CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
hadiah dari Daddy


__ADS_3

malam ini mereka kembali berkumpul setelah berpisah selama dua malam , bahkan Daddy radit dan mommy ellena juga tiba tadi siang dari Bali


" wajah Daddy cerah sekali " Ucap Jeje


" harus dong ,kan habis honeymoon " Ucap Daddy Radit


" berarti setelah ini kami yang honeymoon ,Daddy dan mommy jaga anak² " tanya Jose


" enak saja ,lalu kami sendirian " tanya mommy ellena


" kan ada nany mom " ucap Alan


" tidak,harus antri mommy takut rumah sunyi seperti kuburan " ucap mommy ellena


"astaga mom , bilang saja jika mommy iri ,padahal kami tidak iri saat mommy ke bali kemarin,bahkan oleh² untuk kami saja tidak ada " ucap Jeje


" kalian sudah tua , tidak pantas dapat oleh² " ucap Daddy radit


" yang tua itu Daddy ,lihat saja cucunya sudah empat ,belum lagi Ana Elsa belum lagi nanti Aqila dan Elvi siapa tahu nanti hamil lagi " ucap Henry


" kamu tidak sadar dengan umur kalian " tanya mommy ellena


" bahkan orang tidak percaya dengan umur kami " ucap jose


" sudah makan lah ,setelah ini baru Daddy bunuh kalian " mereka tertawa mendengar kekesalan Daddy karena di bilang tua , padahal dia masih terlihat gagah sekalipun umurnya sudah 50an


"menolak tua " ucap Alan


" diam lah " ucap Daddy radit


" Dy ..my .." Henry dan Elvi menatap anak²nya yang ikut makan di meja makan


" wah ada kemajuan " ucap Jeje ,Elvi hanya tersenyum kuda


" kenapa Queen, mau minum " Henry mendekat botol minum Queen


" Dy...Dy ..." Henry memberikan minuman Ray dan juga rif'at " kalian sudah kenyang tapi sepertinya meja kalian yang makan ,bukan kalian " Ucap Henry tersenyum


" Nany bersihkan si kembar setelah itu antar ke ruang tengah iya " ucap Henry


" baik tuan " ucap Nany ,lalu mereka menggendong si kembar di bantu salah satu pelayan


" gimana ibu mu betah di apartemen " tanya mommy ellena


" iya mom " ucap Elvi


" kenapa harus di sana ,tidak di sini saja " tanya daddy Radit


" dia ingin tempat yang baru dad ,jika bosan dia akan kembali ke sini " daddy Radit mengaguk


" gimana di panti nak " Alan langsung menekuk wajahnya


" menyebalkan di sana menjengkelkan " Ucap alan


" apa kamu di usir ,karena menyakiti Elsa " ucap Jose


" cih bahkan aku di jamu dengan baik " ucap Alan


" lalu masahlah apa " tanya Henry , Alan menatap tajam Elsa


" kenapa " tanya Jeje


" anaknya ibu panti memeluk ku mas ,jadi dia marah " ucap Elsa


"Biasa saja kali lan orang cuma peluk saja " ucap Henry


" yaaakkk yang peluk itu laki² " ucap Alan


" kau bahkan lebih dari itu " Alan hanya mencibir mendengar ucapan Jose


" sudah² lanjut makan lagi " ucap Daddy radit


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" mas mau makan apa " tanya Nabilla


" apa saja baby " ucap Davin


" gimana kamu jadi kerjanya nak " tanya ibu


" tidak bu, nanti saja " ucap Elsa


" bagus lah ,maaf iya kami bukan.....

__ADS_1


" Bu maaf Nabilla memotong , Nabilla baik² saja harusnya Nabilla yang meminta maaf tanpa berpikir apa lagi alister masih kecil " Davin mengusap pinggang bagia belakang Nabilla


" makasih jika kamu mengerti keinginan kami " ucap ayah


" ah iya besok kami harus ke kota xx, sepupu Davin menikah " ucap ayah lagi


" maaf ayah ibu kami tidak bisa ikut, Titip Salam saja buat mereka iya " ucap Ivan


" iya tenang saja mereka juga pasti mengerti apa lagi alister masih kecil dan kamu juga sibuk di rumah sakit " ucap ibu


" iya Bu maaf iya ,besok kalian berangkat jam berapa " tanya Davin


" pagi nak ,jadi sampainya lebih awal juga " ucap ibu


"jika sudah sampai di sana jangan lupa hubungi Davin iya Bu " ucap Davin


" iya nak, jangan terlalu lama di rumah sakit kasian Nabilla dan alister sendirian di rumah " ucap ayah


" iya yah ,Davin usahakan pulang cepat " ayah dan ibu mengaguk


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


d ruangan tengah sedang heboh dengan tingkah Ray dan rif'at yang mulai belajar melangkah sedikit demi sedikit, sebenarnya dari kampung tapi masih belajar berdiri dan berjalan juga sekalipun sering jatuh tapi ibu selalu membantu mereka


" ayo son kamu bisa " ucap Alan menunggu Ray di sisi lainnya ,semua orang menatap dengan wajah tegang melihat Ray melangkah dengan sedikit oleng, hingga akhirnya dia mencapai tangan Alan sekalipun memerlukan waktu yang lama.


" anak ayah hebat sekali " Alan mencium seluruh wajah ray


" ayo boy kamu pasti bisa seperti Kaka " ucap Henry , rif'at mulai melangkah tapi baru 4 langkah rif'at sudah jatuh


bugh


" tidak papa boy ,ayo Daddy bantu, kamu anak kuat " Henry membantu rif'at berdiri


mereka menemani si kembar belajar berjalan bahkan kini mereka sudah mulai lancar , sekalipun Queen masih sesekali terjatuh tapi mereka memberikan semangat untuk Queen


" istirahat dulu iya, kalian sudah keringatan sayang " ucap Elvi


" my my " Elvi hanya tersenyum " mba ganti baju si kembar iya sekalian istirahat " ucap elvi


" iya nyonya muda " ucap Nany lalu mereka membawa si kembar kembali ke kamar


" koh mereka cepat sekali belajar nya nak " tanya mommy ellena


" apa dia menyiksa cucuku " tanya Daddy radit


" jika tidak seperti itu mereka tidak akan seperti tadi " ucap Jose


" tapi mereka baik² saja kan " tanya mommy ellena


" iya mom ,mereka baik² saja ,tapi Henry takut seandainya Nanti Nany mereka sibuk atau gimana terus si kembar berjalan sendirian gimana. " tanya Henry


" di rumah ini setiap pojok ada penjaga nya apa yang kamu takutkan " ucap Jeje


" aku cuma khawatir saja " ucap Henry


" tenang saja ,nanti Ana bantu jagain si kembar " ucap Jeje


" kan dia kerja ,gimana mau jagain " ucap Jose


" sudah tidak masuk kerja lagi besok mau berhenti " ucap Jeje


" serius " tanya Alan ,Jeje menggaguk


" kenapa ,kan belum 7 bulan " tanya Jose


" tidak papa mas , ana hanya ingin istirahat saja " ucap Ana


" apa Jeje memaksa mu nak " tanya Mommy ellena


" tidak mom ,ini kemauan Ana ,waktu kami habis untuk bekerja ,sedangkan untuk berdua dan keluarga hanya malam hari saja itu pun jika kami tidak lelah , Ana hanya ingin menunggu Abang di rumah saja seperti Elvi dan Aqila " ucap Ana


" kamu yakin nak " tanya Daddy radit


" iya dad " ucap Ana


" jangan lupa gaji Ana bulan ini full iya " ucap Jeje


" apa kamu suruh miskin " cibir Alan


" berbaik hati lah untuk keponakan kalian " ucap Jeje sambil menaikkan alisnya


" nanti Jose yang urus "ucap Henry

__ADS_1


" kamu memang terbaik " ucap jeje


" kalian kapan berangkat nya " tanya mommy ellena


" nanti kami ke rumah sakit lagi mom, vitamin Elsa sudah habis juga " ucap Alan


" apa nantinya akan sepeti kemarin lagi " tanya Daddy radit


" kami juga tidak tau dad ,tapi semoga saja tidak " ucap Alan


" lakukan apa pun yang menurut dokter baik " ucap daddy Radit


" iya dad ,Davin juga membantu kami koh " ucap Alan


" tapi semuanya baik² saja kan nak " tanya mommy ellena


" iya mom " ucap Elsa


" dad ada yang Jose ingin bicara kan " mereka semua menatap Jose


" apa " tanya Daddy radit


" di ruangan kerja saja " Daddy radit menatap Jose


" baiklah, kalian istirahat lah nanti suami kalian menyusul " ucap Daddy radit


" apa ada masalah nak " tanya mommy ellena


" semuanya baik² saja mom ,Jose hanya minta pendapat Daddy " ucap Jose


" duluan di kamar iya " Elvi mengaguk


setelah itu mereka pergi ke ruangan kerja


" katakan " ucap Daddy radit


" mertua ku menyerah kan perusahaan padaku,lebih tepatnya nya aku mengelola nya sebelum nanti Reza sendiri yang memegang kendali " ucap Jose


" lalu " Jose menarik napasnya " menurut Daddy gimana " tanya Jose


" bukannya kalian punya anak buah yang bisa di andalkan lalu untuk apa kamu memikirkan itu " ucap Daddy radit


" Jose sempat berpikir gimana kalau perusahaan Aqila di bawah naungan RM Corp saja jadi lebih muda kita pantau karena di perusahaan pusat saja sudah banyak kerjaan " ucap Jose


" apa kamu sudah bicara dengan mertuamu " Jose menggaguk


" kalau istri mu " tanya Henry


" dia terserah ,mana baiknya " ucap Jose


" lakukanlah ,kapan dia mundur " tanya Daddy radit


" bulan depan " ucap Jose


" nanti Jeje yang urus perusahaan itu " Jeje menatap Daddy radit


" koh aku dad " ucap Jeje


" hanya untuk sementara ,hingga umur si kembar 1 tahun ,kalian sudah memiliki keluarga semua jadi sudah waktunya Daddy memberikan bagian kalian juga , tapi Daddy minta kalian tetap di perusahaan pusat " ucap Daddy radit


" maksud nya " tanya Alan


" anak Daddy bukan hanya Henry ,tapi kalian juga sekalipun kalian bukan lahir dari rahim mommy kalian ,tapi kami menyayangi kalian sama tidak ada yang beda ,nanti saat ulang tahun si kembar Daddy akan memberikan bagian kalian untuk keluarga kalian kedepannya dan juga anak² Kalian " ucap daddy Radit


" Daddy " ucap Jeje Alan dan Jose sedangkan Henry hanya tersenyum bangga pada daddy nya


" maaf hanya ini yang Daddy bisa berikan untuk kalian " ucap Daddy radit


" kami di terima di rumah ini pun kami sudah bahagia dad ,sangat " ucap Jose


" maka ikutilah apa kata mommy kalian, sekalipun Daddy tau jika kalian ingin hidup dengan keluarga kalian sendiri " ucap Daddy radit


" iya dad, kami akan mengikuti kenginginan mommy " ucap Jeje


" mommy hanya ingin dia bersama kalian ,kalian paham kan " mereka mengaguk


" sudah ayo kita istirahat ,Daddy juga masih lelah seperti sedikit pemanasan bisa membuat otot Daddy lebih baik " ucap Daddy radit berdiri


" sudah tua masih saja ingat olahraga ranjang " cibir Alan


" kau tau nikmat dunia itu seperti apa " ucap daddy Radit meninggalkan mereka


". cih bahkan aku tidak mengenal nya jika sudah seperti itu " cibir Henry membuat mereka tertawa

__ADS_1


__ADS_2