CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Rencana dan dendam


__ADS_3

Sesampainya di kantor Henry langsung menuju ruangannya dia membuka jasnya di letakan di bagian belakang kursinya dia memencet tombol yang terhubung dengan ruangan sekertarisnya


" Ke ruangan ku sekarang dan bawah berkasnya " ucap Henry


Tok...tok...


Jose masuk sambil membawa berkas yang di minta Henry tadi,dia berjalan ke arah meja Henry lalu memberikan berkasnya



" Serius dengan keputusan mu" Tanya Jose saat berkas itu sudah ada di tangan Henry


" Iya " ucapnya sambil memeriksa berkas yang ada di tangannya


"Baik lah" ucap Jose


" Aku cuma ingin membuat nya menyesal karena telah salah mengkhianati ku " ucap Henry sambil mendatangai berkas yang di kasih Jose tadi


Jose hanya diam saja tidak berbuka suara,tidak lama suara pintu terbuka dengan keras


Braak


Mereka berdua melihat ke arah pintu dan mereka bisa melihat kemarahan pria itu


Henry melihat Jose tpi dia hanya menggeleng bahwa dia juga tidak tau papa


" Daddy kenapa harus di banting sih pintunya " ucap Henry


" Apa kamu menyetujui kontrak kerja sama dengan wanita ****** itu " ucap Daddy to the poin


Henry menatap Jose,lagi lagi dia hanya menggeleng


" Tidak usah melihat Jose Daddy tau semuanya bahkan kau bertemu dengannya di Landon " ucap Daddy radit


Henry dan Jose menelan kasar lidah mereka ini lah yang Jose takutkan karena apa pun yang mereka lakukan pasti akan di tahu oleh Daddy radit


Dia hanya menarik nafasnya lalu menghembuskan nya


" Daddy tenang dulu Henry tidak bermaksud papa dia cuma ingin membuat wanita itu merasa menyesal" ucap Jose karena keadaan dalam ruangan itu sekarang sedang tidak baik-baik saja


" Membuat menyesal ?? Apa kamu yakin" lalu Daddy radit melempar foto-foto kebersamaan Henry dan Jesicca


" Apa itu yang di namakan membuatnya menyesal" ucap Daddy menyeringai

__ADS_1


" Daddy dengar dulu penjelasan Henry " ucap Henry


" Jelaskan" ucap Daddy sambil mengangkat tangganya di dadanya


Henry pun mulai menjelaskan maksudnya dia menyetujui itu semua itu dan dia menceritakan kejadian kenapa dia bisa bertemu di Landon dia bukan orang bodoh dan dengan mudahnya memberi kesempatan pada orang apa lagi itu orang yang sudah membuatnya sakit sebenarnya Daddy radit sudah mengetahuinya tapi dia ingin anak-anak nya jujur dan terbuka


" Baik lah ,kalau begitu Daddy pulang dulu" lalu dia beranjak dari duduknya


" Apa Daddy ke sini cuma karena itu " tanya Jose polos, Daddy hanya mengangguk saja lalu ke luar dari ruangan itu


" CK menjengkelkan sekali orang tua itu " umpat Henry kesal.


" Atur jadwal pertemuannya Jo" ucap Jose berdiri kembali ke kursi kerjaannya


" Baik tuan ,kalau begitu saya permisi dulu tuan" ucap Jose lalu ke luar dari ruangan itu


Henry melanjutkan kerjaannya sesekali dia memijit kepalanya,dia berdiri dari kursinya menuju dinding kaca yang ada di belakang kursinya dia melihat mobil motor orang orang pejalan kaki.


" Kamu akan merasakan apa yang aku rasakan dulu Jes dan kamu pasti akan menyesal setelah tau siapa aku sebenarnya " gumam Henry tersenyum sinis sambil melihat ke arah jalanan


Henry kembali melanjutkan pekerjaannya karena di tinggal seminggu sudah di pastikan berkas yang ada di depannya seperti apa dan itu membuatnya semakin sakit kepala apa lagi dia baru sampai tadi malam jam 10 paginya harus bekerja lagi .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sedangkan di apartemen Elvi sudah selesai dengan kerjaannya karena merasa bosan dia berpikir akan menemui Aqila di tempat kerjaannya sekalian untuk membahas tentang keinginan mereka untuk masuk kuliah karena itu sudah kesepakatan mereka setelah lulus mereka akan bekerja dulu 1 tahun dan baru mendaftar diri untuk kuliah,sebenarnya Aqila bisa saja kuliah tapi dia enggan berpisah sama sahabatnya itu sekalipun awalnya harus berdebat dengan kedua orang tuanya.


Setelah selesai semuanya dia ke luar dari kamarnya menuju pintu apartemen,lalu dia ke luar dari unit apartemen itu .



Cuma 45 menit saja dia sudah sampai di sana tapi dia belum menemui Aqila karena tau bahwa sahabat nya itu kerja jadi dia menunggu jam istirahat


" Boleh saya duduk di sini " tanya seseorang yang baru datang dan berdiri depan Elvi


" Ah iya silakan " ucap elvi


" Terimakasih"


Elvi hanya tersenyum


Manis batinnya


" Ah iya kenal kan saya Rio " sambil mengarahkan tangannya

__ADS_1


Elvi melihat orang itu " aku Elvina Carissa panggil saja Elvi " lalu menyambut salaman Rio


" Salam kenal sekarang kita jadi teman, boleh kan " tanya lagi


" Tentu saja boleh " sambil tersenyum


Kemudian mereka memesan makanan sebenarnya Elvi belum mau pesan menunggu Aqila tapi karena tidak enak sama Rio akhirnya dia memesan juga


Selesai makan mereka masih bertukar cerita sesekali mereka tertawa,hingga ada pesan notifikasi dari HP Rio


" Aku duluan iyaa harus kembali ke kampus ada jam kuliah soalnya " ucap Henry sambil berdiri dari kursinya


" Iyaa makasih traktir nya kak " ucap elvi sambil tersenyum


Rio hanya tersenyum kemudian ke luar dari cafe itu buru buru karena dia ada mata kuliah


Ehebm ehem


" Siapa " tanya Aqila


" Rio " singkat


"Rio siapa " sifat kepo mulai ke luar


" Aku juga dag tau ru ketemu juga barusan" uca Elvi cuek


" Yang benar tapi sudah akrab betul " tanya Aqila


" Iya masa mau di cuekin orang datangnya baik-baik minta izin duduk di sini karena tempat duduk di sini semua ada orangnya jadi aku izinin kan dag mungkin aku larang orang mau duduk , lagian ini pak Rey apa dag mau getho di perbesar ini cafe heran de uangnya juga sudah banyak" kesal Elvi


Aqila hanya tertawa kecil " nanti kamu di dengar Loh " ucap Aqila


" Biar saja to aku sudah dag kerja di sini kapan lagi kan bisa kaya gini " ucap elvi


Kemudian mereka tertawa


" Eh tumben ke sini ada apa" tanya Aqila


" Gimana tentang kuliah " ucap elvi


" Oh itu tenang saja nanti aku suruh sepupuku buat ambilkan brosur kita lihat lihat dulu" ucap Aqila


" Baiklah ,kamu lanjut kerja sana nanti aku tunggu di sini koh " ucap elvi sambil mengusir Aqila dia tidak mau karena kedatangan nya menggangu kerjaanya

__ADS_1


" Iya iya,kalau aku sudah kuliah juga aku dag bakalan kerja lagi " ucap Aqila lalu dia pergi dari hadapan Elvi


Elvi hanya menggeleng saja melihat sahabatnya itu


__ADS_2