CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
PASRAH


__ADS_3

Setelah hari pertunangan mereka direncanakan, risvan kembali mendatangi cherry di kamarnya saat tengah malam.


Cherry yang belum tertidur dan memainkan ponselnya terkejut saat risvan masuk kedalam kamarnya sambil menutup mulutnya agar ia tidak berteriak.


“jangan berteriak…., atau mereka akan tau kalau kita berdua di kamar ini..” kata risvan pada cherry.


Cherry pun mengangguk mengiyakan perkataan risvan.


“mau apa lagi kau kesini..??” bisik cherry.


“mau ketemu denganmu lah…, sudah hampir 2 minggu setelah pertemuan keluarga itu aku tidak bertemu denganmu..” kata risvan.


“kalau kau terus begini bertemu denganku, nanti orang tuaku akan tau dengan tingkahmu ini…” kata cherry.


“apa kau mengkhawatirkan aku..??” tanya risvan.


“ck…, tidak akan pernah…” sahut cherry dengan ketus.


“hei aku ini calon suamimu…, kenapa kau begitu judes padaku..??” kata risvan.


“ck…, pergilah..!!” ujar cherry mengusir risvan.


“aku tidak akan pergi sebelum kau berjanji untuk makan siang bersamaku besok…” kata risvan.


“besok aku sibuk,…, jadi tidak bisa makan siang bersamamu..” sahut cherry.


“baiklah…., aku akan menginap disini sampai pagi..” ancam risvan.


“hhuuhhh….., baiklah….!!” Kata cherry.


“baiklah apa..??” tanya risvan.


“aku akan makan siang denganmu besok..” kata cherry.


“hehehehe….., gitu dong..!! I love you calon ibu dari anak-anakku…” ucap risvan.


“ck…, menyebalkan.” Sahut cherry yang memang sama sekali tidak menyukai risvan.


Risvan pun keluar dari kamar cherry lewat jendela seperti biasanya.


“sampai mati pun aku tidak akan suka padamu…, apa lagi cinta padamu…!! Menyebalkan….” Gumam cherry kembali berbaring di ranjang tidurnya.


Keesokan harinya risvan sudah menanti kedatangan cherry, namun cherry tak kunjung terlihat.


Ternyata cherry lupa dengan janji makan siang bersama risvan, ia sibuk mengurusi pembukuan di ruang kerjanya. Dengan kesal pun risvan mengirimkan pesan singkat melalui ponselnya.


“apa sebegitu bencinya kau padaku, hingga kau lupa dengan janji-janjimu..???” ketik risvan pada pesannya kepada cherry.


Cherry pun membacanya dan mengingat kalau dia ada janji makan siang bersama risvan di salah satu restoran yang di janjikan.


“sial…, aku lupa…!! Jika aku tak datang dia pasti akan membuatku dalam masalah…” kata cherry langsung bergegas menuju restoran itu.


Namun setibanya disana, ia tidak melihat risvan. ia lantas bertanya pada seorang pelayan yang mengatakan kalau risvan telah pergi se jam yang lalu.


“aahh…., sial…!! Setelah ini dia pasti akan terus menggangguku…” kata cherry.


Di ruang kantornya risvan sangat kecewa dengan sikap cherry yang tak pernah bisa untuk menepati janji kepadanya.


Risvan yang memang sangat mencintai cherry sejak masa SMA menjadi kesal karena tak pernah di hargai oleh cherry.


Ia pun berniat untuk tidak pernah mengganggu ataupun menghubungi cherry lagi.


Malam harinya cherry duduk di sisi ranjangnya untuk menunggu kedatangan risvan seperti tiap malamnya.


Namun hingga terbit fajar, risvan tak kunjung datang.


“syukurlah…..!! dia tak datang…, kalau dia datang dia pasti akan melakukan hal-hal buruk padaku..” kata cherry.


Acara pertunangan pun diselenggarakan. Semua tamu undangan sedang menikmati hidangan yang di sajikan.


Cherry dan risvan kini menggunakan cincin pertunangan di jari mereka.


Cherry yang sedang berbincang dengan para tamu, sesekali melirik risvan yang sejak tadi tidak mau menatapnya.


“apa yang terjadi..?? dari tadi aku perhatikan dia tidak melihatku…” kata cherry dalam hatinya.


“diiihh…, ngapain juga aku pikirkan…!! Baguslah dia tidak melihatku…, setidaknya aku bisa tenang tanpa gangguan darinya..” katanya lagi dalam hati.


Sampai acara selesai pun risvan tak memperdulikan cherry bahkan menatapnya saja dia tidak mau.


Risvan langsung pergi kembali kerumah tanpa mengucapkan sepatah katapun pada cherry.

__ADS_1


Riady yang melihat sikap dingin dari risvan bertanya pada cherry adik kesayangannya itu.


“apa kalian sedang bertengkar…??” tanya riady.


“nggak…, biasa aja..” sahut cherry langsung naik ke kamarnya.


“kenapa mereka terlihat dingin….!! Ck…., sudahlah…itu urusan mereka berdua..” gumam riady sambil menggendong riana.


Di dalam kamarnya cherry terlihat kesal dengan sikap cuek yang di perlihatkan oleh risvan padanya.


“dasar menyebalkan….!! Sombong sekali dia…, jangankan berbicara.., menatap aku saja dia tidak mau…” kata cherry tentang risvan.


“bagaimana aku bisa jatuh cinta pada pria super dingin dan sombong itu…!! Dasar….” Sambung cherry lagi.


Di atas balkon kamarnya risvan mengingat kembali wajah cherry yang terlihat sangat cantik dengan gaun pesta yang membalut tubuh mungilnya itu.


“dia sangat cantik tadi…, tapi sayang dia tidak menyukai aku…!!! Biarlah bertepuk sebelah tangan, asalkan dia bersamaku setiap hari setelah menikah nanti…” ucap risvan.


Hari pernikahan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini, membuat cherry sibuk mengurusi semua persiapan.


Dengan di bantu oleh mami ia pergi membeli gaun pengantin karena risvan menolak untuk ikut dengan alasan sibuk di kantor.


Cherry mengumpat habis-habisan kepada risvan karena tak perduli dengan persiapan pernikahan mereka. Sangking kesalnya cherry hampir membatalkan pernikahan mereka yang akan di selenggarakan beberapa hari lagi. Undangan sudah tersebar, pihak keluarganya tak mungkin menyetujui keputusan cherry untuk membatalkannya.


Hari pernikahan pun tiba, cherry yag menggunakan gaun pengantin sangat cantik berjalan di damping oleh papi. Begitu juga dengan risvan yang begitu tampan dengan setelan jas berwarna putih sersai dengan gaun yang di pakai oleh cherry.


Acara pernikahan pun selesai, kini risvan dan cherry telah sah menjadi suami istri.


Dihadapan para tamu cherry berupaya untuk senyum bahagia, sementara risvan memang merasa bahagia akhirnya bisa menikahi gadis yang dia cintai semasa SMA.


Malam pengantin mereka sebenarnya di sebuah hotel yang dekat dengan gedung pernikahan mereka, namun cherry menolak untuk bermalam disana, ia minta kembali kerumah orang tuanya untuk beberapa hari dengan alasan ia masih belum terbiasa jauh dari orang tuanya.


Risvan yang tau kalau cherry tak mencintainya hanya bisa pasrah dan mengalah membiarkan keinginan cherry tersebut.


Malam pengantin yang seharusnya menjadi impian yang terbesar dari setiap pengantin baru harus musnah karena permintaan cherry yang terlalu kekanak-kanakan.


Keesokan paginya, orang tua cherry menegur sikapnya yang tak mau ikut dengan suaminya apalagi dia adalah pengantin baru.


“cherry…., bagaimanapun kau itu sudah menjadi seorang istri…!! Tanggung jawab istri bukan hanya di kasur…, melainkan di dapur bahkan di samping suami saat suami memerlukan bahu kita untuk bersandar saat ia lelah dalam pekerjaannya..” kata mami menasehati cherry.


“itu benar…!! Kau tidak boleh egois dengan keinginanmu…!! Apalagi itu malam pengantin kalian…” kata ayah.


“tidak ada beberapa hari…, malam ini kau harus menemani suamimu..!! kau harus berada dimanapun suamimu tinggal…” kata ayah.


“itu keputusan ayah…, kau jangan membuat ayah malu dengan tingkahmu itu…” sambung ayah lagi marah dengan cherry.


Cherry pun hanya diam saat ia tau ayah sedang marah padanya.


Mau tak mau cherry ikut tinggal bersama risvan di sebuah apartemen mewah yang menjadi rumah mereka setelah menikah.


Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam tanpa mau menatap apalagi berbicara.


Tak sampai 2 jam perjalanan, mereka pun tiba di apartemen mewah itu.


Risvan membantu cherry membawa barang-barangnya yang tak banyak ia bawa dari rumah orang tuanya.


Di depan pintu mereka di sambut oleh dua orang pelayan, yaitu bibi erna dan anaknya kiki yang usianya tak jauh dari cherry.


Mereka berdua sangat ramah kepada cherry begitu pula sebaliknya.


Cherry sangat ramah kepada kedua pelayan setia risvan.


“kamarku dimana…??” tanya cherry pada risvan.


“apa..??? maksudmu kita pisah kamar..??” tanya risvan terkejut mendengar perkataan cherry.


“iyalah…., kau pikir aku mau apa tidur seranjang denganmu…” kata cherry sewot.


“terserah kau mau tidur dimana….!!!” Ujar risvan kesal dan meninggalkan cherry begitu saja.


“ck.., dasar menyebalkan…” gumam cherry.


Ada tiga kamar di apartemen itu, cherry memilih kamar tengah agar ia mudah untuk menuju ke dapur apa bila dia ingin memasak.


Risvan yang keluar apartemen karena kesal dengan sikap cherry, langsung melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke kantornya kembali.


Sesampainya ia di kantor, ia duduk dengan kesal.


“sial….!! Aku sangat kesal dengan sikapnya tadi..!!!” kata risvan.


“dia sangat membenciku….” Sambung risvan lagi.

__ADS_1


Tak lama kemudian, ayahnya risvan datang menghampirinya dengan membawa hadiah pernikahan untuk risvan dan cherry.


“risvan…, ini tiket pesawat untuk kalian pergi honeymoon…” kata ayah.


“tapi ayah…, disini masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.., bagaimana mungkin aku akan pergi berbulan madu..” kata risvan menolak.


Sebenranya risvan menolak bukan karena banyak pekerjaan melainkan dengan sikap cherry yang tidak menyukai dirinya.


“urusan pekerjaanjangan kau pikirkan…, biar aku yang mengurusnya…!! Kau pergilah dengan cherry


berbulan madu..” kata ayah.


“tapi ayah…”


“tidak ada penolakan….”


Sambung ayah.


Risvan menjadi semakin


frustasi saat ayah memberikan tiket pesawat untuk berbulan madu bersama wanita


yang sama sekali tidak mencintai dirinya.


“bagaimana kau


menjelaskan ini padanya…, dia bahkan sama sekali tidak ingin aku mendekatinya…”


gumam risvan dalam hatinya.


Malam hari setelah


pulang dari kantornya, risvan mencoba untuk mengatakan tiket bulan madu untuk


mereka berdua dari ayahnya. Risvan pun mengetuk pintu kamar istrinya itu.


“cherry…, keluarlah


sebentar ada yang ingin aku bicarakan padamu..” kata risvan.


Cherry pun membuka


pintu kamarnya.


“ada apa..??” tanya


cherry ketus.


“ayahku memberikan


tiket pesawat untuk kita pergi berbulan madu…” kata risvan.


“kau nikmati saja


sendiri…, aku tidak mau…” sahut cherry.


“kalau kau tidak mau


berikan alasanmu pada ayahku,…!!” kata risvan tersulut emosi.


“aku harus ngomong apa


pada ayahmu…?? Haruskah aku bilang kalau pernikahan ini terpaksa aku lakukan,


hah..????” teriak cherry yang sangat melukai hati risvan.


“terserah kau……!!!”


ujar risvan yang tak ingin menyakiti cherry dengan emosinya yang memuncak.


Risvan langsung berlalu


dan masuk kedalam kamarnya. Masih terngiang ucapan cherry yang menyakiti


hatinya. Ia hanya bisa diam karena rasa cintanya pada cherry yang begitu sangat


mendalam di hatinya. Rasa cintanya itu lebih besar dari pada amarahnya yang


setiap kali mencuat karena sikap cherry yang kasar dan tak menghargainya


sebagai seorang suami.

__ADS_1


__ADS_2