
" sudah bangun ? makan siang dulu iya " ucap mommy ellena saat sudah masuk dalam kamar sambil membawa makanan siang untuk Elsa
" makan dulu iya sayang,kamu belum makan sejak pagi tadi nanti kamu sakit lagi " ucap Alan lembut tapi tetap saja Elsa masih diam
" sayang mommy mohon kamu makan iya,sedikit saja " ucap mommy ellena sendu ini sudah satu minggu Elsa tidak mau menyentuh makanan,jika di rumah sakit ada cairan infus ,beda halnya di rumah
" mom biar Alan saja ,mommy antar Queen ke Elvi dulu " ucap Alan ,mommy ellena menggendong Queen yang dari tadi bersama mereka
" di makan iya sayang, kalau kamu sakit nanti Queen gimana nanti tidak bisa main bersama kamu " ucap mommy ellena sebelum dia ke luar dari kamar Alan
" mau aku suapin " tanya Alan ,tapi Elsa masih saja diam
" sayang, jika kamu masih enggan memaafkan aku tidak papa tapi aku mohon makanlah sedikit saja ,nanti kamu sakit lagi " ucap Alan pasrah,Elsa melihat sekilas ke arah Alan
" aku makan sendiri " ucap Elsa sambil mengambil piring di tangan Alan ,Alan hanya mengangguk saja setidaknya Elsa mau makan
" makan yang banyak iya " ucap Alan ,Elsa hanya diam saja
Elsa mengunyah makanannya dengan paksa bahkan rasanya pun dia sudah tidak tau bahkan saat menelan nya pun dia harus memaksa nya
Alan menghembuskan nafasnya saat Elsa makan hanya beberapa sendok saja tapi setidaknya sudah ada yang bisa masuk
" sudah " tanya Alan lembut ,lalu memberikan air minum pada Elsa
"tunggu dulu iya ,aku balikin piring dulu " ucap Alan mengusap kepala Elsa ,lalu pergi meninggalkan Elsa karena dia juga belum makan siang
selepas Alan pergi Elsa berdiri masuk dalam ruangan walk in close dia mengambil pakaiannya lalu masuk dalam kamar mandi ,Elsa mengisi bathtub dengan air hangat lalu dia masuk ke dalam
" tidak di habiskan " tanya mommy ellena, Alan hanya mengangguk
" sudah tidak papa yang penting ada yang masuk " ucap Daddy radit
" mas mau makan ,nanti Elvi siapkan " ucap Elvi
"iya dek ,sudah aku siapkan sendiri saja ,kamu makan saja kasian di kembar di tinggal lama² " ucap Alan lalu mengambil makanan
" Kaka, Aqila boleh lihat Kaka Elsa " tanya Aqila
" boleh " ucap Alan,Aqila tersenyum
" sudah ayo makan ,Elsa sendirian di kamar" ucap mommy ellena
" iya mom " ucap Alan
Setelah mereka selesai ,Alan langsung meminta izin ke kamar meninggalkan mereka yang masih duduk di meja makan
saat Alan masuk dia tidak melihat Elsa,lalu dia masuk ke ruangan walk in close tapi tidak menemukan nya juga ,Alan ke luar dari ruangan itu dengan perasaan takut ,saat ke luar matanya mengarah ke arah pintu kamar mandi ,lalu dia membuka pintu itu dengan keras ,dia melihat Elsa dalam bathtub langsung berlari ke arah bathtub dan menarik Elsa lalu memeluk nya di dalam bathtub membuat Elsa kaget
" Jagan seperti ini, aku mohon jangan " ucap Alan lirih sambil memeluk Elsa erat
" aku mandi " Alan melepaskan pelukannya lalu menatap Elsa
" syukur lah kamu baik² saja " ucap Alan sambil mengambil nafas lega ,karena pikirannya sudah jauh apa lagi melihat elsa yang hampir seluruh badannya masuk dalam bathup
" tunggu aku ambilkan bathrobe dulu " ucap Alan lalu berdiri mengambil bathrobe dan membantu Elsa berdiri dengan baik dan memasangkan bathrobe miliknya
" aku bisa sendiri " Alan tidak menjawab dia tetap melakukan nya menutupi tubuh Elsa dengan baik , walaupun darahnya sudah mendidih tapi dia tidak ingin menyakiti Elsa.
" ayo kita ke luar " ucap Alan sambil menuntun Elsa k luar dari kamar mandi
__ADS_1
" aku sendiri saja " ucap Elsa , Alan mengalah dari pada Elsa makin membencinya untuk sekarang perasaan Elsa baik saja dulu itu sudah membuatnya bahagia
Elsa masuk dalam walk in close sedangkan Alan menunggu nya di sofa
Elsa ke luar dari Walk in close, Alan melihat ke arahnya lalu mendekati nya menuntun untuk duduk di kursi membantu Elsa mengering kan rambutnya ,Elsa menatap Alan lewat kaca yang di depannya yang membantunya mengering kan rambutnya , Alan hanya tersenyum melihat Elsa menatapnya
" sudah " ucap Alan
" makasih " Alan hanya mengangguk tersenyum
" mau jalan² ke pantai atau mau ke mana " Elsa hanya menggeleng
" iya sudah di sini saja ,tapi kalau mau papa bilang iya " Elsa hanya diam
" ayo aku bantu,ke tempat tidur " ucap Alan lembut
" aku lihat kerjaan dulu iya kamu di sini saja,aku kerjakan di sofa " ucap Alan, setelah itu dia berdiri lalu duduk di sofa dia membuka laptopnya yang memang sudah ada di atas meja
setelah lama berhadapan dengan layar laptop Alan mengakat kepalanya melihat ke arah tempat tidur ,ternyata Elsa tertidur kembali Alan hanya tersenyum simpul
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
hingga sore pun ,Elsa tidak pernah ke luar dari kamarnya sekalipun hanya untuk berkumpul atau mencari udara segar ,begitu juga dengan Alan yang selalu menemani istrinya di kamar
bahkan Henry ,Jose dan Jeje juga sudah pulang dari kantor tidak melihat mereka yang biasanya selalu berkumpul di ruang tengah
" Alan sama Elsa di mana " tanya Jeje sambil melihat mereka
" di kamar kak,Kaka Elsa tidak ke luar dari tadi " ucap Aqila yang sedang menggendong Reza
" kalian mandi dulu sana ,kenapa malah ke sini " ucap mommy ellena
" mau aku siapkan bajunya " Henry menggeleng
" tunggu aja di sini iya " Elvi mengaguk
Henry Jose Jeje dan Ana meninggalkan mereka di ruangan tamu
" mau ke ruangan tengah " tanya Alan ,Elsa menggeleng
" kenapa,mereka pasti senang jika kamu ikut kumpul sepeti biasanya " ucap Alan lagi ,Elsa menatap Alan
" ada aku,semua pasti baik² saja " ucap Alan lagi ,lalu dia menggenggam tangan Elsa ke luar dari kamar mereka
saat sampai di ruangan tamu Alan membantu elsa duduk, sedangkan yang lainnya menatap ke arah Alan,yang hanya di balas oleh senyuman
" Kaka Elsa sudah baikan " tanya Aqila tersenyum ,Elsa hanya mengangguk
" syukur lah ,jangan sakit² lagi iya ,Aqila kesepian tidak ada Kaka " ucap Aqila lagi
" iya Kak, Elvi juga susah cari teman cerita jika Kaka sakit " ucap Elvi lagi
" kalian kira istri Kaka, tempat curhatan kalian " ucap Alan
tidak berapa lama Henry Jose Jeje dan Ana ikut bergabung,mereka saling melirik satu sama lain
lalu duduk di samping istri mereka
" kamu sudah baikan " tanya Jeje karena selama Elsa di rawat dia tidak pernah ke rumah sakit karena mual, Elsa hanya mengangguk ,lalu melihat ke sembarang arah,dia enggan menatap Ana ,karena mengingat kan dia sama calon anak nya yang harus pergi ,dia selalu menyalahkan dirinya atas keguguran itu karena tidak bisa menjaga nya dengan baik
__ADS_1
" mau balik ke kamar " tanya Alan saat melihat perubahan wajah Elsa ,Elsa menggaguk
" maaf ,kami ke kamar dulu iya dad mom" ucap Alan lalu melihat ke arah saudara nya ,mereka hanya mengangguk
" nanti makan malamnya di antar di kamar saja iya " ucap Daddy radit
" iya dad" ucap Alan
" buahnya di makan iya Sa " ucap Daddy radit,Elsa hanya mengangguk
" apa dia selalu seperti itu " tanya Jeje saat Alan dan Elsa sudah jauh
" itu sudah mendingan, walaupun hanya mengangguk,selama di rumah sakit bahkan dia tidak makan dan bicara " ucap henry
" terus " tanya Jeje
" besok dokter psikiater akan ke sini, Alan juga sudah tau " ucap Daddy radit
" kenapa harus dokter psikiater dad " ucap Jose
" lalu dokter apa ,kulit, jantung ,hati. atau apa " tanya mommy ellena
" kan Elsa
" dokter psikiater bukan hanya untuk orang gila " ucap Daddy radit memotong ucapan Jeje
" percuma Daddy sekolah kan kalian jauh² tapi otak kalian kosong " ucap mommy ellena
" Abang " panggil Ana
" kenapa darl " tanya Jeje
" koh Ana merasa mba Elsa cuekin Ana " Ucap Ana sendu
" dia tidak cuek, cuma dia sekarang lebih memilih sendiri mungkin itu membuatnya lebih tenang ,jadi kamu tidak usah banyak pikiran ,ingat kandungan mu " ucap mommy ellena
" kita doakan saja semoga dia kembali seperti dulu lagi,semoga dengan adanya dokter bisa membantu dia " ucap Daddy radit
" iya dad " ucap Ana
" tidak usah pikiran yang aneh² darl ,kan kita tau apa yang di alami Elsa ,siapa pun pasti akan Sama sepeti dia " ucap Jeje menasehati istrinya
" iya bang ,maaf " ucap Ana
" sudah lupakan saja ,kenapa malah saling mengalahkan sih " ucap Jose
" Kaka eh "ucap aqila
" maaf sayang ,sini Reza nya sama aku " ucap Jose
" apa kamu akan terus memanggil Jose Kaka,apa kamu tidak pikir sekarang kalian punya anak ,jika kamu selalu memanggil nya seperti itu ,nanti juga anak kalian memanggil ayah nya Kaka " ucap mommy ellena
Aqila tersenyum " maaf mom, nanti Aqila ganti karena sudah biasa " ucap Aqila
" biasakan nanti,kalau kalian masih sendiri tidak papa tapi sekarang kalian sudah punya buntut " ucap Daddy radit lagi
" dengar tuh yank, sudah sering juga di bilangin malah ngeyel " ucap Jose
" bukan cuma buat Aqila semuanya " ucap Daddy radit,mereka hanya mengangguk saja
__ADS_1
dari pada menjawab pasti akan semakin parah ,apa lagi Daddy dan mommy pikirannya kini masih tidak baik² saja mengingat Elsa yang belum juga membaik