CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Nabilla melahirkan


__ADS_3

malam ini mereka berkumpul seperti biasanya,Aqila juga sudah bisa jalan jalan, walaupun kadang Jose masih takut tapi mommy ellena mengatakan tidak papa.


mereka duduk di sofa sambil bercerita tertawa karena tingkah si kembar , sedangan Jose menggendong baby Reza karena memang mereka tidak ingin pakai jasa baby sister,sementara Jeje jangan di tanya dia selalu saja menempel pada istrinya,sedangkan Alan Duduk di samping Elsa sambil memeluk pinggang nya


"kamu baik baik saja " tanya daddy Radit pada Elsa


" iya dad " ucap Elsa lirih sambil tersenyum


" masih mual " tanya mommy ellena


" iya mom " ucap Elsa


" sabar iya " Elsa mengaguk tersenyum


"ingat kata dokter jangan terlalu stres dan lelah ,kalau ada papa atau mau apa bicara saja nanti kami yang ambilkan " ucap Henry


" iya mas ,maaf sudah merepotkan " ucap Elsa


" minta maaf terus , lebaran saja tidak seperti itu. " ucap Jeje , Alan menendang kaki Jeje lalu menatap nya


" Abang " Jeje hanya tersenyum kuda


" aku cuma bercanda supaya tidak tegang darl " ucap Jeje , Ana hanya mengangguk saja


ponsel Henry berdering membuat mereka melihat ke arahnya ,Henry mengakat telepon nya dan menghidupkan kan suara pengerasnya


" hebm "


" aku sedang di jalan mau ke rumah sakit Nabilla mau lahiran "


" aku akan ke sana "


Henry langsung mematikan sambungan teleponnya seketika di ruangan itu ricuh


" Nabilla mau lahiran " tanya mommy ellena


" iya mom ,sayang aku ke rumah sakit dulu iya kamu di rumah saja sama si kembar " ucap Henry


" ikut by " ucap Elvi


" nanti besok saja saat kita jenguk dia " Elvi mengaguk


" maaf hen aku tidak bisa ikut " ucap Jose ,Henry Mengaguk


" aku juga Hen" ucap Jeje ,sedangkan Alan bingung harus bagaimana


" mas mau pergi " tanya Elsa , Alan masih diam


" pergi saja tidak papa,Elsa mau tidur aja sudah ngantuk juga " ucap Elsa


" sudah tidak papa aku di sini saja " ucap Alan


" kasian dokter pasti nunggu kalian ,masa mas Henry sendri saja ke sana nya ,aku tidak papa ,nanti aku minta perawat jagain ,selama kamu belum pulang " Ucap Elsa


" kamu yakin " Elsa menggaguk


" iya sudah aku antar ke kamar iya " Elsa hanya mengangguk saja


" hen tunggu iya aku antar Elsa dulu " ucap Alan membantu istrinya untuk berdiri


" iya aku juga masih mau ngambil jaket di kamar " Alan hanya mengangguk saja lalu pergi menuju kamar mereka begitu juga dengan Henry


" kalau ada papa kamu langsung telepon iya atau mau papa kasih tau " Elsa menggaguk


" maaf aku tinggal sebentar " ucap Alan


" iya hati hati tidak usah balap bawa mobilnya " ucap Elsa, Alan mencium kening istrinya lalu memeluk nya


" ayo istirahat " Alan membantu Elsa baring lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Elsa


" makasih mas " Alan hanya tersenyum lalu ke luar dari kamar


" jaga istriku " ucap Alan


" iya tuan " ucap perawat lalu masuk dalam kamar Alan


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


sedangan davin masih menemani istrinya nya di ruangan persalinan ,Nabilla selalu meringis menahan sakit


" baby kamu pasti kuat,demi anak kita " Nabilla hanya mengangguk saja


" sepertinya anda sering menjenguk nya dok " ucap dokter kandungan yang membantu persalinan Nabilla,Davin hanya tersenyum


" sedikit lagi iya Bu, pembukaan nya sempurna " ucap dokter , setelah menunggu beberapa menit pembukaan lengkap ,Nabilla terus saja meringis sambil menggegam tangan suaminya wajahnya sudah di penuhi keringat


" sudah siap Bu " Nabilla menggaguk


Davin mencium kening istrinya " i live you baby " bisik Davin d telinga Nabilla saat Nabilla mengejan

__ADS_1


" mas aku..... uughh


" kamu bisa, Demi anak kita " ucap davin sambil membisikkan kata kata penyemangat


" ayo Bu sedikit lagi " ucap dokter , Nabilla mengangguk


Nabilla mengejan saat rasa sakit itu kembali datang ,dokter dan Davin selalu memberikan kekuatan hingga hampir satu jam akhirnya bayi mungil itu lahir


oekkkk......oekkkk.....oekkkkkk


suara tangisan nya melengking dalam ruangan persalinan itu ,Nabilla yang mendengar suara tangisan anaknya dia menetes kan air mata bahagianya


" terimakasih terimakasih sudah berjuang " ucap Davin dalam tangisnya dia mencium kening istrinya


Nabilla hanya tersenyum " maaf tangannya luka " ucap Nabilla lirih


" tidak papa ini tidak sebanding dengan perjuangan mu" ucap Davin


" maaf Bu " Davin mengambil ahli anaknya lalu menyimpan di dada Nabilla,Nabilla tersenyum melihat anaknya


" selamat datang anak ibu, semoga kelak kamu jadi anak yang baik " ucap Nabilla sambil mengelus kepala anaknya


saat anaknya mendapatkan ****** susunya Nabilla meringis


" tidak papa baby " ucap Davin


" perih " Davin hanya tersenyum


" boy pelan pelan " ucap Davin


setelah selesai menyusu anak Davin di bawah perawat untuk di bersihkan , sedangkan Davin ke luar sebentar dari ruangan itu untuk melihat Henry ,sementara Nabilla masih di bersihkan sebelum di antar keruangan VVIP


Davin ke luar melihat orang tuanya, Daddy radit mommy ellena Henry dan Alan,


Davin mendekati mereka lalu duduk di samping ibu nya


"gimana mereka baik-baik saja kan " tanya ibu Susi


" mereka baik baik saja Bu, sebentar lagi mereka akan di pindah kan lantai atas, dad aku pakai ruangan " ucap Davin


" iya pakai saja nak " ucap Daddy radit


" selamat iya akhirnya yang sudah jadi ayah " ucap Henry ,Davin hanya mengangguk saja


" ada apa dengan lenganmu nak " tanya ayah


" cuma tanya saja " ucap ayah sambil tertawa kecil


" cih " cibir Davin


" tapi kenapa kamu cepat sekali ,tidak seperti Jose harus menunggu Berjam jam " tanya Henry


" dia susah di kasih tau " Ucap Davin


" maksudnya " tanya Alan


" nanti juga kamu tau,nanti aku ajarin " ucap Davin tersenyum


" perasaan ku mendadak tidak enak " ucap Alan ,Henry mengagguk


" ayah sama ibu balik saja ,nanti besok baru ke sini " ucap Davin


" tidak mau,ibu mau di sini saja nanti kan di atas ada tempat tidur juga nanti besok pagi pagi ibu pulang " ucap ibu


" ayah juga mau di sini ,mau lihat cucuku " ucap ayah


" iya sudah terserah " ucap davin


" kami balik dulu iya ,sekali lagi selamat ,nanti besok kami ke sini jenguk mereka " ucap Henry


" iya makasih iya ,dad,mom, Alan " mereka hanya mengangguk


" semuanya baik baik saja Kan " tanya Davin melihat Alan


"masih Seperti kemarin " ucap Alan ,Davin hanya menepuk punggung Alan


" iya sudah kami balik dulu iya nak ,nanti kami ke sini " ucap Daddy radit


" iya dad ,hati hati iya "ucap Davin


" iya nak ,mari pak Bu kami duluan " ucap Daddy radit


" terimakasih tuan " ucap orang tua Davin sambil menunduk kepalanya


setelah kepergian Henry, orang tua Davin naik ke lantai atas ,sedangkan Davin masuk kembali ke ruangan melihat istri dan anaknya sebelum di pindahkan


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" apa dia bangun " tanya Alan saat sudah masuk dalam Kamarnya

__ADS_1


" tidak tuan " Ucap perawat


" kamu bisa istirahat sekarang " ucap Alan


" iya tuan " ucap perawat lalu ke luar dari kamar Alan, selepas kepergian perawat Alan masuk dalam kamar mandi membersihkan diri karena dia dari rumah sakit


setelah selsai dia menuju walk in close mengambil piyama tidurnya setelah selesai dia menuju tempat tidur dengan pelan dia naik ke Atas tempat tidur agar tidak menggangu Elsa ,tapi tetap saja Elsa tetap bangun karena Elsa mencium bau parfum Alan


" mas " panggil Elsa lembut


" kamu bangun ,maaf kalau sudah ganggu tidurmu " Elsa menggeleng


" ayo tidur lagi" ucap Alan membawa Elsa dalam pelukannya,Elsa hanya mengangguk


" gimana mba Nabilla " tanya Elsa


" baik baik saja semuanya lancar " Elsa menggaguk


" ayo tidur " Alan mencium kening istrinya lalu mereka memejamkan matanya dan tidur


" By sudah pulang " tanya Elvi dia terbangun karena mendengar suara pintu


" koh bangun sayang" tanya Henry


" tidak papa " ucap Elvi


" aku gantian dulu iya " Elvi mengaguk


setelah selesai gantian Henry naik ke atas tempat tidur dan memeluk istrinya mencium kening dan bibirnya tapi karena dia terbawa suasana sehingga membuat Elvi melenguh


" By " Henry menatap Elvi tersenyum


" sekali iya " elvi menggaguk pelan


herny mengelus pipi nya dengan lembut hingga tangannya berada di tengkuk nya Kemudian dia ***bibir nya.


Elvi mengalungkan tangannya di leher Henry dan membalas ciuman henry


" Di sofa kamu yang memimpin " ucap Henry lalu menggendong istri nya , saat sampai di sofa Henry membantu istrinya membuka kain yang ada di tubuh nya begitu juga dia,setelah selesai


Henry mencium pucuk kepala istrinya mata hidung dan mencium bibir me****** tangannya tidak tinggal diam, dia menyusuri setiap inci tubuh istrinya


Elvi melenguh pelan saat Henry bermain di hutan belantara dia membuka sedikit lebar kaki Elvi sehingga bisa terlihat jelas hutan belantara itu,Henry turun berjongkok lalu sapuan lidahnya memaksa masuk ke dalam hutan itu


Dia menatap Elvi dengan mata yang sayu" kau siap " tanya Henry sebelum melanjutkannya, Elvi hanya mengangguk saja


Henry bermain lidahnya di bawah sana membuta Elvi meracau tidak jelas sambil menekan kepala suaminya


" by Lakukan lah" ucap Elvi lembut sambil menatapnya


Henry berdiri lalu mengakat Elvi duduk di pangkuannya dia meraup bibir manis Elvi dengan sedikit kasar tangannya tidak tinggal diam hingga di m***** salah satu buah ceri yang selama ini dia mainkan


Elvi sedikit mengakat tubuhnya lalu memasukkan tingkat itu ke dalam hutan belantara dengan sedikit hentakan


aaaaarrrrrgghhhh


Elvi tersenyum menyeringai melihat wajah frustasi Henry, Henry meremas kue apem milik Elvi Yang semakin empuk sambil mengangkat nya membantu Elvi


Aaaarrrgghhhhh


" Kenap by " Tanya Elvi suara ******* Dan ***** Henry membuat Elvi semakin mempercepat gerakannya


" sa...sayang aaaarrrgghhhhh " geram panjang Henry sambil memejamkan matanya


Henry kembali ****** bibir Elvi yang selalu menggoda nya, henry memainkan lidahnya di dalam sana sedangan Elvi tetap bergerak suara ******dan ***** memenuhi ruangan kamar mereka ,Elvi membiarkan suara Henry memenuhi kamar mareka sehingga dia berusaha menahan suaranya agar tidak ke luar


" Sa.....sayang faster aaarrgghhhh"


Elvi mempercepat gerakannya,dia merasakan tongkat Henry sudah mulai membengkak dan siap untuk meledak begitu juga miliknya


Aaaarrrgghhhhh


Elvi masih saja bergerak sehingga membuat henry mengerang panjang apa lagi Elvi menghentakan kuat hingga miliknya meledak dalam sana


" kau semakin hebat sayang " ucap Henry sambil mengatur nafasnya ,sedangkan Elvi sudah tumbang di dada suaminya dengan napas yang sama


" kau yang mengajari ku " ucap Elvi


" dan aku bangga bisa mengajarimu " ucap Henry


" ayo mandi " ucap herny lalu berdiri sambil mengakat Elvi tanpa melepas penyatuan mereka


" bangun lagi by " ucap Elvi kaget


" sekali di kamar mandi " ucap herny tersenyum licik


" by jangan bercanda ini sudah larut " ucap Elvi


" aku akan mempercepat, aku yang bekerja " ucap Heny ,Elvi hanya mengangguk saja membuat henry bahagia

__ADS_1


__ADS_2