CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
bertemu orang tua Ana 1


__ADS_3

" maaf tuan atas ketidak sopanan anak anak ku " ucap Daddy radit


" Ka....kami hanya kaget pak sekali lagi terimakasih telah berniat melunasi utang kami ,kami janji akan melunasinya walaupun kami akan mencicil " Ucap pak Basri


" sekali lagi kami minta maaf pak ,untuk uang tidak usah di pikirkan kami ikhlas membantu kalian " ucap mommy ellena


" kami baik baik saja, seharusnya kami yang meminta maaf atas ketidak nyamanan kalian " ucap ibu Ana


" Tante om maaf tadi Jeje tidak bisa kontrol emosi " Ucap Jeje


" tidak papa nak ,kami yang seharusnya minta maaf " Ucap pak Basri


" sudah sekarang keputusan nya bagaimana " ucap Daddy radit


"tadi Ana sudah memutuskan memilih anak bapak ,kamu sebagai orang tua hanya mendoakan saja " ucap pak Basri ,Jeje tersenyum lebar


" mommy cincinnya mana ,cepat mom " ucap Jeje


" astaga sabar Je, Ana tidak akan kemana-mana " ucap Alan


" nanti dia berubah pikiran " ucap Jeje


" ini " ucap mommy ellena, Jeje langsung mengambilnya dan berdiri mendekati ana tanpa kata kata dia langsung memasukan di jari Ana


PLak


" maaf pak Bu ,anak ku terlalu bodoh untuk hal yang beginian" ucap Daddy radit


" apa sih dad, " ucap Jeje kesal sambil berbalik


" orang itu meminta restu dulu atau apa kenapa langsung main kasih masuk saja " ucap Jose


" kan tadi mereka sudah setuju ,kan om Tante " tanya Jeje


" iya nak " ucap pak Basri tersenyum


" itu kamu lihat kan ,kalian saja yang lelet" ucap Jeje


" Kaka Jeje gerakan cepat tidak mau di tikung lagi " ucap Aqila tertawa


" Ana maaf iya " ucap mommy ellena


" tidak papa nyonya " ucap Ana tersenyum


" jadi bagaimana ini Ana sudah siapkan sesuai rencana Daddy " Ana menggangguk


" baik seminggu lagi kalian menikah lalu kita ada kan resepsi " ucap Daddy radit


" dad untuk resepsi nanti kita bicarakan lagi " ucap Jose


" baiklah" ucap Daddy radit


" maaf pak Bu ,apa tidak terlalu Cepat bukan menolak niat baik bapak dan ibu ,tapi kami belum mempersiapkan papa " ucap pak Basri


" bapak tenang saja kami yang akan mengurus nya "ucap mommy ellena


" tapi. Bu.....


" sudah tidak papa kalian hanya tahu beres saja semua kami yang urus" ucap Daddy radit

__ADS_1


" terimakasih ,maaf sudah banyak merepotkan kalian " ucap pak Basri menundukan kepalanya


" sudah tidak usah sungkan ,kita bukan orang lain sekarang " ucap daddy Radit


" terimakasih pak Bu nak " ucap pak Basri


" maaf Bu kami membawa beberapa seserahan untuk Ana tapi hanya segini " ucap mommy ellena saat para pengawal membawa seserahan yang sangat banyak membuat orang tua anak menelan ludahnya paksa


" ini banyak sekali Bu,kami tidak tahu harus membalas kalian bagaimana " ucap ibu Ana sambil menangis


" kami hanya melakukan yang seharusnya Bu" ucap mommy ellena tersenyum


"sekali lagi terimakasih pak Bu " ucap pak Basri sambil bersujud di hadapan Daddy radit


" pak jangan begini ,kami bukan tuhan atau apa pun itu bangun lah jangan seperti ini " ucap daddy Radit sambil mengangkat tubuh pak Basri sedangkan Ana sudah menangis dalam dalam diam hanya air matanya yang ke luar


" darl jangan menangis "ucap Jeje , Ana mengangkat kepala lalu tersenyum ,mommy ellena mendekati ibu Ana lalu memeluknya


" jangan merasa terbebani kami ikhlas, bahkan kami berterima kasih karena kalian merestui dan menerima anakku menjadi suami Ana ,sudah diam lah " ucap mommy ellena sambil mengelus punggung ibu Ana


" terimakasih " mommy ellena hanya mengangguk


" maaf karena ini sudah terlalu malam kami harus pamit karena anak anak juga di rumah menunggu " ucap Daddy radit


"maaf pak kami sampai tidak mengajak untuk makan malam " ucap pak Basri


" ini saja sudah lebih pak apa lagi enak " ucap Daddy radit


" maaf apa bapak suka singkong " tanya pak Basri


" yang buat keripik " Tanya Daddy radit


" iya pak,kalau mau saya cabut kan untuk di bawah ke sana " Ucap pak Basri


" tidak usah pak nanti pakaian nya kotor " ucap pak Basri


" tidak papa pak ,saya juga ikut " ucap Mommy ellena


" kami juga " ucap Jose Jeje Alan


"baik lah jika kalian ingin ikut " Ucap pak Basri


" sayang mau ikut atau tungguin " tanya Jose


" di sini saja tuan nanti ana yang temani kasian di belakang banyak nyamuk " ucap Ana


" baik lah,sayang tunggu iya " aqila mengaguk


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" Bu ambilkan karung " ucap pak Basri


" maaf pak,nak, kalau bisa jasnya di buka dulu takut kotor " Ucap pak Basri ,mereka langsung membuka jasnya dan membuang nya asal


" astaga kenapa di buang sembarang " ucap pak Basri lalu memungut jas mereka niat agar tidak kotor malah di bikin kotor lalu menyimpan di atas kursi yang ada di setho


" ayo pak gimana mencabutnya " tanya Alan


" tunggu nak , bapak potong dulu sebagian batangnya " ucap pak basri laku memotong batang singkong

__ADS_1


" ibu pakai sepatu ini nanti kakinya luka " ucap ibu memberikan sepatu boot


" tidak papa Bu " ucap mommy ellena


" ayo kita mulai " ucap pak Basri


Daddy radit Jose Jeje dan alan sudah mengambil posisi masing-masing ,sedangkan pak Basri sudah mencabut


" pak ini singkong atau batu kenapa keras sekali " keluh Jose ,pak Basri mendekati Jose


" begini nak " mereka semua mengaguk lalu mulai mencabut sesuai instruksi dari pak Basri


" Bu kita petik sayuran saja buat di bawah pulang " mommy ellena mengagguk mengikuti langkah ibu Ana


" pak ambil sama pisang sebagian sudah matang " teriak ibu Ana


"iya Bu " ucap pak basri


30 menit menunggu dalam rumah membaut Aqila bosan sehingga ana mengantar nya kebelakang


" Kaka " pekik Aqila saat melihat suaminya sudah duduk di tanah dengan daddy Radit Jeje dan alan


" cape sayang , tapi seruh tuh lihat " Aqila dan ana mengikuti tangan Jose


" banyak sekali " Ucap Aqila


" iya isi kebun bapaknya Ana sudah kosong kami ambil " ucap Alan


" tidak papa nak ,kami senang " ucap pak Basri sambil mengikat karung yang isinya singkong dan ibu Ana mengikat sayuran hasil panen dengan mommy ellena


" kebelakang semuanya sekarang " Ucap Jose dalam sambungan telepon nya


tidak berselang lama pengawal sampai di rumah.belakang


" angkat semuanya bawah ke mobil " ucap Alan


" baik tuan " ucap mereka lalu mengakat karung yang sudah di ikat rapi pisang dan buah yang lainnya


" terimakasih pak ,jika nanti mau panen lagi panggil kami " Ucap daddy Radit ngos-ngosan


" maaf tuan di minum dulu " ucap Ana sambil memberikan mereka air minum


" darl aku lelah " ucap Jeje manja


" jangan manja besok besok kamu akan membantu mertumu " ucap Jose


" aku akan membayar orang " ucap Jeje santai Ana hanya tersenyum


" baik pak kami pamit pulang terimakasih semuanya " ucap Daddy radit


" kami yang harusnya berterimakasih sudah memberikan kami banyak barang dan uang " ucap ibu Ana


" anggap saja ini juga seserahan ana untuk Jeje " Ucap Jose


mereka langsung tertawa kecil


" mari pak kami antar ke depan " ucap pak Basri ,lalu mereka berjalan ke halaman depan


" ibu maaf Ana harus balik lagi " Ucap ana

__ADS_1


" tidak papa ,nanti langsung telepon ibu kalau sudah sampai iya " Ana menggaguk lalu memeluk orang tuanya begitu juga yang lainnya tanpa rasa jijik atau canggung karena mereka hbis bermain dengan tanah


setelah kepergian keluarga Jeje ,orang tua Ana masuk dalam rumah


__ADS_2