherry yang sejak tadi belum pulang.

__ADS_1


Bolak balik ia mencoba untuk menghubungi cherry, namun ponsel selalu tidak aktif. Kesal bercampur dengan rasa khawatir, risvan mencoba menunggu di ruang tengah.


Tak lama kemudian terdengar suara bel pintu dan bibi erna membukanya.


Terdengar suara cherry yang baru pulang saat jam menunjukkan pukul 11 malam.


Saat cherry ingin masuk ke kamarnya, lengannya di tarik oleh risvan yang kesal menunggunya.


“dari mana saja kau sampai selarut ini…???” tanya risvan dengan tatapan tajam.


“apaan sih…, lepas….!!!” Ujar cherry berusaha melepaskan lengannya dari cengkraman risvan.


“jawab aku, cherry….!!!!” Bentak risvan.


“aku dari kantorku……!!!!!!!!” balas cherry.


“selarut ini, hah..???” ujar risvan tak percaya.


“kalau kau tak percaya pada ucapanku jangan pernah bertanya padaku….” Teriak cherry.


Cherry terus berontak dan akhirnya terlepas dari cengkraman risvan.


ia langsung masuk ke dalam kamarnya.


Saat ingin mengunci pintu kamarnya, risvan langsung menendang pintu itu.


Risvan langsung masuk dan membanting pintu itu dengan keras.


“keluar dari kamarku……!!!!!!!!!!!” teriak cherry mengusir risvan.


“jawab pertanyaanku yang tadi dengan jujur cherry…, dari mana kau hingga selarut ini baru pulang…???” teriak risvan.


“kenapa kau ingin tau hah…??? Selama ini kau pergi kemanapun aku tak pernah bertanya padamu…!! Kau pulang tengah malam bahkan kau pulang pagi pun aku tak pernah mengusikmu…!! Kau ingat saat kau mabuk dan berkelahi di bora-bora…, aku juga tidak mengusikmu dengan pertanyaan bodoh seperti pertanyaanmu itu….”


“CUKUUUPPPPP……….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Bentak risvan yang sudah kehabisan kesabarannya.


Cherry terkejut mendengar risvan yang membentak dirinya.


Air matanya berlinang saat suara risvan memekakkan telinganya.


“sudah cukup cherry….!! Dengarkan aku baik-baik…, selama ini aku bersabar dengan sikapmu itu hanya karena ingin membuatmu nyaman menjadi istriku…!!” kata risvan penuh amarah.


“aku berusaha untuk menjadi suami yang baik untukmu makanya aku tidak pernah lagi memaksakan


kehendakku padamu seperti yang aku lakukan padamu dulu…!!Tapi tampaknya kau tidak melihat usahaku ini, cherry…!!” sambung risvan lagi.


“aku merasa kau tidak nyaman berada di sampingku…!! Pergilah…., aku tidak akan pernah mengganggumu lagi…” kata risvan yang membuat cherry kaget dengan keputusanya itu.


“baiklah….., aku akan pergi….!!!!!!” Sahut cherry yang melangkah keluar dari apartemen sambil mengalirkan air matanya.


Saat cherry pergi risvan tak bergeming, ia hanya menggenggam erat tangannya dengan kesal.


Cherry melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumah orang tuanya.


Dengan wajah yang sembab cherry masuk ke kamarnya saat papi hendak turun mengambil minuman ke dapur.


Papi melihat cherry yang kembali kerumah tengah malam dan dengan wajah yang sembab habis menangis.


Papi tau kalau anak dan menantunya pasti sedang bertengkar.


Tak ingin mengganggu cherry yang baru saja tiba, papi langsung menuju ke dapur mengambil air.


Keesokan paginya mami mengetuk pintu kamar cherry untuk mengajak sarapan bersama di ruang makan.


Namun cherry enggan menyahut dan saat itu mami berpikir untuk membawakan sarapan untuk cherry.


“nak…., buka pintunya…mami bawakan sarapan untukmu..” kata mami pada cherry.


Cherry pun membuka pintunya dan langsung memeluk maminya sambil menangis.


“coba cerita ada apa antara kau dan suamimu..??” tanya mami.


“aku menyakiti hatinya, mi…!! aku menyakiti hati risvan….” sahut cherry menangis tersedu-sedu.


Lalu cherry menceritakan semuanya kepada mami bagaimana sikap buruk yang ditunjukkannya kepada risvan.


“kenapa kau melakukan itu..?? kau tau pasti risvan mencintaimu…!!” tanya mami.


“aku kesal karena dia tidak perduli saat sedang mempersiapkan pernikahan kami…!! aku hanya ingin membalas kekesalanku padanya…” jawab cherry yang masih menangis.


“padahal saat itu aku mulai menerima dirinya untuk menjadi suamiku…” sambung cherry.


“apa kau mencintainya..??” tanya mami.


“i…ii..iya….” sahut cherry.


“kembalilah…., minta maaf padanya…!” kata mami.


“aku tidak mau…!! Dia mengusirku semalam…” ujar cherry masih dengan egonya.


“dia hanya kesal padamu…!!” sahut mami.


“aku tidak mau…” kata cherry keras kepala.


“terserah kau…!! Antara kau dan risvan adalah urusan pribadimu…, jadi pikirkan lah lagi untuk masa depan rumah tanggamu…” ujar mami langsung keluar dari kamarnya.


Cherry kembali menangis saat mami mengatakan hal itu padanya.


Entah kapan ia mulai mencintai risvan, namun kejadian semalam membuatnya tak mau kembali ke apartemen risvan.

__ADS_1


__ADS_2