CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Harta peninggalan


__ADS_3

Hari sudah sore tapi Elvi belum juga bangun akhirnya ibu memaksa nya untuk bangun sambil mengomel tidak jelas


" Astaga dek, bangun ini sudah sore,ih malu sama calon mertuamu dek , astaga bangun dag kalau dag ibu siram pake air" omel ibu Susi Dy geram karena Elvi hanya tiduran


" Bentar Bu 5 menit lagi " ucap elvi masih memejamkan matanya


" Dek bangun ya tuhan kenapa anak ini jadi malas,tunggu ibu akan menyiram mu dengan air " ucap ibu Susi


" Iya..iya ini adek sudah bangun Bu " ucap elvi sambil mengumpulkan nyawanya


" Ayo bangun mandi,baru ikut ibu ke dapur kita bantu bantu " ucap ibu Susi Elvi mengaguk dan ke luar dari kamar itu masih setengah sadar dia berjalan tanpa tahu di mana arahnya


Saat itu juga Henry dan Jose baru pulang saat akan menaiki tangga perhatian mereka langsung tertuju pada Elvi yang masih memejamkan matanya sesekali dia membukanya


" Dia kenapa lagi hen " tanya Jose ,Henry hanya menaikan bahunya lalu mendekati Elvi


" Sayang kamu ngapain " tanya Henry , mendengar suara yang sangat ia kenal membuatnya membuka matanya sempurna


" Ah mas sama mas Jo sudah pulang kantor, di suruh mandi sama ibu " ucapan Elvi


" Apa ibu sudah datang ,iya sudah ayo kita ke kamar, kita mandi dulu baru turun untuk ketemu ibu " ucap Henry sambil menggenggam tangan Elvi


Mereka pun naik ke atas, setelah sampai di kamar Elvi membantu Henry membuka bajunya lalu di letakan keranjang kotor ,Henry mandi terlebih dahulu,Elvi masuk dalam walk in close menyiapkan pakaian ganti Henry , setelah selesai dia duduk di sofa menunggu Henry


20 menit kemudian Henry ke luar dari kamar mandi, mendengar suara pintu terbuka elvi langsung melihat ke arah kamar mandi


" Ayo mandi dulu, apa hari ini baby cerewet " tanya Henry sambil berjalan mendekati Elvi


" Tidak, aku sudah siapkan pakaiannya ,aku mandi dulu iyaa " ucap elvi ,Henry mengaguk setelah itu dia masuk ke ruangan walk in close untuk ganti pakaiannya ,sedangkan Elvi sudah masuk dalam kamar mandi untuk gantian membersihkan diri


Setelah selesai dengan ritual mandinya Elvi ke luar dari kamar mandi ,lalu berjalan ke arah walk in close untuk berganti pakaian, setelah selesai dia menemui Henry yang sedang duduk di sofa


" Mas ayo aku sudah selesai " ucap elvi, Henry berdiri mengarahkan tangannya Elvi melihat itu menyambutnya dengan senyuman


" Ayo" lalu mereka ke luar dari kamar itu menuju ruang tengah atau ruang keluarga, ternyata di ruangan tengah sudah ada mommy Daddy dan satu orang wanita iya mungkin itu ibu Elvi pikir Henry


" Mom,dad " panggil Henry , sedangkan Elvi sudah berlari mendekati ibunya


Sayang


Elvina


pekik Daddy radit selalu saja anak mantunya itu suka berlarian


" Maaf dad " ucap elvi Sambil menunduk


Henry mengikuti langkah Elvi " selamat sore Bu " ucap Henry,ibu Elvi tersenyum


" Apa ini tuan Henry " tanya ibu Susi


" Henry saja Bu,tidak usah pakai tuan " ucap Henry lalu mendudukkan bokongnya di samping Elvi


" Sebelumnya terimakasih banyak tuan sudah membantu kami " ucap ibu Susi tulus,Henry hanya tersenyum,tidak berapa lama Jose juga ikut bergabung bersama mereka


" Mom dad " panggil Jose sambil mencium pipi orang tuanya lalu duduk di singel kursi sofa


" Kenalkan mba ini anak ke duaku ,adiknya Henry namanya Jose " ucap Mommy ellena


" Selamat sore tuan sekertaris " ucap ibu Susi sambil menundukan kepalanya


" Apa kalian saling kenal " tanya mommy ellena


" Iya mba dia yang mengantar dan menjemput saya saat di operasi " ucap ibu Susi ,mommy dan Daddy hanya mengangguk


Tidak lama mangkuk buah stroberi Elvi datang yang di bawah Henry dari kantor dan beberapa cake yang ada rasa stroberi nya,mata Elvi langsung berbinar melihat itu , pelayan juga membawa secangkir teh untuk mereka


" Lagi lagi buah sialan itu " ucap Daddy radit


" Makanlah tapi nanti makan nasi iya " ucap Henry sambil mengusap rambut Elvi,ibu melihat itu tersenyum dan heran

__ADS_1


" Adek bukannya dag suka buah stroberi " tanya ibu Susi.


Elvi menggeleng " Ini enak Bu, coba lah " tawar Elvi ,tapi ibu menggeleng membiarkan Elvi memakan buah itu


Mereka kembali mengobrol bertukar cerita sesekali ibu Susi menceritakan kehidupan mereka setelah kepergian ayah nya Elvi, Henry yang mendengar nya berjanji pada dirinya sendri akan membahagiakan Elvi dan tidak akan membiarkan siapa pun menggangu nya .


"Bu ada yang ingin aku sampai kan " ucap Henry,ibu langsung melihat Henry


" Untuk sementara ibu,tinggal dulu di sini ,kalau ibu tidak nyaman di sini ibu bisa tinggal di apartemen nanti di temani sama pelayan yang akan membantu ibu, tadi malam kita sudah membicarakan sama Elvi akan merenovasi rumah ibu agar lebih nyaman lagi ,jadi sewaktu-waktu kita bisa ke sana menemui ibu ,tapi itu pun kalau ibu mengizinkan " ucap Henry


"Terimakasih sebelumnya tuan ,bukannya menolak niat baik kalian tapi saya sudah terlalu merepotkan kan kalian" ucap ibu Susi ,Elvi langsung memegang tangan ibu


" Tidak papa mba,siapa tau besok besok kami sekeluarga bisa ke rumah mba untuk liburan " ucap mommy ellena


" Tapi ......


" Tidak ada tapinya, kami tidak Sukadi bantah atau menerima penolakan" ucap Daddy radit ,dia bukan kasar tapi jika tidak begitu pasti ibu Elvi akan menikah


"Terimakasih banyak " ucap ibu Susi


Mereka hanya mengangguk saja, sedangkan Elvi mencoba cake yang depannya tidak peduli sama cerita mereka karena yang ada di depannya lebih enak dari pada cerita mereka bukan .


" Mom lihat mantu mu" bisik Jose


" Biarkan saja dia akan diam jika mulutnya sudah di sumpal sama buah itu " ucap mommy berbisik, Jose langsung melihat Henry meliriknya melihat Elvi ,Henry hanya tersenyum saja


Semoga kamu bahagia nak, ayah lihat anakmu dia benar-benar di kelilingi orang yang baik sekarang ibu bisa tenang jika nanti ayah menjemput ku, ibu yakin mereka orang yang baik,karena mereka bisa menerima keadaan kita dengan baik juga batin ibu susi sambil tersenyum


" Henry jauhkan mangkok dan kue itu, nanti dia enggan untuk makan nasi lagi " ucap Daddy radit karena Elvi tidak berhenti mengunyah buah stroberi


"Sayang nanti lagi iya " ucap Henry lembut


"baiklah " sekalipun tidak rela demi kebaikan nya juga bukan


" Bi,,,bibi "


"Simpan di pendingin lemari iyaa " tunjuk nya pada cake dan buah stroberi


" Cakenya di makan saja mba ,tadi aku makannya pake potong koh ,jadi itu bukan sisa " ucap elvi tersenyum


" Baik Nona Elvi, terimakasih " ucap pelayan itu dengan tersenyum setelah itu dia membawah kue dan buah ke belakang.


" Maaf tuan nyonya makan malam sudah siapa " ucap bi ASih


" Ah iya ,ayo kita makan dulu ru kita lanjutkan cerita " ucap mommy mereka pun berdiri menuju meja makan,sesampainya di sana sudah banyak sekali menu makanan tertata di atas meja,


Mereka mulai duduk di kursi masing-masing mengambil nasi dan lauk yang mereka inginkan


" Bibi stroberi nya mana " tanya Henry


" Jangan di ambil tadi Elvi sudah makan banyak, siang juga tadi dia makan banyak,ambilkan nasi sama lauk yang lainnya " ucap Daddy ,kalau sudah begitu siapa yang akan membantah,Elvi hanya bisa mengikuti toh untuk kebaikannya bukan


Henry mengambilkan makanan yang di tunjuk oleh Elvi ,ibu yang melihat sikap orang tua Henry dia bahagia ,sekalipun terdengar kasar tapi itu kebaikan Elvi. Mereka makan dengan diam seperti biasanya .


Setelah makan malam selesai ibu Susi ingin membantu pelayan tapi di cegah oleh mommy ellena,jadi ibu Susi menurut saja


" Sayang minum dulu vitaminnya " ucap Henry sambil memberikan segelas air dan vitamin nya ,Elvi menerima nya dan meminum vitamin yang di berikan Henry. Setelah itu mereka meninggalkan meja makan itu.


Henry Jose dan Daddy radit keruangan kerja karena ada beberapa berkas yang belum selesai di kerjakan


" Gimana apa semuanya sudah kalian urus " tanya Daddy radit saat mereka sudah di ruangan kerja


" Sudah dad, tapi kita harus membayar finalti karena membatalkan kontrak sepihak " ucap Jose


" Bayar saja kita tidak akan jatuh miskin ,hanya karena kontrak bodoh itu " ucap Daddy radit


Mereka bertukar cerita membahas masahlah perusahaan


Sedangkan mommy ellena ibu Susi dan Elvi mereka duduk di ruangan tengah sambil menonton televisi

__ADS_1


" Mba terimakasih untuk semuanya , aku Titip Elvi pada kalian , saya tau kalian menyayangi nya bahkan lebih , sekarang saya bahagia jika sewaktu-waktu ayahnya datang menjemput ku aku bisa pergi dengan tenang ,karena Elvi sudah berada dengan orang yang bisa menerimanya, selama ini saya selalu di hantui rasa bersalah karena tidak bisa menjadi orang tua yang bisa membahagiakannya seperti orang tua yang lainnya " ucap ibu Susi sambil melihat Elvi yang masih asik dengan tontonan nya,mommy mengelus punggung tangan ibu Susi


" Kami akan selalu menyayangi nya,mba harus berjanji untuk tetap sehat karena itu kebahagiaan Elvi" ucap mommy


" Saya sudah memikirkannya sejak tadi , jika tuan Henry ingin membangun rumah bisa saja di samping rumah tanahnya masih luas cukup untuk itu , jika rumahnya sudah jadi aku akan pindah ke rumah yang di bangun tuan Henry, aku akan tetap merawat rumah peninggalan ayahnya Elvi bagaimana pun kami hanya memiliki itu sebagai kenangan bersama ayahnya " ucap ibu Susi


" Nanti aku akan memberitahukan sama mereka dan jangan selalu memanggil tuan pada anak anakku" ucap mommy ellena


" Apa ada yang ibu mau undang saat pernikahan nanti " tanya mommy ellena


" Sebenarnya keluarga bagian ayahnya masih ada tapi adiknya tidak begitu baik dengan kami setelah kepergian ayah Elvi " ucap ibu Susi


" Undang saja tidak papa bagaimana pun mereka paman dari Elvi " ucap mommy ellena ,ibu Susi hanya mengangguk saja


" Nanti mereka di jemput pas harinya sudah tiba" ucap mommy ellena.


Tidak lama Daddy Henry dan Jose ikut bergabung dengan mommy ellena dan ibu Susi,mereka hanya melirik Elvi yang asik menonton film kartun kesukaan nya tanpa harus menggangunya, ibu Susi mengangguk kepalanya


" Ah iya mba aku ke kamar dulu ada sesuatu yang aku ambil " ucap ibu Susi ,lalu dia berjalan ke kamarnya mengambil sesuatu


Tidak lama ibu Susi datang dengan membawah kotak kecil 2 lalu dia duduk di samping mommy ellena


" apa ini mba " tanya mommy ellena


" nak Henry, nak Jose ibu tidak memiliki apa pun yang bisa ibu kasih, ibu hanya memiliki ini, ibu harap kalian menerimanya dengan baik, jangan menolaknya " ucap ibu Susi lalu memberikan kotak itu pada Henry dan Jose , Elvi yang mendengar nama Henry di sebut langsung berbalik dia melihat ibu memberikan kota pada Henry ,Elvi tau itu kotak apa karena sebelumnya dia perna di kasih ibunya untuk memberikan pada Henry


" jika nanti kalian memiliki putri ibu harap ini hadiah buat mereka " lanjutnya lagi sambil melihat Henry dan Jose


sedangkan Henry dan Jose hanya diam "itu apa hen " tanya Jose berbisik


" aku juga tidak tahu, ini apa Bu " tanya Henry


" ini sedikit barang yang ibu punya , mungkin kalian bisa membelinya tapi ini sangat berarti buat ibu ,ibu yakin kalian bisa menjaganya jadi di terima iya nak Henry nak Jose " ucap ibu Susi,Henry dan Jose melihat Daddy dan mommy mereka mengangguk


" terimakasih Bu kami akan menjaganya " ucap Henry dan Jose bersamaan


" ibu " suara Elvi membuat mereka semua menoleh ke arah nya ,dia berjalan mendekati ibunya lalu memeluknya " apa ibu baik-baik saja " tanya Elvi dia tahu itu sangat berarti untuk ibunya


" ibu baik baik saja jika kamu juga baik baik saja,tadi mertuamu meminta ibu mengudang paman mu, apa kamu mau " seketika raut wajah Elvi berubah sendu dia melihat ibunya lalu menggeleng kan kepalanya


" tenang saja di sini ada Daddy Henry dan Jose mereka tidak akan berbuat papa percaya pada mommy" ucap mommy ellena ,Daddy Henry dan Jose menatap mommy ellena meminta menceritakan yang sebenarnya terjadi apa , tapi mommy hanya mengangguk saja


" memangnya kenapa dengan pamanmu sayang " tanya Henry lembut


" mereka selalu menggangu ibu " ucap elvi lirih


Daddy Henry dan Jose mengerti ke mana arah pembicaraan Elvi jadi mereka tidak bertanya lebih lanjut lagi,


" iya sudah sekarang kita istirahat" ucap mommy


" kalian tidur di kamar atas iya , biar mas tidur di kamar tamu " ucap Henry lembut ,Elvi hanya mengangguk saja


" duluan di kamar ,aku buatkan dulu susu" lanjutnya lagi


mereka pun ke kamar masing-masing, dan ibu Susi mengikuti Elvi ke kamarnya


sesampai di kamar ibu Susi di buat takjub


" adek ini kamar siapa kenapa luas sekali seperti lapangan bola " ucap ibu Susi



" kamar Henry Bu, ibu istirahat saja iyaa ,aku masih tunggu Henry " ucap elvi ,tidak lama pintu terbuka Henry masuk ke dalam membawah segelas susu


" sayang minum susunya dulu, nanti kalau butuh papa hubungi saja iya atau ke kamar tamu saja " ucap Henry sambil menyerahkan gelas susunya , Elvi menerima dan meminumnya sampai habis


" iya sudah istirahat iya " ucap Henry sambil mengusap kepala Elvi, sebenarnya ingin sekali menciumnya tapi ibu Susi melihat mereka, Elvi hanya mengangguk saja.


Henry ke luar dari kamarnya mengantar gelas kosong baru dia akan ke kamar tamu untuk istirahat

__ADS_1


__ADS_2