
semalam Elsa ketiduran di sofa saat menunggu Alan tapi Elsa baru menyadari jika Alan tidak tidur di kamar karena ranjang mereka masih rapi seperti semalam,Elsa tersenyum kecut apa lagi memikirkan semalam ,dia berdiri mencuci wajah nya dan menyikat gigi
saat ke luar dari kamar mandi dia sudah melihat Alan duduk di sofa
" siapkan baju ku " ucap Alan tanpa melihat Elsa
" iya tuan " ucap Elsa
Alan berdiri dari duduknya lalu masuk di kamar mandi
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
saat di meja makan Elsa bingung harus seperti apa karena nanti melakukan kesalahan dia melihat Elvi Aqila mommy menyiapkan makanan untuk mereka ,sedangkan Jeje dan Ana sudah tidak ada karena Ana ada yang di urus di apartemen sesudah itu mereka akan ke makam orang tua Jeje
"tuan mau makan apa " tanya Elsa
" bibi ambilkan makanan untukku" ucap Alan pada pelayan
Henry menatap tajam pelayan yang mau melayani Alan ,Alan yang menyadari berdiri sendiri mengambil piring yang baru lalu duduk kembali dan mengambil makanan nya , sedangan Elsa masih diam di tempat nya
"jangan melewati batas mu kamu hanya istri di atas kertas " ucap Alan ketus
" ALAN " teriak Henry sambil berdiri dari duduknya dan mengepalkan tangan nya
" hen tahan emosimu " ucap Jose ikut berdiri
" apa kalian tidak bisa diam ,mommy mau sarapan ,jika Alan enggan di layani biarkan saja " ucap mommy ellena
" mom,Elsa itu istrinya mau di atas kertas atau di atas buku ,dia tetap istrinya jika memang enggan di layani setidaknya bicara saja dengan baik " ucap Henry lagi
" mommy kenyang " ucap mommy ellena
" mom " panggil Daddy radit dan Jose
" apa " tanya mommy ellena
" mommy belum makan papa " ucap Daddy radit
" nanti pelayan yang antar kan ke kamar , mommy malas makan di meja makan " ucap mommy ellena lalu meninggalkan meja makan itu,Henry menarik rambutnya kasar , Aqila memegang tangan suaminya
" hubby " panggil Elvi
" iya sayang tidak papa " ucap Henry mengelus kepala istrinya
" sudah ayo makan ,Elsa makan juga" ucap Daddy radit
" maaf jika semua ini karena Elsa " ucap Elsa sambil menangis
"diam lah aku ingin makan " ucap Alan ,Henry memejamkan matanya ,Jose hanya bisa menahan agar Henry tidak lepas kendali
" setelah ini kalian susul Jeje dan Ana melihat ayah dan ibu " ucap daddy Radit
" Alan sibuk " ucap Alan sambil memasukkan makanannya mulutnya
" ini weekend Lan " ucap Jose
" iya aku tau ,makanya aku sibuk " ucap Alan
" sibuk dengan siapa karena apa " tanya Henry
" pacarku " ucap Alan ,Elsa yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dalam hati sakit sudah pasti
praaaanggg
Henry melempar gelas yang ada di depannya ke dinding meluapkan emosi nya membuat aqila dan Elvi kaget tapi mereka bingung harus berbuat apa
"jika kamu ingin wanita itu masih hidup lepaskan dia " ancam Henry , Alan menatap tajam Henry
" kenapa ,kenapa hah " bentak Alan
" kenapa hanya Alan yang tidak bisa mengikuti pilihanku sendiri kenapa , kau Jose Jeje kalian menikah dengan orang yang kalian cintai ,lalu aku kenapa harus menikah dengan dia kenapa ,apa karena Alan anak angkat di keluarga ini sehingga jodoh dan teman hidup Alan harus di tentukan ,sebelumnya kalian sudah tau aku memiliki kekasih bukan " teriak Alan menatap tajam Henry
" Daddy hanya ingin yang terbaik untukmu " ucap Jose
" apa kalian melihat aku sekarang bahagia , jawabannya tidak itu artinya apa itu terbaik untuk ku " ucap Alan lagi
" lalu mau mu sekarang apa " tanya Henry
" kenapa harus bertanya dengan ku, sebelumnya apa kalian bertanya apa mau Ku tidak bukan " ucap Alan
"Kaka " panggil Aqila
" iya sayang maaf iya " Aqila hanya mengangguk
Alan meninggalkan meja makan itu tanpa berkata papa
__ADS_1
" Alan " panggil Daddy radit
" Alan dengarkan Daddy dulu " nihil Alan tetap melangkah ke luar dari rumah itu dengan perasaan marah
" sudah dad tidak papa dia hanya memenangkan pikirannya " ucap Jose
" hubby " panggil Elvi
" ayo Saparan ,setelah itu kita lihat si kembar ,Elsa makan lah " ucap Henry
" maaf karena kehadiran ku membuat keluarga tuan jadi seperti ini , sekali lagi maaf " ucap Elsa dengan air mata
" kami yang seharusnya meminta maaf ,kami mohon bertahan lah di samping nya kami akan selalu di sampingmu " ucap Jose
" iya tuan " ucap Elsa
" sudah ayo makan " ucap Daddy radit
" tidak usah di pikirkan dad setelah ini kami akan menyusul nya " ucap Jose
" iya nak " ucap daddy Radit
Alan menyusuri jalanan tanpa tujuan ,dia ingin melampiaskan emosinya hingga mobilnya membawa dia di sebuah pantai dia berhenti di pinggir pantai dia membuka kaca mobilnya lalu memejamkan matanya, dering panggilan dari hp membuat nya membuka matanya dan mengakat nya
"hebm "
" di mana "
" pantai "
" share lock"
" hebm "
setelah memberikan lokasinya,dia menyimpan HP nya dan melanjutkan lamunan nya, dia tersenyum mengingat semua perjalanan hidupnya dari masih bersama orang tuanya ,hidup berdua dengan Jeje hingga akhirnya di bawah ke rumah besar perlahan kehidupan mereka mulai membaik melanjutkan sekolah yang sempat terhenti ,sekolah yang khusus orang kaya yang tidak perna mereka bayangkan setelah lulus mereka kuliah di LA mereka seperti bermimpi saat itu sehingga dia berjanji pada dirinya untuk membuat Daddy dan mommy bahagia sekalipun dia suka bermain di luaran sana, sekarang dia kembali di rumah itu sampai Sekarang dia masih tinggal di sana, sejam telah berlalu memikirkan kehidupannya dulu sampai sekarang membuatnya sedikit tenang ,suara ombak angin laut membuatnya bisa lebih sedikit berpikir jernih
tok ...tok....
Alan membukakan pintu mobil sebelah nya
" apa kau sering kesini "
" tidak ini pertama kalinya Jo " ucap Alan masih memejamkan matanya
" are you ok " tanya jose, dia harus menyusul nya ke sini atas permintaan Daddy radit
" want to share " tanya Jose
" aku ingin kembali ke LA " ucap alan
" kamu yakin " Alan mengaguk
" baiklah nanti aku akan mengurusnya tapi apa kau ingin mendengar kan aku berbicara " Alan menggaguk
" baik lah ,apa kau benci kepada kami karena merasa di bedakan " tanya Jose
" aku hanya benci keadaan " ucap Alan
" why " tanya jose
" karena hanya kejadian yang bodoh aku harus berakhir hidup bersama nya " ucap Alan
" apa kau membencinya " tanya Jose
" awalnya tidak tapi sekarang iya ,dia terlalu bodoh sehingga tidak bisa membela diri " ucap Alan
" apa kamu mencintai wanita yang di apartemen " tanya Jose ,Alan hanya diam saja
" still a virgin " jawab Alan
" Elsa " Alan menggaguk
" aku tidak membela siapa pun tapi aku yakin kamu pasti tau yang mana yang harus kamu pertahankan " ucap Jose
" Daddy tidak perna membedakan kamu dengan kami ,baginya kita anak anaknya , aku sama sepertimu di angkat menjadi anak dan memakai nama kebesaran mereka bukan kah hal yang gila ,padahal aku sudah mempunyai nama sendiri tapi agar saya terlihat sama dengan Henry dia mengganti namaku dan mengakui sebagai anaknya sama dengan Henry , sama halnya dengan kalian cuma bedanya dia hanya menambakan saja dia enggan mengganti nama ayah yang sudah ada memang di belakang nama kalian, dan mengumumkan pada dunia bahwa Alan Bakrie Mateo juga anaknya sama seperti Henry " ucap Jose
"Alan kami hanya ingin yang terbaik untukmu, maaf jika dengan memaksa mu menikah dengan nya membuatmu tidak bahagia ,tapi Niat Daddy hanya ingin kamu seperti kami, aku tidak memintamu untuk mencintai nya sekarang tapi biarkan dia melakukan tugasnya ,dari situ kamu bisa melihat ketulusan nya " ucap Jose
" Henry menyuruhmu pulang " ucap Jose
" aku ingin sendiri dulu " ucap Alan ,tiba tiba pintu mobil bagian belakang terbuka membuatnya membuka mata ,dia sudah melihat Henry dan Jeje dia hanya mencibir saja
" apa kau marah karena kami menyusul mu " Ucap Henry
" tidak " Ucap Alan, di dalam mobil kembali hening
__ADS_1
" bicara lah ,kalian tidak mungkin menyusul dengan cuma cuma " ucap alan
" Daddy semalam bicara , apa dia sudah menjadi orang tua yang jahat ,orang tua yang gagal karena memaksa mu menikah,dia meminta pendapat ku apa dia memisahkan kalian saja , tapi aku menolak ,kamu pasti tahu itu alasannya " Henry menjeda ucapannya " Daddy melihat di sini Elsa seperti tersangka padahal dia tidak tahu papa dia hanya mengikuti perkataan Daddy , dia di benci tanpa alasan ,kalau kamu membencinya karena dia mau menikah dengan mu , itu bukan pilihannya tapi keadaan yang mengharuskan dia memilih sama halnya dengan mu tidak bisa menolak karena keadaan yang memintamu harus menikahinya ,jika kamu menolak sudah pasti kalian tidak menikah tapi kenapa kamu tidak menolak " tanya Henry
" because of mom " ucap Alan
" begitu juga dengan nya karena Daddy ,apa menurutmu adil untuknya menerima cacian makian dari mu , NO " ucap Henry
" sekarang katakan apa yang membuat mu benci sama dia " tanya Henry
" aku tidak tahu" ucap Jose
" lalu apa alasannya kamu mempertahankan yang di apartemen, karena *** ,kau bisa mendapatkan nya sekarang sama istri mu bahkan biar tiap hari tanpa harus mencuri kesempatan hingga di mobil kalian melakukan nya " ucap Henry
" kau tau ternyata " ucap Alan tertawa kecil
" kamu pasti juga tau kalau aku akan mengetahui nya " ucap Henry
" cih kalian membuang waktu ku ,hanya untuk berdakwah di sini " cibir alan
" mau minum " ucap Jeje
" kau masih hidup " ucap Alan
" tidak aku sudah mati " ucap jeje
" wine " tanya Jose
" bilang pelayan untuk menyimpan semuanya " ucap Henry
" akan aku lakukan " ucap Jose sambil mengetik pesan
" kau tidak bertemu ayah dan ibu " tanya Alan
" bisa besok setelah pulang kantor " ucap Jeje
" kau membatalkan bertemu ayah dan ibu ,hanya untuk menyusul ku ke sini,bahkan dulu saat di LA aku memukul orang dan kabur kau tidak mencari atau menyusul ku " ucap Alan
" apa kau dendam " tanya Jeje
"cih "
" apa kau sudah siap untuk pulang " tanya Jose
" 1 jam lagi ,jika kalian ingin duluan lah " ucap Alan
" kami akan di sini " ucap Jose
" maka diam lah " ucap Alan
Jeje yang memang orang nya tidak bisa diam jika dengan mereka membuat mulutnya gatal ingin bicara tapi Henry mencekram lengannya ,membuatnya diam
" aku akan mencoba ,tapi jangan pernah memaksaku " ucap alan
" hebm " jawab herny
" biarkan apartemen untuknya ,anggap saja itu bayaran untuknya " ucap Henry
" hebm "
" sudah selesai kan ,ayo lah hen ,Jo ,lan " ucap Jeje
" kalian ini membuat ku pusing " ucap Jeje kesal tapi tidak membuat mereka bergeming
" kita pulang " ucap Alan
" kenap tidak dari tadi bodoh , kamu membuat ku gerah duduk diam di mobil hampir sejam " ucap Jeje kesal
" urusanmu " ucap Alan sambil menjalankan mobilnya meninggal kan pantai
" mobil " tanya Jeje
" jangan seperti orang susah " ucap Henry ,Jeje hanya mencibir saja
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" by " panggil Elvi
" kenapa hm" ucap Henry ,Elvi melihat Alan
" kamu main sama si kembar iya ,kami mau ke lantai tiga " Elvi mengaguk
" sama Elvi dulu iya " Aqila mengaguk
" apa semuanya baik baik saja " Henry mengaguk
__ADS_1
lalu meninggalkan Elvi dan Aqila yang masih bingung