
" kenapa menyuruh ku ke sini ,biasanya juga kamu malas jika aku ke sini " ucap Davin saat masuk dalam ruangan Henry
" Nabilla akan ikut bersama ku tinggal di sana , dari pagi tadi selalu ada yang mengawasi nya semenjak masuk perusahaan " ucap Henry to the poin
Davin langsung menetap Henry dengan lekat
" lagian seminggu lagi kalian akan menikah jadi Nabilla di pingit dulu ,dan dia mulai besok sudah tidak masuk kerja " Ucap Henry lagi membuat Davin membulat kan matanya
" APA KAMU GILA " bentak Davin pada Henry
" jangan pernah membentak jika kamu ingin menikah " ucap henry meninggikan sedikit suaranya sambil menatap tajam Davin
" maaf " ucap Davin sambil menunduk
" tapi tidak bisa kah untuk malam ini saja iya " ucap Davin memohon
" jika dia ikut bersamamu dan tidak pulang denganku Jesicca akan curiga, baru semenjak pagi tadi di masion selalu ada yang mengintai " Ucap Henry
" jangan katakan pada Nabilla jika ada yang mengawasi nya , aku menyuruhnya tinggal di rumah karena nanti ad yang tau di tinggal di apartemen dan itu akan membuat Jesicca makin curiga ,saya harap kamu mengerti " ucap Henry
" baiklah " ucap Davin sambil memejamkan matanya
" kalau tahu seperti ini , mendingan semalam aku menghajarnya dulu" gumam Davin yang masih bisa di dengar oleh Henry
"cih kau terlihat seperti Casanova jika seperti ini " cibir Henry
" ke ruangan ku "
" iya tuan ada yang bisa saya bantu " Ucap Nabilla saat sudah dalam ruangan
" urus kekasihmu itu wajahnya bikin kepalaku sakit " Ucap Henry lalu berdiri dari kursinya berjalan ke arah pintu
" kunci pintu nya " ucap Henry lalu ke luar
" terimakasih " ucap Davin sambil tersenyum, sedangkan Nabilla bingung dengan sikap bos dan calon suaminya itu
" apa ad yang perlu saya lakukan tuan " tanya Jose, yang bingung kedatangan Henry ke ruangan nya
" matikan CCTV di ruanganku ,Davin dan Nabilla di dalam " ucap Henry lalu memejamkan matanya
" apa yang mereka lakukan ,lalu kamu ngapain di sini " ucap Jose yang lupa dengan bicara nya
" berbicara lah dengan sopan "Henry yang masih menutup matanya " Nabilla akan ikut kita sebentar ke rumah dan Davin merengek karena semalam dia libur " ucap Henry
" cih benar benar menjijikan orang itu " ucap Jose mencibir
__ADS_1
" setelah ini ganti sofa yang ada di ruangan ku semuanya dan suruh OB untuk membersihkan ruanganku dengan benar " Ucap Henry lagi
" Jo,tuan ke mana kenapa ruangannya terkunci " ucap Jeje yang baru membuka pintu di ikuti oleh Alan,Jose melirik ke arah sofa,Jeje dan alan mengikuti arah pandangan Jose
" jangan bertanya apa pun ,karena aku tidak akan mengulang ucapan ku " ucap Henry sambil mengangkat kakinya ke atas meja
" kenapa Jo " hanya alan
" nanti juga kalian tahu,sabar lah sebentar " ucap Jose tersenyum,sedangkan Jeje dan alan semakin penasaran
" apa dia menghajar sampai mati " Ucap Henry yang sudah mulai kesal karena sudah 2 jam dia berada di ruangan Jose
" apa aku perlu menghubungi nya " tanya Jose
" tidak perlu ,biarkan saja, Alan lihat apa ana sudah pulang ,jika belum suruh dia pulang " ucap Henry ,Alan pun ke luar dari ruangan itu untuk memberi tahu ana agar pulang duluan tanpa menunggu mereka pulang
" kita tidak pulang tuan, ini sudah waktu pulang " ucap Jeje
" tunggu sebentar lagi jika tidak , dobrak saja pintu ruanganku " ucap Henry ,Jeje menyakitkan keningnya
" sudah tuan,Ana sudah pulang duluan tapi tadi sempat menanyakan nona Nabilla " ucap Alan saat sudah masuk dalam ruangan Jose
" biarkan saja ,nanti Jose yang beri tahu apa yang dia harus lakukan " ucap Henry
" telepon mereka, aku ingin pulang kangen sama istriku " ucap Henry
" ha..lllo"
" bangsat apa kamu belum selesai menungging kuda "
"baby faster aaarrgghhhh "
Henry ,Jose ,Jeje ,dan alan melotot kan matanya mendengar erangan Davin
" bajingan cepat selesaikan sebelum aku mendobrak pintu ruangan ku "
" aaaarrrgghhhhh "
Henry langsung menarik HP Jose dan mematikan Dan membuangnya
" nanti kamu beli yang baru " ucap Henry sebelum Jose bersuara ,Jose hanya bisa menghela nafasnya kasar
"sebenarnya ada apa " tanya Jeje yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran nya
" Davin dan Nabilla dalam ruangan tuan,jadi jangan lagi bertanya kalian sudah mendengar tadi " Jeje dan alan menelan ludahnya kasar
__ADS_1
" ganti sama tempat tidur yang ada di ruangan pribadaku " ucap Henry
HP Jose berbunyi
" hebm "
" bilang Henry aku menggunakan pakaian Elvi yang ada di lemari untuk Nabilla"
" cepat selesai kan semuanya kita sudah lelah menunggu kalian selesai keparat " umpat Henry yang sudah marah ,apa lagi dia mendengar suara Davin tadi membuatnya membayangkan istrinya
" aku tidak jadi pulang mau singgah di tempat yang lain" ucap Jeje
" club " tanya Jose
" kau tau kami ,apa lagi mendengar yang tadi membuat darah kami mendidih " ucap Alan
" terserah lakukan apa yang kalian inginkan,bermain aman jangan sampai Daddy membunuh kalian " ucap Henry
pintu ruangan Jose terbuka Davin masuk dengan senyuman manisnya
" terimakasih " ucapnya sambil tersenyum
" Nabilla " tanya Henry
" dia masih istirahat katanya 5 menit " ucap Davin
"apa kau tidak bisa menahan nya sampai Minggu depan " ucap Jeje
bug
plak
pukulan berasal dari Jeje dan alan yang merasa kesal.
" santai bro ,kalian pasti tau gimana rasanya kalau menahan sesuatu sesak kan , apa lagi aku 1 Minggu astaga itu bisa membunuh ku " ucap davin.
" Jangan membual ,selama kamu menjalin kedekatan dengan Nabilla kau selalu solo karir " ucap jose ,membuat Jeje tersedak air liurnya membuat yang ada di ruangan itu melihatnya
" kamu kenapa " tanya alan curiga
" tidak papa ,cuma kaget aja Davin bersolo karir " ucap Jeje
" cih kaya kalian saja tidak,selama di sini kalian belum pernah kan " ucap Davin
" kami tidak seperti mu yang seorang Casanova " ucap alan ketus
__ADS_1
" sudah berdebat nya ,panggil Nabilla kami menunggunya di parkiran khusus " ucap Heny lalu berdiri dan ke luar dari ruangan Jose di ikuti mereka semua
sedangkan Davin memanggil calon istri nya untuk pulang bersama dengan Henry