CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
BERTEMU DOKTER


__ADS_3

Risvan menemui nova di ruanganya dengan membawa segudang pekerjaan yang akan dilimpahkan kepadanya. Ia


melihat nova meringis kesakitan saat memegang lehernya.


“kenapa..?” tanya risvan pada nova.


“leherku sakit…!! sepertinya salah tidur….” Kata nova.


‘iya lah salah tidur…!! Dimana-mana wanita seusiamu itu tidur berdua…, tapi malah tidur sendirian…, makanya kau salah tidur..” sahut risvan meledek nova yang betah menjomblo dengan usianya yang kini hampir 28 tahun.


“hentikan ledekanmu yang tak berfaedah itu….” ujar nova kesal.


“pergilah ke dokter…!! Aku tak suka melihat asistenku memiliki penyakit yang berat…” kata risvan.


“ck…, aku malas…” sahut nova.


“kau malas…, atau takut…?? Kau pikir kau tak tau kalau kau sangat takut dengan jarum suntik…??” kata risvan.


“hehehehe…….” Nova hanya tertawa.


“dasar……, penakut…!! Jarum suntik saja takut…” ujar risvan.


“pergilah ke dokter….” Sambung risvan.


“iya bawel….” Sahut nova.


Keesokan harinya nova pergi kerumah sakit untuk memeriksakan kondisi lehernya yang semakin terasa nyeri. Setelah menunggu lama akhirnya nova masuk keruangan dokter saraf di rumah sakit tersebut. Disana ia melihat dokter yang tampan. Nova awalnya terpana melihat ketampanan dokter tersebut, namun ternyata dokter itu sangat


kaku.


Siapa lagi dokter kaku dalam cerita ini, kalau bukan riady yang sekarang berstatus duda keren.


“apa keluhanmu..??” tanya riady pada nova.


“sakit leher…” sahut nova.


“sekarang berbaringlah disana…, aku akan memeriksamu…” kata riady.


“dokter…, apa kau akan menyuntikku..??” tanya nova.


“mungkin jika itu di perlukan…” sahut riady yang membuat nova gemetar.


“eemmm.., dokter…mungkin lain kali saja aku akan berobat padamu…” kata nova hendak kabur dari ruangan itu.


“kau mau kemana…?? Mau kabur..?? ” tanya riady cepat-cepat menarik kerah baju nova.


“hehehe…., tiba-tiba aku teringat dengan pekerjaanku di kantor…” kata nova mencari alasan.


“kau ke kantor dengan pakaian santai begini..?? dasar…” kata riady.


“hei…, aku ini wanita karir…” ujar nova.


“cepat naik keatas ranjang itu…!! apa kau mau lehermu bertambah sakit..??” kata riady.


“ck…, iya…!! Dasar dokter kaku…” gumam nova.


Riady pun memeriksa kesehatan nova dan juga memeriksa lehernya. Kemudian riady duduk di meja kerjanya.


“eehhh…, udah nih..?? gak disuntik…??” tanya nova.


“apa kau mau aku suntik…???” ujar riady.


“hahahaha…, bercanda doang kok….” Sahut nova.


“aku akan memberikanmu resep obat dan beberapa vitamin untuk sarafmu…!! Kau juga perhatikan makananmu dan kau harus beristirahat yang cukup…” kata riady.


“iya baiklah…” sahut nova.


“wanita selalu sibuk bekerja sehingga tak memperhatikan kesehatannya…” gumam riady.


“aku ini terlalu sibuk, dokter…” kata nova.


“makanya kurangi kegiatanmu…, kalau tidak kau akan membuat saraf-sarafmu tegang karena kelelahan…” kata riady ngegas.


“lah…, dokter kok malah ngegas…sih…??” ujar nova.


“ck…, karena kau pasien yang bawel…” sahut riady.

__ADS_1


“kau dokter kaku…” balas nova seraya merampas resep dari tangan riady.


“terima kasih….., hhhmmmppppp…………!!!” ucap nova langsung keluar dari ruangan riady.


“dasar pasien aneh…!! Seharusnya dia memeriksakan dirinya ke psikater bukan padaku…” ujar riady kesal.


Nova duduk menunggu obatnya di apotik.


“dasar dokter kaku….!! Bukannya ramah pada pasien…, dia malah ngegas saat bicara padaku…!! Memangnya aku sebawel apa sih…, dasar….” Gumam nova ngomel-ngomel sendiri.


“tapi sepertinya…, aku pernah melihatnya…!! Tapi dimana ya…” gumam nova lagi.


Setelah mendapatkan obatnya nova langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu dan beristirahat di apartemennya. Risvan memberikan cuti padanya untuk beristirahat selama seminggu, namun nova yang gila kerja hanya beristirahat 3 hari di apartemennya.


Cherry datang ke kantor risvan membawakan makan siang untuk risvan di sela-sela kesibukannya menjalani bisnisnya. Disana ia bertemu dengan nova yang akrab denganya.


“waaahh….., makananmu memang yang terbaik…” ucap risvan setelah kenyang.


“tentu saja…., aku kan koki…” sahut cherry.


“hei nova…, belajarlah dengan cherry untuk memasak makanan yang enak seperti ini.., jadi saat kau menikah nanti kau akan di sayang oleh suamimu…” kata risvan meledek nova.


“ck…, kau selalu saja meledekku..” sahut nova.


“iya lah…, makanya jangan betah ngejomblo…” kata risvan.


“cherry…, apa kau tau perbedaan zombie dan nova..??” tanya risvan.


“apa..??” tanya cherry.


“kalau zombie makan otak dan kalau nova makan hati melihat pasangan lain bermesraan…” jawab risvan.


“brisik amat lu…..” umpat nova kesal ada risvan.


“hahahaha….., dia kesal…!!” kata risvan.


“cepat kawin…., woi……” teriak risvan terus meledek nova.


Nova kembali keruanganya dan tanpa sengaja melihat yuna yang berdiri di sebrang jalan menghadap tepat ke jendela ruangannya. Nova melihat tatapan yuna yang tak wajar kepadanya. Tak lama kemudian yuna pergi begitu saja.


Nova tak menghiraukan yuna yang telah pergi dari jalan itu, ia kembali mengerjakan pekerjaannya. Yuna kembali ke apartemennya dan langsung masuk kedalam kamarnya. Ia mengambil anak panah yang ada di meja samping ranjang tidurnya. Kemudian ia melempar tepat di foto nova yang menempel di dinding kamarnya.


“selanjutnya…kau….nova…” gumam yuna.


Terlihat dua foto kini tercoreng dengan spidol hitam. Yaitu foto mendiang ayahnya risvan dan juga nina.


“satu persatu kalian semua akan aku habisi…hahahahahahahaha….” ucap yuna penuh dengan amarah.


Di kantin rumah sakit, riady duduk sambil menenggak air mineral yang ada di tanganya. Tak lama elif mendekatinya.


“hai…” sapa elif.


“hai…” balas riady.


“apa kau sedang beristirahat..??” tanya elif.


“iya…” sahut riady.


Hening beberapa saat dan mereka berdua sangat canggung.


“bagaimana kabar anakmu..??” tanya elif.


“dia tumbuh menjadi anak yang menggemaskan…!! Dia yang menjadi penyemangat setelah istriku tiada..” jawab riady.


“kau beruntung memilikinya…, sedangkan aku hanya sendirian setelah perceraianku..” sahut elif.


“kenapa kau tidak menikah lagi dan mungkin kau akan memiliki anak…” kata riady.


“aku belum menemukan pria yang baik untukku…” sahut elif dengan wajah memerah.


“aku yakin suatu saat kau akan bertemu dengannya…!! Baiklah aku pergi dulu..” kata riady beranjak pergi dari kantin itu.


“kapan kau akan menyadari kalau aku masih mencintaimu, riady…” ucap elif dalam hatinya sambil menatap riady yang sudah menjauh dari kantin tersebut.


Diam-diam elif masih mencintai riady walaupun riady masih bersama nina yang tak lain adalah sahabatnya. Apa lagi sekarang riady sudah menjadi duda, elif seakan memiliki peluang untuk mendekati riady yang ia cintai sejak masih SMA.


Hampir seminggu angel menginap dirumah ayahnya. Disana ia merawat ayahnya yang sedang sakit karena kelelahan bekerja. Sesekali oka datang menjenguk ayah mertuanya itu dan sekalian berniat untuk mencari tau tentang kehidupan angel yang sebenarnya.

__ADS_1


Angel berada di dalam kamar ayahnya dengan membawakan bubur hangat untuk sang ayah. Angel menyuapi ayahnya penuh perhatian.


“angel…., apa kau bahagia dengan oka..??” tanya tuan cakra.


Angel hanya diam.


“maafkan ayah…, karena kepentingan ayah kau melakukan apa yang tidak kau inginkan..” kata tuan cakra sedih.


“ayah…, jangan sedih…aku baik-baik saja…!! Aku bahagia dengan pernikahanku…” sahut angel.


Tak lama kemudian tiba-tiba angek merasa perutnya sangat penuh dan membuatnya ingin muntah. Angel berlari masuk kedalam kamar mandi dan muntah-muntah disana. Setelah puas mengeluarkan isi yang ada di dalam perutnya, ia mencuci mulutnya dan menatap wajahnya di cermin.


“wajahku sangat pucat…!! Mungkin aku kelelahan karena menjaga ayah..” ucapnya lalu membasuh wajahnya dengan air.


Malam harinya, oka datang menjenguk mertuanya yang masih terbaring lemah di kamarnya. Setelah berbincang dengan ayah mertuanya, oka berniat untuk menemui angel yang berada di kamarnya. Saat menuju ke kamar angel, langkah oka terhenti saat mendengar tangisan angel yang sedang berada di ruang tempat angel melukis. Oka melihat dari selah pintu yang terbuka sedikit.


Oka melihat angel menangis sambil menatap sebuah lukisan yang terpampang di hadapannya.


“aku merindukanmu…” ucap angel dalam isak tangisnya pada lukisa itu.


Oka mengepalkan tangannya saat tau kalau itu adalah lukisan seorang pria yang dilukis khusus oleh angel.


“siapa pria yang ada di lukisan itu..?? apa dia sangat istimewa untukmu, angel…?? Aku sangat kesal….” Ujar oka dalam hatinya menatap angel dengan marah.


Oka kemudian mengurungkan niatnya untuk menemui angel, ia memilih untuk pulang kembali ke apartemennya. Angel masih menangis sambil menatap lukisan seorang pria yang sangat berarti bagi kehidupannya.


Saat nova berjalan-jalan menyusuri kota yang tak jauh dari apartemennya, ai melihat seorang anak kecil ketakutan di pinggir jalan. Ia pun menghampiri anak tersebut.


“hai…., kau sedang apa..?? kenapa kau sendirian..??” tanya nova pada anak kecil itu.


“aku tersesat…” sahutnya.


“bagaimana kau bisa sampai disini..??” tanya nova.


“tadi aku jalan-jalan dengan ayahku…!! Tapi tiba-tiba aku tersesat…” kata anak kecil itu.


“oohh…, aku sangat kasihan padamu…” ucap nova.


“tante…, apa kau mau bantu aku mencari ayahku…??” tanya anak kecil itu.


“tan…tante….???? Hhhaaiihhh…., dia benar..!! aku memang sudah tante-tante..” gumam nova.


“tapi aku juga tak tau dimana ayahmu.., sayang…” kata nova membelai rambut anak kecil itu.


Tak lama kemudian terdengar suara teriakan seorang pria yang mendekati mereka berdua.


“eehh…, itu kan dokter saraf yang dirumah sakit…” gumam nova melihat riady berlari kearah mereka.


“riana…., ayah sangat khawatir padamu…!! Kenapa kau melepaskan tangan ayah tadi…” kata riady pada putrinya itu.


“aku melihat boneka beruang yang besar disana…, tapi aku malah tersesat…” ucap riana menangis.


“jangan lakukan hal itu lagi…” kata riady kesal pada riana.


“hei…, kenapa kau memarahinya..?? dia ketakutan…” ujar nova pada riady.


“ck…., ternyata kau pasien bawel..!!” kata riady melihat nova.


“kau dokter kaku…” balas nova.


Lalu riady mengajak riana pergi dengannya namun di hentikan oleh nova.


“tunggu dulu…., apa benar dia ayahmu..??” tanya nova pada riana.


“iya…” sahut riana.


“ck.., apa kau tidak lihat wajahku sangat mirip denganya..??” teriak riady kesal.


“biasa aja dong…., ngegas mulu….!!! Dasar……..” balas nova.


Riady pergi dengan kesal membawa riana pulang, begitu juga sebaliknya nova kesal kembali keapartemennya. Saat menuju keapartemennya, nova merasa ada yang mengikuti dirinya. Namun saat ia menoleh kebelakang, tidak ada seorang pun yang ada di belakangnya. Kemudian nova masuk kedalam apartemennya dan membuat secangkir kopi untuk melanjutkan pekerjaannya di meja kerjanya. Saat akan menyalakan komputernya, ia menoleh kearah jendela kaca dan melihat yuna yang menatap tepat kepadanya.


“itu kan yuna…!! Sedang apa dia berdiri disana dan menatap kesini..??” gumam nova melihat yuna yang sedang menatapnya.


Penasaran dengan yuna yang seperti mengintainya, nova kembali turun untuk menemui yuna. Namun saat ia sudah berada di bawah dia tak melihat yuna dimana-mana.


“dimana wanita aneh itu…??” gumam nova celingak celinguk melihat kesegala arah di perkarangan apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2