CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Kabar bahagia 1


__ADS_3

Kini Jose Henry dan Elvi sudah sampai d rumah utama,Jose ke luar duluan dan membukakan pintu untuk Henry.


Henry ke luar sambil menggendong Elvi karena tidak tega membangunkannya


" Jo beri tahu mommy dan Daddy menungguku di ruangan tengah aku antar duku Elvi ke kamar " ucap Henry


Eeuuggg


Henry melihat Elvi dalam gendongan nya


" Kamu sudah bangun sayang " tanya Elvi


" Apa sudah sampai " Henry hanya mengangguk saja " turunkan aku, aku bisa jalan sendiri " ucap elvi


Henry pun menurunkan Elvi sambil memegang tangan Elvi mereka masuk dalam rumah


Elvi di buat kagum akan kemegahan rumah itu bahkan ini bukan seperti rumah tapi lebih tepatnya seperti istana .



Mereka jalan menuju ruangan tengah di sana sudah ada mommy Daddy dan Jose


Mommy menatap Henry dan Elvi bergantian dan itu membuat Elvi takut dan menunduk


Henry membawa Elvi duduk di sampingnya


" Aku akan menikah dengan Elvi dia sedang hamil anakku " ucap Henry arogan


Mommy ellena dan Daddy radit masih diam seperti orang kehilangan akalnya


1


2


3


"APA " teriak mommy dan Daddy bersamaan membuat Elvi berkaca kaca akan siap untuk menangis


" Mom dad kalian membuatnya takut " pekik Henry saat melihat Elvi akan menangis


Hebmm


" Sudah berapa bulan " ucap mommy


" 3 Minggu sambil meletakan kertas USG " ucap Henry


Daddy radit dan mommy ellena mengambil kertas USG itu


" Apa kamu tidak ingin balas dendam pada mommy dan Daddy karena telah mengerjai mu " bisik jose pada Henry ,Henry langsung melihat Jose " tentang perjodohan " lanjutnya lagi ,membuat Henry tersenyum


" Aku tidak akan kembali ke rumah ini, tetap tinggal di apartemen karena aku tidak akan meninggalkan Elvi dan satu lagi jangan pernah ganggu Elvi karena itu akan berdampak pada calon anakku " ucap Henry dingin,membuat Daddy dan mommy mengalihkan pandangan mereka dari kertas USG itu


" Tapi dia cucu mommy " ucap mommy ellena


" Tapi mom sama Daddy tidak menginginkan Elvi jadi jangan ganggu kami " ucap Henry tegas


" Siapa yang bilang ,mommy mau koh iya kan Daddy " ucap mommy ellena sambil melihat suaminya


" Maaf mom tapi keputusanku sudah bulat, kamu permisi dulu , ayo sayang kita pulang ke apartemen " Henry sudah berdiri sambil menggenggam tangan Elvi


" CK iya iya mommy minta maaf sudah mengerjai mu menjengkelkan sekali punya anak dua kerjaannya cuma bikin sakit kepala " mommy mencibik sambil melihat Jose dan Henry


Henry hanya tersenyum saja " maaf mom kami tidak bisa " kekeh Henry


" Yaaaakkk anak kurang ajar apa kamu tega menjauh kan mommy dan Daddy dari cucuku " teriak Daddy membuat pelayan di sana ketakutan karena suara Daddy menggema


Hiks hiks hiks


Elvi tiba-tiba menangis mendengar teriakan Daddy radit membuat mereka semua gelagapan


" Sayang kenapa" tanya Henry lembut


" Hiks hiks aku takut " ucap elvi entah lah mungkin karena hormon kehamilan atau apa dia mudah menangis saat mendengar orang bersuara keras


Mommy ellena langsung memukul suaminya " kau membuatnya takut Daddy " mommy berjalan ke arah Elvi langsung mengusap punggungnya


" Jangan nangis lagi sayang nanti mommy hukum Daddy " ucap mommy lembut membuat Elvi memeluk Henry dia masih takut dengan orang tua Henry

__ADS_1


" Hey sayang dengar kan aku mommy sama Daddy hanya mengerjai mu saja saat di apartemen itu " ucap Henry sambil melepaskan pelukan Elvi .


" Kayanya harimu akan penuh warna hen" ucap Jose sambil tertawa sedikit


Elvi melihat mommy dan Daddy " aku minta maaf karena aku Henry tidak mengikuti keinginan nyonya " ucap elvi menunduk


" Tidak papa sayang sekarang kita duduk dulu iyaa ada yang harus kita bicarakan dan jangan memanggilku nyonya panggil aku mommy karena kamu sudah mengandung cucuku." ucap mommy lembut


" Iya nyo eh mom " ucap elvi kikuk Kini mereka sudah duduk kembali


" Kapan kalian akan menikah " Tanya Daddy


" 1 Minggu lagi " ucap Henry


" Apa kau gila bagaimana mommy akan menyiapkan semuanya dalam 1 Minggu Henry " ucap mommy


" Mom Elvi lagi hamil 3 Minggu kata dokter dia tidak boleh kecapean ataupun lelah, kita nikah saja dulu untuk resepsi nanti kalau kandungan nya sudah kuat saja " ucap Henry karena dia tidak mau mengambil resiko jika terjadi papa dengan Elvi dan calon anaknya


" Kamu mau konsep yang seperti apa sayang "ucap mommy lembut


" Sekarang sayang kemarin marah marah " ucap Jose


" DIAM " bentak mommy membuat Elvi kembali berkaca-kaca


" Eh eh maaf sayang mommy tidak membentak mu tapi Jose " Ucap mommy sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Jose dan Henry tertawa lepas melihat mommy mereka di buat gelagapan


" Aku mau ibu, Kaka Nabilla sama Aqila " ucap Elvi lirih


" Baik lah nanti mereka di jemput sama suruhannya Daddy iya ,terus mau apa lagi " tanya mommy


" Tidak mau papa " ucap elvi


" Jose nanti kabarin semua kolega kita untuk hadir di pernikahan Henry ,terus ada kan konferensi pers agar nanti tidak ada gosip yang menjadi jadi" ucap Daddy


Elvi melihat Henry menggeleng kepala " kenapa sayang " tanya Henry lembut


" Aku tidak mau pake media, aku tidak suka biarkan seperti ini saja " ucapnya lirih


" Tapi sayang supaya nanti orang orang mengenalmu kalau kamu istriku " ucap Henry


" Baiklah ,Jose konfirmasi saja tentang pernikahan Henry tanpa konferensi pers" ucap Daddy


" Baik Daddy " ucap Jose


" Terus atur semua keamanan perketat jangan biarkan semua yang datang mengambil gambar atau wajah Elvi,bila perlu jangan biarkan mereka membawa ponsel nya " lanjut nya lagi


Jose mengangguk mengerti " Daddy apa semua kolega di beri tahu atau beberapa saja " tanya Jose sambil memegang iPad di tangannya


" Kamu sudah tau yang harus kamu undang dan tidak " jawab Daddy


" Baik dad" ucap Jose


" Nanti besok kita fitting baju iya sayang " ucap mommy pada Elvi


" Iya mom " ucap elvi


" Bawah saja ke sini mereka mom takut nya nanti Elvi kelelahan " ucap Henry


" Aku ke kantor dulu mom dad " pamit Jose


" Hati hati setelah selesai balik lah makan siang di rumah " ucap mommy ellena


" Baik mom " ucap Jose


"Bi..bibi " panggil Henry pada pelayan


" Iya tuan muda " ucap bi ASih sekaligus kepala pelayan di rumah itu


" Bersihkan kamarku, istri ku mau istirahat " ucap Henry


"Mulai sekarang kalian tinggal di sini iyaa tidak ada penolakan" ucap mommy ellena


" Baik mom, tapi pakaian Elvi di apartemen semua mom" ucap elvi


" Sudah biarkan saja di sana " ucap mommy ellena lalu dia mengambil HP nya menelepon seseorang

__ADS_1


" Antarkan pakaian keluaran terbaru, sepatu, tas ,sendal semua tentang keperluan perempuan umur 20 atau 21 sekarang aku tunggu di rumah " setelah itu dia mematikan telepon nya


" Sudah selesai kan apa lagi yang kamu inginkan " tanya mommy ellena


" Tidak ada mom " ucap elvi


" Terimakasih sudah menerima Elvi, maaf Elvi tidak seperti yang kalian inginkan, Elvi hanya orang biasa yang cuma punya ibu " ucap elvi menunduk sambil sesenggukan


" Henry kenapa calon istri mu cengeng sekali " ucap Daddy radit


" Aku juga kurang tahu dad, dag biasanya kaya gini baru hari ini juga " ucap Henry dia jadi bingung sendri melihat sifat elvi


" Kami tidak pernah melihat seseorang dari materi karena kami sudah memilikinya bahkan tidak akan perna habis, kami mencari orang yang baik yang tulus bukan karena mengincar kekayaan kami, di sini jika kamu tidak nyaman bisa posisikan dirimu seperti Jose sekalipun dia bukan anak kandung Kami tapi kami tidak pernah membedah kan Henry dan dia ,kamu bisa memposisikan dirimu sebagai adiknya Jose ,anak kami yang ke tiga jika itu membuatmu nyaman " ucap Daddy radit


" Apa boleh " tanya Elvi memastikan


" Tentu saja boleh " ucap Daddy


" Apa aku boleh peluk daddy sayang ,soalnya sudah lama dag memeluk ayah aku kangen " ucapnya pada Henry


Henry membuang nafasnya " 1 menit " Elvi mengangguk


" Daddy Elvi memintamu untuk memeluknya karena Dia kangen ayahnya " ucap Henry


Daddy radit pun berdiri langsung memeluk dan mengusap rambut Elvi dengan lembut setelah itu di lepaskan nya " jika kamu rindu ayahmu kamu bisa memeluk Daddy karena kamu anak Daddy sekarang " ucap Daddy radit lembut


" Tuan muda kamarnya sudah siap " ucap bi ASih


" Terimakasih bibi" ucap elvi tersenyum


Daddy dan mommy melihat nya tersenyum melihat keramahan dan kesopanan Elvi


" Iya sudah kalian istirahat dulu ,Daddy dan mommy mengurus dulu keperluan yang di butuhkan " ucap mommy


" Mommy mau ke mana ,kalau mau ke luar titip susunya Elvi iyaa " ucap Henry mommy hanya mengangguk saja


Setelah itu mereka menuju kamar masing-masing


Henry selalu menggenggam tangan Elvi mereka berjalan ke arah lantai 2 di mana letak kamar Henry


Mereka masuk dalam kamar yang sangat luar membuat Elvi membuka mulutnya



" Sayang ini luas sekali lebih besar ini dari kamar di apartemen waow aku bisa main bola di sini " ucap elvi dengan polosnya


" Sekarang ini sudah menjadi kamarmu juga sayang ,jika kamu ingin merubah dekornya nanti bilang saja " Elvi menggeleng


" Ini bagus sayang aku suka " ucap elvi


" Iya sudah kamu istirahat iya ,aku periksa dulu kerjaan di setho " tunjuknya pada sofa


" Boleh peluk sambil bobo nanti kalau sudah tertidur bisa lanjut kerja " Tanya Elvi , Henry hanya tersenyum


Kemudian mereka naik ke atas tempat tidur Henry membaringkan Elvi senyaman mungkin sambil di peluk nya dan di usap punggungnya


" Besok ibu akan sampai ke sini nanti dia tinggal di sini buat temanin kamu untuk beberapa hari ini " ucap Henry lembut sambil mengusap rambut .


Mendengar dengkuran halus dari mulut Elvi , Henry bangun dari dengan pelan agar tidak menggangu Elvi


Setelah itu dia mengerjakan kerjanya yang di kirim lewat email ,tiba tiba ponsel nya berbunyi telepon dari Jose


" Hebm


" Eva ke kantor mencarimu


" Bilang saja aku ke luar kota


" Iya sudah , aku juga sudah menelepon Daddy untuk memperketat ke keamanan di rumah karena tadi katanya mau ke setho ketemu mommy"


" Iya lakukan yang membuat Elvi nyaman


" Nabilla tadi bilang Jesicca ke sini sebelum aku sampai


" Urus semuanya ,suruh orang untuk mengikuti ke mana mereka pergi


" Baiklah "

__ADS_1


Henry langsung mematikan sambungan telepon nya


dan melanjutkan kerjaannya


__ADS_2