CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
pernikahan Davin dan Nabilla


__ADS_3

pagi ini setelah seminggu Nabilla dan Davin di pingit dan di larang keras oleh Henry untuk bertemu sehingga membuat Davin seperti orang kesetanan


di kediaman Davin di sibukkan dengan acara pesta pernikahan Davin ,Nabilla sudah mulai di dandani dengan MUA , pengamanan pun sangat ketat sesuai permintaan kelurga besar Henry karena mereka tidak ingin terjadi papa pada istri mereka apa lagi Elvi sedangkan hamil.


Jeje dan Ana juga sudah semakin dekat sekalipun mereka terlihat cuek saat di kantor tapi di luar itu Jeje selalu mengirim pesan pada Ana,dan sahabatnya tidak menyadari itu karena Jeje enggan untuk bicara


Davin mondar mandi dalam kamar karena keluarga Henry belum datang dia melirik ke arah jam sudah pukul 7 sedangkan akadnya jam 9 ,akhirnya dia menelpon Jose


Tutt..Tut...


" hebm "


"apa kalian tidak ke sini ,kenapa baru bangun hah " bentak Davin yang kesal karena mereka belum bersiap


" kamu tahu kan ini weekend, waktunya untuk istirahat bersama istri dalam kamar lagian kamu menikah jam 9 " ucap Jose yang masih memejamkan matanya


" hei bangun ini jam 7 "


lalu Davin mematikan telepon nya,dia ingin menelpon Henry Jeje dan alan


Tutt...tuttt


" apa kamu tidak bisa sabaran hanya karena ingin menikah " ucap Henry dengan suara serak nya


" apa kau juga baru bangun hei jangan bercanda ini sudah jam 7 ,jika kamu tidak datang aku tidak bisa nikah " ucap Davin frustasi


" itu bukan urusanku "


Henry mematikan sambungan teleponnya dia benar-benar ingin marah pada mereka tapi itu hanya angan saja


tok...tok...


" apa yang kamu lakukan " tanya mami viona saat sudah membuka pintu


" jangan tanya Davin dulu mi ,Davin lagi pusing mereka Henry baru bangun jika Davin tidak menelepon mereka tidak akan bangun " ucap Davin


" astag ini baru jam 7 , apa yang kamu takutkan jika mereka datang lebih awal memangnya apa yang akan mereka lakukan tidak mungkin kita menyuruh mereka untuk menunggu bukan " Ucap mami viona memberikan pengertian pada Davin


"jika tahu begini mendingan kemarin Davin nikah di KUA saja " Ucap Davin


PLak


" kalau bicara selalu seenaknya ,sudah tenang saja, Nabilla saja belum selesai ,kamu nya saja yang sudah seperti cacing kepanasan " ucap mami viona lalu meninggalkan kamar Davin


tok....tok....


Davin membuka pintu kamarnya dia melihat ayah mertua nya


" apa bisa ayah masuk " ucap ayah Nabilla


" bisa yah masuk saja " ucap Davin sambil mempersilahkan mertuanya masuk


" wah kamar pengantin luas sekali seperti nanti malam akan lebih bebas main bolanya " ucap ayah sambil tersenyum melihat Davin ,lalu mengikuti Davin duduk di sofa


" ayah hanya meminta jaga Nabilla Sayangi dia dengan tulus bahagiakan dia ,dia selalu bekerja keras tidak perna memikirkan tentang kesenangan nya ,bahkan dia selalu mengikuti keinginan adik adiknya, tanpa memikirkan keinginan nya apa, kami cuma meminta bahagia kan dia ,karena kami tidak bisa membuatnya bahagia sebagai orang tua , dia terlalu berharga buat kami dia adalah nyawa kami " ucap ayah dengan suara serak nya


" Davin akan selalu berusaha untuk itu ayah ,sekarang dia akan menjadi tanggung jawabku ayah tidak usah khawatir sering sering ke sini jika kalian merindukan nya tidak usah sungkan karena kalian juga orang tuaku ,kami tidak bisa jika ke kampung karena ayah tahu Nabilla akan tetap kerja dan aku juga kerja tapi jika ada waktu kami usahakan untuk datang melihat kalian dan menyapa keluarga yang ada di kampung,,maaf tidak bisa mengundang mereka karena kami harus menyiapkan keamanan orang yang sangat kami hormati " ucap Davin tidak enak


" kami mengerti nak,karena Nabilla sudah menceritakan semuanya, keamanan mereka lebih penting ,tidak usah merasa bersalah karena keluarga di kampung juga sudah paham dengan keadaan nya mereka menunggu kalian di sana " ucap ayah tersenyum lalu memeluk anak mantunya yang akan menjadi suami anaknya


" jadilah suami yang baik untuk Nabilla kami selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian, jangan membiarkan masahlah berlarut terimakasih sudah menerima anak ayah dalam keluarga kalian " ucap nya lagi ,Davin hanya mengangguk dan membalas pelukan mertuanya


" iya sudah ayah mau ke luar dulu sepertinya orang orang di bawah sudah ramai " ucap ayah saat sudah melepaskan pelukannya, Davin hanya tersenyum


setelah kepergian mertuanya Davin kembali melihat jam dia menghela nafasnya karena menurut nya jam terlalu lama berputar


setelah lama menunggu akhirnya waktu yang di tunggu telah tiba kini Davin sudah duduk di meja dan didepan nya ada ayah mertuanya dan penghulu di belakang ada papi mami dan di meja samping ada orang yang sangat mereka kagumi Raditya Alexander Mateo dan keluarganya setelah tadi mereka membuatnya pusing kedatangan mereka membuat para undangan heboh tapi mereka tidak bisa berbuat papa karena ketatnya aturan yang mereka harus ikuti

__ADS_1


kata SAH dari para saksi dan tamu undangan membuat Davin dan Nabilla bisa bernafas dengan lega semalam dia bahkan tidak bisa tidur menghafal tiap kata yang akan dia ucapkan, senyuman dari keluarga tidak pernah luntur untuk pengantin


Nabilla memasang cincin untuk Davin dan mencium punggung tangan Davin yang kini sudah menjadi suaminya ada sedikit rasa haru yang menyelimuti hatinya sehingga dia menetes kan air matanya ,Davin yang merasa kan tangannya basah pun kaget


" hei baby " ucap Davin sambil melihat wajah Nabilla


" aku tidak papa ,hanya bahagia " ucap Nabilla tersenyum ,Davin hanya mengangguk saja


lalu dia memasangkan cincin pada jari Nabilla lalu mencium kening Nabila dengan lembut tapi membuatnya betah


PLak


" kamu jangan bikin malu ,lihat keluarga tuan henry menatapmu " omel mami viona


" apa sih mi , mereka juga tau " Ucap Davin kesal ,sedangkan tamu undangan hanya tersenyum


" tahan,tahan, sekarang kamu bebas " ucap Jeje yang duduk tak jauh dari nya


" cih " cibir Davin tapi ada yang membuatnya lebih fokus melihat seseorang yang duduk di samping Jeje


" kamu baru menikah jangan membuat ulah atau Daddy bunuh kamu sekarang " mendengar suara itu membuat Davin menelan ludahnya paksa sedangkan Jeje tersenyum ,para undangan sedikit menunduk mendengar suara orang ternama itu sangat dingin dan tegas


kini para tamu undangan sudah sudah mulai memakan makanan yang di sajikan keluarga juga saling menyapa


mami viona mendekati mommy ellena,Elvi dan Aqila


" nyonya mau makan yang mana nanti saya siapkan " ucap mami viona


" tidak usah, kamu duduk saja pasti kamu lelah karena mengurus semua nya ini " ucap mommy ellena lembut sambil mengelus lengan mami viona membuat mami viona merasa senang


" yang mana besanmu antarkan kami bertemu dengannya " ucap mommy ellena, mereka pun mengikuti mami viona sambil menggandeng tangan Elvi samping kiri kanan Mommy ellena dan Aqila


sedangkan suami mereka menyapa para tamu undangan yang sebagian kolega bisnis mereka


" mba ini ada yang mau bertemu " Ucap mami viona pada ibu Nabilla membuat ayah dan ibu Nabilla berdiri


" kenap begini bangun lah, ayo duduk saja tidak perlu sungkan pada kami " ucap mommy ellena membantu Elvi untuk duduk di bantu Aqila


mereka melihat mami viona mengaguk mereka pun ikut duduk


" terimakasih sudah membesarkan Nabila dengan kasih sayang yang lembut sehingga bisa menerima anak kami yang nakal dan bandel itu, terimakasih untuk pengabdian Nabilla selama bekerja dengan kami " ucap mommy ellena menunduk kepalanya ,membuat orang tua Nabilla tidak enak


" nyonya jangan lakukan ini ,kami yang seharusnya berterimakasih karena sudah membantu Nabilla selama ini dan memberikan izin padanya untuk bersama orang yang dia sayangi " Ucap ibu Nabilla


" kami tidak bisa melarang atau memaksa karena mereka yang nantinya menjalankan, ah iya saya hampir lupa ini anak perempuan ku Elvi dia ingin bertemu denganmu " ucap mommy ellena


" ibu pasti sudah tau Elvi kan " ucap Elvi tersenyum


" cantik sekali ternyata saat di lihat aslinya terimakasih selalu bersama Nabilla selama ini " ucap ibu Nabilla


" Elvi yang harusnya berterima kasih karena Kaka Nabila selalu membantu Elvi dan juga Aqila dan sudah menganggap kami adiknya sekalipun dia sudah memiliki adik ,ah ini kenalkan istrinya adiknya suamiku Bu " ucap Elvi


ibu tersenyum di balas dengan senyuman oleh Aqila ,mereka bercerita sambil tertawa dan tersenyum sekalipun orang tua Nabila dan mami viona masih memakai bahasa formal


" sayang " panggil Henry pada istrinya


" apa mau balik sekarang " tanya Elvi


" iya kamu harus istirahat" ucap Henry lembut


" boleh ketemu Kaka Nabilla dulu dari tadi aku belum berbicara padanya " ucap Elvi ,Henry hanya tersenyum lalu membantu istrinya untuk berdiri


" tuan " Henry langsung berbalik dan mengeritkan keningnya


" orang tua Nabilla " bisik Jose yang ada di samping nya sambil menggenggam tangan istrinya. dan di sampingnya ada Jeje dan alan jangan lupa juga Ana yang selalu di samping jeje


" iya pak " ucap Henry sambil merangkul pinggang istrinya ,

__ADS_1


" terimakasih untuk semuanya" ucap ayah Nabilla sambil membungkukkan badannya


" jangan seperti ini pak " ucap Henry membantu ayah Nabilla untuk berdiri kembali " kami cuma melakukan apa yang perlu kami lakukan jangan merasa sungkan kami bersyukur Nabilla mau dengan adikku yang sedikit nakal bahkan nakal sekali " ucap Henry sekalipun tidak ada senyuman di wajahnya tapi ayah Nabilla bisa merasakan kalau itu tulus


" iya sudah kami menemui pengantin dulu ,karena istri ku tidak bisa terlalu lelah " ucap Henry berpamitan


" silahkan tuan,semoga selalu di beri kelancaran dan kebahagian untuk keluarga tuan " ucap ayah Nabilla mereka hanya tersenyum lalu pergi ke arah pengantin


hebm hebm


" masih siang tidak usah banyak gaya " ucap Jose mencibir


" cih apa kalian tidak ingin mengatakan papa" ucap Davin yang masih saja kesal karena tadi pagi


" kami datang pun kamu harusnya sudah bersyukur " ucap Jeje sinis


" kamu diam tidak usah banyak bicara sebelum memberi aku penjelasan " ucap Davin sambil melihat Jeje


" apa peduliku " ucap Jeje cuek


" Kaka " teriakan Elvi membuat para lelaki menutup telinganya


" sayang kenapa harus berteriak " ucap Henry


" kalian membuatku kesal bukannya mengucapkan selamat malah berdebat,mas Davin awas sana " ucap Elvi kesal


" cih syukur istrinya bos jika bukan sudah aku jadikan rengginang " ucap Davin


PLak


" jaga bicaramu sebelum aku ratakan rumahmu ini " ucap Henry menatap Davin


" selamat Kaka ku sayang akhirnya menikah juga, nanti kapan kapan kita jalan jalan iya atau liburan lagi " ucap Elvi sambil memeluk Nabilla


" selamat Kaka cepat buatkan ponakan untuk Aqila yang ganteng dan cantik tapi jangan seperti Kaka Davin " Aqila ikut memeluk Nabilla ,Nabila hanya tersenyum lalu membalas pelukan mereka


" terimakasih " ucap Nabilla


" sayang sudah kan Ayo " ucap Jose ,Aqila hanya mengangguk saja lalu mereka pergi tanpa mengucapkan selamat pada Davin membuatnya geram


" yaaakkkk bangsat apa kalian melupakan aku " teriak Davin membuat para undangan yang mendengar umpatan Davin melihat kearahnya


" selamat " ucap Henry Jose Jeje dan alan ,lalu pergi begitu saja


" astaga aku memiliki sahabat yang bodoh " umpat Davin


tidak lama datang seorang pria berpakaian serba hitam mendekat kearah Davin


" maaf tuan ini ada titipan hadiah dari tuan Henry " ucap Pria itu ,Davin membuka nya sebuah kunci mobil keluaran terbaru Davin langsung tersenyum melupakan kekesalan nya


" terimakasih " teriak Davin yang masih di dengar oleh ke empat pria itu


" cih mulutnya sangat menjijikan saat berkata lembut " umpat Jeje


" jika sudah siap bawah ke rumah " ucap Daddy radit yang sudah di dekat Jeje


" iya dad " ucap Jeje


sedangkan ke tiga pria itu sebenarnya penasaran karena selama ini mereka terlihat tidak terjadi ataupun kedekatan apa mereka melakukan di belakang tapi itu tidak mungkin karena pengawal tidak ada yang melapor tapi saat tadi mereka sampai di sini kaget karena Jeje membawa Ana bahkan dia sendirian membawa mobil yang biasanya bersama Alan


Ana sedari tadi hanya mengikuti Jeje tanpa mengeluarkan suara karena sungkan dengan kelurga Jeje


" Jangan cek in aku menunggu di rumah " ucap Henry datar


" iya " ucap Jeje


lalu mereka masuk dalam mobil masing-masing alan mengikuti mobil Daddy dan mommy sedangkan Jose bersama Henry dan istri mereka ,dan Jeje bersama Ana

__ADS_1


__ADS_2