
Hari yang cerah matahari mulai menampakkan sinarnya, sinar cahayanya mulai masuk melalui cela jendela membuat penghuni kamar itu terusik mulai membuka matanya dia tersenyum melihat dalam pelukannya
" Sayang bangun ayo sudah pagi " sambil di Elus pipi mulus dan sesekali memberikan ciuman hangat di kening nya
" Hey ayo bangun" Henry masih membangun kan Elvi
" Sayang sebentar saja iya 5 menit lagi " Henry tersenyum mendengar kata sayang dari Elvi
" Tapi ini sudah pagi loh ,aku harus ke kantor " ucap Henry sambil mengelus pipi Elvi
Elvi makin merapatkan tubuhnya pada Henry " sayang jangan memancingku " Henry mulai was-was
Elvi tidak menghiraukan perkataan Henry, bahkan sekarang tangan nya mengelus perut kotak-kotak milih Henry
" baby please stop i'm afraid i can't help it later " geram Henry Elvi benar-benar mengujinya
Elvi sengaja karena dia masih kesal dengan kejadian kemarin dia ingin balas dendam dia tidak tahu kalau tindakannya itu membangunkan macan yang sedang tidur , dengan tidak tau malunya dia membawa tangannya kearah senjata Henry
" Sayang please" Henry mulai memejamkan matanya menikmati sentuhan Elvi pada senjatanya
" Tapi aku menyukainya " Elvi mulai turun ke bawah membuka celana Henry dan pembungkus terakhir
" Caca apa sedang kau lakukan" ucap Henry sambil memegang bahu Elvi,tapi Elvi hanya tersenyum dia memegang senjata itu menaikan turunnya dengan sangat lembut
" Eeuuugghh sayang" Henry sudah tidak tahan dengan permainan Elvi dia mengeram nikmat
Elvi melihat muka Henry tersenyum dia mulai memiliki pikiran konyol
Ayo kita mulai dan habis itu kita pergi batin Elvi tersenyum dalam hati
Elvi masih memainkan senjata Henry kemudian mencium nya dan mulai memasukan dalam mulutnya
" Elvi apa yang ka... mu aaarrgghhhh" desah Henry dia memejamkan matanya memeras sprei menikmati permainan Elvi Sungguh ini sangat nikmat ,Elvi merasa Henry sudah mulai bergairah dia berdiri
" Sayang aku lupa kalau aku harus bikin sarapan maaf iya " Elvi mencium bibir Henry kemudian berlari ke luar dari kamar Henry tanpa rasa bersalah
" ELVINA CARISSA " teriak Henry menggema dalam kamar menahan emosi dan menahan gairah yang tidak di salurkan membuatnya pusing atas bawah
Lalu dia bangun dari tempat tidur sambil mengumpat menuju kamar mandi mendinginkan tubuhnya yang sudah panas
" Lihat saja nanti akan ku buat kamu tidak bisa berjalan bahkan untuk turun dari tempat tidur pun tidak akan bisa " geram Henry dalam kamar mandi sambil mengguyurkan air shower di atas kepalanya
Sedangkan Elvi tertawa dengan keras mendengar teriakan Henry dia benar-benar puas ,dia menuju kamarnya untuk membersihkan kan diri ,setelah selesai dia membuat sarapan seperti biasanya
Setelah selesai dia menunggu Henry di meja makan dia enggan untuk naik ke atas karena masih ingin bermain dengan Henry , tidak berapa lama Henry turun Elvi bisa melihat bagaimana kesalnya Henry
Elvi berdiri menghampiri Henry " maaf sayang aku harus membuatkan sarapan kan tadi bilangan nya harus ke kantor " sambil memeluk lengan Henry
" Lepas berani sekali kau " ucap Henry ketus
Elvi hanya tersenyum saja, saat sudah sampai di meja makan,Henry duduk di kursinya Elvi melayaninya seperti biasa lalu meletakan sarapannya depan Henry,Elvi duduk di pangkuan Henry
" Apa yang kamu lakukan " tanya Henry
" Menyuapimu sayang " sambil mencium bibir Henry memberikan sedikit lumayan
" Elvi jangan memulai aku sudah siap untuk bekerja" Henry memperingati Elvi sambil menatap tajam Elvi
" Aku hanya menyuapimu sayang " Elvi membelai rahang tegas Henry kemudian mencium leher Henry hingga berbekas
" Elvina turun " geram Henry benar wanita ini menguji
" Sayang tapi aku hanya ingin menyuapimu" rengek Elvi sambil menggoyang kan bokongnya tepat di senjata Henry, Henry memejamkan matanya sungguh ini godaan yang tidak bisa dia tahan, dia sudah tidak bisa menahan lagi, dia berdiri menarik tangan Elvi tapi langkah nya terhenti karena kedatangan seseorang
" Tuan anda mau ke mana " tanya Jose pada Henry dia baru sampai dan dia melihat Henry memegang tangan Elvi
" Meeting nya undur 2 jam dan kamu langsung ke kantor saja " ucap Henry
" Maaf meeting nya tidak bisa di undur atau di wakilkan tuan " Jose memperingati Henry ,Elvi melihat keadaan makin rumit dia mulai mencari cara
" Hay mas Jo " ucap elvi mengalihkan pembicaraan
" Mas Jo" pekik Henry sedangkan Jose menatap Elvi
__ADS_1
" Iya kan dia adikmu dan dia juga lebih tua dariku jadi aku harus memanggil nya mas kan ,kalau Kaka dag cocok " ucap elvi menjelaskan
" Tapi kamu juga memanggilku mas" Henry tidak terima dengan panggilan Jose dari Elvi
Elvi menarik tengkuk Henry lalu mencium bibir Henry lalu membisikan sesuatu, membuat Henry naik pitam
Sedangkan Jose menatap heran dengan keberanian Elvi
" Jo kita ke kantor sekarang aku tidak ingin berkahir mandi air dingin lagi " sambil menarik tangan Jose agar mereka pergi dari apartemen itu
" Tapi belum sarapan aku lapar ,lagian kenapa sih aneh betul " kesal Jose dia rencana mau sarapan di apartemen Henry
" Nanti sarapan di kantor ayo cepat pergi " Henry terus menarik tangan Jose sampai ke luar dari apartemen dia sampai lupa pamitan sama Elvi
Sedangkan dalam apartemen Elvi tertawa puas melihat wajah Henry
" Itu baru awal sayang kalau kamu ulangi lagi itu si piton aku akan babat sampai habis " gumam Elvi
Kemudian dia mulai sarapan sendirian setelah selesai dia memulai pekerjaannya nya seperti biasanya tapi hari ini dia berencana ingin membeli buah beberapa untuk di balkon tapi dia masih memikirkan gimana membuat taman kecil di area balkon ,beberapa hari lalu sebenarnya nya dia sudah melihat banyak contoh makanya dia ingin merubah balkon nya untuk area yang nyaman untuk bersantai
Sedangkan Henry sesampainya di kantor langsung membuka pintu ruangan kerjanya, Jose bingung dengan sifat bosnya itu kenapa dia seperti orang kesetanan
Apa masahlah kemarin belum selesai tapi tadi Elvi menciumnya lalu ini kenapa batin Jose
" Kenapa sih sakit tau kepalaku lihat kamu dari tadi kaya orang kerasukan jin " ucap jose kesal
" Ini lebih dari kerasukan jin,jam berapa meeting nya " Henry menarik rambutnya frustari,
" jam 9" ucap Jose, tiba tiba pintu terbuka
" Selamat pagi dunia selamat pagi semuanya " Davin masuk dengan senyuman semanis mungkin
" Suruh dia ke luar Jo sedang tidak ingin bertemu siapapun hari ini " ucap Henry
" Lo kenapa, aku baru datang bego sudah main usir saja nyambut ke temannya main ke sini malah di usir " ucap Davin sambil berjalan ke arah sofa dan duduk samping jose
" Lagian ngapain ke sini, ini masih pagi masih jam kerja tuan Davin yang terhormat" ucap Jose
Jose dan Henry tertawa " siapa memangnya calon istrimu malang sekali nasibnya mendapat kan dokter cabul kaya kamu " ucap Henry mencibik
" Nanti juga kalian tahu " masih dengan gaya cool nya sambil melipat tangannya di dada
" Dengar kan saja terserah dia mau bicara apa aku lagi malas berurusan dengannya " ucap Henry
" Lo kenapa si kaya orang yang tidak dapat jatah sebulan saja " ucap Davin ceplos
" Tahu dari mana " tanya Henry
" Cuma nebak saja ,tapi tunggu dulu benaran kamu dag dapat jatah memang kamu main sama siapa wah wah wah kamu sekarang mainnya celap celup sana sini iyaa prok ....prok....prok... " Ucap Davin
" Ngomong apa sih dag jelas bangat aku kalau mau main lihat-lihat orang lagian selama ini tidak pernah main yang kaya gethoan sorry aku tidak kaya kamu yang sering celup sembarangan " ucap Henry berkilah
" Yaaakkkk pelankan suaramu " Davin takut nanti ada orang yang mendengar ucapannya dan menjadi salah paham
" Kalian sama saja dag ada bedanya " ketus Jose
Henry menatap Jose tajam " apa " tanya Jose
" Sudah berani sekarang iyaa " ucap Henry
" Aku mat telepon mommy dulu " jurus andalan Jose mulai ke luar
" Mau telepon apa " tanya Henry
" Tidak lama lagi dia akan punya cucu " ucap Jose enteng sambil mengotak Atik HP nya
" Apa dia menghamili seseorang, serius Henry apa kamu dag bisa main aman pake sarung hen sarung " ucap Davin, Jose tertawa kecil mendengar ucapan Davin
" Jangan macem-macem kamu Jo " ucap Henry
" Lah emang tidak lama lagi dia punya cucu tadi Davin bilang sudah ada calon istri pasti tidak lama lagi kan kalau dia akan menikah " ucap Jose santai
" Tidak lucu " ucap Henry lalu berdiri ke arah kursinya
__ADS_1
Jose tersenyum " 5 hari lagi siap kan dirimu kita akan ketemu mereka " ucap Jose
" Siapa yang di ketemuin " tanya Davin
" Tanya saja sama orangnya aku malas soalnya sebut " ucap Henry sambil menunjuk pake dagunya
Davin melihat ke arah Henry " siapa hen " tanya Davin
" Jesicca " jawabnya singkat
" Apa loh bodoh atau bego ,Lo masih mau berhubungan bersama ****** kaya dia jangan bodoh hen Lo itu sudah CEO yang sangat di di segani bahkan bukan hanya dalam negri tapi di luar apa otak waras kamu sudah hilng makanya kamu bekerjasama dengan orang kaya gini apa dag ada lagi yang lain , ayo lah hen kamu bisa bikin perusahaan RM Corp sukses seperti sekarang masah kamu masih terperangkap dalam masah lalu dia,you're a CEO what the world says if you hook up with a ***** " ucap Davin panjang lebar
Henry hanya menarik nafasnya dalam lalu membuangnya secara perlahan dia menerima penolakan ini bukan hanya Davin tapi Daddy Jose juga
" Pikirkan dengan benar otakmu masih berfungsi kan ,selama 4 tahun ini dia ke mana kenpa tiba-tiba dia perusahaan yang menampung nya mengajukan kerja sama sama perusahaan mu, apa perusahaan mu membutuhkan model untuk model apa ingat perusahaan mu menangani tentang real estate bukan model pakaian dia tidak mungkin kembali tanpa maksud tertentu apa pagi melihatmu sudah seperti ini " lanjut Davin lagi dia menarik nafasnya pelan lalu di hembuskan " awas berani kamu main sama dia tidak segan-segan terongmu aku sunat sampai habis , ehz jadi kesal Kan jadi nya padahal tadi aku ke sini bahagia "ucap Henry kesal sambil menatap Henry
" Bawah dia ke luar Jo , dia lebih parah dari mommy " ucap Henry
" ah iya aku hampir lupa aku akan menelpon mommy " Davin sudah meraih HP-nya dalam saku celananya
" berani kamu telepon berarti kamu sudah siapa rumah sakitmu rata dengan tanah " ancam Henry membuat Davin mengurungkan niatnya
"I'm not stupid I know everything so I accept that way he can think because it was wrong to betray me and I can walk without having to feel sorry for letting him go " Henry menjelaskan kepada Davin tentang rencananya
" tapi awas kamu sendri yang terperangkap rencana mu " ucap Davin
" sudah aku sakit kepala melihat kalian dari tadi berdebat " seka Jose karena Selalu saja seperti itu kalau sudah ketemu
" ah iya aku lupa aku dan sekertaris nya Henry sudah jadian " ucap Davin sambil tertawa kecil
" APA " ucap Henry dan Jose
" Lo pake pelet apa bisa cepat kaya getho " ucap Jose pada Davin baru di tinggal seminggu sudah jadian gila benar
" kita masih saling mengenal dulu pelan-pelan tapi kami tidak akan dekat dengan orang lain " ucap Davin
" Lo yakin bisa tahan memangnya" Henry mencibik Davin
" bisa lah buktinya sudah hampir dua Minggu dag jajan aku " ucap Davin sambil melihat ke arah pintu takut nanti di dengar Nabilla
" baru dua Minggu dag jajan Henry baru saja buka puasa setelah seminggu puasa " ucap Jose keceplosan
Henry menatap tajam Jose " aku ke luar dulu ada yang aku urus " Jose langsung berdiri dari duduknya ke luar dari Ruangan itu dengan keringat dingin
" yaaaakkkk Jo maksudnya buka puasa gimana iya ba****t " umpat davin kesal lalu dia menatap Henry
" pulang lah aku mau selesaikan semua urusan ku menumpuk karena seminggu di tinggal jangan di tungguin Nabilla nya kerja atau nanti aku akan memberikan dia tugas yang banyak agar tidak bisa bertemu dengan mu " hanya dengan cara itu bukan untuk mengusir nya agar tidak banyak bertanya
" iya iya aku pergi " Davin berdiri dari duduknya ke luar dari ruangan Henry
" iya ngapain Lo di sini " ucap Davin saat sudah di luar dia melihat Jose depan meja Nabilla
" habis kiss sama Nabilla manis juga sekalinya " sambil mengelus bibirnya dengan ibu jarinya habis itu dia lari ke ruangannya
" yaaaaaakkkkk joseeeeeee ba****t " umpat Davin lalu melihat Nabilla
" mana yang dia cium baby " tanya Davin sambil memegang pundak Nabilla
"tidak ada, sudah sana pergi malu di lihatin orang " ucap Nabilla lirih
" cium dulu sekali saja tapi lama iya " ucap Davin sambil mendekatkan wajahnya
" hebm Nabilla pesan kan makanan 2 porsi aku belum sarapan pagi tadi sekarang tidak pake lama terus panggilan Jose untuk sarapan di ruangan ku " ucap Henry penuh penekanan membuat dua insan itu melihat kearahnya
" **** mengganggu saja " umpat Davin hari
" iya dha aku pulang dulu iya kalau ada papa kabari aku ,kalau tidak sibuk nanti sore aku jemput" ucap Davin
Nabilla hanya mengangguk saja
" kasian tidak jadi kiss , padahal manis lhoe " ucap Jose berdiri sambil sandaran depan pintu setelah itu dia masuk ke ruangan bosnya
" tidak bos tidak sekertaris sama saja " kesal Davin lalu pergi dari kantor Henry
__ADS_1