
sore hari Daddy mommy Jose aqila Jeje dan Ana akan ke kampung Ana ,Henry tidak ikut sekalipun Elvi menyuruhnya tapi dia tetap menolak ,sedangkan Alan belum kembali ke rumah
" kenapa Alan belum pulang kita akan ke rumah Ana " tanya Daddy radit
" dia lagi dijalan dad " ucap Jose
" kita tunggu aja " ucap Daddy radit
" untuk apa ,ini sudah sore " ucap mommy ellena
" dia harus ikut " ucap daddy Radit
" maaf Alan terlambat " ucap Alan yang baru datang
" iya sudah kamu mandi dulu kami akan menunggumu " ucap mommy ellena
" langsung jalan saja , Alan sudah mandi " ucap Alan
" mandi di mana " tanya Jeje
" apartemen" ucap Alan cuek
" biarkan dia jangan ada yang berbicara ,ayo nak kita masuk " ucap mommy ellena ,Daddy radit hanya bisa diam saja mengikuti permainan istrinya
" Elsa ayo " ucap Aqila
" diam di tempat mu " bentak Alan membuat elsa berhenti
" dia istrimu Alan hargai dia " teriak Jeje membuat Jose menarik tubu Jeje
"lalu apa yang harus aku lakukan hah " bentak Alan
" kamu diam di rumah jangan pernah bermimpi menjadi nyonya di rumah ini ,tugasmu hanya menjaga si kembar ,jangan lewati batasmu " ucap Alan ,lalu masuk dalam mobil dan membanting pintunya ,Elsa hany bisa menunduk saja
sedangkan herny Jose Jeje hanya bisa menahan kesal karena mommy selalu membelah nya dan Daddy tidak bisa berbuat papa semenjak mommy ellena memberi tahukan rencananya
" kalian masuk ke dalam " Ucap Mommy ellena
" Elsa mom " tanya Elvi
" bukannya Alan menyuruh nya menjaga si kembar "ucap mommy ellena lalu ikut masuk dalam mobil
Daddy radit hanya bisa menghela nafas panjang nya
" Hen " ucap Jeje
" sudah pergi saja semua baik-baik saja " ucap Jeje
" ayo sayang kita masuk " ucap Jose membantu istrinya untuk masuk dalam mobil
" tapi Kaka Elsa gimana " tanya Aqila ,Jose hanya tersenyum saja
" Abang " memberikan isyarat untuk jangan berbicara
setelah kepergian mereka Henry dan Elvi serta Ana ikut masuk ke dalam
" Kaka baik baik saja " tanya Elvi
" Kaka baik baik saja dek " ucap Elsa
"Kaka maafkan sikap mas Alan ,aku harap Kaka bisa ngerti iya ,jangan di masukan di hati ucapan nya " ucap Elvi
" Kaka baik baik saja ,ayo kita main sama si kembar " ucap Elsa ,sedangkan Henry hanya mengikuti mereka saja tanpa berbicara sepatah kata
" sayang aku ke ruangan kerja dulu iya ,kamu tidak papakan aku tinggal " tanya Henry
" iya By, kan ada Kaka Elsa ada Nany juga terus ada bibi dan penjaga " ucap Elvi tersenyum
" baiklah " Henry mencium kening istrinya lalu mencium kepala si kembar ,Elsa yang melihat itu tersenyum
" kalau butuh papa ke ruangan kerja iya " Elvi hanya mengangguk saja
sedangkan dalam mobil tidak ada suara apa pun selain suara mesin mobil masing-masing mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, Jeje fokus sama kemudi Ana di samping Jeje
begitu juga yang bagian belakang hanya diam seribu bahasa
" Alan " panggil Daddy radit setelah lama terdiam
" hebm " Alan duduk di belakang mommy ellena sambil memejamkan mata nya
" Daddy harap kamu bisa menerimanya nanti " ucap Daddy radit
" jangan memaksanya " ucap mommy ellena ,Alan tersenyum tipis
" mom bagaimana pun mereka sudah suami istri " ucap Daddy radit
" yang penting kan mereka sudah suami istri ,biarkan saja,mereka punya kehidupan sendri kita orang tua tidak punya hak mencampuri rumah tangga anak anak kita "ucap mommy ellena
__ADS_1
" tapi kita perlu memberikan contoh yang baik mom " ucap Daddy radit
" mereka sudah bisa melihat selama ini ,apa yang Daddy risaukan " ucap mommy ellena
sedangkan yang lainnya hanya bisa diam saja mendengarkan orang tua mereka berdebat
" mom tapi setidaknya mommy jangan ikut membenci " ucap Jose
" dari segi mana kalian Melihat mommy membenci nya " tanya mommy ellena
" sikap mommy berbeda saat bersama Elvi Aqila dan Ana " ucap Jeje
"sudah sudah diam ,kita mau ke rumah Ana ,bukan berdebat " ucap Daddy radit
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
setelah menempuh perjalanan 2 jam akhirnya mereka telah sampai di kampung Ana,sebelum pulang Ana sudah memberi tahu orang tuanya bahwa keluarga Jeje akan datang berkunjung
" ayo tuan ,nyonya maaf rumah Ana seperti ini adanya " ucap Ana
" tidak papa nak " ucap mommy ellena
tok...tok..
" siapa " tanya seseorang dari dalam
" Ana Bu " ucap Ana
tidak lama pintu terbuka memperlihatkan seorang wanita paru baya
" silahkan masuk tuan nyonya maaf rumahnya begini keadaan nya " ucap ibu Ana
" tidak papa Bu " ucap Daddy radit
lalu mereka masuk dalam rumah tidak ada sofa hanya karpet untuk mereka duduk
"maaf saya tinggal sebentar , Ana panggil bapak di belakang dulu ,ibu mau bikin minum " ucap ibu Ana
" iya Bu " Ana berdiri untuk memanggil bapaknya
" tidak usah repot-repot Bu " ucap mommy ellena
" tidak papa nyonya " ucap ibu Ana
" maaf menunggu lama tuan nyonya ,tadi mengambil beberapa buah di belakang " ucap bapak Ana ,mereka sedikit tau tentang orang yang datang ke rumah mereka karena Ana sudah menceritakan kepada mereka
" bapak menanam buah di belakang " tanya Daddy radit
" maaf kami hanya bisa buat ini dan kue " ucap ibu Ana yang datang dengan segelas minuman kue dan buah yang di panen di belakang rumah , Ana merasa malu pada keluarga Jeje ,tapi Jeje hanya memberikan senyuman nya
" tidak papa Bu,ini malahan sudah lebih karena kami di beri kesempatan untuk makan hasil panen dari bapaknya Ana langsung " ucap Daddy radit
" terima kasih tuan ,sudah berkenan menginjakan kaki kalian ke rumah kami yang sederhana ini " ucap bapak Ana , Ana hanya menunduk saja begitu juga dengan ibu
" tidak usah sungkan ,sebelum kami seperti ini kami juga pernah seperti kalian,kami tidak keberatan ke sini apa lagi kami di jamuh dengan buah yang segar " ucap Daddy radit
" terimakasih tuan " ucap bapak Ana
" panggil saja Radit dan ini istri saya ibunya anak anak namanya ellena
" panggil mas saja iya " Daddy radit mengaguk
" silakan di minum " ucap ibu Ana
" iya Bu " ucap mommy ellena
mereka makan sambil bercerita ,hingga melupakan tujuan mereka ke sini buat apa ,Jeje menyenggol lengan Daddy radit yang terlalu asik bercerita dengan calon mertuanya
" ah maaf pak,karena ke asikan saya hampir lupa kami ke sini untuk apa ,jika anakku tidak tidak memberikan kode " ucap daddy Radit tertawa kecil begitu juga dengan bapak Ana
" dad " ucap Jeje
" iya,sabar " ucap daddy Radit
" sebelumnya kami minta maaf mungkin kedatangan kami terkesan buru buru tapi kami ke sini dengan niat yang baik, saya kira sebelum nya Ana sebelumnya sudah berbicara dengan kalian , walaupun itu hanya lewat sambungan telepon saja jadi tidak usah membuang waktu lagi ,kedatangan kami ke sini tidak lain hanya untuk melamar anak bapak dan ibu menjadi istri dari anak ku Jeje Bakrie Mateo " ucap Daddy radit menatap orang tua Ana ,Jose memukul punggung saudaranya itu sedangkan Alan duduk di samping mommy ellena mendengar kan saja
" sebelumnya kami minta maaf pak dan ibu, kami hanya sebagai orang tua hanya ingin yang terbaik buat anak nya, kami di sini tidak punya hak atau kewajiban menjawab lamaran dari keluarga bapak karena yang akan menjalaninya anti Ana selebihnya kami hanya menerima dan memberi kan restu padanya ,tapi sebelumnya kami akan memberi tahu pada kalian agar tidak terjadi salah paham ,bahwa anak kami sudah ada yang melamar nya tapi hingga saat ini kami belum memberikan jawaban nya karena menunggu Ana bagaimanapun dia yang lebih berhak, tadi kami sudah memberi tahu mereka ,jadi kemungkinan mereka juga akan ke sini ,agar tidak menimbulkan masahlah " ucap bapak Ana
" baik kami akan menunggu mereka agar semuanya tidak terjadi yang tidak kita inginkan " ucap Daddy radit
tok ..tok....
" maaf sepertinya mereka sudah datang kami menyambutnya dulu " Daddy radit hanya mengangguk saja , sedangkan Ana sudah tidak tau berbuat apa
" tenang saja ok " ucap Jose
" iya Jo " ucap Jeje tersenyum
__ADS_1
" silahkan duduk pak buk nak " ucap Bapak Ana
Jeje melihat pemuda yang baru datang itu ,dia meyakini kalau pria itu Yang anak di jadikan suami Ana
" tahan ingat" Jeje hanya mengangguk saja
" seperti nya pak Basri punya tamu iya ,kami sampai kaget didepan ada mobil dan pengawal
" ini bos dari tempat kerja Ana pak kades " ucap pak Basri
" gimana lamaran yang kami ajukan " ucap pak kades to the poin
" maaf pak kades Ana yang akan menjawab nya , karena dia yang berhak" ucap pak Basri
" Baik lah kami menunggu nya " ucap pak kades
sedangkan anak nya menatap lapar pada Ana membuat Jeje mengepalkan tangannya
" Ana " panggil Ryan anak pak Kades
" iya " ucap Ana gugup
" kamu mau kan jadi istri ku ,kamu juga sudah tau kalau aku menyukaimu sejak dulu ,tapi kamu selalu menolak dengan alasan sekolah dan kuliah ,sekarang aku tidak bisa menunggu lagi " ucap Ryan dengan tegas menatap Ana
" saingan mu berat je " bisik Jose
" diam lah " gumam Jeje lirih
" sebelum Ana minta maaf jika nanti akan menyakiti salah satu perasaan kalian "Ana memejamkan matanya sedangkan dua pria itu menatap Ana Tanpa berkedip " buat Abang Ana berterimakasih banyak karena selama Ana kerja selalu membantu Ana dan selalu berada di sini Ana saat ana membutuhkan sandaran saat Ana lelah dengan semua kerjaan tapi Abang selalu memberi ana kekuatan " ucap Ana
" darl " Jose memegang lengan Jeje ,lalu menggeleng kan kepalanya
" untuk kak Ryan , Ana juga berterimakasih banyak atas bantuan yang selalu kalian berikan pada kedua orang tuaku , Ana tidak akan melupakan itu Sampai kapan pun ,karena dengan bantuan kalian Ana bisa bertahan sampai sekarang ,tapi maaf jika keputusan yang akan Ana beri melukai kalian " ucap Ana
" Ana sudah memiliki kekasih, yang sekarang di hadapan kak Ryan ,jadi sekali lagi Ana minta maaf " ucap Ana sambil menunduk kepalanya
" Basri kamu tidak lupa bukan dengan kesepakatan yang kita buat ,aku harap kamu bisa berpikir dengan baik " ucap pak kades
" maaf pak kades kami tidak akan mengorbankan kebahagian anak kami, kami siap jika di laporkan nantinya " ucap pak Basri
" bapak " ucap Ana
" jangan di pikirkan kami baik baik saja nak " ucap ibu Ana
" bagaimana Ana apa kamu masih dengan keputusan mu ,jika kamu mau menikah dengan ku , orang tuamu akan aman " ucap Ryan sambil tersenyum licik
Ana melihat orang tuanya hanya menggeleng
" bapak ibu ,tapi
" sudah kami bahagia melihatmu bahagia " ucap pak Basri
" sudah mau masuk penjara masih saja sombong ,seharusnya kalian bersyukur anakku mau sama anakmu yang tidak ada papa nya " ucap Bu kades
" berapa utang mereka " tanya mommy ellena yang sudah mulai jengah
" 100 juta " ucap pak kades
" maaf pak kades bukannya kemarin bilangnya hanya 50 juta " ucap pak Basri
" karena kau terlalu lama memberikan kami jawaban " ucap ibu kades
" Alan ambilkan uang yang ada dalam mobil " ucap Mommy ellena
" anda yakin mau melunasi utang mereka kami saja yang sudah membantu anaknya tidak bisa berterimakasih dengan baik " ucap ibu kades Sinis
" bahkan aku juga yakin membeli mulutmu itu " ucap mommy ellena ketus
" hei kau siapa jaga ucapan mu di hadapan istriku kami di sini orang terpandang " ucap pak kades
" ah iya kenal kan namaku Radit Alexander Mateo dan ini istriku ellena Alexander Mateo , bagaimana pak " ucap daddy Radit ,Ryan yang mengetahui jika yang di depannya ini adalah pemilik RM Corp hanya bisa menelan ludah
Alan menyimpan 2 koper depan mommy nya , mommy ellena membuka koper itu seketika mata pak kades dan Bu kades berbinar
" cih lihat lah bahkan kalian melihat uang segini mata kalian menjijikan " cibir Alan
" kau siapa diam" bentak pak kades , Alan mengeluarkan pistol dari saku jas nya
" aku yang diam atau kamu " ucap Alan sinis pak kades langsung kikuk tanpa berkata papa lagi
" apa yang dia berikan Ana padamu ,sehingga dia lebih memilih mu,apa dia sudah memberikan tubuhnya padamu, atau karena dia kaya makanya kau menolak ku ,cih alasan mu sekolah kuliah ternyata kau menjual tubuh mu dengan mereka " ucap Ryan menatap jijik pada Ana
dooorrrr
Jeje yang sudah tidak tahan kekasihnya di hina ,dia langsung menembak sisi kiri Ryan sehingga mengenai tiang yang ada di sampingnya seketika yang dalam ruangan itu menjadi tegang bapak dan ibu Ana berpelukan sedangkan Ana hanya menunduk memejamkan matanya pak kades Bu kades langsung keringat dingin begitu juga dengan Ryan yang langsung diam membeku,syukur Jose menutup telinga ana dengan kuat sebelum Jeje menembak
" kamu terlalu banyak berbicara ,jangan seperti anak kecil jika kamu di tolak jangan terlihat bodoh, ana sudah menolak mu utangnya itu kami bayar bahkan itu lebih dari 100 jika masih kurang kami akan memberikan nya tapi ingat jangan sesekali menatap rendah kekasihku ,jika kamu tidak ingin mati sekarang " ucap Jeje
__ADS_1
" aku beri kalian waktu 5 detik untuk pergi dari sini dan bawah uang ini jangan pernah ganggu keluarga ana lagi atau aku bisa melakukan yang lebih dari ini," ucap Jeje
belum juga Jeje menghitung kelurga ryan sudah berlari ke luar sambil memegang koper uang yang di berikan tadi untuk melunasi utang orang tua Ana