CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
ELIF


__ADS_3

setelah menuntaskan gairahnya, nova dan riady masih berabring di atas ranjang dengan berbalu selimut yang sama.


riady dan nova saling mendekap mesra.


nova memainkan jari-jarinya di atas dada riady.


"nova..., menikahlah denganku...., aku ingin segera menjadikanmu istriku..." kata riady.


nova mendongak dan menatap ke wajah riady sambil tersenyum.


"iya..., aku mau..., aku mau menikah denganmu dan menjadi istrimu..." jawab nova.


riady sangat bahagia nova mau menerima lamarannya dan mereka pun berencana untuk menikah secepatnya.


perasaan yang bahagia itu membuat sepasang kekasih itu melakukannya lagi.


nova masih merasakan sedikit nyeri di area sensitifnya karena hal itu pengalaman pertamanya dengan seorang pria, namun ia tetap membalas semua yang riady lakukan padanya dengan gairah yang menggebu-gebu di dalam kamar apartemen miliknya.


beberapa hari kemudian, risvan dan cherry kembali dari bulan madunya.


mereka berdua pun kembali beraktifitas dengan urusan bisnisnya.


karena cherry dan risvan sedang menjalani program hamil, maka mereka tak ingin terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan mereka.


risvan dan cherry lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berduaan.


 


keluarga riady pun datang untuk melamar nova.


terjadilah pesta pertunangan yang meriah setelah lamaran.


pernikahan riady dan nova akan di selenggarakan secepatnya.


hanya berselang waktu 2 bulan, riady dan nova mengurus persiapan pernikahan mereka.


kabar pernikahan riady tersebar dirumah sakit hingga ke telinga elif yang hingga kini masih mencintai riady.


elif sangat sedih sekaligus kesal dalam hatinya karena riady tak pernah menatapnya dan tak pernah tau isi hatinya.


siang itu nova datang kerumah sakit untuk menjemput riady mengajaknya pergi membeli cincin pernikahan mereka.


elif melihat nova berjalan menuju ruangan riady.


dengan cepat elif menghadang nova.


"apa kau yang bernama nova..??" tanya elif.


"iya.., ada apa ya dokter..??" kata nova tau elif seorang dokter dari pakaiannya.


"kenapa harus kau yang menikah dengan riady...??" teriak elif kesal.


"eehh..., kenapa..??" tanya nova bingung.


"aku mencintai riady sejak kami duduk di bangku sekolah..., aku menjadi dokter karena ingin selalu dekat dengannya..., tapi kenapa aku tak pernah mendapatkan kesempatan untuk bersamanya...???" teriak elif lagi.


nova yang tak mengerti apapun, semakin bingung melihat sikap elif padanya.


"yang pertama nina.., dan sekarang kau...." ujar elif lagi.


lalu riady menhampiri mereka berdua.


"ada apa.., sayang...??" tanya riady pada nova.


"entahlah..., coba kau tanya sendiri pada dokter wanita ini..." kata nova.


"ada apa ini elif..??" tanya riady.


elif tak tahan lagi menutupi perasaannya pada riady.


"dy.., sejak dulu aku mencintaimu..., saat kita masih duduk di bangku SMA.., aku sudah mencintaimu...!! aku tau cita-citamu ingin menjadi seorang dokter..., makanya aku juga ingin menjadi dokter agar bisa dekat denganmu...!! aku mencintaimu riady..." kata elif memegang tangan riady.


riadi menepis tangan elif.


tak di pungkiri riady juga memiliki perasaan pada elif, namun itu dulu.


perasaan itu telah terkubur lama saat riady mencintai nina dan sekarang riady mencintai nova.


tidak ada perasaan apapun yang tersisa untuk elif.


"maaf elif...., aku mencintai nova...!! aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai..." kata riady.


elif mengalirkan air matanya begitu deras.


"maaf elif..., aku hanya mengganggapmu sebagai teman...!! aku yakin kau pasti akan menemukan pria yang baik di hidupmu..." kata riady lagi.


nova menatap elif sedikit iba, ia tau bagaimana rasanya jika menjadi elif.


lalu riady mengajak nova pergi dari rumah sakit itu dan masuk ke dalam mobil.


riady melihat nova yang hanya diam saja daat di mobil.


"sayang..., aku mohon jangan pikirkan hal yang tadi...!! aku benar-benar mencintaimu..." ucap riady pada nova.


nova pun tersenyum menatap riady.


"iya..., aku percaya padamu.." sahut nova.


"sekarang kita beli cincin pernikahan kita ya..." ajak riady.


"oke..." sahut nova.


riady pun melajukan mobilnya menuju toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan mereka berdua yang akan di laksanakan 2 minggu kedepan.


setelah elif mengutarakan perasaanya pada riady, riady terlihat dingin kepadanya.


elif merasa riady selalu menghindar darinya.

__ADS_1


elif hanya bisa merundingi nasib cintanya yang tak pernah terbalas kepada riady.


elif mengajukan surat untuk pindah tugas ke rumah sakit yang lainnya.


ia tak ingin selalu sakit hati melihat riady berbahagia dengan wanita yang lain.


surat izin pindah tugas pun keluar, untuk pertemuan yang terakhir kalinya elif menemui riady di ruangannya.


"riady......" ucap elif.


"ada apa lagi elif...??" tanya riady dingin pada elif.


"aku hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu nanti..., mungkin saat kau menikah aku tak dapat menghadirinya..., karena aku akan pindah tugas ke daerah lain..." kata elif.


riady terkejut mendengar keputusan elif yang pindah tugas ke daerah lain.


dengan senyuman dan air mata yang berlinang elif pun menyodorkan tangannya pada riady.


"sekali lagi aku ucapkan selamat, semoga kau bahagia dengan wanita yang kau cintai..." kata elif.


"terima kasih, elif...aku juga berdoa semoga kau menemukan pria yang baik dan mencintaimu..." kata riady menyambut tangan elif.


mereka pun bersalaman di ruangan itu.


setelah itu elif pamit pergi pada riady.


tinggal beberapa hari lagi pernikahan riady dan nova akan segera di langsungkan.


semua persiapan pernikahan sudah siap 100%.


hari yang di nantikan riana dengan antusias pun akhirnya tiba.


pagi yang cerah tampak nova menggunakan gaun pengantin dan bersanding bersama riady melangsungkan pernikahan mereka.


semuanya sangat bahagia di acara pernikahan itu.


riana sangat ceria memeluk nova yang kini menjadi ibu sambungnya.


orang tua nova sangat senang karena riana memanggil mereka kakek dan nenek.


orang tua nova menyayangi riana seperti cucunya sendiri.


di sela-sela pesta, riana melihat albert yang sangat tampan dengan jas hitamnya.


riana menghampiri albert yang duduk sambil makan di mejanya.


"om...., apa kau sudah punya kekasih...??" tanya riana pada albert.


"kenapa kau bertanya seperti itu..?? apa kau ingin menjadi kekasihku...??" tanya albert pada riana.


"tentu saja aku mau..., kau itu pria yang sangat tampan..." sahut riana yang membuat semuanya tertawa.


"hahahha....., baiklah...ayo kita menikah..." kata albert pada riana.


"sabar dong om..., tunggu aku jadi wanita dewasa dulu, baru bisa menikah denganmu..." kata riana.


albert pun mencubit kedua pipi riana dengan gemas.


lalu mata albert melihat seorang wanita cantik yang menjadi tamu di pesta pernikahan riady dan nova.


wanita itu adalah seorang dokter teman kerja riady di rumah sakit.


albert menatap wanita itu, dan riana cemberut saat tau albert menyukai wanita itu.


albert mendekati wanita itu dan berkenalan denganya, sedangkan riana duduk sambil cemberut.


cherry dan risvan menghampiri riana yang sedang cemberut.


"apa kau cemburu riana..??" tanya risvan.


"ck..., tidak...." sahut riana kesal.


"hei..., jangan kesal..., kau masih kecil riana..." kata cherry.


"riana..., om yakin..., kau pasti akan tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik suatu hari nanti.., dan om albert akan menyesal karena tak memilihmu...!! tapi kau tenang saja.., suatu saat pasti ada pria tampan dan kaya yang menjadi kekasihmu nanti..." kata risvan.


"tentu saja.., aku akan tumbuh menjadi wanita yang cantik...hehehe...." kata riana.


"apa kau sekarang masih sedih..??" tanya cherry.


"tidak...., aku anggap saja om albert bukan jodohku....hehehe..." jawab riana.


"astaga..., dia terlalu dewasa...." seru risvan dan cherry.


usai acara pernikahan, riana di titipkan dirumah orang tua riady, karena riady dan nova akan pergi berbulan madu selama dua minggu.


riady yang memang menginginkan anak lagi, tak berniat untuk menunda-nunda keinginannya itu pada nova.


beberapa hari kemudian, di dalam kamarnya, cherry bangun pagi-pagi sekali dan melihat risvan masih terlalap tidur di sampingnya.


saat ia akan bangkit dari tidurnya, ia merasakan pusing yang luar biasa pada kepalanya.


ia berpikir ia hanya kelelahan bekerja kemarin di toko rotinya yang terjadi sedikit masalah disana.


cherry pun bangun dengan perlahan dan menuju ke kamar mandi.


cherry pun keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur, ia melihat beberapa pelayan sedang membuatkan sarapan untuk mereka.


disana ia merasakan bau yang tak sedap di hidungnya.


cherry memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya.


ia melihat risvan yang sudah selesai mandi dan berdiri di depan cermin sedang memakai pakaiannya.


cherry membantu risvan mengancingkan kemeja kerjanya.


tiba-tiba, cherry merasa perutnya sangat penuh sekali sehingga ia ingin muntah.

__ADS_1


risvan melihat cherry mual-mual di hadapannya.


"kenapa sayang..??" tanya risvan pada cherry.


cherry tak menjawabnya dan ia langsung berlari ke kamar mandi.


cherry mengeluarkan semuanya di kamar mandi.


risvan menyusulnya dan melihat cherry muntah-muntah di sana.


"kau kenapa sayang...?? apa kau sakit..??" tanya risvan.


"entahlah...., aku merasa mual-mual beberapa hari ini..." sahut cherry.


"cherry..., apa mungkin kau sedang hamil...???" tanya risvan.


cherry terdiam dan menatap risvan.


tak mau menunggu lama, risvan menarik tangan cherry.


"eeehh....., kita mau kemana...??" tanya cherry pada risvan.


"ke dokter....." jawab risvan.


setelah bersiap-siap, mereka pun pergi kerumah sakit untuk memeriksa keadaan cherry.


dan tak lama menjalani pemeriksaan, dokter menyatakan cherry sedang hamil anak kembar sudah 8 minggu.


risvan dan cherry sangat bahagia mengetahui mereka akan segera menjadi orang tua.


tak ingin hal dulu terulang lagi, cherry menghentikan segala aktifitasnya dan hanya berdiam diri dirumah.


ia hanya akan pergi keluar jika risvan menemaninya.


di dalam kamar risvan mengelus perut cherry dan menempelkan telinganya disana.


"cepat besar ya nak..., biar kalian bisa lihat papa kalian yang tampan ini hehehehe....." kata risvan.


"diihh..., narsis banget sih..." sahut cherry tertawa.


"iya dong..., kalau aku gak tampan kau mana mungkin mau menikah denganku..iya kan...???" kata risvan songong.


"bisa aja sih...." ujar cherry.


risvan duduk dan memeluk istrinya.


"cherry..., tuhan itu maha adil ya...!! dia mengambil anak kita yang pertama dan sekarang ia menggantinya..., dia memberikan 2 bayi sekaligus untuk kita..." kata risvan.


"iya..., aku sangat bahagia mengetahui aku sedang mengandung anak kembar...!! bagaikan rasa sakitku saat kehilangan bayiku yang dulu memudar..." sahut cherry.


"kita harus menjaganya..." kata risvan.


"iya..." sahut cherry.


di sebuah tempat yang romantis, riady dan nova sedang menikmati suasana bulan madunya.


banyak gambar yang mereka ambil untuk di abadikan di tempat-tempat yang indah.


saat sedang menikmati pemandangan yang indah, tiba-tiba nova merasakan pusing di kepalanya.


"ada apa sayang..??" tanya riady pada nova.


"aku sedikit pusing..., mungkin aku kelelahan..." sahut nova.


riady pun mengecek keadaan nova, ia melihat kelopak mata nova yang terlihat pucat.


riady dan nova kembali ke hotel tempat mereka menginap.


nova duduk di tepi ranjang dan riady memberinya air hangat padanya.


"kak..., ada yang ingin aku bicarakan padamu..." kata nova pada riady.


"apa, sayang...??' tanya riady.


"tapi kakak jangan marah..ya..??" kata nova.


"iya..." kata riady.


"kak...., sebenarnya aku sedang hamil....." kata nova sedikit takut pada riady.


"apa..??" ujar riady kaget.


"ck..., iya aku tau aku salah..., kakak sudah menyuruhku untuk minum pil saat kita melakukan itu sebelum menikah..., tapi waktu itu aku lupa meminumnya dan sekarang aku hamil....." kata nova.


riady tersenyum menatap nova yang takut padanya.


riady menyentuh perut nova yang masih rata itu.


"sudah berapa usianya..??" tanya riady.


"hampir 4 minggu...." jawab nova.


"kenapa merahasiakannya dariku...??" tanya riady.


"takut kakak marah....." sahut nova.


"dasar bodoh.....!!! untuk apa aku marah sayang..., aku juga ingin kau segera hamil dan memberikan adik untuk riana..." kata riady.


"benarkah...???" senyuman lebar terlihat jelas di wajah nova.


"iya...." sahut riady.


kemudian riady memeluk nova dengan mesra, ia sangat bahagia nova sedang mengandung anaknya.


tak ingin membuat nova lelah yang akan mempengaruhi kehamilannya, riady memutuskan untuk membawa nova kembali lebih cepat dari jadwal bulan madu mereka.


 

__ADS_1


 


__ADS_2