
Berhari-hari cherry dan risvan masih mementingkan egonya.
Selama terpisah risvan dan cherry hanya bisa menyibukan dirinya untuk menghabiskan waktu di pagi hingga petang.
Saat malam tiba di tempat yang berbeda mereka berdua kesepian.
Pernikahan mereka masih seumur jagung namun di awal ini lah mereka harus menjalani apa yang sebenarnya mereka tak ingin menjalaninya.
Di sudut jendela kamarnya, cherry teringat saat risvan menyelinap masuk ke dalam kamarnya hanya untuk menemui dirinya dan memaksakan apa yang risvan inginkan darinya.
Air mata kembali mengalir saat cherry mengingat risvan yang begitu gigih mengejarnya saat mereka masih sama-sama di bangku SMA.
“kenapa aku begitu bodoh….!!! Cinta ada di depan mataku begitu lebar membuka jalan untukku namun aku malah menyakitinya…” ucap cherry terduduk menangis di lantai kamarnya.
Setiap malam hanya di habiskan oleh cherry untuk menangis mengingat risvan yang sampai kini tidak menghubunginya sama sekali.
Saat di bar oka yang sedang berusaha mendekati wanita yang ia sukai tanpa sengaja melihat risvan yang duduk sambil menikmati minuman yang ada di gelasnya.
Oka pun menghampiri sahabat sekaligus iparnya tersebut.
“hei…, pria yang sudah beristri dilarang datang ke bar…” ucap oka sambil menepuk pundak risvan.
“istri…??? Aku mersa tidak memilikinya…” sahut risvan sedikit mabuk.
Oka terkejut saat risvan mengatakan hal itu.
Ia kembali melihat tampang risvan yang kusut dan sedikit mabuk.
“haaahhh…., kau itu payah dalam minum…!! Sedikit saja sudah mabuk…” ujar oka.
“hei…, pulang lah…!! Adikku pasti sedang menunggumu..” kata oka lagi yang tak tau masalah yang sedang di alami risvan dan cherry.
“untuk apa aku pulang..?? tidak ada yang akan menungguku di sana…” sahut risvan kembali menenggak minumannya.
“hei…, apa kau tidak menganggap cherry itu istrimu, hah..??” ujar oka.
“dia yang menganggapku bukan suaminya..” sahut risvan lagi.
“eeehh…., ada apa dengan risvan dan cherry…??? Wahh…ada yang gak beres nih…” ucap oka dalam hatinya.
Kemudian oka memutuskan untuk mengantar risvan pulang.
Saat tiba di apartemen oka menanyakan kejadian apa yang sedang di alami oleh risvan dan cherry pada bibi erna. Bibi erna pun menjelaskan semua kepada oka.
Beberapa hari kemudian oka berkunjung kerumah orang tuanya dan disana benar ia melihat cherry yang sedang menatap kosong duduk di balkon kamarnya.
“cherry…., rindu rumah ya makanya kau kembali kesini..??” tanya oka berpura-pura tak tau.
“kak…., kapan kau datang..??” kata cherry memeluk oka.
“baru saja…!! Sudah berapa hari kau kembali..??” tanya oka.
“baru beberapa hari saja…, belum lama…” sahut cherry.
“jangan terlalu lama meninggalkan rumah suamimu…!! Pria setampan dan sekaya risvan banyak wanita yang ingin menaiki ranjangnya…” kata oka.
“apaan sih…” sahut cherry.
“asal jangan kau menyesal saja…” sambung oka.
“ck…, menyebalkan…” umpat cherry.
Oka pun berlalu setelah memperingati adiknya tersebut. Hati cherry gusar saat mendengar ucapan oka mengenai risvan. ada tebersit rasa kesal saat terngiang di telingannya “banyak wanita yang ingin menaiki ranjangnya”.
“ck…., dia bahkan tidak menghubungi aku setalah hampir dua minggu aku pergi meninggalkannya..” ujar cherry kesal kepada risvan yang belum juga menghubunginya.
Malam minggu mami membuat jamuan untuk semua anggota keluarga.
Riady datang bersama nina dan juga riana.
Oka yang masih jomblo juga turut hadir, begitu pula cherry yang memang masih berada di rumah orang tuanya. Mereka duduk bersama dan saling berbincang sebelum memulai untuk makan.
“mi…., ayo kita mulai..!! aku sudah lapar..” kata oka.
“sebentar dulu…., masih ada tamu yang belum datang…” kata mami.
“siapa…?? Mami ngundang siapa..??” tanya cherry.
“kepo amat…” sahut papi melempar tissue pada cherry sambil tersenyum.
“ddihh…, papi apaan sih…” ujar cherry.
__ADS_1
Ting tong….
Pelayan membuka pintu untuk tamu yang di tunggu-tunggu.
Pelayan langsung mengantarkan tamu tersebut.
Mami dan juga papi menyambut tamu itu dengan ramah.
Mata cherry terbelalak saat melihat risvan menuju ruang makan dan duduk disampingnya.
“dia datang…??” ucap cherry dalam hatinya.
Cherry menatap oka yang senyum-senyum melihat dirinya bersanding kaku di samping risvan.
cherry juga menatap mami dan papi yang juga ikut tersenyum.
Sementara riady hanya disibukan dengan kelakuan riana yang rewel saat di gendongan nina.
Makam malam itu pun berlangsung dengan canda dan tawa dari keluarga cherry yang memang punya selera humor yang kuat.
Risvan ikut tertawa dan begitu pula dengan cherry saat oka yang tak habis-habisnya menggoda mami.
Setelah makan malam usai, risvan hendak pamit pada mami dan papi.
“mi…, pi…, terima kasih makan malamnya…!! Sudah malam, aku permisi dulu..” kata risvan.
“ck…., dia bahkan tidak mengajakku kembali…” ucap cherry dalam hatinya.
“nak…, menginaplah disini sesekali…!! Cherry juga berda disini…” kata mami.
“iya…, risvan…!! semenjak kalian menikah, kau belum pernah menginap disini..” kata papi.
“tapi…”
“udah masuk sana ke kamar kalian…!! Aku ini senior dan sekaligus kakak iparmu…, patuhi perintahku…” sahut oka memaksa risvan.
“risvan…., kami selalu melakukan hal ini setiap akhir pekan..!! aku juga akan menginap disini dengan istri dan anakku…” sambung riady.
Seakan tak bisa menolak risvan pun menginap di kediaman mertuanya.
Cherry dan risvan masuk kedalam kamar.
Cherry memberikan piyama baru milik oka kepada risvan.
Risvan pun berbaring di sebelah cherry, namun tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua.
Hening beberapa saat kemudian cherry membalikkan tubuhnya membelakangi risvan.
seakan tak mau kalah risvan pun melakukan hal itu juga.
Suasana kamar terus hening dan senyap sampai akhirnya terdengar suara rintihan tangis cherry yang memecahkan keheningan kamar itu.
“hiikss…hiikkss….” Tangis cherry terdengar di telinga risvan.
Risvan masih tak bergeming, seakan ia ingin memberi pelajaran untuk cherry yang bersikap buruk kepadanya selama ini.
tangisan cherry masih terdengar dan semakin menyayat hatinya.
Risvan mengepalkan tangannya untuk mengakhiri pertikaian di antara dia dan istrinya.
Risvan berbalik dan mendekap cherry.
“jangan menangis lagi..!! maafkan aku…” ucap risvan akhirnya mengalah pada cherry.
Tangisan cherry pecah saat dirinya di peluk oleh risvan dan mendengar kata maaf yang tak seharusnya keluar dari mulut risvan.
cherry berbalik menghadap risvan sambil menangis.
“aku yang seharusnya minta maaf padamu…, karena aku tidak pernah menghargaimu selama ini..” kata cherry.
“ini semua salahku karena memaksamu untuk menjadi istriku…, padahal kau tidak menginginkan aku..” kata risvan.
“bukan seperti itu…!! Aku tidak pernah merasa terpaksa menikah denganmu…, hanya saja aku kesal karena kau bersikap acuh padaku saat kita bertunangan…” sahut cherry.
“apa..?? apa maksudmu..?? kau tidak terpaksa menikah denganku..??” tanya risvan kaget dan langsung duduk menatap cherry.
Cherry pun ikut duduk di samping risvan.
“tidak risvan…!! sebenarnya saat di hari pertunangan kita aku sudah mulai ingin menerima perjodohan kita…, tapi kau malah cuek padaku…” jawab cherry.
“aku melakukan itu karena kau duluan yang bersikap cuek padaku…!! Kau selalu saja mengingkari janjimu padaku…” ujar risvan.
__ADS_1
“janji yang mana lagi sih…??? Pusing aku…, kau selalu menagih janji padaku…” ujar cherry.
“janji saat kita masih di SMA…, dan janji makan siang denganku dan kau malah tidak datang…” sahut risvan kesal.
“janji makan siang itu, aku langsung datang saat kau mengirimkan pesan padaku…!!” kata cherry.
“eehh…., kau datang…???” tanya risvan yang memang tak tau.
“iya…., kau saja yang terlalu cepat pergi dari restoran itu…” sahut cherry.
“setelah itu kau malah bersikap dingin padaku…” sambung cherry.
“oke…., kalau memang janji itu kau sungguh menepatinya…, lalu janji saat kita masih di SMA…, kau belum menepatinya sampai sekarang…” kata risvan.
“aku sudah menepatinya…, kau saja yang tidak menyadarinya…” sahut cherry.
“ck…., apanya yang sudah menepatinya..??” tanya risvan.
“dulu kan aku janji setelah kau jadi pengusaha sukses aku akan menjadi istrimu…!! Kan sekarang aku sudah menjadi istrimu…, berarti aku sudah menepati janjiku dong…” jawab cherry.
“kau saja yang berbohong padaku….” Sambung cherry.
“bohong apa sih…??” tanya risvan.
“kau tidak bilang padaku kalau kau memang terlahir sudah jadi kaya raya…” teriak cherry kesal.
“kau yang salah…., kenapa tidak cari tau tentangku dari kyara..?? jelas-jelas dia sepupuku…!! Dasar bodoh…” gumam risvan.
“kau lah yang menipuku…, kau bilang kau akan menungguku dengan setia namun nyatanya saat aku di amerika kau mempunyai hubungan dengan pria lain…!! Gara-gara kau aku harus menghabiskan waktuku untuk menangani semua pria yang mendekatimu agar pergi menjauh darimu…” sambung risvan.
“jadi…., selama ini yag membuat aku selalu gagal dalam menjalin hubungan dengan pria manapun karena ulahmu…????” teriak cherry.
“iya lah….” Sahut risvan.
“wahhh…, psikopat nih…!! Kau juga yang memotong tangan Richie…???” tanya cherry.
“bukan aku tapi anak buahku…” jawab risvan ngeles.
“sama aja…, itu kan dari perintahmu…!!!” ujar cherry.
“dia menyentuhmu……, jadi aku potong saja tanganya…” balas risvan.
“boneka beruang itu juga dariku…” sambung risvan menunjuk boneka beruang yang berada di sudut kamar.
“hah…., bodohnya aku kenapa melupakan pria gila sepertimu setelah lulus dari SMA…!! Ternyata walaupun kau berada di amerika kau tetap saja bagaikan bayangan yang terus mengikutiku…” kata cherry mengingat semua yang ia alami.
“telepon misterius yang aku pikir dari penggemar iseng…., ternyata juga dari kau kan..??” sambung cherry lagi.
Risvan mengangguk sambil cengengesan.
“turun dari ranjangku…, pulanglah ke apartemenmu sekarang…!!” teriak cherry kesal pada risvan.
“tidak….!! Aku akan disini sampai kau mau kembali ikut denganku…” sahut risvan.
‘apa kau lupa kalau kau yang mengusirku, hah..??” ujar cherry.
“itu kan karena kau membuatku kesal…” kata risvan tak mau disalahkan.
“ck…, dasar….!!!” Umpat cherry kembali berbaring dan membelakangi risvan.
Risvan ikut berbaring dan kembali mendekap cherry.
“cherry….., apa kau tidak rindu padaku..?? aku merindukanmu….!!” Kata risvan berbisik di telinga cherry.
“sejak kapan kau merindukan aku…?? Hampir dua minggu aku di sini kau sama sekali tidak menghubungi aku…” sahut cherry.
“ck…., karena aku kesal padamu cherry makanya aku tidak menghubungimu…., padahal sebenarnya aku sangat merindukanmu dan menyesal mengusirmu waktu itu…” kata risvan.
Hening………………
“cherry….., cherry…………..” panggil risvan.
Tak ada sahutan dari cherry.
Kemudian risvan membalikkan tubuh cherry menghadapnya.
Terlihat cherry sudah nyenyak tertidur.
“ck……, dasar wanita kejam….!! Aku merindukannya dia malah tertidur pulas…!!!” umpat risvan kesal menatap cherry.
“kapan sih malam pertamanya…., cherry…?????????????????” sambung risvan lagi.
__ADS_1
Si cherry merasa tak berdosa dan tidur dengan pulasnya.
“ya sudahlah…., yang penting semuanya kelar…..” kata risvan yang kemudian mengambil posisi mendekap cherry dan tidur.