CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
saling support


__ADS_3

" Sa kamu baik baik saja " tanya Alan panik,tapi tidak ada jawaban,Elsa berdiri dengan sigap Alan membantu istrinya, tapi langkah Elsa berhenti merasakan ruangan itu seperti berputar


" Elsa ka.....


brrughhhhh


" Elsa jangan seperti ini ,Elsa "ucap Alan sambil mengusap wajah Elsa tapi tidak ada jawaban, Alan mengakat Elsa dan membaringkan di tempat tidur dan memanggil mommy ellena


"mommy..... mommy ...." panggil Alan dari luar kamar Mommy ellena


" kenapa nak " jawab mommy ellena saat sudah membuka pintu


" Elsa pingsan lagi Alan bingung ,cepat mom " ucap Alan ,mommy ellena mengikuti langkah Alan tapi dia singgah sebentar di kamar dokter Selly ,lalu menuju kamar Alan


" tunggu sebentar iya ,dokter sudah mau ke sini " Alan hanya mengangguk saja


" sudah tidak papa ,semua pasti baik baik saja " lagi lagi Alan hanya mengangguk saja


beberapa menit kemudian dokter Selly masuk bersamaan dengan Daddy radit


" sus tolong pasang infusnya " ucap dokter Selly


" kenapa harus di infus lagi dok " tanya Alan


" maaf tuan karena nona Elsa kebanyakan muntah sehinnga membuat dia kekurangan cairan " ucap dokter sambil memeriksa Elsa ,sedangan perawat sudah memsang infus


"apa akan begini terus " tanya Daddy radit ,dokter hanya mengangguk saja


" sisakan satu perawat di rumah ini " ucap Daddy radit


" baik tuan " ucap dokter


Alan menatap iba pada Elsa, yang masih memejam kan matanya sedangkan infus sudah terpasang di tangannya sedangkan dokter dan perawat sudah ke luar


" Sa jangan seperti ini kau membuatku takut " gumam Alan lirih ,Daddy radit hanya dan mommy ellena mengelus punggung Alan lembut


" sabar nak " Alan hanya mengangguk saja


" buahmu masih ada " tanya mommy ellena


" masih mom yang semalam" ucap Alan


" mommy ambilkan yang baru ,itu buang saja " ucap mommy ellena sambil ke luar dari kamar itu di ikuti Daddy radit


" nak jangan membuat ibumu seperti ini, ayah mohon " ucap Alan sambil mengelus perut Elsa,lalu dia mencium kening istrinya


" bangun Sa " ucap Alan


sedangkan di kamar nya Jeje sudah terbangun sedari tadi karena merasa perutnya di aduk hingga membuatnya ingin mengeluarkan isi perutnya itu


Ana selalu menemani Jeje dalam kamar mandi sambil memijat tengkuk lehernya dengan pelan


" Darl " panggil Jeje lirih


" iya bang ,sudah " Jeje hanya mengangguk,Jeje langsung memeluk istrinya menghirup orama tubuh istrinya sebanyak mungkin


" mau langsung mandi" tanya Ana


" tapi sekali iya " tanya jeje tersenyum, Ana menggaguk karena menolak pun percuma


Jeje yang mendapat kan persetujuan dari istrinya dengan cepat membuka kain yang ada di tubuh mereka ,melupakan rasa lemas yang dia alami tadi membuat Ana menggeleng kan kepalany


sedangkan Jose sedang memasang Wajah kesal karena benda favorit nya kini iya tidak bisa lagi pegang atau bahkan mencicipi nya


" sayang pelan pelan itu milik ayah " ucap Jose saat melihat anaknya dengan kuat menyusui


" dia haus yank ,biarkan saja " ucap Aqila sekalipun kadang dia meringis saat baby Reza menyusui


" tapi sayang itu punya ku " ucap Jose sendu,Aqila hanya tertawa geli melihat suaminya


" sudah sudah ,nanti kalau dia sudah kenyang kami bisa coba " ucap Aqila ,Jose menatap Aqila dengan mata berbinar

__ADS_1


" boleh " aqila menggaguk


" boy ayo cepat habis itu giliran ayah " ucap Jose sambil memainkan pipi baby Reza


" jangan di ganggu nanti dia marah ,dag selesai nanti nyusuinya ,kamu mandi saja dulu sana " ucap aqila


" baiklah, ingat janjimu sayang " Aqila hanya mengangguk Jose pun dengan semangat masuk dalam kamar mandi sambil bergumam kecil membuat aku menggeleng kan kepalanya


sedangkan di kamar Henry dan Elvi mereka sedang berbagi keringat di pagi ini olahraga ranjang rutinitas yang selalu mereka lakukan saat bangun pagi


" hu....bby aaaahhh " Henry menatap istrinya dengan senyuman dia mengisap bagian buah ceri milik si kembar sambil bergerak maju mundur suara ***** dan ***** milik mereka memenuhi ruangan itu


" Sa..sayang milikmu sempit aaaarrrgghhhhh "


Henry mempercepat gerakannya sehingga membuat Elvi semakin di bakar gairah karena permainan suaminya,Henry menggempur istrinya sudah dua jam entah jam berapa dia terbangun


" B...by aku aaahhhh"


" tunggu sayang " Henry menekan dalam tubuhnya hingga menyentuh bagian titik terdalam mereka merasa kan nikmat yang luar biasa hingga airnya


aaaahhhhh


aaaaarrrrrgghhhh


Henry menghentakan kuat pinggang nya sambil memejamkan matanya begitu juga dengan Elvi ,Henry jatuh di atas tubuh Elvi sambil memeluknya


" terimakasih sayang " Elvi hanya mengangguk saja


" ayo kita mandi " ucap Henry


" tapi sudah iya ,aku mau lihat si kembar pasti mereka sudah bangun " ucap Elvi


" tapi nanti malam dua kali " ucap Henry ,Elvi hanya menghela napas nya


" kenapa kamu makin mesum sih by " ucap Elvi


" kau membuatku candu sayang ,milikmu benar benar enak " ucap Henry ,lalu menggendong istrinya masuk ke kamar mandi Elvi hanya bisa pasrah


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" kamu kenapa " tanya Jeje


" tidak biasa saja " ucap Jose


"pengen iya tapi lagi puasa " ejek Henry


" by " panggil Elvi ,Henry hanya tersenyum saja


" sudah sudah masih pagi sudah berdebat ,kamu Jo jangan macem-macem istrimu belum bisa ,dan kamu Jeje jangan membuat istri mu kelelahan atau mommy potong burungmu " ucap mommy ellena menatap anak nya ,Jeje dan Jose menelan ludah nya paksa sambil mengaguk,Henry tertawa melihat wajah mereka


" by "


" iya sayang maaf soalnya lucu lihat wajah mereka " ucap Henry


" mau makan nak " tanya Daddy radit saat melihat Alan datang ,Alan hanya mengangguk saja


" mau makan di kamar " tanya mommy ellena


" tidak mom ,Elsa di temani perawat di kamar habis mual lagi " ucap Alan sambil menarik kursinya


"susu sama buahnya sudah di minum " Alan mengaguk lemas


" kamu kenapa ,apa karena tidak mendapat kan jatah " tanya Jose ,Henry menendang kuat kaki Jose membuatnya meringis karena Henry memakai sepatu kerjanya


" ssssssttt sakit bodoh " ucap Jose sambil menatap Henry


" diam lah sebelum mulutmu aku masukan ayam " ucap Jeje,sedangkan Alan hanya diam saja


" dad mom,aku titip Elsa iya " ucap Alan


" iya sayang nanti mommy sesekali Melihat nya karena harus melihat Aqila juga tidak papa kan " Alan mengaguk

__ADS_1


" kamu di rumah saja tidak papa nanti kami yang urus kerjaan mu " ucap Henry


" tidak papa,aku bisa koh di kamar juga ada perawat " ucap Alan


" sebenarnya ada apa sih kenapa harus ada perawat " ucap Jose semakin bingung


" nanti kami temani Kaka Elsa sama si kembar " ucap Elvi tersenyum


" makasih dek ,maaf sudah repotin kalian " ucap Alan


"tidak papa kak " ucap Elvi


" nanti juga kamu tau " Jose hanya mengangguk saja


" makan dulu " Alan mengaguk ,Jose melihat mereka semua bingung


" apa kamu bisa kenyang hanya melihat kami " ucap Jeje sinis


" cih syukur kamu tidak baik baik saja ,jika tidak sudah kubunuh kamu " ucap Jose kesal


" apa kalian akan terus berdebat " tanya Daddy radit


" Abang " panggil Ana saat melihat suaminya masih menatap Jose


" iya darl aku makan " ucap Jeje


setelah selesai makan Henry Jeje dan Ana masih menunggu Alan berpamitan sama istrinya


" aku ke kantor dulu iya kalau ada papa langsung telepon saja " ucap Alan


" mas sudah sarapan " Alan mengaguk lalu berjongkok depan Elsa


" sayang ayah kerja dulu iya ,jagain ibu jangan nakal,ayah janji pulang cepat " ucap Alan lalu mencium perut Elsa


" aku pergi iya nanti di temani Elvi dan si kembar " Elsa menggaguk , Alan mencium kening Elsa lalu memeluk nya


" hati hati mas " ucap Elsa ,Alan hanya tersenyum lalu ke luar dari kamar mereka


" hai ibu " ucap Elvi saat masuk dalam kamar Alan sambil membawa si kembar dan Nany,Elsa tersenyum


" apa kalian sudah sarapan " tanya Elsa


" sudah Bu, pelut Tami sudah besal " ucap Elvi cadel menirukan suara anak anak


" anak pintar ,kalian sudah sarapan" tanya Elsa menatap Nany si kembar


" sudah nyonya " ucap mereka


" biasa saja panggilnya bukannya kita dulu sama sama menjaga si kembar " ucap Elsa


" tapi .....


" sudah tidak papa" ucap Elvi mereka pun mengaguk


Elvi menyimpan si kembar di Karpet bulu lalu memberikan mainan mereka masing-masing ,Elsa tersenyum melihat mereka dia ikut turun bermain dengan Queen dan baby boy


" Mom sebenarnya ada apa sih ,koh Jose tidak di beri tahu" tanya Jose saat mommy ellena masih berada di kamar mereka ,karena orang tua Aqila sudah izin pulang dari semalam karena ada kerjaan, mommy ellena pun menceritakan kondisi Elsa belakangan ini dan yang membuatnya mual dan muntah yang berlebihan hingga membuatnya pusing dan pingsan


" terus Kaka Elsa gimana mom " tanya Aqila sedih


"tidak papa semoga semuanya baik-baik saja " ucap mommy ellena


" jadi ini alasannya menyembunyikan kehamilan nya " Tanya Jose


" mommy juga tidak tau " ucap mommy ellena


" sudah kamu tidak usah banyak pikiran nanti asupan makanan Reza terganggu karena kamu bnyak pikiran " ucap mommy ellena menatap Aqila


"iya mom " ucap Aqila


" besok Jose akan masuk kerja, bantuin Alan biar dia bisa jagain istri nya ,tidak papa kan sayang " tanya Jose sambil menatap istrinya

__ADS_1


" iya tidak papa ,aku juga sudah baikan sudah bisa jalan ,lagian di rumah ini banyak orang " ucap Aqila tersenyum menurut nya Elsa lebih penting Sekarang bagi mereka


" makasih sayang " Aqila hanya mengangguk dan tersenyum


__ADS_2