CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
clear


__ADS_3

setelah makan malam mereka berkumpul di ruangan keluarga seperti biasanya,si kembar dan baby Reza juga bersama mereka,masih asik bercerita dan saling mengejek suara si kembar mengalikan pandangan mereka


" Dy Dy" panggil Ray, sambil mengakat tangannya ke arah Henry ,Henry menatap tak percaya


" apa tadi sayang " ucap Henry tersenyum bahagia


" dy Dy " ucap Ray , Henry langsung mencium seluruh wajah ray hingga membuat Ray tertawa geli


" kalau rif'at bisa tidak " ucap Jose


"boy " panggil Henry , rif'at merasa di panggil pun melihat kearah Henry dan tersenyum hangat


" Dy Dy Dy " ucap rif'at ,membuat yang ada di ruangan itu sedikit kaget,Henry mendekati rif'at sedangkan Ray masih berada dalam dekapannya dia menggendong ke dua anak laki² itu


" dad mom lihat lah mereka sudah bisa memanggil ku Daddy " ucap Henry tersenyum dan duduk di sofa dengan ke dua anak nya


"coba panggil Oma " ucap mommy ellena ,tapi si kembar hanya diam saja membuat mereka tertawa


" mereka tidak kenal mommy " ucap Alan


" kalau my Queen bisa tidak " tanya Alan menatap Queen ,Queen tersenyum ke arah Alan lalu fokus pada mainannya


"dek apa mereka juga bisa berkata mommy" tanya Ana ,Elvi menggeleng pelan dan memasang Wajah kesal


"seharian tadi Elvi mengajari si kembar tapi hanya itu yang ke luar dari mulut mereka " ucap Aqila tertawa kecil


" Aqila diam lah ,kau membuatku makin kesal " ucap Elvi marah


" apa mereka mengatakan itu dari tadi " tanya Jose ,Aqila mengaguk


" benar kah, maaf sayang " ucap Henry tersenyum


" tidak usah tersenyum, aku tau kalau mas pasti senang kan apa mereka lupa siapa yang berjuang untuk mereka " ucap Elvi menatap anaknya


" karena mereka sudah terbiasa dengar suaraku saat kamu hamil mereka " ucap henry


" memang aku tidak bersuara bahkan aku sering mengajak mereka ngobrol " ucap Elvi


" mereka tau jika daddy nya membuat mereka" ucap Jeje


"Jeje " panggil Henry dengan suara rendah


" aku harap anakmu tidak mengenali mu " ucap Alan


" aku sering menjenguk mereka ,mana bisa mereka lupa dengan ku " balas Jeje


" ah iya buat kalian " Henry menunjuk Jeje dan Ana " jika ingin menjenguk anak mu jangan bermain di balkon suara kalian membuat si kembar bangun " ucap Henry kesal mengingat kejadian semalam,Ana menunduk malu bahkan kini dia bersembunyi di belakang punggung suaminya ,Jose Alan dan Daddy menatap Jeje yang hanya tersenyum sedangan mommy dan Aqila menggeleng kan kepalanya


"apa kamar mu tidak nyaman " tanya mommy ellena


" maaf mom, tapi itu kenginginan Ana " ucap Jeje jujur,membuat Ana kaget dan mencubit pinggang Jeje


" aaww sakit darl....aku harus jujur jika tidak nanti mereka salah paham " ucap jeje


" tapi kau membuatku malu " ucap Ana lirih


" sudah² lain kali lihat keadaan ,Daddy kira kamar kalian masing² sudah di atur kedap suara bukan " ucap Daddy radit


" maaf dad " ucap Ana yang masih menyembunyikan wajahnya di belakang Jeje


"katanya kakak elsa mau liburan kapan " tanya Elvi,karena dia di beritahu Henry


" nanti dek bulan depan " ucap Elsa


" kenapa lama sekali, apa Kaka masih sakit " tanya Aqila sedikit khawatir


" tidak dek, cuma pengen bulan depan saja " ucap Elsa lagi


" maaf tuan besar di luar ada seseorang yang ingin menemui anda " ucap kepala pelan


" siapa" tanya Daddy radit bingung


" saya kurang tau tuan besar tapi di lihat dari umur dan postur tubuhnya seperti nya anak remaja atau dewasa " ucap kepada pelan, membuat mereka semakin bingung


" apa Daddy punya anak yang lain " ucap mommy ellena menatap suaminya


" tidak mom, mempunyai anak² mereka saja sudah membuat Daddy sakit kepala bagaimana mau punya anak lagi " ucap Daddy radit


" terus itu siapa dad " tanya mommy ellena


" Daddy juga tidak tau, suruh dia masuk " ucap Daddy radit


" baik tuan besar " ucap pelayan lalu pergi memanggil tamu yang mencari tuannya itu


" mommy tenang dulu ,Kita kan belum tau siapa " ucap Jose


" tapi tidak mungkin dia datang ke sini mencari Daddy kalian jika tidak ada ikatan papa " ucap mommy ellena dengan suara bergetar


" Nany bawah anak² ke kamar " ucap Henry


" baik tuan muda " ucap Nany ,lalu mengambil si kembar dari gendongan nya dan juga Elsa setelah itu memasukan si kembar di stroller dan membawa mereka jauh dari sana


"sayang simpan Reza di box ayunan nya " ucap jose ,Aqila mengaguk lalu menyimpan Reza di box ayunan yang selalu berada di ruangan itu


" mom bukannya Daddy selalu melindungi keluarga kita ,jadi sangat tidak mungkin Daddy melakukan hal itu,jika pun daddy memiliki anak lain untuk apa Daddy mengangkat kami jadi anaknya" ucap Jeje


" maaf tuan " semua pandangan mengarah ke arah kepala pelayan dan Gadis yang mencari Daddy radit


" siapa kamu " tanya mommy ellena to the poin sambil menatap wanita itu


" Elvi Aqila Ana kalian masuk kamar bawa Reza ke kamar " ucap Daddy radit saat tau siapa yang datang

__ADS_1


" iya dad " ucap mereka ,Aqila mengambil Reza di box ayunan nya lalu meninggal kan mereka begitu juga Ana dan Elvi


"mom tenang dulu " ucap Daddy radit,mommy ellena Kembali duduk


" katakan tujuanmu " Ucap Daddy Radit


" dia siapa dad ,apa Daddy mengenalnya " tanya mommy ellena


" anak² juga mengenal nya " mommy ellena melihat anak² nya mereka hanya mengangguk lemah


"aku ingin berbicara dengan Alan " ucap wanita itu


" katakan di sini saja " ucap Henry, Alan menggegam tangan Elsa


" kamu baik² saja, duluan lah ke kamar nanti aku nyusul " ucap Alan lembut Elsa hanya menggeleng


" aku baik² saja " ucap Elsa tersenyum lalu menatap wanita itu


"apa yang kamu ingin bicarakan pada suami ku " tanya Elsa


" sayang / Elsa " panggil mereka


" aku baik² saja ,aku hanya ingin tau mau nya apa " ucap Elsa


" sebelum denganmu dia bersamaku dan kamu pasti tau apa yang kami lakukan " ucap wanita itu sinis


" iya aku tau, dan aku berterima untuk itu karena kau sudah melayani suamiku membantuku melayani nya di saat aku tidak bisa melayaninya ,tapi kamu harus ingat posisimu di mana" mereka semua menatap Elsa yang berbicara begitu tenang" apa kamu sudah merasa senang karena tinggal di apartemen dan di berikan uang dan apa pun yang kamu mau apa kamu berpikir dia memiliki perasaan dengan mu ,jangan terlalu berharap itu hanya bayaran untukmu karena sudah melayaninya " ucap Elsa dengan tenang


" sayang " Elsa menatap Alan untuk tetap diam


" Elsa " panggil daddy Radit,tapi Elsa hanya menatap datar pada wanita itu


" Ternyata dia singa yang pura² polos " bisik Jeje ,jose hanya mengangguk


"bawah di ke luar " ucap Henry


" biarkan dia " Ucap Elsa tegas


" nak " panggil mommy ellena khawatir dengan kondisi Elsa


" aku baik² saja mom " ucap Elsa tenang dan tersenyum


" apa yang kamu harapkan, suamiku " Elsa menatap Alan " apa kau masih mau dengannya " Alan menggeleng cepat


" kau yakin,jika mau pergi lah " ucap Elsa lagi


" tidak sayang " ucap Alan cepat


" kamu dengar bukan, apa bayarannya mu selama ini kurang ,katakan berapa yang kamu mau " ucap Elsa lagi


" aku tidak membutuhkan uang " ucap wanita itu


" jangan munafik ,selama ini kau hidup dengan uang suamiku "bentak Elsa " katakan berapa yang kamu mau dan setelah itu pergi lah dengan jauh " ucap Elsa datar


" sayang " Elsa menolak " untuk kali ini saja iya nanti aku nyusul ke kamar tidak lama " ucap Alan lembut,Daddy radit menatap istrinya


" ayo nak mommy yang antar " ucap mommy ellena mendekati Elsa ,akhirnya Elsa mau juga meninggalkan mereka


" bukannya aku sudah memberi tahu kemarin untuk apa lagi kamu ke sini " tanya Alan setelah Elsa jauh dari pandangan mereka


" aku juga sudah mengatakan bukan jika aku tidak mau " ucap wanita itu


" dia tangguh juga " ucap Jose


" diam " bentak Henry ,Jose menutup mulutnya rapat


"apa kamu lupa perjanjian kita, harusnya kamu berpikir aku masih berbaik hati dengan mu memberikan apartemen dan uang untukmu " ucap Alan lagi ,wanita itu kaget dia lupa dengan perjanjian mereka jika suatu saat Alan bosan dia harus menerimanya jika Alan meninggalkan nya


" bawah dia pergi ,jangan pernah dia mendekati rumah ini dan kirim dia ke tempatnya malam ini juga " ucap herny tegas


" tidak aku tidak mau balik ke sana " ucap wanita itu takut


" bawah dia "titah Daddy radit ,para penjaga menarik paksa wanita itu ke luar dari rumah besar itu tanpa melakukan perlawanan


" maaf dad " ucap Alan


" iya sudah tidak papa, jangan mengulang kesalahan kalian sekarang sudah memiliki keluarga semua jadi jangan perna bermain lagi ,jika sampai Daddy tau itu berarti kalian sudah siap jauh dari istri dan anak kalian " ucap Daddy radit


" iya dad " ucap mereka semua


" sudah kalian istirahat lah " ucap Daddy radit


" iya dad " ucap mereka lalu pergi ke kamar mereka ,tapi tidak dengan Henry


" kenapa " tanya Daddy radit


" tentang Davin " ucap Henry,Daddy radit menatap bingung


" tadi Davin ke perusahaan dia bilang nabilla akan masuk kerja Minggu depan " ucap Henry


" terus " tanya Daddy radit


" Davin melarang nya dia ingin Nabilla fokus saja sama alister tapi Nabilla bersikeras dia ingin tetap kerja " ucap Henry


"untuk apa lagi ,bukannya penghasilan Davin besar bahkan dia bisa hidup setahun tanpa kerja, belum lagi gajinya menjadi dokter pribadi di rumah Ini apa lagi yang dia pikirkan " ucap Daddy radit


" dia ingin membahagiakan keluarga nya " ucap Henry


" apa tidak ada alasan yang masuk akal sedikit ,beri tahu Davin besok malam makan di sini " ucap Daddy radit


" istirahat lah " ucap Daddy radit berdiri ,Henry mengaguk

__ADS_1


" mom apa dia tertidur " tanya Alan saat masuk dalam kamar nya


" iya nak, sudah selesai " tanya mommy ellena , Alan mengaguk


" iya sudah mommy balik ke kamar iya " ucap mommy ellena


" makasih mom ,maaf jika Alan membuat mommy kecewa lagi " ucap Alan menunduk, mommy ellena memeluk Alan


" ini kesalahan kami ,karena memaksamu dan membiarkan kalian bergaul dengan bebas tapi kami bahagia sekarang kamu menjadi laki² yang tegas jagalah keluarga dengan Baik ,karena suatu saat itu yang akan di contoh anak² mu " ucap mommy ellena


" terimakasih mom " ucap Alan, mommy ellena mengaguk


" iya sudah kamu istirahat lah, mommy keluar dulu " Ucap mommy ellena


" iya mom " ucap Alan


" mas " panggil Elsa , Alan membalikan tubuhnya menatap Elsa


"koh bangun yank " ucap Alan mendekati Elsa


" belum ngantuk " ucap Elsa


" bukannya sudah tidur " Elsa menggeleng


" tunggu iya aku ganti baju dulu "ucap Alan


" tidak usah,kita juga di rumah saja dag kemana²" ucap Elsa


" tapi kita mau tidur sayang, masa mau pakai baju rumah " ucap Alan


" iya sudah kamu bersihkan diri dulu,aku siapkan piyama mu " ucap Elsa , Alan pergi ke kamar mandi ,begitu juga Elsa mengambil pakaian tidur Alan


setelah itu dia ke luar dengan piyama tidur di tangannya


" kenapa tidak di dalam saja yank " ucap Alan


" tidak papa,pakai lah " Alan mengambil piyama yang di pilih kan istrinya,sedangan Elsa sudah ketempat tidur mereka


" maaf untuk yang tadi " ucap Alan menyusul istrinya di ranjang dan memeluknya dari belakang


" tidak papa " ucap Elsa , membalikkan tubuhnya dan memeluk Alan dengan erat


" apa kita boleh ke kamar lama " tanya Elsa mengakat kepalanya


" kenapa kamu tidak suka kamar ini" tanya Alan


" aku suka ,tapi aku pengen kamar lama " ucap Elsa


" iya sudah nanti besok pelayan memindahkan pakaian kita ke atas " ucap Alan


" aku saja " ucap Elsa


" tidak,kamu di rumah ini nyonya bukan pelayan kamu diam saja " ucap Alan


" bukannya dulu kamu mengatakan ka.....


" sayang itu dulu ok " ucap Alan menutup mulut Elsa dengan tangannya ,Elsa mengaguk tersenyum


" lakukan lah yang kamu mau sekarang apa pun ,pakai kartu yang aku berikan jangan hanya di jadikan hiasan dompetmu, " ucap Alan


" apa aku boleh ke panti,sudah lama aku tidak ke panti sejak aku di sini " ucap Elsa memohon


" nanti kita ke sana sama² " ucap Alan


" serius " Alan mengaguk " aku beli kebutuhan bulanan di panti boleh " tanya Elsa lagi


" bukannya aku sudah bilang lakukan yang kamu mau " ucap Alan


" benarkah " Alan mengaguk " kalau aku jalan dengan pria lain Gimana " tanya Elsa


" aku akan membunuhnya dan memotong kakimu " ucap Alan tegas ,Elsa tertawa kecil


" aku cuma bercanda " ucap Elsa menggosok wajahnya di bidang dada Alan


" sudah ayo kita istirahat, ini sudah larut " ucap Alan


" aku belum mengantuk " ucap Elsa


" lalu kau ingin bagaimana " tanya Alan


" seperti ini saja ,mas jika nanti aku meninggal apa kamu akan mencari wanita lain lagi " tanya Elsa membuat Alan menatap tajam Elsa


" apa kamu berbicara selalu seperti itu tidak memikirkan perkataan mu " ucap Alan kesal


" aku cuma bertanya mas " ucap Elsa


" tidur lha jika kamu hanya mengatakan hal bodoh " ucap Alan


" maaf, aku cuma tidak ingin jauh dengan mas, aku jadi berpikir jika nanti tuhan memberiku pilihan aku ingin hidup dengan mu sampai tua ,tapi saat tua nanti aku ingin duluan yang pergi dan menunggumu di tempat terindah ,karena jika kamu yang duluan aku pasti akan tidak sanggup,karena aku hidup sekarang karena ada kamu di samping ku " ucap Elsa


" apa kamu di panti belajar tentang berkata² manis " ucap Alan mengalikan pembicaraan


" tidak, aku bicara seusai pemikiran ku, karena aku sudah kehilangan orang tuaku di saat aku masih usia 15 tahun ,dan aku harus kehilangan anakku di saat dia masih berusia 7 Minggu dalam perut ku ,jadi sekarang aku memohon pada Tuhan aku tidak ingin di tinggalkan lagi karena aku tidak akan mampu " ucap Elsa


"maaf sayang jika sebagian lukamu karena aku maaf " ucap Alan memeluk istrinya


" tidak mas, mungkin ini terdengar konyol karena tidak ada yang mau orang kehilangan anaknya ,tapi aku bersyukur karena kehadiran dan kepergian nya membuatmu kembali bersama kami walaupun hanya sementara dia merasakannya tapi aku bahagia setidaknya kehadiran nya tidak di tolak " ucap Elsa


" dia anak ku ,apa kamu lupa saat aku membuat adonan nya bahkan harus memaksa mu dulu,tapi sekarang aku tidak akan melakukan itu " ucap Alan tulus ,Elsa mengaguk


" ayo tidur ,aku sudah ngantuk " ucap Alan ,Elsa menggaguk

__ADS_1


" I love you mas " ucap Elsa lalu memejamkan matanya


" hebm "


__ADS_2