CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
rencana 1


__ADS_3

" kenapa menyuruh ku ke sini ,biasanya juga kamu malas jika aku ke sini " ucap Davin saat masuk dalam ruangan Henry


" Nabilla akan ikut bersama ku tinggal di sana , dari pagi tadi selalu ada yang mengawasi nya semenjak masuk perusahaan " ucap Henry to the poin


Davin langsung menetap Henry dengan lekat


" lagian seminggu lagi kalian akan menikah jadi Nabilla di pingit dulu ,dan dia mulai besok sudah tidak masuk kerja " Ucap Henry lagi membuat Davin membulat kan matanya


" APA KAMU GILA " bentak Davin pada Henry


" jangan pernah membentak jika kamu ingin menikah " ucap henry meninggikan sedikit suaranya sambil menatap tajam Davin


" maaf " ucap Davin sambil menunduk


" tapi tidak bisa kah untuk malam ini saja iya " ucap Davin memohon


" jika dia ikut bersamamu dan tidak pulang denganku Jesicca akan curiga, baru semenjak pagi tadi di masion selalu ada yang mengintai " Ucap Henry


" jangan katakan pada Nabilla jika ada yang mengawasi nya , aku menyuruhnya tinggal di rumah karena nanti ad yang tau di tinggal di apartemen dan itu akan membuat Jesicca makin curiga ,saya harap kamu mengerti " ucap Henry


" baiklah " ucap Davin sambil memejamkan matanya


" kalau tahu seperti ini , mendingan semalam aku menghajarnya dulu" gumam Davin yang masih bisa di dengar oleh Henry


"cih kau terlihat seperti Casanova jika seperti ini " cibir Henry


" ke ruangan ku "


" iya tuan ada yang bisa saya bantu " Ucap Nabilla saat sudah dalam ruangan


" urus kekasihmu itu wajahnya bikin kepalaku sakit " Ucap Henry lalu berdiri dari kursinya berjalan ke arah pintu


" kunci pintu nya " ucap Henry lalu ke luar


" terimakasih " ucap Davin sambil tersenyum, sedangkan Nabilla bingung dengan sikap bos dan calon suaminya itu


" apa ad yang perlu saya lakukan tuan " tanya Jose, yang bingung kedatangan Henry ke ruangan nya


" matikan CCTV di ruanganku ,Davin dan Nabilla di dalam " ucap Henry lalu memejamkan matanya


" apa yang mereka lakukan ,lalu kamu ngapain di sini " ucap Jose yang lupa dengan bicara nya


" berbicara lah dengan sopan "Henry yang masih menutup matanya " Nabilla akan ikut kita sebentar ke rumah dan Davin merengek karena semalam dia libur " ucap Henry


" cih benar benar menjijikan orang itu " ucap Jose mencibir

__ADS_1


" setelah ini ganti sofa yang ada di ruangan ku semuanya dan suruh OB untuk membersihkan ruanganku dengan benar " Ucap Henry lagi


" Jo,tuan ke mana kenapa ruangannya terkunci " ucap Jeje yang baru membuka pintu di ikuti oleh Alan,Jose melirik ke arah sofa,Jeje dan alan mengikuti arah pandangan Jose


" jangan bertanya apa pun ,karena aku tidak akan mengulang ucapan ku " ucap Henry sambil mengangkat kakinya ke atas meja


" kenapa Jo " hanya alan


" nanti juga kalian tahu,sabar lah sebentar " ucap Jose tersenyum,sedangkan Jeje dan alan semakin penasaran


" apa dia menghajar sampai mati " Ucap Henry yang sudah mulai kesal karena sudah 2 jam dia berada di ruangan Jose


" apa aku perlu menghubungi nya " tanya Jose


" tidak perlu ,biarkan saja, Alan lihat apa ana sudah pulang ,jika belum suruh dia pulang " ucap Henry ,Alan pun ke luar dari ruangan itu untuk memberi tahu ana agar pulang duluan tanpa menunggu mereka pulang


" kita tidak pulang tuan, ini sudah waktu pulang " ucap Jeje


" tunggu sebentar lagi jika tidak , dobrak saja pintu ruanganku " ucap Henry ,Jeje menyakitkan keningnya


" sudah tuan,Ana sudah pulang duluan tapi tadi sempat menanyakan nona Nabilla " ucap Alan saat sudah masuk dalam ruangan Jose


" biarkan saja ,nanti Jose yang beri tahu apa yang dia harus lakukan " ucap Henry


" telepon mereka, aku ingin pulang kangen sama istriku " ucap Henry


" ha..lllo"


" bangsat apa kamu belum selesai menungging kuda "


"baby faster aaarrgghhhh "


Henry ,Jose ,Jeje ,dan alan melotot kan matanya mendengar erangan Davin


" bajingan cepat selesaikan sebelum aku mendobrak pintu ruangan ku "


" aaaarrrgghhhhh "


Henry langsung menarik HP Jose dan mematikan Dan membuangnya


" nanti kamu beli yang baru " ucap Henry sebelum Jose bersuara ,Jose hanya bisa menghela nafasnya kasar


"sebenarnya ada apa " tanya Jeje yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran nya


" Davin dan Nabilla dalam ruangan tuan,jadi jangan lagi bertanya kalian sudah mendengar tadi " Jeje dan alan menelan ludahnya kasar

__ADS_1


" ganti sama tempat tidur yang ada di ruangan pribadaku " ucap Henry


HP Jose berbunyi


" hebm "


" bilang Henry aku menggunakan pakaian Elvi yang ada di lemari untuk Nabilla"


" cepat selesai kan semuanya kita sudah lelah menunggu kalian selesai keparat " umpat Henry yang sudah marah ,apa lagi dia mendengar suara Davin tadi membuatnya membayangkan istrinya


" aku tidak jadi pulang mau singgah di tempat yang lain" ucap Jeje


" club " tanya Jose


" kau tau kami ,apa lagi mendengar yang tadi membuat darah kami mendidih " ucap Alan


" terserah lakukan apa yang kalian inginkan,bermain aman jangan sampai Daddy membunuh kalian " ucap Henry


pintu ruangan Jose terbuka Davin masuk dengan senyuman manisnya


" terimakasih " ucapnya sambil tersenyum


" Nabilla " tanya Henry


" dia masih istirahat katanya 5 menit " ucap Davin


"apa kau tidak bisa menahan nya sampai Minggu depan " ucap Jeje


bug


plak


pukulan berasal dari Jeje dan alan yang merasa kesal.


" santai bro ,kalian pasti tau gimana rasanya kalau menahan sesuatu sesak kan , apa lagi aku 1 Minggu astaga itu bisa membunuh ku " ucap davin.


" Jangan membual ,selama kamu menjalin kedekatan dengan Nabilla kau selalu solo karir " ucap jose ,membuat Jeje tersedak air liurnya membuat yang ada di ruangan itu melihatnya


" kamu kenapa " tanya alan curiga


" tidak papa ,cuma kaget aja Davin bersolo karir " ucap Jeje


" cih kaya kalian saja tidak,selama di sini kalian belum pernah kan " ucap Davin


" kami tidak seperti mu yang seorang Casanova " ucap alan ketus

__ADS_1


" sudah berdebat nya ,panggil Nabilla kami menunggunya di parkiran khusus " ucap Heny lalu berdiri dan ke luar dari ruangan Jose di ikuti mereka semua


sedangkan Davin memanggil calon istri nya untuk pulang bersama dengan Henry


__ADS_2