
" hai anak daddy " ucap Henry sambil duduk di sofa ,setelah pulang dari kerja tadi dia langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri begitu juga yang lainnya
" sayang " Jose datang langsung mencium kening istrinya dan mengelus perut Aqila
" loh Baby Ray mana sayang " tanya Henry
" di atas kamarnya by,paling sebentar lagi turun " ucap Elvi
" aku ambil dulu " ucap Henry
" aku saja by, kamu jagain Queen karena jika mas alan sudah turun dia akan bersama nya terus " ucap Elvi lalu pergi ke kamar si kembar
" kangen dag sama Daddy " ucap Henry sambil mencium Queen
"kapan kamu bikin kamar anakmu Jo " tanya Henry
"nanti saja dia akan tidur bersama kami " cuap Jose
" kamu yakin " Jose menggaguk
" cuma 1 hen " Henry hanya mengangguk
Elvi membuka pintu kamar anaknya yang sedikit terbuka
" MAS ALAN " teriak Elvi
Alan yang mendengar teriakan Elvi langsung bangun " dek dengar mas ini tidak seperti yang kamu lihat " ucap Alan
" tapi mas tadi aku sudah lihat " ucap Elvi
" kenapa sayang " tanya Henry saat mendengar suara teriakan Elvi dia langsung berlari ke kamar anaknya di ikuti Jose sedangkan Queen di titipkan pada Nany
Henry melihat Nany dalam kamar itu sudah menunduk sedangkan baby Ray di atas tempat tidur nya
" ada apa dek " tanya Jose karena Elvi belum juga bicara
" hanya salah paham " ucap alan
" sayang cerita tidak papa " ucap Henry
" tadi mas alan menindis Nany di situ dan bibirnya " ucap Elvi sambil memperagakan tangan nya
" ciuman " Elvi mengaguk ,Jose dan Henry tersenyum licik
" ini cuma salah paham , dengar kan aku dulu " ucap Alan
" Jo bawah baby Ray ,kalian ikut ke bawah " ucap Henry dingin dan membawa istrinya turun
" iya hen" lalu dia masuk mengambil baby Ray
" cepat kalian turun " ucap Jose lalu meninggalkan mereka
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" alan " panggil Daddy radit
" dad dengar dulu tadi cuma salah paham " ucap Alan sedangkan Nany hanya tertunduk dan menangis karena takut
" Daddy tidak meminta penjelasan apa pun " ucap Daddy radit
"kalian akan Daddy nikahkan " Alan langsung melotot kan matanya
" dad tapi kami tidak melakukan papa ,tadi dia hampir jatuh jadi Alan menariknya agar tidak jatuh ,hei kau wanita bodoh apa kau tidak punya mulut hah ,apa dengan air matamu semua nya akan selesai " bentak Alan
" maaf tuan besar, tuan alan hanya menolong sayakami tidak melakukan apa pun " ucap Nany sambil terisak
Aqila dan Elvi hanya diam saja sambil menggendong si kembar
" Daddy sudah bilang bukan ,tidak menerima alasan " Henry dan Jose tersenyum mereka tertawa dalam hati
"Daddy sudah tau bukan aku menyukai wanita lain bagaimana menikah dengan nya dad " ucap Alan mulai emosi sambil menunjuk Nany
" tapi kamu sudah melakukan yang di luar batas " ucap Daddy radit
"di mananya yang di luar batas hanya karena bibirku menyentuh bibirnya, bahkan Alan sering melakukan yang lebih ,Daddy tidak menyuruh ku menikahi salah satu dari mereka " ucap Alan yang sudah emosi
" karena mereka bukan wanita baik baik mereka hanya butuh uang " bentak Daddy radit
" terus apa dia wanita baik baik dia juga membutuhkan uang bukan " tanya Alan lagi Nany yang mendengar ucapan Alan hanya bisa menangis
" mommy mencari Nany yang baik baik " ucap Henry lagi
" dia baik karena butuh uang " ucap Alan
" Alan " panggil Jeje
" diam " bentak Alan
" nak dengar mommy baik baik, kamu sayang kan sama mommy " Alan menggaguk
" maka menikahlah dengan nya " Alan menggeleng
" maaf mas " ucap Elvi
" diam lah " ucap Alan rendah
" Alan " ucap Henry,Alan menutup matanya lalu menatap Henry
"Alan tetap tidak akan menikah " Ucap alan tegas lalu berjalan arah kamarnya ,bahkan suara tangisan Queen tidak menurutkan langkahnya sekalipun dia mendengar Queen menangis
"tuan besar " panggil Nany
" masuk ke kamarmu " ucap Daddy radit, Nany hanya bisa mengikuti saja ,sedangkan temannya menatap iba pada teman mereka
flashback on
saat Alan ke luar dari kamarnya dia melihat pintu kamar si kembar terbuka ,karena kamar mereka semua di lantai dua ,hanya Daddy dan mommy di lantai bawah
" apa my Queen masih di dalam " ucap Alan sambil membuka pintu
tapi saat pintu terbuka dia hanya melihat Nany memegang pempers mendekati ranjang tempat tidur si kembar
"Queen mana " Nany yang mendengar suara Alan langsung kaget dia melihat Alan, karena dia sambil berjalan sehingga dia tidak melihat langkah kaki nya Alan yang melihat itu langsung melangkah maju niat membantunya agar tidak jatuh di lantai, namun pada akhirnya mereka jatuh di tempat tidur baby Ray dengan Nany di atas tubuh Alan dan bibir mereka menyentuh
flashback off
sudah 15 menit Queen menangis tapi belum juga berhenti membuat mereka bingung
" sayang jangan ikut nangis doang " ucap henry sambil menghapus air mata Elvi
__ADS_1
" Queen tidak mau berhenti by " ucap Elvi sambil mengelus lengan anaknya yang masih di gendongan mommy ellena ,bahkan Nany juga bingung karena tidak biasanya bayi mungil itu menangis selama ini
" pempers mom " ucap Daddy radit
" dia bahkan habis mandi " ucap mommy ellena
" Hay cucu opa kenapa hm " ucap Daddy radit sambil mencium kening Queen
" Jo panggil Alan " ucap mommy ellena
" iya mom " Jose langsung berdiri
tok....tok....
" Alan Queen nangis " ucap Alan tapi tidak ada respon
" Alan Queen nangis dari tadi dag mau berhenti ,dia juga tidak mau minum ASI " ucap Jose lagi tapi sama saja
"Alan Queen cariin kamu kasian " ucap Jeje yang baru datang ,benar saja pintu langsung terbuka
Alan ke luar dari kamarnya tanpa melihat Jeje dan Jose ,Jeje dan Jose mengikuti Alan dari belakang
saat di depan mommy ellena ,Alan langsung menggendong Queen tanpa bicara apapun lalu mencium kening Queen dia melihat Queen wajahnya sudah memerah bahkan hidung nya juga
Queen yang sudah di gendong oleh Alan tangisannya sudah mulai meredah hanya sesegukan karena sudah terlalu lama menangis
" my Queen kenapa hm " ucap Alan sambil duduk ,Henry memberikan dot susunya pada Alan
" minum dulu iya " ucap alan ,lalu memberikan dot susu Queen, tidak ada penolakan dari Queen membuat mereka bernapas lega begitu juga dengan Elvi
" sudah iya, Queen sudah diam " Elvi hanya mengangguk
Alan bersandar di sofa lalu menyandar tubuh Queen di dadanya sambil menghadap ke arahnya sambil memegang dot Queen ,sedangkan dia hanya memejamkan matanya
semua orang saling melirik tidak berani untuk berbicara
" Alan " panggil Daddy radit
" hebm " masih menutup matanya tangan satunya menahan tubuh Queen dan satunya memegang dot nya
" cobalah " Ucap Daddy radit
" buatlah sesuka kalian, aku akan mengikuti saja " ucap Alan
" Lan , Daddy cuma yang terbaik untukmu "ucap Henry
" hebm "
"nak lihat mommy " Ucap mommy ellena
" alan mendengar nya mom " ucap alan tanpa membuka matanya
" apa kamu membenci Daddy " tanya Daddy radit
" tidak " ucap Alan
" lalu " tanya Daddy radit
" bukannya Alan sudah bicara tadi lakukanlah ,aku hanya mengikuti nya " ucap Alan membuka matanya dia melihat Queen sudah tertidur dan susunya juga sudah habis
" tidurkan Queen di tempat tidurnya " ucap alan ,Nany mengakat tubuh Queen dengan pelan agar tidak membuatnya menangis tapi baru beberapa langkah dia sudah menangis lagi, Alan berdiri mengambil kembali Queen dari gendongan Nany nya
" hebm "
mereka semua kembali diam tidak ada yang bersuara sedangkan baby Ray dan baby rif'at kembali tertidur setelah Nany memberikan susu mereka
"Alan boleh aku bicara " ucap Henry
" bicara lah " ucap alan
" apa yang membuatmu tidak ingin menikah dengannya " tanya Henry
" I don't love him " ucap alan
" Jose juga dulu tidak mencintai aqila tapi mereka baik baik saja " ucap Henry lagi
"they don't get married right away " ucap alan
" lalu apa kamu ingin tunangan dulu " tanya Jose
" NO " ucap alan
"keputusan Daddy sudah bulat ,kalian akan tetap menikah bersamaan dengan Jeje " ucap Daddy radit
" hebm " hanya itu jawaban Alan
" dad " ucap Henry Jose dan Jeje,tapi Daddy radit mengakat tangannya
" kita makan malam dulu ,kasih Queen bersama Nany nya " ucap Mommy ellena
" bi antarkan makanan ke kamarku " ucap Alan lalu berdiri sambil menggendong Queen
" biarkan saja by " ucap Elvi ,saat Henry ingin mengambil Queen
" baiklah " ucap Henry
" Nany kami makan dulu iyaa setelah itu kalian yang makan " ucap Elvi
" iya nyonya muda " ucap mereka berdua
setelah selesai makan mereka kembali diam di meja makan
" apa Daddy tidak terlalu memaksanya ,dia sudah punya pilihannya dad " ucap mommy ellena
" mom " ucap daddy Radit dengan suara rendah
" kasian Alan dad, mommy cuma tidak mau anak anakku di bedakan ,Henry Jose Jeje mereka pilihan sendiri kenapa dia tidak bisa memilih dad " ucap mommy ellena yang sudah menangis ,Henry Jose dan Jeje hanya bisa menunduk
" itu sudah keputusan Daddy " mommy ellena langsung berdiri meninggalkan meja makan
" maaf semua karena Elvi " ucap elvi sambil menunduk kepalanya air matanya sudah kembali membasahi pipinya
" sayang ini bukan salahmu " Elvi menggeleng
" El jangan nangis kasian baby boy jika kamu menangis " ucap Aqila
" tapi gara gara aku ,mas Alan harus menikah " ucap Elvi lagi
" dek dengar Kaka baik baik ,Daddy cuma mau Alan menikah dan tidak bermain main lagi ,Daddy yakin jika Nany nya si kembar wanita yang baik-baik jadi kamu jangan nangis iya " ucap Jeje
__ADS_1
" iya mas " ucap Elvi lirih
" nak ini mommy apa bisa masuk " ucap mommy ellena dari luar pintu
" masuk mom " mommy ellena membuka pintu dia melihat Alan duduk di atas tempat tidurnya ,sedangkan Queen sudah tertidur di samping kirinya ada guling untuk melindungi nya dan selimut yang kebesaran
" kamu sudah makan nak " tanya mommy ellena sambil duduk di samping alan dia menggenggam tangan Alan sambil mengelus nya
" sudah mom " ucap Alan lirih
" maaf kan mommy ,jika belum menjadi ibu yang baik buat kalian , kami bukannya membedakan kamu dengan kakakmu yang memilih pasangan nya sendiri, maaf mommy tidak bisa membujuk Daddy mu " ucap mommy ellena sambil menangis,alan langsung memeluk mommy ellena
" Alan akan melakukan nya demi mommy ,Alan janji " ucap Alan sambil menghapus air matanya mommy ellena setelah melepas pelukannya
" jangan nak , mommy baik baik saja " ucap mommy ellena
" tidak papa ,bagiku kebahagiaan mommy adalah tujuan ku ,jika dengan menikah dengannya membuat mommy bahagia Alan akan lakukan " ucap Alan tersenyum
" terimakasih nak " Alan hanya mengangguk saja
tok ....tok....
"apa aku boleh masuk " ucap Henry
" hebm " Henry masuk dalam kamar Alan, dia tidak sendirian tapi bersama Jose dan jeje sedangkan Elvi dan Aqila bermain dengan si kembar karena Nany mereka sedang makan ,Daddy radit kembali ke kamar
" susunya Queen dan bonekanya ,kata Elvi biarkan dia tidur bersama mu jika nanti larut malam bangun kamu bisa menelpon atau mengantarnya ke kamarnya ,nanti sebelum jam 10 Nany akan menggantikan popoknya " ucap Henry ,Alan hanya mengangguk saja
Henry Jose dan Jeje melihat Queen sudah tertidur lelap dengan selimut yang terlalu besar buat Queen di sampingnya ada bantal guling nya
" bisa aku berbicara pada alan " ucap Jeje
" baiklah kalian bicara dulu " ucap Henry lalu mereka ke luar dari kamar itu dan menutup pintunya
" hai are you ok " ucap Jeje
" i'm fine " ucap Alan ,Jeje tersenyum
" kamu marah sama kami " tanya Jeje
" aku hanya enggan terbawa emosi jadi lebih baik menghindar" ucap Alan
" lalu " tanya Jeje
" aku akan menikah sesuai keinginan Daddy ,hanya untuk mommy " Ucap alan
" do you love mom " tanya Jeje
"love her so much " ucap Alan
" kalau Queen " tanya Jeje
" they are my best women " ucap alan
" jika kamu belum mencintai nya setidaknya demi Queen dia bisa menjaga Queen dengan baik gimana " Ucap Jeje, alan menggaguk
" kau adikku yang sudah besar ternyata " ucap Jeje tersenyum
setidaknya untuk sekarang biarkan seperti ini dulu karena kita tidak tahu kedepannya gimana
" apa kau ingin aku tidur di sini malam ini " ucap Jeje
" tidak biarkan kami tidur berdua " Ucap Alan
" baiklah aku ke luar dulu " Alan hanya mengangguk
" gimana " tanya Henry saat Jeje sudah ke luar dari kamar itu
" dia akan menikah tapi hanya demi mommy " ucap Jeje
" sudah tidak papa yang penting dia mau dulu ,biarkan mereka saling mengenal " ucap Jose
"Queen " tanya Henry
" dia lebih mencintai suaminya dari pada kamu Daddy nya " ucap Jeje,Henry hanya mencibir saja
" sayang apa Queen tidur " ucap Elvi
" anak anak mana sayang " tanya Henry
" sudah di kamar nya tidur, q mau ganti popok nya baby dulu nanti penuh gatal gatal dia " ucap Elvi
" iya sudah ayo kita masuk " ucap Henry
" Alan " ucap Henry
" masuk " Henry masuk bersama dengan Elvi
" kenapa kalian jadi suka ke luar masuk kamarku " ucap Alan menatap 3 pria di depannya
"kami menemani Elvi mau ganti popok nya Queen " ucap Jose
" cih ,apa kau kurang kerjaan Sana temani istrimu " cibir Alan
" mas mau ganti popoknya Queen dan ganti pakaiannya " ucap Elvi
" ganti lah " ucap alan ,Elvi langsung membuka selimut Queen lalu membuka pakaian Queen
" jangan menatap ku seperti itu aku bisa membunuh kalian sekarang " ucap alan
" kami melihat Queen " Ucap jeje
" mata kalian melihat ke arah bodoh " bentak Alan
" Lan coba lihat Queen sangat nyaman denganmu " ucap Henry
" karena dia istri ku " Ucap Alan
" iya dia istri mu " ucap Jose
" by sudah " ucap Elvi
" apa kau ingin aku menemani mu " tanya Henry
" apa kau bisa tidur terpisah dengan istrimu ,ke luar lah aku hanya ingin tidur berdua dengan Queen " ucap Alan mencibir
Henry Elvi Jose dan Jeje mencium kening Queen sebelum ke luar dari kamar itu
" jangan rewel iya nak " ucap Elvi sambil mengelus pipi Queen lalu mereka meninggalkan kamar Alan
__ADS_1