
Cherry dan risvan kembali dari bulan madu yang membuat mereka sangat bahagia. Setelah kembali mereka menjalani hari-harinya seperti biasa. Risvan sibuk di kantorna dan begitu juga dengan cherry yang sibuk dengan bisnis yang di jalaninya.
Saat cherry sedang berada di restorannya, ia di sapa oleh yuna yang berpura-pura menjadi pelanggan di sana. Cherry yang tak merasa mengenal yuna hanya bersikap ramah seperti yang ia lakukan kepada pelanggan lainnya.
“ku sangat menyukai makanan yang ada di sini…!! Semuanya sangat enak…” kata yuna memuji cita rasa makanan di restortan milik cherry.
“terima kasih…., syukurlah anda menyukainya..” sahut cherry.
“jangan sungkan…, panggil saja aku yuna…!!” kata yuna.
Cherry kembali tersenyum ramah kepada pelanggannya itu. Yuna ingin mendekati cheery untuk mencari sela kelemahan diri cherry agar mudah untuk melawannya dalam merebut risvan. cherry yang tak tau niat yuna tetap berusaha untuk menjaga citra yang baik kepada para pelanggan.
Cherry yang sangat mesra dengan risvan, selalu pulang lebih awal agar dapat menyiapkan makan malam untuk risvan. risvan yang terlalu banyak pekerjaan malam itu pulang terlambat. Hampir pukul 9 malam risvan baru memakirkan mobilnya di perkiran bawah apartemennya. Cherry menunggunya di ruang tengah sambil membaca novel kesukaannya. Risvan masuk kedalam dan melihat cherry yang membaca novel sambil tiduran di sofa ruang tengah. Risvan menyapa istrinya itu dengan cara **** tumbuhnya.
“kau pulang terlambat..?” ucap cherry mengalungkan tangannya keleher risvan.
“banyak pekerjaan di kantor…, jadi aku pulang terlambat…!! Kau menungguku…??” kata risvan.
“tentu saja….!!” Sahut cherry.
“ngomong-ngomong…, mau sampai kapan kau akan menindihku seperti ini..??” sambung cherry.
“sampai pagi….hehehehe..” sahut risvan.
“aku sih mau saja…, tapi disini bukan hanya kita berdua…, ada bibi erna dan juga anaknya kan….” Kata cherry.
“kalau begitu kita kekamar saja…” ajak risvan.
“mandi dulu….dan makan malam…lalu setelah itu terserah kau….” Kata cherry malu-malu.
Risvan tersenyum melihat cherry yang masih malu-malu terhadap dirinya. Risvan pun membersihkan dirinya dan makan malam bersama cherry di ruang makan. Setelah makan malam risvan menerima telepon dari ayahnya yang tiba-tiba masuk rumah sakit karena serangan jantung. Risvan sangat panik saat itu.
“ada apa..?” tanya cherry.
“ayah masuk rumah sakit…” jawab risvan.
“kenapa..??” tanya cherry ikut panik.
“serangan jantung..!! aku akan pergi kerumah sakit..” kata risvan.
“aku ikut..” kata cherry.
Risvan dan cherry pun pergi kerumah sakit. sampai disana ternyata ayahnya sudah terbujur kaku di dalam ruangan pasien. Risvan sangat terpukul saat mengetahui kalau ayahnya telah meninggal dunia secara mendadak karena saat siang hari ia masih berbincang dengan ayahnya di kantor.
“ayah……” ucap risvan memeluk tubuh ayahnya.
Risvan meneteskan air matanya saat memeluk ayahnya. Disaat kesedihan risvan yang begitu mendalam, hanya cherry lah yang berada disisinya untuk mengurangi rasa sedihnya. Ia mengingat kembali disaat ibunya meninggal, dia hanya menyendiri hingga membuat dirinya menjadi karakter yang dingin. Kini ayahnya pun ikut meninggalkannya namun beruntunganya ada cherry di sisinya.
Saat hari pemakaman ayahnya, semua kerabat dan juga sahabat turut hadir di pemakaman itu tak terkecuali yuna yang melihat risvan dan cherry dari kejauhan. Saat itu nova tampa sengaja melihat yuna.
“apa yang sedang dipikirkan oleh ular kepala dua itu..?? aku berharap dia tak mengganggu hubungan antara cherry dan risvan…” gumam nova menatap yuna.
Setelah acara pemakaman selesai risvan dan cherry akan pulang ke apartemennya. Saat hendak masuk kedalam mobil, yuna menghampiri mereka.
“risvan…, aku turut sedih atas meninggalnya paman…” kata yuna.
Risvan tak menggubris yuna sama sekali, ia terus masuk kedalam mobilnya dan menarik cherry ikut masuk bersamanya. Yuna mengepalkan tangannya saat dirinya tak di perdulikan oleh risvan sedikitpun. Saat cherry sudah di dalam mobil tanpa sengaja ia melihat kepalan tangan yuna.
“ada apa ini…?? itu kan wanita yang sering datang kerestoranku…!!! Dia mengenal risvan…??? tapi kenapa risvan begitu dingin padanya..??” banyak pertanyaan yang ada di pikiran cherry saat itu.
Cherry memilih untuk tak bertanya pada risvan. ia merasa saat ini waktu yang tak tepat untuk bertanya tentang yuna kepada risvan. tiba di apartemennya risvan memilih untuk menyendiri di ruang kerjanya. Hampir seharian ia hanya duduk menatap foto kedua orang tuangnya yang ia pajang di dinding ruangannya.
Sebagai seorang istri cherry tau apa yang harus ia lakukan terhadap risvan saat ini. cherry masuk kedalam ruangan risvan dengan membawakan secangkir teh hangat.
“sayang…., aku bawakan teh hangat untukmu…” ucap cherry pada risvan yang sedang berdiri di sisi jendela.
“terima kasih..” sahut risvan.
Cherry memeluk tubuh risvan dari belakang, ia menciumi punggung risvan.
“semua orang yang ada di dunia ini pasti akan merasakan apa yang kau rasakan saat ini…!!” kata cherry.
“aku sangat sedih saat ibuku meninggalkan aku…!! Kini ayahku juga meninggalkan aku..” ucap risvan sedih.
“saat mereka pergi…, ada seseorang yang akan hadir menemanimu…” kata cherry.
Risvan membalikkan tubuhnya menghadap cherry.
“apa maksudmu…??” tanya risvan.
Cherry membawa telapak tangan risvan ke perutnya yang rata. Risvan semakin bingung.
“dia ada di dalam sini….!! Sebentar lagi akan hadir menemanimu…” ucap cherry pada risvan.
“apa kau hamil…??” tanya risvan menatap cherry.
Cherry mengangguk.
Risvan langsung memeluk cherry dengan erat. Ia sangat bahagia mendengar kabar bahwa dirinya akan segera menjadi seorang ayah.
“aku sangat bahagia….” Ucap risvan.
“aku juga.., sayang…” sahut cherry.
“aku tak percaya aku akan menjadi seorang ayah…” kata risvan terharu.
“kau harus mempercayainya…., kau akan menjadi seorang ayah…” sambung cherry.
Risvan kembali memeluk cherry yang baru 2 minggu mengandung anaknya. Kesedihan yang dirasakan risvan sedikit berkurang setelah tau bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah. Setelah meninggal sang ayah, risvan memutuskan untuk pindah membawa cherry kerumah orang tuanya yang megah itu. Risvan dan cherry berniat untuk membesarkan anaknya di sana.
Cherry yang sedang hamil muda memutuskan untuk tidak terlalu sibuk menjalani aktifitasnya. Ia meminta tolong kepada ayahnya untuk melanjutkan bisnisnya sampai ia melahirkan buah cintanya bersama risvan.
Yuna kembali melancarkan askinya untuk menarik perhatian risvan kembali padanya. Yuna datang mengunjungi risvan di kantornya saat jam makan siang.
“untuk apa kau datang kesini..??” tanya risvan menatapnya dingin.
__ADS_1
“kita ini sahabat dari kecil…, kau dulu sangat sayang padaku…kenapa kau jadi dingin seperti ini..??” ujar yuna.
“aku tak ingin mengingat masa lalu yang tak berguna itu…” kata risvan.
Yuna mencoba untuk mendekati risvan yang masih duduk di kursinya. Yuna mencoba untuk menggoda risvan dengan tampang wajahnya yang cantik jelita. Yuna bersandar pada tubuh risvan dan mencoba untuk menciumnya.
“pergi jangan ganggu aku…” kata risvan memalingkan wajahnya.
“aku merindukanmu…” ucap yuna.
Risvan kembali menatap yuna yang sangat dekat dengan dirinya.
“pergi…, atau kubunuh kau…” ancam risvan.
Lalu risvan mendorong tubuh yuna hingga jatuh ke lantai. Yuna sangat kesal mendapatkan perlakuan kasar dari pria yang dulunya sangat tergila-gila padanya.
“risvan beginikah caramu menghadapi wanita yang pernah kau cintai…??” tanya yuna kesal.
“aku tidak pernah mencintaimu…” sahut risvan.
“kau bohong padaku….!!! Aku sangat tau kalau kau tergila-gila padaku…” kata yuna.
“kau terlalu percaya diri…, yuna…!! Kau tau apa yang ada di pikiranku saat melihatmu datang kembali kesini…?? Aku sangat ingin menyingkirkanmu dari dunia ini…” kata risvan.
“apa salahku..?? kau begini karena wanita yang kau nikahi itu, hah..??” teriak yuna.
“jangan coba-coba berani untuk menyalahkan cherry…!!!” sahut risvan geram.
“lantas apa yang membuatmu dingin seperti ini padaku…??” tanya yuna.
Risvan mendekati yuna dan mecengkram wajahnya.
“aku benci kau selamanya…!! Jangan pernah membuatku semakin muak dengan sikapmu yang tak pernah merasa bersalah sedikitpun padaku…” ujar risvan.
Lalu risvan melepaskan cengkramannya dengan sangat kasar kepada yuna.
“pergi…., atau aku akan membuat ayahmu kembali ke jerman dengan tangan kosong..!!” ancam risvan.
“kau tau pasti kan…, dengan mudahnya aku akan menghancurkan impian ayahmu disini…” sambung risvan.
Mendengar ucapan risvan yang mengancam impian ayahnya untuk membangun lahan bisnis yang besar di Indonesia membuat yuna harus mengalah. Ia tak ingin risvan menghancurkan semua impian ayahnya.
Yuna keluar dari ruangan risvan dengan kesal tak sengaja ia bertabrakan dengan nova yang akan menuju keruangan risvan. tubuh mereka saling bertabrakan membuat keduanya terpental jatuh ke lantai.
“apa matamu buta hah….????” Teriak yuna semakin kesal tanpa melihat siapa yang ditabraknya.
“dasar ular…..!! kau yang jalan tidak pakai mata….” Balas nova.
“kau yang menabrakku…, dasar jalang…” sahut yuna.
Kesal disebut jalang oleh yuna, nova langsung menampar wajah yuna hingga bercap merah di pipinya.
“beraninya kau……” teriak yuna ingin membalas nova.
“satpam………………” teriak nova.
Satpam pun datang menghampiri nova.
“tendang keluar wanita ini….!! tandai wajahnya…, jangan sampai ia kembali masuk kedalam kantor ini…” perintah nova.
“baik….” Sahut para satpam itu.
Yuna pun di seret keluar dari gedung kantor yang dimiliki oleh risvan. yuna yang sudah masuk kedalam mobinya semakin kesal karena telah di perlakukan kasar oleh risvan dan di tambah lagi dia dipermalukan di depan semua karyawan oleh nova.
“brengsek….!!! Aku akan membalas semua yang kalian perbuat padaku…” umpat yuna.
“terlebih lagi padamu, risvan…!! aku akan merenggut semua kebahagiaan yang kau miliki bersama cherry…” sambung yuna lagi yang dendamnya seakan mendarah daging di tubuhnya.
Sebelum pergi dengan menyetir mobilnya, yuna merogoh sesuatu di dalam tasnya. Ia mengambil sebuah botol kecil yang berisikan butiran-butiran obat di dalamnya. Ia meminum obat itu dengan cepat. Setelah menghela nafasnya, ia pun pergi melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
di ruang kerjanya, risvan dan nova sedang mendiskusikan urusan pekerjaannya. Tak lama cherry menghubungi ponselnya.
“ya sayang…???” ucap risvan.
“apa kau akan pulang terlambat…??” tanya cherry.
“kenapa..??” risvan balik bertanya.
“aku akan menyiapkan makan malam untukmu…” sahut cherry.
“aku sedang bersama nova…, mendiskusikan masalah pekerjaan…!! Aku akan berusaha untuk pulang cepat setelah urusanku selesai..” kata risvan.
“ajaklah nova makan malam dirumah kita…” kata cherry.
“baiklah…” sahut risvan.
Setelah menutup teleponnya, risvan langsung mengundang nova untuk makan malan dirumahnya.
“cherry mengundangmu untuk makan malam dirumah…” kata risvan.
“lain kali saja…., dia sedang hamil…!! Itu akan merepotkannya…” sahut nova.
“hei…., aku punya puluhan pelayan dirumah…!! Dia tidak akan kerepotan…” kata risvan.
“baiklah…horang kayah…..” sahut nova.
Mereka pun kembali untuk mendiskusikan masalah pekerjaannya di ruang tersebut. Hampir jam 8 malam mereka tiba dirumah. Disana risvan melihat ada mobil oka yang terparkir di halaman rumahnya. Risvan menduga kalau cherry juga mengundang oka untuk makan malam dirumah bersama dengan mereka.
Nova dan risvan pun masuk kedalam rumah. Cherry menyambutnya kedatangan mereka dengan sangat hangat.
“nova…., kau pasti sangat lapar…!!” ucap cherry.
“tentu saja…, aku hampir mati kelaparan karena ulah suamimu yang gila bekerja…” kata nova melirik risvan.
“aku sudah membayarmu dengan harga mahal…, jadi kau harus professional dalam bekerja…” balas risvan pada nova.
__ADS_1
Nova dan risvan sangatlah dekat sehingga mereka seperi anjing dan kucing saat bersama. Cherry melihat keduanya hanya tersenyum.
“hei…., junior…!! Apa kabar…??” sapa oka yang sudah menunggu lama di ruang tengah.
“aku sudah menduga kau pasti berada disini saat melihat mobilmu di depan…” sahut risvan pada oka.
“kau lama sekali…., aku sudah sangat lapar…hehehehe…..” kata oka.
“ck…, kau memang tidak berubah seperti saat kita masih di amerika…” ujar risvan.
Oka melirik nova yang berdiri di samping cherry. Oka yang memang playboy mendekat pada nova yang sama sekali belum pernah mempunyai pengalaman berpacaran.
“nona manis…., siapa namamu…??” tanya oka.
“hhmmmppp………..” oka malah dicuekin nova.
Cherry kembali tersenyum saat oka yang dicuekin oleh nova.
Mereka pun makan malam bersama. Cherry duduk di samping kanan risvan dan oka duduk di samping kirinya. Sedangkan nova memutuskan untuk duduk di samping cherry, padahal oka berharap nova akan duduk di sampingnya.
Saat makan malam mereka tampak ngobrol santai, oka dengan hobinya yang suka ngebanyol sesekali menggoda nova. Nova hanya tersenyum tipis oka menggombalinya.
“cherry…, terima kasih undangan makan malamnya…” ucap nova yang akan pulang naik taksi.
“makananmu sangat enak….” Sambung nova lagi.
“sering-seringlah berkunjung kesini….” Kata cherry.
Nova hanya tersenyum.
“kau akan langsung pulang..?? mobilmu kan masih di kantor.” tanya risvan.
“iya…, aku akan langsung pulang saja…!! Aku sangat lelah…” sahut nova.
“baiklah…, biar supir yang akan mengantarmu…” kata risvan.
“gak usah deh…!! Aku naik taksi saja…” kata nova menolak.
“nona…., malam-malam begini naik taksi itu berbahaya….!! Banyak loh supir taksi yang kurang ajar pada wanita…” kata oka.
“bagaimana kalau aku mengantarmu saja…, nona manis…” sambung oka pada nova.
“tidak perlu repot-repot…., tuan oka…!!” kata nova menolak.
“kakakku benar loh…., malam-malam begini banyak tindakan criminal di luar sana..!! lebih baik kak oka yang mengantarmu…” kata cherry.
“iya…, sudah sana masuk ke dalam mobilnya…” dorong risvan sambil terkekeh jahat pada nova.
“kurang ajar kau…, risvan…” bisik nova pada risvan.
“biar kau cepat menikah…” sahut risvan.
Tubuh nova terus didorong oleh risvan untuk masuk kedalam mobil oka. Oka melajukan mobilnya sambil mengacungkan jari jempolnya keluar pada risvan dan cherry.
“yeesss……” seru risvan dan cherry.
“kau dapat ide darimana untuk menyatukan nova dan oka..??” tanya risvan.
“aku gak ada niat untuk menyatukan mereka sih…!! Tapi saat makan malam, sepertinya kak oka suka pada nova..” kata cherry.
“hei…, apa kau lupa..?? oka itu playboynya minta ampun..!! semua wanita cantik di samber mulu sama dia…” sahut risvan.
“hehehehehe…………….” cherry hanya terkekeh.
“ayo kita masuk…., aku ingin mengelus calon bayi kita…” ucap risvan mengajak cherry masuk kedalam rumahnya.
Saat di perjalanan nova hanya diam saja dan sesekali menyahut saat oka bertanya tentang dirinya.
“si nova sepertinya tipe cewek es batu deh….!!! Ini tantangan yang menarik…., selain angel…” kata oka dalam hatinya.
“dimana rumahmu…??” tanya oka.
“lurus saja kedapan nanti belok kiri…” jawab nova.
Mengikuti apa yang di katakan oleh nova, oka melihat kawasan apartemen mewah.
“kau tinggal di apartemen…??” tanya oka.
“iya…” sahut nova singkat.
“sendirian atau dengan orang tuamu…??” tanya oka lagi.
“sendirian…” sahut nova.
“ck…, singkat amat nyautnya…” ujar oka dalam hatinya.
Oka pun menghentikan mobilnya tepat di depan apartemen mewah tersebut.
“terima kasih telah repot-repot mengantarku…” ucap nova pada oka.
“tak masalah…!! Jika kau ingin setiap hari mengantar jemputmu aku juga tidak akan keberatan…hehehehe…..” kata oka.
“dasar bodoh…” gumam nova.
Nova pun keluar dari mobil oka dan oka masih menunggu nova hingga benar-benar masuk ke dalam kawasan apartemennya sebelum ia melajukan mobilnya untuk pergi dari situ.
Saat di perjalanan oka menerima telepon dari anak buahnya yang ditugaskan untuk mencari informasi tentang perusahaan ayahnya angel yang hampir bangkrut.
“tuan…., perusahaan tuan cakra sedang membutuhkan suntikan dana hingga 5 triliun untuk menutupi semua kerugian yang terjadi karena ulah karyawannya yang melakukan korupsi..” kata anak buah oka.
“baiklah…, besok aku akan menemuinya untuk negosiasi dengannya…” sahut oka. Oka langsung menutup teleponnya.
“kau berada di genggamanku, angel…” ucap oka.
Sebenarnya oka sangat penasaran dengan wanita dingin yang di kejarnya selama ini. Ia hanya penasaran ada wanita yang menolak dirinya. Karena selama ini belum pernah ada wanita yang tak pernah takluk dan tunduk kepada dirinya. Selama ini oka selalu dengan mudah untuk mendapatkan wanita yang ia inginkan
__ADS_1