CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
TERNYATA DIA


__ADS_3

Setelah kepulangan risvan, cherry sangat terganggu dengan kehadiran yang sering mengganggunya.


Cherry merasa sangat stress karena hampir setiap hari dirinya mendapatkan telepon dan chat dari risvan yang seakan membuatnya kesal.


Hampir 10 kali cherry mengganti HP dan juga nomor teleponnya., namu risvan tetap bisa menghubunginya.


Hingga akhirnya cherry pasrah di ganggu oleh risvan yang dalam sehari hampir 20 kali menghubunginya.


Saat cherry sedang memeriksa pembukuan hasil penjualan di toko-toko kuenya, HP nya berdering.


“astaga…., si psikopat ini lagi…” gumam cherry sambil menatap HPnya.


Cherry tak mau mengangkatnya, namun risvan mengirim chat kepadanya.


“kalau kau tidak mau mengangkat teleponku…, malam ini aku akan datang menyelinap ke kamarmu lagi dan akan memperkosamu…!!” kata risvan pada chatnya.


“coba saja kalau kau berani, aku tidur dengan orang tuaku malam ini..” balas cherry berniat mengelabui risvan.


“oh…ya..?? kau pikir aku bodoh..?? aku tau orang tuamu sedang liburan ke itali…, hehehe…kau mengundangku, hah???” balas risvan yang membuat cherry gemetar ketakutan.


Lalu cherry menghubungi risvan karena sangat kesal selalu saja di ancam olehnya.


“dasar kau psikopat gila…!! Kenapa kau gak mati aja di amerika sana…” teriak cherry kesal.


“hahahahahaha………….., calon istriku…!! Kau membuatku semakin ingin memilikimu…” sahut risvan tertawa geli mendengar umpatan cherry.


“dasar gila….” Cherry kembali mengumpat risvan dan memutuskan teleponnya.


Kemudian, risvan mengirim pesan lagi kepada cherry yang masih kesal.


“malam ini tunggu aku…, aku akan menemanimu dirumah saat orang tuamu liburan…hehehehe…” tulis risvan dalam chat nya.


“aaaaakkkkhhhhh……, dasar bajingan..” teriak cherry sangat kesal.


“aku harus cari cara agar risvan tidak bisa menemukanku…, hehehe….” Gumam cherry dengan terkekeh jahat berniat untuk mengelabui risvan.


Sore harinya setelah ia pulang dari kantornya, cherry tak langsung pulang kerumahnya.


Tapi ia pergi kerumah riady dengan membawa hadiah untuk riana sang keponakan tersayang.


“kak, dimana kak riady..???” tanya cherry pada nina yang sedang menyusui riana.


“dia sedang berada dirumah sakit, hari ini dia dinas malam..!!” jawab nina.


“kak, malam ini aku menginap disini ya…?? Papi sama mami pergi liburan ke itali…, memang sih ada beberapa pelayan…, tapi aku merasa kesepian sendiri dirumah itu.” Kata cherry.


“tentu saja kau boleh menginap disini kapan pun kau mau..” sahut nina.


“oke…, terima kasih ya kak.., kau sungguh baik..” ucap cherry senang.


“hahaha…., malam ini kau tidak bisa menggangguku, risvan…” kata cherry dalam hatinya.


Malam harinya, cherry baru saja selesai mandi dan masih menggunakan handuk kimononya.


ia bercermin sambil mengoleskan pelembab di wajahnya.


Tak lama kemudian, terdengar suara berisik dari jendela kamar yang kini ia tempati di rumah riady.


Dengan penasaran, ia pergi melihat ke jendela, saat melihatnya tidak ada apa-apa disana.


Namun saat ia membalikkan tubuhnya, seseorang langsung mendekapnya dengan erat.


“akkkkhhh….., si..ssi..siapa kau..??” teriak cherry ketakutan.


“ini..aku.., calon suamimu…” sahutnya.


“kau…..?? bagaimana kau bisa tau aku ada disini..??” bisik cherry yang tak ingin terdengar oleh nina.


“aku sudah katakan padamu, aku akan datang untuk menemuimu…” kata risvan.


“lepaskan aku, psikopat gila…” umpat cherry.


“penuhi janjimu…, cherry…!! Aku tak sabar untuk menjadikanmu milikku seutuhnya..” kata risvan dengan nada sinis.


“risvan…, aku sudah minta maaf padamu soal kejadian waktu kita masih SMA.., waktu itu aku hanya asal bicara saja…” kata cherry.


“aku tak peduli, cherry…!! Kau harus menepati janjimu padaku…” ujar risvan emosi.


Tanpa mau mendengar penjelasan dari cherry lagi, risvan langsung menghempas tubuh cherry di atas ranjang, dan segera melahap tubuh cherry yang hanya menggunakan handuk kimono saja.


Cherry meronta agar terlepas dari dekapan risvan, namun hal itu sia-sia.


Risvan sangat kuat mendekap tubuhnya di atas ranjang.


Risvan menciumi tubuh cherry dengan sangat rakus.


Ia sangat merindukan wanita yang kini berada di bawah tubuhnya yang kekar.


Dengan segera risvan melucuti handuk kimono yang menutupi tubuh cherry, dan kini tubuh cherry polos di bawahnya.


“risvan…, kumohon…jangan lakukan ini padaku…” ucap cherry dengan isak tangisnya.


Mendengar suara tangisan cherry, risvan menghentikan tindakannya pada cherry.


Ia mengambil selimut dan menutupi tubuh cherry yang tanpa sehelai benangpun.

__ADS_1


“cherry…, kau sudah berjanji padaku…!! Aku tak ingin kau mengingkari janjimu padaku…., apa kau dengar aku, hah..???” kata risvan dengan kesal menatap cherry yang sedang menangis.


“sudahlah jangan menangis lagi…” ucap risvan seraya memeluk cherry dengan penuh kasih sayangnya.


Tak lama kemudian, setelah cherry tertidur dalam pelukannya, risvan pergi meninggalkan kamar melalui jendela.


Keesokan paginya, cherry terbangun karena mendengar gedoran pintu kamar.


Ia terbangun dan melihat tubuhnya yang hanya di balut oleh selimut saja.


Kemudian ia mengingat apa yang terjadi semalam.


Dengan cepat ia melihat ke bawah kain seprai untuk memastikan risvan tidak memperkosanya semalam.


“fffiiuuhh……, untung saja dia tidak jadi memperkosaku semalam…” gumam cherry bernafas lega.


“cherry…, apa kau sudah bangun??? Ayo sarapan…” suara riady yang mengetuk pintu kamar cherry.


“iya kak…, aku akan turun sebentar lagi..” sahut cherry.


Tak lama kemudian, cherry turun setelah selesai mandi.


Ia sarapan bersama dengan riady dan nina di ruang makan.


“kapan kakak pulang dari rumah sakit…??” tanya cherry pada riady.


“semalam…, aku tidak jadi dinas malam…temanku yang menggantikannya..” jawab riady.


“cherry…, apa kau sekarang memiliki kekasih..???” tanya riady curiga melihat bekas cupang dari risvan di lehernya.


“maksud kakak apa..??” tanya cherry yang tak menyadari bekas cupangan di lehernya.


“itu…, ada bekas di lehermu…” sahut riady menahan senyumnya.


“astaga…, aku lupa kalau semalam risvan menciumi seluruh tubuhku..” ucap cherry dalam hatinya.


“ck…, apaan sih…kak…” kata cherry kesal melihat riady yang meledeknya.


“semalam aku tidak melihat bekas apapun…, kenapa pagi ini sudah ada bekas cupang di lehernya..??” tanya nina dalam hatinya.


“kau sudah dewasa sekarang…, usiamu sebentar lagi 25 tahun…!! Kau lupa perjanjianmu dengan mami dan papi..???” tanya riady.


“kak oka saja belum menikah…, masa iya aku harus melangkahinya..??” ujar cherry.


“kalau oka laki-laki…, perjalanannya masih panjang…!! Tapi kau itu perempuan…apa kau mau jadi perawan tua…???” kata riady.


“ck…, kakak apaan sih…??” sahut cherry kesal.


“cherry.., kakakmu benar…!! Menikahlah…, agar riana memili teman bermain jika kau memiliki anak nanti..” sambung nina.


“hei…, mau kemana kau..??” tanya riady.


“mau pulang…” sahut cherry yang langsung berlari keluar rumah riady.


“dasar anak itu…..” umpat riady.


“sudahlah…., mungkin dia sedikit kesal karena kita menekannya tadi…” sahut nina.


Lalu mereka melanjutkan sarapannya sedangkan cherry dengan kesal mengendarai mobilnya menuju pulang kerumah. Setibanya cherry dirumah ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamarnya.


Ia mengingat kembali apa yang di katakan riady dan nina padanya saat sedang sarapan tadi.


“aku juga sangat ingin menikah dan memiliki anak…, tapi tidak ada pria yang berlama-lama memiliki hubungan denganku…, paling lama 2 bulan aku jadian.., setelah itu malah di putusin…!! Apa sih yang salah dalam diriku ini…??” kata cherry.


“tubuh oke, wajah oke, karier oke…., aku juga sangat lihai memasak…tapi kenapa aku selalu saja di putusin..???” teriak cherry yang berdiri di depan cermin.


Lalu cherry kembali ke ranjangnya dan mengambil kalender yang berada di meja.


“4 bulan lagi aku berusia 25 tahun….!! Aduh…, mau cari dimana pria yang mencintaiku apa adanya dalam waktu 4 bulan..?? kalau aku tak menemukannya, maka aku harus pasrah menerima perjodohan yang di berikan oleh mami dan papi…” ujar cherry frustasi.


“aku benci perjodohan….hhhuuuuwwwaaaaa…………………” sambungnya lagi nangis Bombay.


Waktu terus berjalan, cherry yang masih terus saja jomblo merasa frustasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh kedua orang tuanya dan juga riady.


Sementara oka yang sedang gencar mengejar wanita yang membuatnya penasaran jarang sekali terlihat batang hidungnya dirumah.


Oka semenjak pindah ke apartemen dan mengejar wanita itu membuatnya jarang mengunjungi kedua orang tuanya.


Empat bulan telah berakhir, ini adalah hari ulang tahun cherry yang paling menyedihkan untuknya.


Di pesta ulang tahun yang hanya di rayakan dengan keluarganya saja, ia sama sekali tidak tersenyum apa lagi bahagia.


Karena dia menyadari akan menepati janjinya pada orang tuanya untuk bersedia menerima jodoh yang di pilihkan oleh kedua orang tuanya.


Setelah perayaan ulang tahun, dengan berat hati cherry duduk bagaikan disidang dengan anggota keluarganya. Mami, papi, riady, oka dan juga nina.


“cherry…, usiamu sudah 25 tahun kan..??” tanya mami.


“iya..” sahut cherry tak bersemangat.


“lantas..??’ tanya mami.


“apa..?? aku tidak mengerti…” ujar cherry pura-pura bodoh.


“jangan memancing kekesalanku, anak bodoh,,,,!!” ujar mami tak sabaran.

__ADS_1


“iya…, cherry ingat…, perjanjian perjodohan itu kan..??” gumam cherry.


“cherry, papi sudah memilihkan pria yang tepat untuk menjadi suamimu…!! Bahkan kak oka juga mengenalnya dengan baik saat kuliah di amerika dulu..” kata papi.


“iya…, dia sangat tampan dan juga setia kawan…!!” sahut oka.


“hari minggu ini dia dan keluarganya akan datang untuk melamarmu…!! Jadi papi harap kamu bisa berkelakuan baik pada mereka..” kata papi.


“iya…” sahut cherry.


“berdandanlah yang cantik…, agar dia terpesona padamu..hehehe..” kata riady.


“ck…, kak riady menyebalkan…” umpat cherry kesal.


“hahahaha….., akhirnya adik perempuan kita akan menikah…” sahut oka.


“setelah cherry…., kau yang akan aku nikahkan…” sambung mami menatap oka.


“mi…, mami tenang saja…aku sedang berusaha untuk mengejar calon mantu buat mami…” kata oka.


Malam harinya, risvan kembali menemui cherry di kamarnya dengan cara memanjat dan masuk dari jendela.


Cherry yang sedang tertidur pulas sangat kaget saat ada tangan kekar yang mendekap dirinya.


Ingin rasanya ia menjerit namun ia teringat dengan wangi tubuh seorang pria yang selama ini menghantui dirinya.


“risvan…., kenapa kau datang lagi…hah..??” tanya cherry.


“aku merindukan calon ibu dari anak-anakku…” sahut risvan.


“risvan dengarkan aku….!! Aku sudah dijodohkan dengan pria yang baik…, jadi aku mohon kau jangan mengganggku lagi…” kata cherry.


“dijodohkan…?? Apa kau mau menikah dengan pria itu..??” tanya risvan tersenyum.


“iya…, karena pria itu adalah pria yang sangat baik…” sahut cherry seolah-olah mengenal pria yang akan dijodohkan dengannya.


“kalau begitu…, aku pergi dulu…!! Jika kau mau menikah dengan pria yang dijodohkan dengan orang tuamu…., maka aku tidak akan mengganggumu lagi…!! Aku harap kau bisa mencintai pria itu sepenuh hatimu…” kata risvan.


“iya…, tentu saja aku akan mencintainya dengan sepenuh hatiku..” sambung cherry.


Risvan pun keluar dari kamar cherry melalui jendela seperti biasanya.


Akhirnya cherry bisa bernafas lega saat risvan mengatakan kalau dia tidak akan mengganggu cherry lagi kalau cherry menerima pria yang akan di jodohkan dengannya nanti.


Hari minggu pun tiba, mami menyiapkan segalanya untuk menyambut tamu yang datang, yaitu keluarga yang akan melamar cherry dan menikah dengan anaknya.


Cherry yang sedang berhias di temani oleh nina sang kakak ipar di kamarnya, terasa deg-degan menanti kedatangan pria yang akan meminangnya itu.


Karena jelas-jelas cherry tak tau siapa pria itu dan bahkan namanya saja dia tak tau.


Kedua orang tuanya merahasiakan identitas pria itu agar cherry bisa langsung berkenalan denganya saat bertemu nanti.


Ting….tong…


Pelayan membuka pintu rumah.


Semua keluarga menyambut dengan ramah kedatangan tamu yang memang sudah membuat janji dengan mereka. Mami mempersilahkan masuk calon mertua dan calon suami cherry itu.


Setelah berbincang lama di ruang tengah, mami menyuruh nina untuk membawa cherry turun dari kamarnya untuk menemui calon suaminya itu.


Saat menuruni anak tangga jantung cherry seakan berdebar sangat kencang.


Ia sangat penasaran dengan calon suaminya itu, namun ia tak berani untuk menatap.


Ia hanya menundukkan kepalanya sangking groginya.


“cherry…., ini nak risvan…calon suami yang telah papi plihkan untukmu…” kata papi.


Seketika cherry mengangkat wajahnya dan melihat calon suami yang tersenyum licik menatapnya saat papi mengucapkan nama pria itu.


“dia…??? dia calon suamiku…?????” ucap cherry dalam hatinya sangat tekejut.


“kau sangat manis…” ucap ayahnya risvan pada cherry.


“bagaimana risvan.., apa kau mau menikah dengan cherry..?? tanya ayahnya.


“tentu saja…!!! Dia gadis yang pantas menjadi ibu dari anak-anakku nanti…” sahut risvan.


“sialan kau risvan….” umpat cherry dalam hatinya.


“bagaimana cherry, kau setujukan untuk menikah dengan risvan..??” tanya mami dengan pandangan yang memberi kode untuk setuju.


“iya..” ucap cherry terpaksa mengatakannya.


“baiklah…, kalau begitu kita tinggal tetapkan tanggalnya saja…kalau bisa secepatnya…” kata ayah risvan.


Cherry duduk sambil menundukkan wajahnya di samping nina yang sedang menggendong riana.


Sementara risvan sedang bernostalgia bersama oka dan juga riady.


Sesekali mata mereka berdua beradu pandang saling menatap.


Risvan sangat gembira saat cherry mengatakan iya dan setuju untuk menikah dengannya.


Penantian yang selama ini di harapkan oleh risvan akhirnya terkabul juga.

__ADS_1


__ADS_2