CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Jeje mengidam


__ADS_3

" segar amat " ucap Jeje menatap Henry, Henry hanya tersenyum saja, lalu duduk di samping Jose


" istri mu mana nak " tanya Daddy radit


" masih tidur dad " ucap Henry sambil mengambil sarapannya


" istrimu sakit nak,lalu si kembar " tanya mommy ellena khawatir


" sama Nany nya, Elvi baik² saja mom " ucap Henry


" tapi kenapa dia belum bangun, biasanya sudah bangun " ucap mommy ellena


" itu biasanya mom , sekarang tidak biasa " ucap Alan ,membuat mommy heran


" mom makan saja, jika mommy bertanya terus mereka akan telat ke kantornya " ucap Daddy radit


" iya, Nabilla di sini saja dulu iya " ucap mommy ellena


" maaf nyonya ,nanti kapan² kami ke sini lagi " ucap Nabilla lembut


" sering² lah ke sini sekalipun tidak dengan Davin ,nanti sopir yang menjeput kamu dan alister " ucap mommy ellena


" iya nyonya besar " ucap Nabilla tersenyum


setelah selesai sarapan mereka berpamitan begitu juga dengan Davin dan Nabilla yang harus balik ke rumah dulu karena Davin tidak membawa pakaian untuk kerja begitu juga Nabilla ,mereka hanya membawa keperluan alister saja


" mas apa masih marah " tanya Nabilla menatap Davin yang masih fokus dengan kemudinya


" apa kamu tidak lelah sejak semalam hingga sekarang menanyakan itu " tanya Davin tanpa melihat Nabilla


" maaf " Ucap Nabilla dengan suara serak,lalu menatap ke arah jendela ,Davin memberhentikan mobilnya di pinggir jalan ,lalu menatap Nabilla dia menarik lembut Nabilla lalu memeluk nya tangisan Nabilla pun pecah dalam pelukan Davin


"sudah ,jangan nangis lagi kasian alister jika kamu nangis " Nabilla mengaguk " sudah lebih baik " tanya Davin lembut Nabilla mengagguk ,Davin melepaskan pelukannya lalu menatap istrinya


" aku tidak melarang mu bekerja tapi sabar sebentar demi alister ,jika nanti dia sudah mengerti tentang kita kamu boleh bekerja lagi tapi sekarang kamu fokus dulu dengan alister, untuk orang tuamu tidak usah pikirkan itu urusanku " ucap Davin


" Nabilla di rumah saja " ucap Nabilla lirih


" jangan memaksanya jika kamu ingin bekerja tidak papa, tapi jika alister sudah umur 2 atau 3 tahun " ucap Davin, Nabilla menggeleng


" aku di rumah saja,aku tidak mau dia nanti seperti mas yang kurang kasih sayang dan merasa tidak di peduli kan " ucap Nabilla ,Davin tersenyum hangat


" kamu yakin " Nabilla mengagguk


" terimakasih banyak baby, jika nanti kamu kembali bekerja tidak papa koh " Ucap Davin,Nabilla mengaguk


" tapi ada syaratnya " Davin mengeritkan keningnya


" tiap weekend aku mau kumpul bareng dengan mereka ,dan mas jagain alister ,terus tiap akhir bulan kita pulang di kampung " ucap Nabilla ,Davin tertawa kecil


" apa sekarang aku harus mengatur jadwalku ulang" Nabilla mengaguk cepat


" baiklah demi kalian " ucap Davin tersenyum lalu mencium bibir istrinya,setelah itu dia menjalankan mobilnya kembali


sedang kan Elvi, masih mengumpulkan nyawa dia merasa badannya remuk semua sehingga membuatnya meringis apa lagi bagian bawah nya sedikit perih,lalu dia mengingat kembali pertempuran mereka di mana menjelang subuh baru mereka berhenti ,Elvi membuka matanya lalu mencari hp yang ada di atas mejanya , seketika matanya membulat melihat jam sudah pukul 8


" dia benar² membuat ku tidak bisa berjalan " gumam Elvi menahan sakit ,dia turun dengan perlahan lalu masuk dalam kamar mandi walaupun menggunakan waktu yang lama untuk sampai di kamar mandi


setelah membereskan diri,Elvi kembali ketempat tidur nya ,karena kamar mereka sudah di bersihkan Henry sebelum dia ke kantor,hanya tinggal sprei yang mereka pakai tapi Elvi masih enggan Menganti karena masih malas bergerak ,dia mengambil HP nya lalu menelpon Nany


Tutt.....Tutt...


" Nany, apa stok susu si kembar masih ada "


...........


" iya sudah, minta tolong jagain si kembar dulu iya ,nanti aku gabung sama kalian ,minta tolong bilang pelayan antar makanan ke kamar Iya "


.............


" makasih iya "


setelah itu dia mematikan sambungan teleponnya ,tapi belum juga dia menyimpan HP suaminya sudah menelepon nya


dreet..

__ADS_1


dreet...


" *iya by"


" sudah sarapan "


" aku baru selesai mandi ,kau membuatku benar² tidak bisa jalan setelah itu kau pergi ke kantor aku di tinggal sendirian tanpa rasa kasihan "


Henry tertawa kecil mendengar kekesalan istrinya


" maaf sayang ,ada meeting pagi ini aku lupa "


" jika ada meeting kenapa harus menggempur ku sampai subuh ,kau membuatku malu pasti mereka menanyakan aku"


" mereka tidak tau sayang ,tenang saja kamu sarapan dulu aku tau kamu kelaparan"


" aku bukan hanya kelaparan tapi badan ku sakit semua bahkan berjalan saja mungkin lebih cepat kura² dari pada aku "


" iya² maaf sayang , makasih iya "


" sudah jangan telepon lagi* "


elvi mematikan telepon nya,karena ada yang mengetok pintu kamarnya


" masuk " ucap Elvi,pintu kamarnya terbuka ternyata pelayan yang mengantar makanan untuknya


" makasih Bi,apa mommy Dan Daddy di rumah,terus Aqila dan Kaka Elsa di mana " tanya Elvi menatap pelayan yang sedang menyusun makanan nya


" tuan dan nyonya sedang ke luar nyonya muda ,sedangan nona Aqila dan nona Elsa sedang berada di taman belakang " ucap pelayan,


" makasih iya bi " ucap Elvi tersenyum


" iya nyonya muda ,kalau begitu saya permisi dulu " ucap pelayan,Elvi mengaguk mengizinkan pelayan


setelah pelayan ke luar Elvi ,turun dari tempat tidurnya menuju sofa.


sedangkan di kantor Henry tertawa mendengar kekesalan istrinya karena ulahnya yang tidak membiarkan dia untuk istirahat hingga subuh


" kenapa " tanya Alan


" karena apa " tanya Jose,Henry tersenyum


" apa kamu yakin ingin tau " Jose dan Alan mengaguk cepat ,Henry tersenyum licik


" dia marah karena tidak bisa jalan,jadi dia marah kalian pasti sudah tau kan " ucap Henry tersenyum


" **** " umpat mereka


" kenapa aku harus menanyakan itu " ucap Jose kesal


" membuatku seperti orang bodoh saja " ucap Alan sedangkan Henry hanya tertawa membuat mereka semakin kesal


" sabar ,aku ikut prihatin Melihat kalian " ucap Henry tersenyum licik


" memang kamu puasa juga Lan" tanya Jose


" iya ,kan kemarin Elsa keguguran jadi harus nunggu pemulihan dulu, makanya kami tunda liburannya karena sekalian honeymoon " ucap Alan


" apa punyamu tidak sesak,kan kamu sering bermain "Alan menggeleng


" Lux " tanya Henry, Alan menggeleng


" Elsa yang bekerja " ucap Alan,membuat henry dan Jose melotot tak percaya


" dia melarang ku main Lux,jadi dia yang menyelesaikan nya " ucap Alan tersenyum


" kamu serius " Alan mengaguk


"apa kalian tidak percaya " mereka mengaguk membuat Alan tertawa


"apa kau memaksanya " Alan menggeleng


" bahkan jika aku ceritakan semuanya pasti membuat kalian mimisan aku saja baru tau sekarang " ucap Alan tersenyum


" kalian sedang membahas apa " tanya Jeje yang baru masuk dalam ruangan Henry

__ADS_1


" tidak ada ,kamu kenapa ke sini apa sudah selesai kerjaan mu " tanya Jose


" aku ingin rujak , bisa kah kalian membelikan nya " ucap Jeje lalu duduk di samping Jose sambil menyandarkan kepalanya membuat Jose mengumpat


" jauhkan kepala mu bangsat " ucap Jose kesal ,Jeje mengakat kepalanya


" aku ingin rujak mangga muda ,dengan sambal pedas nya " ucap Jeje menatap mereka satu²


" aku sibuk " ucap Alan


" aku juga " ucap Jose , sedangkan Henry sudah berjalan ke arah meja kerjanya


" baiklah jika kalian tidak mau " ucap jeje lemah, lalu dia berdiri ke luar dari ruangan itu , membuat mereka menghela nafasnya


" mau beli di mana " tanya Jose


" tidak usah " jawab Jeje


" kami akan membelikan jadi katakan saja di mana " ucap alan,Jeje berbalik menatap mereka dengan senyum manis dan mata berbinar


" benar kah " tanya Jeje memastikan


" cih kau benar² menjijikan " umpat Henry


" cepat katakan " ucap Jose ,Jeje mendekati mereka


" tapi benaran kalian mau " Jose dan Alan mengaguk


" benaran " ucap Jeje lagi


" cepat katakan Bodoh " umpat Jose kesal


" maaf , Alan nanti kamu video iya ,terus kamu Jose mengulek bumbu rujaknya sedangkan herny mengupas buahnya jangan lupa hanya mangga muda saja yang masih muda ,Lombok bijinya 20 jangan terlalu cair terus jangan terlalu kental " Ucap Jeje


" kau gila " umpat jose dan Henry


" kalian sudah Janji tadi " ucap jeje


" baik lah jika tidak mau " Jeje sedikit kecewa sehingga membuat matanya berkaca-kaca,Henry yang mengetahui itu ingin rasanya menembak kepala Jeje


" baik lah ,hapus air mata mu sebelum aku menembak mu " ucap Henry kesal


" setelah ini jangan lagi mengidam,Jika tidak aku memotong junior mu karena dia membuat ku susah " ucap Jose kesal , Alan tertawa kecil karena dia tugasnya hanya video mereka saja


" terimakasih" ucap jeje lalu ke luar dari ruangan itu tanpa rasa bersalah membuat Henry dan Jose mengumpat nya


" ayo kita jalan , sebelum dia masuk kembali " ucap Alan,Henry dan Jose menatap Alan


" apa kau senang " ucap Henry ,Alan hanya menaikan bahu nya


" jangan lama iya " ucap jeje saat melihat mereka sudah ke luar


" diam saja " Ucap Jose kesal , sedangkan Jeje hanya tersenyum


" Abang mereka kenapa " tanya Ana


" aku menyuruh mereka cari rujak mangga muda darl, aku pengen " ucap Jeje


" mengidam " Jeje menggaguk


" lalu kenapa mereka pergi semua " tanya Ana bingung


" dag tau pengen saja " ucap Jeje, Ana hanya menggeleng saja


" jangan menyusahkan mereka Abang, kalau mau papa bilang saja nanti Ana belikan " ucap ana lembut


" aku tidak sengaja menyuruh mereka jika tidak mengidam darl aku ingin mereka yang beli " ucap jeje sedikit kesal


" iya Abang maaf iya " Ucap ana cepat karena Jeje sudah mulai kesal


" iya " ucap Jeje lirih , Ana menarik napasnya lalu mencium bibir Jeje


" masih marah " Jeje menggeleng lalu tersenyum manis membuat ana lega semenjak Ana hamil dan Jeje yang mengidam membuatnya harus banyak bersabar karena Jeje semakin manja dan tidak bisa di salahkan ataupun di bantah


" iya sudah kita kerja lagi iya " Jeje mengaguk,sekalipun dia ada ruangan nya dia tidak ingin Ana berkerja Sendiri an sehingga dia bekerja dengan Ana,sedangan kan Ana tetap menjadi sekertaris Henry, sebenarnya Henry sudah tidak memerlukan itu karena sudah ada Jose Jeje dan Alan tapi Jeje ingin memberikan kesempatan untuk Ana sebelum dia benar² berhenti bekerja

__ADS_1


__ADS_2