CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
kebahagiaan Jose


__ADS_3

kandungan Elvi sudah menginjak 5 bulan dia melewati semuanya dengan baik tanpa mengeluh sedikit pun ,begitu juga Aqila yang selalu menemani Elvi kadang dia juga merasa iri melihat Elvi tapi dia selalu optimis jika suatu saat dia akan di beri kepercayaan


pagi ini Aqila dan Elvi melalukan kuliah melalui online kadang juga dosen nya yang datang langsung kekediaman keluarga Mateo dengan pengawasan yang ketat mereka melakukan sudah 1 bulan.


awalnya Elvi dan Aqila menolak karena mereka ingin seperti yang lainnya tapi karena di beri penjelasan pada Daddy Radit akhirnya mereka bisa menerima


kedekatan Jeje dan Ana juga semakin dekat tapi jika di kantor mereka layaknya orang lain dan Nabilla sudah bekerja seperti biasanya tapi pengawasan semakin ketat


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" La kamu kenapa koh pucat " tanya Elvi saat mereka baru selesai dengan mata kuliah mereka


" dag papa, paling cuma kelelahan saja " ucap Aqila dia memang merasa pusing dari pagi tadi tapi sebisa mungkin dia tahan agar tetap mengikuti kuliah


" apa kamu yakin " tanya Elvi sambil berjalan ke arah sofa di ikuti Aqila


" iyaa " ucap Aqila lirih, karena tiba-tiba kepalanya terasa pusing


brug


" AQILA " teriak Elvi yang melihat Aqila jatuh tepat di atas karpet bulu


"DADDDY DADDDY " teriak Elvi memanggil orang rumah ,pelayan yang mendengar teriakan nona muda mereka langsung mendekat ke arah Elvi


" ada apa nyonya muda " ucap pelayan mereka sudah pucat


" cepat panggil Daddy sama mommy " bentak Elvi dia benar-benar takut ,pelayan berjalan ke arah kamar tuan mereka ,pak Li mendekat ke arah Elvi


" ada apa nyonya " ucap pak Li


" paman tolong bantu Aqila untuk ke kamar iya " ucap Elvi


" tapi


" cepat paman " ucap elvi mau tidak mau akhirnya pak Li menggendong Aqila dengan sedikit rasa takut


" ada pa nak " tanya Daddy radit yang datang dengan sedikit berlari mendengar jika Aqila pingsan


" tidak tau dad Aqila tiba-tiba pingsan" ucap Elvi sambil mengikuti langkah pak Li begitu juga Daddy dan mommy yang begitu khawatir


Daddy langsung menelpon Jose


Tutt...Tut..


" hallo dad "


" cepat pulang sekarang "


setelah mematikan sambungan telepon nya dia kembali menelpon Davin


" dalam waktu 10 menit sudah sampai di rumah tanpa terkecuali "


lalu mematikan telepon nya kembali


dia melihat Aqila masih memejamkan matanya

__ADS_1


" cepat lakukan apa pun yang membuatnya sadar " bentak Daddy radit pada pelayan yang ada dalam ruangan itu mommy dan Elvi sudah memberikan minyak telon pada Aqila.


brak


pintu kamar terbuka begitu keras dari luar menampakan seorang pria yang datang dengan wajah khawatir nya dan nafas yang ngos-ngosan dia masuk dalam kamar langsung menuju tempat tidurnya sedangkan pelayan sudah ke luar saat melihat Jose masuk di kamar


" ada apa dengan Aqila" tanya Jose dengan khawatir


" kami juga tidak tau ,kata Elvi tiba-tiba saja dia pingsan " ucap mommy ellena


" sayang bangun jangan membuatku khawatir " mata Jose sudah berkaca-kaca


" apa Davin belum ke sini " tanya Jose


" dia lagi berjalan ke sini " ucap mommy ellena menenangkan anaknya


tidak lama Henry Jeje dan alan ikut masuk dalam kamar karena tadi mereka lagi melakukan meeting tapi setelah Jose menerima telepon dia langsung ke luar dari ruangan membuat mereka harus membatalkan meting dag mengikuti Jose sekalipun tetap tertinggal


" sayang kenapa " tanya Henry sambil memeluk istrinya ,Elvi hanya menggeleng saja ,Henry sempat berpikir jika istrinya kenapa-napa


" kenapa Davin lama sekali " bentak Jose dia benar-benar takut apa lagi melihat wajah istrinya pucat


" maaf aku telat jalanan macet " ucap Davin langsung mendekat ke arah ranjang


" lakukan tugas mu dengan benar ,setelah ini akan ku bunuh kamu " geram Jose ,Davin hanya bisa menelan ludahnya kasar


lalu dia mendekat ke arah Aqila yang masih memejamkan matanya, dia memeriksa dengan sangat teliti dan memasang kan infus pada Aqila


" hei kenapa kau pasang benda bodoh itu " bentak Jose


" apa kamu tidak bisa mengatasi istriku " Jose sedikit meninggikan suaranya


PLak


" istrimu hamil bodoh " bentak Davin yang sudah jengah dengan Jose


seketika Jose menegang kaku di tempatnya dia masih mencerna ucapan Davin dengan baik begitu juga yang lainnya ,sedangkan yang lainnya senang dan bersyukur akhirnya Aqila hamil


" cih apa kau jadi bodoh karena istrimu hamil ,cepat hubungi dokter Selly " ucap Davin ,Jose langsung menelpon dokter Selly menyuruh datang secepatnya


" apa dia sudah lama pingsan " tanya Davin


" iya mas " jawab Elvi


" sudah biarkan saja dia hanya butuh istirahat " ucap davin


" selamat akhirnya kamu akan menjadi orang tua" ucap Davin sambil memeluk Jose,Henry Jeje dan alan pun melakukan yang sama memberi selamat pada Jose


" terimakasih kasih ,aku tidak jadi membunuhmu " ucap Jose sambil tersenyum


" cih aku juga belum mau mati masih mau menemani istrimu melahirkan " ucap Davin


sontak saja perkataan Davin membuat yang ada dalam ruangan itu kaget


" apa Nabilla hamil " tanya mommy ellena

__ADS_1


" iya mom sudah sebulan " ucap Davin


" cih kau dan Henry benar benar gila " umpat Jose


" tapi dia biasa saja Tidak seperti Elvi " tanya Henry


" karena dia mengerti jika ibunya kerja jadi dia tidak rewel " ucap Davin


" ajukan cuty pada perusahaan nanti Daddy yang urus biarkan dia istirahat total selama kehamilan nya ,lagian ada Ana yang menggantikan posisinya " ucap Henry pada Davin ,di balas angguan pada Davin


" maaf tuan nyonya " ucap dokter Selly dia sama dengan Davin yang datang dengan keringat di keningnya


" ah tidak papa dok " ucap mommy ellena


" bisa minta tolong periksa Aqila " ucap mommy ellena


" baik nyonya " lalu dokter Selly mendekat ke arah Aqila dia memeriksa dengan teliti


" selamat tuan nyonya, nona Aqila sedang hamil tapi untuk mengetahui nya kita harus lakukan USG " ucap dokter Selly


"nanti besok pagi saya akan ke sini lagi ,untuk sekarang biarkan dia beristirahat sampai cairan infus nya habis " ucap dokter Selly ,lalu dia pamit karena masih ada pasiennya di rumah sakit


sedangkan yang lainnya masih menemani Aqila di kamar itu ,tetapi Henry , Jeje dan alan kembali ke perusahaan


" apa mas sangat bahagia " tanya Elvi melihat Jose yang tersenyum dari tadi


" sangat dek ,apa kamu tau kalau Aqila selalu bertanya kapan dia bisa hamil seperti mu " ucap Jose sambil menatap Elvi


Elvi tersenyum " sekarang dia sudah hamil sesuai keinginannya " ucap Elvi


" iya dek ,akhir nya mas jadi ayah " ucap Jose lalu melihat Elvi yang duduk di samping Daddy nya


dia mendekat ke arah Elvi dan berjongkok dengan menjaga jarak


" hai anak anak ayah ,sekarang kalian sudah ada teman baru ,kalian memiliki Adik dua dari ayah dan dari ayah Davin ,kalian sehat sehat iya " ucap Davin lalu berdiri menghampiri istrinya


Daddy dan mommy tersenyum bahagia mendapatkan kabar yang sangat luar biasa ini ,di umur mereka yang sekarang mereka masih bisa di beri kesempatan untu merasakan punya cucu


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" apa kalian tidak berkeinginan untuk menikah " tanya Henry tiba-tiba


" nanti " ucap Jeje singkat


" alasannya. " tanya Henry


" masih proses " ucap alan


" baiklah aku harap kalian bisa secepatnya menyusul " Ucap Henry


" melihat kalian bahagia ,sudah membuat kami juga bahagia " ucap Jeje sambil menatap Henry


" sudah waktunya kalian berumah tangga " ucap Henry


" akan kami pikir kan " ucap Alan

__ADS_1


" cih keras kepala " cibir Henry


__ADS_2