
setelah makan malam kini mereka berkumpul di ruang keluarga sambil bertukar cerita Elvi tersenyum merasa bahagia memiliki keluarga yang menyayangi nya begitu juga ibu dia bersyukur bisa kumpul bersama mereka yang menyayangi anaknya dengan tulus,karena ke baikan anak mantunya serta keluarganya sekarang dia tidak hidup di pandang sebelah lagi oleh orang di kampung nya
" kenapa sayang " tanya Henry ,melihat istrinya berkaca kaca
" tidak Elvi bahagia ,jadi kangen sama ayah " ucap Elvi sambil menghapus air matanya di ujung matanya
" kita doakan saja ,ayah pasti bahagia lihat Ade yang sekarang jika mereka sudah besar nanti mereka lihat ayah " ucap ibu Susi
" iya Bu, Elvi hanya kangen saja " Henry mengelus punggung istrinya
" apa perlu kita ke sana besok " tanya Henry
" jangan bencanda hen ,nanti saja kalau umur anakmu 3 atau 4 bulan " ucap Davin
" baiklah " ucap Henry
" Kaka Nabilla sudah siapkan kamar nya bayimu " tanya Elvi
" belum dek ,kan baru 5 bulan ,nanti saja kalau sudah 7 bulan " ucap Nabilla
"kan sudah tau Kak jenis kelaminnya " tanya Aqila
" iya sih ,tapi Kaka belum ke pikiran ke sana, kamu memangnya tema nya apa " tanya Nabila
" dag tau temanya apa, yang netral saja sih kak " ucap Aqila
" kalian dag tinggal di rumah sendiri " tanya mommy ellena
" nanti saja mom kalau sudah ada pasukan baru " ucap Davin
" memang kau mau pasukan berapa yang itu saja belum lahir " ucap Jeje
" selagi aku kuat ,aku akan tambah pasukan " ucap Davin
" kamu kira Nabilla kucing " cibir Alan
" kamu maukan baby " tanya Davin
" terserah kamu mas, Nabilla malas debat " ucap Nabilla acuh
" kamu hen " tanya Davin
" nanti saja " ucap Henry singkat
" dia enak sekali cetak 3 kita 1 " Ucap Jose
" yang penting sehat nak mau 1 atau 3 tidak papa " ucap ibu Susi
Elvi tersenyum, sebenarnya dia menahan sakit tapi sakitnya hanya sesekali saja sehingga dia hanya diam saja saat sakitnya datang dia hanya mengelus perutnya
" ibu Elvi ompol " ucap elvi sambil menunduk malu
" sudah tidak papa sayang " ucap Henry ,Elvi meremas lengan Henry kuat
" sayang kamu kenapa " Elvi hanya menggeleng saja ,Davin berdiri menekan perut Elvi
" apa yang kamu lakukan bangsat " bentak Henry saat melihat Davin memegang perut istrinya
" kamu sakit " Elvi mengaguk
" Jo telepon dokter Selly sekarang " ucap Davin
" kenapa sayang " tanya Henry
" ssssssttt Sa....kit " ucap Elvi sambil meremas lengan Henry
" Vin gimana ini " tanya Henry sambil menghapus keringat di kening istrinya
" I...Bu" ibu langsung mendekat ke arah Elvi
" sudah tidak pada,angkat istrimu ke ruangan biasanya " ucap Davin
Henry hanya diam saja Dy bingung melihat istrinya kesakitan
PLak
" istrimu mau melahirkan bodoh " bentak Daddy radit sambil memukul kepala Henry ,dia gemas Sendiri melihat anaknya cuma diam saja
" dokter bilang belum dad, " ucap Henry lagi
" Hen bisa saja cepat bisa saja lewat dari prediksi,mungkin anak kalian sudah tidak sabar melihat kalian " ucap Davin lagi
" I......Bu " ucap Elvi
" tidak papa nak ,ibu di sini " ucap ibu Susi sambil mengelus punggung anaknya begitu juga mommy ellena
sedangkan Nabilla dan Aqila meringis melihat Elvi yang kesakitan
" angkat Henry,kenapa kamu diam ,apa perlu aku yang angkat " ucap Davin kesal ,Henry langsung mengakat istrinya menuju ruangan biasa tempatnya periksa
" Kaka" Jose melihat istrinya
" sudah tidak papa kamu di sini sama Nabilla iya " Aqila menggaguk
" jaga mereka " ucap Jose sambil menunjuk beberapa pelayan
" sa.....kit " ucap Elvi saat sudah di baringkan di atas tempat tidur mommy dan ibu mengelus pinggang Elvi sedangkan Henry berdiri di samping istrinya sambil menghapus keringat Elvi
" adek kita operasi iya " tanya Davin ,Elvi menggeleng
" supaya cepat ketemu baby nya gimana " ucap Davin lagi
" ta....kut " ucap Elvi sambil menahan sakit
" kan nanti di bius jadi tidak ada rasa sakitnya mau iya " Elvi menggaguk saja,membuat Henry bernafas lega begitu juga dengan yang lainnya
" sebentar lagi dokter Selly akan ke sini aku meminta nya membawa perawat " ucap Jose saat masuk dalam ruangan
" mom ibu bisa bantu Davin " tanya Davin, mereka mengaguk
"hen mau tunggu dokter Selly ,atau aku lakukan sendiri sambil menunggu dokter Selly " tanya Davin
" terserah ,yang penting istriku baik baik saja " ucap Henry sambil menatap istrinya
" yang lainnya bisa menunggu di luar dulu " ucap Davin mereka pun ke luar dari ruangan itu dengan perasaan takut
" Elvi dengar Kaka, atur napasnya iya tarik hembuskan " Elvi mengikuti yang di bicarakan Davin
__ADS_1
"maaf tuan " ucap dokter Selly yang baru masuk dan di ikuti perawat
" cepat istriku kesakitan " bentak Henry ,ibu dan mommy segera ke luar dari ruangan itu
" by " herny melihat istrinya
" sabar sayang iya kamu kuat ,demi anak anak kita " ucap Henry lagi sambil mencium kening istrinya,Henry membairkan Elvi mencakar tangannya
keringat sudah membasahi kening hingga leher Elvi " by .....sa.... kit " ucap Elvi
" dav cepat istriku kesakitan " bentak Henry
" semuanya sudah siap dok " ucap perawat
" nyonya bisa menyamping " ucap dokter Selly
" adek lihat Kaka " Davin mengalihkan perhatian Elvi karena nanti dia kesakitan " tahan sedikit iya, tidak lama lagi ketemu baby " Elvi hanya mengaguk saja ,Henry selalu mencium dan memberi kan kekuatan pada istrinya
" sudah dokter " ucap dokter Selly pada Davin
" lakukan " ucap Davin
" Vin istriku kenapa " tanya Henry
" tidak papa ,itu pengaruh obat biusnya tapi dia bisa merespon kita " ucap Davin
dokter Selly dan Davin menangani Elvi , sedangkan Henry memberi kekuatan pada istrinya
" sayang kamu kuat kan,demi anak-anak kita kita akan bertemu mereka " ucap herny sambil mencium wajah istrinya ,Elvi hanya tersenyum saja
hingga beberapa menit Kemudian suara tangisan bayi menggema di ruangan itu membuat Henry tak hentinya mencium kening istrinya hingga dia menetes kan air mata nya ,begitu juga dengan Elvi
" selamat tuan nyonya anak pertama anda kaki laki " ucap dokter Selly setelah itu memberikan pada perawat untuk membersihkan ,selang 2 menit tangisan bayi terdengar lagi dalam ruangan itu membuat Henry dan Elvi tak henti hentinya mengucap syukur
" selamat tuan anak ke dua anda juga laki laki sesuai hasil USG " setelah itu dia memberikan pada perawat satunya untuk membersihkan bayi Henry , tiga menit berikutnya suara tangisan bayi tak kalah kencang dalam ruangan itu membuat Henry melihat ke arah bawah
" selamat hen ,dia princess " ucap Davin sambil tersenyum dan menggendong bayi mungil itu
" terimakasih sayang terima kasih" Henry menangis haru sambil mencium istrinya, Elvi hanya diam saja
" by ,ngantuk " ucap Elvi lirih
" dok kenapa istriku " tanya Henry
" tidak papa tuan,itu efek dari obat bius " ucap dokter Selly
setelah semua urusan di dalam selesai dan bayinya kembali di simpan inkubator untuk sementara,Henry ke luar dengan penampil yang kacau
" mommy " panggil Henry sambil memeluk mommy
" kenapa nak " sambil membalas pelukan anaknya
" maaf jika selama ini Henry suka membantah dan suka marah marah " Ucap Henry sambil menangis
" iya, sekarang kamu sudah lihat gimana perjuangan seorang ibu bukan " Henry hanya mengangguk saja sambil melepaskan pelukannya
" ibu " ibu Susi hanya tersenyum
" selamat sekarang kamu sudah jadi seorang ayah ,jaga keluargamu dengan baik " ucap ini Susi sambil mengelus lengan Henry
" selamat hen , akhirnya si kembar lahir juga ,tapi tunggu satunya apa " tanya Jose
" yes ,dia akan menjadi anakku nanti " ucap Alan sambil tersenyum senang
" Alhamdulillah " ucap Daddy radit
" kenapa jadi anakmu " tanya Jeje
" karena dia aku yang tebak " ucap Alan
" terus kapan kami bisa melihat mereka " tanya Daddy radit
" elvi masih di tangani sama Davin dan dokter Selly"ucap Henry
" si kembar " tanya mommy ellena
" mereka sehat mom ,mommy akan kaget lihat princess nantinya dia sangat cantik mom " ucap Henry sambil tersenyum
" kenap Davin lama sekali di dalam " ucap Jeje kesal
" kamu sudah menyiapkan namanya " tanya Daddy radit
" sudah dad " ucap Henry
" princess aku yang kasih nama " ucap Alan
" iya terserah " ucap Henry malas
" tentu karena dia calon istri ku " ucap Alan tersenyum
" cih kau sudah bau tanah mana mau dia menikah Dengan mu " cibir Jeje
" nanti Elvi sadar dulu dad baru kasih tau nama mereka " ucap Henry
" kalian kenapa " tanya Jeje melihat wajah Nabilla dan Aqila
" sudah tidak usah di pikirkan semua baik baik saja " ucap mommy ellena
" Kaka apa tadi di dalam Elvi kesakitan " Tanya Aqila
" tidak dia bahagia apa lagi saat si kembar lahir " ucap Henry dia tidak ingin membuat Aqila dan Nabilla kesakitan
" sudah sudah kalian istirahat sudah iya ,Jose bawah istrimu ke kamar ,Nabilla istirahat saja iya di kamar malam ini tidur di sini saja dulu " ucap Daddy radit
" iya tuan" ucap Nabilla
" ayo sayang aku antar ke kamar ,kamu harus istirahat kasian baby " Aqila menggaguk
" ibu istirahat saja dulu iyaa " ucap Henry
" nanti kalau Elvi sudah sadar panggil ibu iya "Henry hanya mengangguk saja
" dad mom kalian juga istirahat ,nanti kami saja yang tunggu di sini iya " ucap Henry
" iya Mom kalian istirahat saja " ucap Jeje
" baiklah kalau ada papa panggil Daddy iya " ucap Daddy radit
__ADS_1
" iya dad " ucap mereka
kini mereka hanya bertiga ,karena Jose masih menidurkan istrinya sebelum turun kembali ke bawah
" kamu habis di cakar harimau " ucap Jeje
" aku bahkan tidak tau rasanya je ,tadi itu pikiranku hanya gimana rasa sakitnya hilang " ucap Henry tersenyum
" selamat iya " Henry mengaguk
" cepatlah menyusul, bahkan aku saja seperti bermimpi Sekarang " ucap Henry
" gimana " tanya Alan saat melihat Davin ke luar
" sudah selesai ,mungkin besok Elvi baru sadar " ucap Davin sambil duduk di samping Henry
" sikembar " tanya Henry
" ada dokter dan perawat yang memantau mereka " ucap Davin
" apa kami boleh masuk " tanya Alan
" besok saja, istriku mana" ucap Davin
" sudah istirahat di kamar " Ucap Henry ,Davin hanya mengangguk saja.
" pak Li suruh pelayan buatkan kami minuman iya Sama kuenya " ucap Jeje saat melihat kepala pelayan berkeliling mengecek masion besar itu
" baik tuan "ucap pak Li
" istirahat setelah itu pak " ucap Jeje
" anak anak mu semuanya mirip kamu hen ,apa lagi yang laki laki tidak ada bedanya " ucap Davin tertawa kecil
" kalau istri ku " tanya Alan
" istrimu " Alan menggaguk ,Davin melihat Henry
" biarkan saja " ucap Henry
" dia perpaduan Henry dan Elvi, apa lagi bibirnya matanya alis nya mirip sekali dengan Elvi " ucap Davin
" selamat akhirnya sekali tembak langsung jadi tiga ,tapi kamu harus puasa 40 hari ,apa lagi Elvi lahirannya secar " ucap Davin tersenyum
" iya tidak papa , Melihatnya seperti tadi kayanya tiga saja cukup " ucap Henry tersenyum kecut
" itu sudah prosedur nya, sebenarnya bisa saja normal tapi mungkin bisa lama karena ini kehamilan pertamanya soalnya rata rata sebagian seperti itu " ucap Davin
"makasih sudah membujuknya untuk operasi ,jika lahiran normal tidak tahu sudah ,kaya tadi saja aku bingung harus gimana mengganti kan rasa sakitnya sebelum operasi " ucap Henry
"kamu sudah selesai " tanya Jose yang baru datang
" kamu dari mana " tanya Davin
" habis kasih tidur kanjeng ratu " ucap Jose sambil duduk di kursi tunggal
" kasih tidur atau tidurin " tanya Jeje
"kasih tidur je " ucap Jose
" si kembar mana " tanya Jose
" dalam " ucap Davin
" kamu mau ke mana " tanya Davin saat melihat Jose berdiri
" lihat si kembar " ucap Jose
" besok saja mereka masih harus di pantau oleh suster dan dokter " ucap Davin
" kenapa tidak sekarang saja " yang Jose
" kamu kembali lah ke kamar mu " ucap Alan
" cih " Jose duduk kembali
" permisi tuan " ucap pelayan sambil menaruh minum dan kue di atas meja
" bibi tambah satu lagi iya " ucap Jose
" baik tuan " ucap pelayan setelah itu dia kembali ke dapur
" Vin anak Henry gimana " tanya Jose
" apa aku harus mengulang nya lagi " ucap Davin
" aku belum mendengar nya bangsat " umpat Jose kesal
" si kembar mirip Henry tidak ada bedanya cuma princess saja dia mirip Henry dan Elvi " ucap Davin
" benar kah ,anak kita nanti mirip siapa iya " tanya Jose
" mirip Alan dan Jeje " ucap Henry tertawa kecil
" enak saja kami yang bikin, kenapa mirip mereka " ucap Jose
" lalu buat apa kamu tanyakan Anakmu mirip siapa " ucap Henry
" sudah sudah minum lah baru kita istirahat ini sudah sangat larut " ucap Davin
" kamu pergi lah lihat istri mu kami di sini saja " ucap Jose
" baiklah,aku juga mau bersihin diri dulu tapi mau masuk dulu di dalam " ucap Davin sambil berdiri
" dok kalau ada papa nanti panggil saja iya ,di luar ada Henry dan yang lainnya " ucap Davin saat sudah dalam ruangan
" baik dok " ucap dokter Selly
" istirahat saja,nanti ganti gantian semua nya lengkap kan " tanya Davin
" lengkap dok " ucap dokter
" iya sudah saya ke luar dulu" ucap Davin lalu ke luar dari ruangan itu
" si kembar ngapain " tanya Alan
" tiduran ,tapi sebentar lagi palingan bangun minum susu "sambil melihat jam di dinding " sudah aku ke kamar dulu "mereka hanya mengangguk saja
__ADS_1
" istirahat saja " ucap Henry mereka mengaguk saja karena ada juga penjaga di dekat mereka
malam ini mereka tidur di sofa depan ruangan Elvi ,syukur Daddy radit membuat ruangan Elvi seperti rumah sakit sungguhan sehingga dokter dan suster tidak kesusahan bahkan kebutuhan si kembar juga sudah siap dalam ruangan itu