
Alan benar benar meluapkan semuanya lewat minuman Henry Jose Jeje juga minum tapi masih bisa mereka kontrol, Henry membiarkan Alan minum dengan puas dan mengeluarkan semua yang belum dia ke luarkan, daddy yang mengetahui mereka sudah kembali dan ke lantai tiga dia menyusul mereka
" apa dia baik-baik saja " ucap daddy Radit yang baru masuk
" entah lah,tapi biarkan saja " ucap Henry
" maaf " ucap daddy Radit menatap Alan
" untuk " tanya Alan dengan sedikit kesadaran
" semuanya " ucap Daddy radit
" aku hanya ingin bahagia seperti orang lain " ucap Alan,setelah mengatakan itu dia tumbang karena kebanyakan minum
" maaf " hanya kata itu yang ke luar dari mulut Daddy radit
" dad jangan menyalahkan diri sendiri terus ,kami tau Daddy melakukan nya demi kebaikan Alan " ucap Jeje , daddy Radit hanya mengaguk saja
" ayo bantu aku membawanya " ucap Henry
" gendong " ucap Jeje
" sini kamu yang aku gendong dan melempar mu ke bawah lumayan dari lantai 3 ,setidaknya jika bukan kuburan rumah sakit tempatmu " ucap Henry
" cih iya sudah ayo aku bantu " ucap Jeje
mereka ke luar dari ruangan itu menuju lantai dua tujuan kamar Alan,Elvi Aqila dan Elsa melihat mereka karena pintu kamar si kembar terbuka
" by,mas Alan kenapa " tanya Elvi saat mendekati mereka
" cuma hilangin stres saja ,tidak papa " ucap Henry
" by minum " Henry mengaguk
" maaf " ucap Henry
" habis itu mandi ,nanti aku buatkan air madu " Henry mengaguk
" tolong urus dia iya, dia terlalu banyak minum " ucap Henry ,Elsa hanya mengangguk saja lalu mengikuti mereka masuk dalam kamar Alan
" kami tinggal " ucap Jeje
" iya tuan " ucap Elsa
setelah kepergian mereka Elsa membuka kain yang ada tubuh Alan dengan pelan agar tidak mengganggunya dengan perasaan gugup takut dan malu bercampur jadi satu ,setelah pakaian nya sudah terlepas dia membersihkan tubuh Alan dengan melap nya ,di rasa sudah bersih dia mengambilkan pakaian baru untuk di pakaikan pada Alan ,dia duduk di pinggir tempat tidur menatap Alan
" maaf jika kehadiran ku membuatmu tidak bahagia, jika boleh memilih aku akan tetap menjadi pengasuh si kembar dari pada menjadi istri atau nyonya yang sering kamu ucapkan ,karena aku juga sadar di mana tempat ku,bisa menikah dengan salah satu anak orang terkaya buka lah impian dan keinginan ku, " ucap Elsa sambil menatap Alan untuk yang pertama kalinya
" ini bukan keinginanku tapi aku harus seperti apa, aku seperti seorang wanita bayaran yang berstatus istri " ucap Elsa dengan suara bergetar
aaakkk
"diam lah kau membuat sakit kepala bertambah " ucap Alan
" tu...hhmmmppp
Alan menutup mulut Elsa dengan ciuman,dia membuka matanya menatap wanita yang sedang di depannya,dia menahan tengkuk leher Elsa untuk memperdalam ciumannya , menggigit bibir bawahnya saat mulai terbuka sedikit dia mulai bermain di dalam nya,Elsa sudah kehabisan napas sehingga memukul dada Alan
" belajar lah untuk berciuman " ucap Alan ,lalu membalikan tubuh Elsa yang kini berada di bawahnya
aaakkkk
" tu...tuan mau apa " ucap Elsa gugup
" ingin memakan mu " ucap Alan sambil meremas buah ceri ,Elsa memejamkan matanya
" tu..an aahh" Elsa menutup mulutnya dengan cepat,Alan mencium leher jenjang Elsa sehingga membuat wanita itu merasakan geli sekaligus aneh
" katakan kau menginginkan nya " ucap Alan tangan nya masih bermain di buah ceri
" tu...tuan masih mabuk " ucap Elsa sambil menahan tangan Alan yang ada di buah ceri nya
" aku masih punya kesadaran" lalu Alan melepaskan tangan Elsa yang menahannya, setelah itu dia membawa tangan Elsa di atas kepalanya
Alan kembali mencium Elsa dengan lembut ,sedangkan tangan satu nya menyusup masuk lewat perutnya,dia menaikan batok kelapa Yang menutupi buah ceri memainkan ujung buah ceri,Elsa hanya bisa menggerakkan kakinya saat Alan memainkan pucuknya
" katakan kau menginginkan nya " Ucap Alan dengan suara berat
"tapi hmmmppp
Alan semakin memainkannya membaut Elsa meronta ingin di lepaskan
" iya aku mau " ucap Elsa dengan napas ngos-ngosan
" baiklah jika kamu menginginkan nya " ucap Alan
Alan melepaskan semua kain yang masih melekat ,lalu dia memandang nya dengan baik putih mulus bersih berwarna coklat dan merah muda ,dia melihat elsa yang memalingkan wajahnya menahan malu
Alan memulai permainan nya dia ***** buah ceri dengan lembut ,mencium tengkuk Elsa hingga di buah ceri
Elsa melenguh saat mulut Alan bermain di dadanya ,tangan nya tidak tinggal diam bermain di mana saja hingga berhenti di hutan belantara membuka sedikit mengelus dengan lembut hingga
aaarrgghhhh
saat jari Alan sudah mulai masuk, Elsa memejamkan matanya dengan kuat tangannya menahan kepala Alan agar semakin dalam , Alan tersenyum dalam hati
damn it ini sangat berbeda nikmat dan sempit batin Alan
dia melihat waja Elsa yang sudah sayu
" kau ingin yang lebih " bisik Alan sedangkan tangannya masih bermain di bawah ,Elsa hanya mengangguk saja
" katakan dengan benar " ucap Alan menambah kecepatan tangannya
" a...aku ingin aaaahhh" ucap Elsa
" kau yang memintanya bukan jadi bersiaplah " bisik Alan
akan memposisikan tubuhnya lalu memasuki area hutan itu
" kenapa masih sempit " gumam Alan ,tapi dia masih berusaha memasuki hutan itu
aaaarrrgghhhhh
*******kenapa enak seperti ini batin Alan
Alan melihat wajah Elsa yang menahan sakit ,dia mencium bibir Elsa membuat nya menikmatinya, Alan bergerak dengan pelan
*******dan ***** milik mereka memenuhi kamar Elsa yang tadi merasa sakit kini sudah berganti,dia sudah menikmati yang di mainkan Alan hampir 2 jam akhirnya Alan mendapatkan nya
aarrrrkkk
aaaarrrgghhhhh
kali ini alan membiarkan semuanya muntah dalam sana ,dia menekan pinggang Elsa agar miliknya menyatu bagian terdalam Elsa setelah itu dia tumbang di atas Elsa
dengan napas mereka yang masih ngos-ngosan,tubuh mereka sudah dipenuhi keringat
Alan berdiri lalu mengakat tubuh Elsa tanpa aba-aba membuat Elsa memikik keras karena kaget
" diam " Elsa hanya mengangguk saja
__ADS_1
mereka masuk dalam bathup ,lalu Alan mengisinya dengan air hangat , awalnya Alan hanya meletakan Elsa di situ tapi dia ikut masuk ke dalam ,sehingga kembali terjadi di dalam kamar mandi
Saat sudah selesai mereka tertidur lelap di atas tempat tidur dengan masih memakai bathrobe
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" di mana Alan " tanya mommy ellena saat melihat anak anaknya berkumpul dan bermain dengan si kembar
" di kamar mom " ucap Henry sambil melihat mommy ellena
" bikin apa tidur siang ,bahkan ini belum jamnya " Ucap mommy ellena
" dia mabuk mom" ucap Jeje ,Henry dan Alan menatap tajam Jeje
PLak
PLak
PLak
" apa kalian tidak bisa menjaganya hah " bentak mommy ellena membuat mereka seketika tertunduk
" mom ada si kembar " ucap Henry lirih , mommy ellena melihat cucunya
" maaf kan Oma sayang ,Oma tidak memarahi kalian " ucap mommy ellena ,mereka hanya tertawa tapi Queen hanya diam saja membuat mommy heran
" hen Queen kenapa " tanya mommy ellena
" kami juga bingung ,kata Elvi dari pagi dia hanya diam saja ,kecuali haus baru rewel tapi hanya sebentar saat susu sudah ada di mulut nya " ucap Henry
" apa Alan sudah menemuinya " tanya mommy ellena karena semenjak kejadian tempo hari mommy ellena berpikir jika Alan dan Queen memiliki ikatan batin
" belum semenjak dia hbis menikah kemarin " ucap Jose
"Queen kangen sama ayah alan " tanya mommy ellena
entah mengerti atau tidak Queen tertawa membuat mereka mengeritkan keningnya
"tunggu sedikit lagi iya ayahmu lagi mabuk wine " Ucap mommy ellena kesal,lagi lagi Queen tertawa
" hei Queen, kenapa kau senang hanya menyebut nama ayahmu ,aku Daddy mu kau lupa ,bahkan aku membuatmu sampai lutut ku gemetar karena Berjam jam membuat kalian, cih aku akan membuat Alan menghamili istrinya agar tidak mentabotase anakku ,enak saja " Ucap herny kesal mommy ellena tersenyum dalam hatinya
" Queen di sini juga ada ayah Jose sama ayah Jeje , kenapa tadi tampang mu datar saja " ucap Jose
" cih apa aku harus bilang kalau kamu istriku agar kau juga senang , tapi maaf aku sudah memilikinya,bahkan harus kotor kotoran demi singkong " cibir Jeje menatap Queen
Henry dan Jose tertawa lepas mendengar Jeje berbicara pada Queen yang hanya menatapnya datar dalam kereta miliknya sedangkan baby boy Ateng dengan ASI di mulut mereka
" singkong nya di buat apa " tanya Henry
" kripik sama bibi sama di goreng tapi mommy bilang nanti malam saja " ucap mommy ellena
" pisangnya " tanya Jose
"mommy tidak tau ,tapi kata bibi mereka mau buat kolak mommy juga tidak tau " ucap mommy ellena
" apa itu kolak " tanya Henry dan Jose
" kalian ini bodoh betul kolak saja tidak tahu " ucap Jeje
" memang kamu tahu " tanya Jose
" jangan lupa sebelum Daddy membawa kami ke sini kami dari mana, dulu ibu sering membuatkan kami karena itu kesukaan ayah di campur sama ubi jalar " ucap Jeje
" apa itu ubi jalar " tanya Henry dan Jose
" buka google baru lihat , CEO asisten RM Corp bego " ucap Jeje kesal
" sudah ketempat ayah dan ibu " Jeje menggeleng
" kenapa " tanya mommy ellena
" tadi harus nyusul Alan mom karena dia pergi dengan keadaan marah " ucap Jeje
PLak
" masih ada Henry dan Jose " ucap mommy ellena
" jam berapa anak itu bangun " tanya mommy ellena
" kami tidak tahu mom" ucap mereka
" tunggu saja sepertinya dia kangen dengan Bogeman mommy " ucap mommy ellena
mati kamu Alan batin mereka tersenyum kecut
" mana istrinya " tanya mommy ellena
" di kamar urus Alan " ucap Jose
"benar benar itu anak, mommy harus mencari rotan mommy karena sudah lama mommy tidak tau simpan di mana " ucap mommy ellena
Henry Jose dan Jeje menelan ludahnya kasar mendengar kata Rotan
" untuk apa rotan mom " tanya Jeje
" bukan urusanmu " ucap mommy ellena ,mereka hanya mengangguk saja
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
hingga jam makan siang Alan dan Elsa belum juga ke luar dalam kamar membuat Henry Jose dan Jeje bingung, mereka terbangun sudah pukul empat sore
Elsa membuka matanya dengan pelan mengumpulkan nyawanya sebentar,tapi dia merasa seperti dalam pelukan orang ,dia mengangkat kepalanya nya melihat wajah Alan membuatnya menelan ludah nya paksa
dia mengangkat pelan pelan tangan Alan, mungkin karena masih pusing atau capek Alan tidak terusik ,Elsa langsung berlari ke kamar mandi membersihkan diri ,sedangkan di luar mereka semua berkumpul hanya Alan dan Elsa yang tidak ada sedangkan Ana tadi di jemput sopir
" apa Elsa ikut mabuk " tanya Jeje
" iya apa Kaka Elsa tidak lapar bahkan dia melewatkan jam makan siang " ucap Aqila
" jangan jangan mas Alan memarahinya terus memukulnya lalu pingsan " Ucap Elvi
" pikiran mu ke jauhan sayang,untuk berdiri saja Alan tidak bisa lalu bagaimana dia memukul " ucap Henry menggeleng kan kepalanya
" terus kenapa dia belum ke luar " tanya Aqila
" kan dia jaga suaminya dek " ucap Jeje
" emang Kalau Kaka mabuk harus di jaga kan dia juga tertidur " tanya Aqila
" sudah sudah kenapa jadi bahas mereka " ucap Daddy radit
" jadi mau bahas apa " tanya mommy ellena
" itu yang di karung mau di apain Daddy sudah cape cape cabut semalam sampai pinggang Daddy sakit " ucap Daddy radit
" goreng dad " ucap Elvi
"iya baru pake sambal terasi enaknya itu luar biasa " ucap Ana
" kalian bisa " Ana dan Elvi mengaguk
__ADS_1
" kenapa tidak dari tadi Astaga,kalau tau mommy tidak harus menyuruh bibi " ucap mommy ellena
" memang bisa di goreng " tanya Aqila polos
" bisa dek , singkong di bagi bagi dulu terus di kasih bumbu kuning tapi bikin sendiri, baru di biarkan beberapa menit setelah itu baru di goreng tapi jangan terlalu lama angkat baru masukan dalam air es batu, setelah itu gorengan lagi,hasilnya empuk Krenyes Krenyes " ucap Ana
" bisa juga duluan di rebus baru di goreng tapi singkong nya kadang hancur " ucap Elvi
" apa kalian perna buka warung gorengan " tanya Jeje
" tidak cuma kan di kampung sering masak bang " ucap Ana
" sayang kamu bisa " Elvi mengaguk
" koh tidak pernah bikin " tanya Henry
" emang pernah membiarkan aku masuk dapur ,tidak kan selain di apartemen dulu ,itu pun saat di apartemen di sana juga di larang ke pasar belanjanya harus di Hypermart pakai sopir lagi ke mana mana " ucap Elvi kesal
"koh jadi marah yank " tanya Henry
" bukan marah hanya mengeluarkan isi hati " ucap Elvi
" cih "
"Aku boleh di ajarin masak tidak " tanya Aqila
" nanti sayang iya kalau baby boy sudah lahir di dapur licin ok " Aqila menggaguk
" tapi janji " Jose mengaguk
" terus pisangnya mau di apain " tanya Daddy radit
" kata mommy jadikan kolak " ucap Jeje
" kolak apa itu " tanya Aqila
" bubur sayang " ucap Jose
" di bakar saja mom ,kan masih ada yang mengkal dan hijau " ucap Ana
"sejak kapan pisang bisa di bakar " ucap mommy ellena
" Kaka Ana kita hidup di mana sih ,Elvi ingin di kampung saja " Ana hanya tersenyum
" nanti Ana bikin di bantu Elvi " ucap Ana sambil mengelus lengan Elvi
" kan kami tidak tau nak " ucap mommy ellena
" iya mom tidak papa ,Elvi hanya bercanda " ucap Elvi
" maaf " ucap Elsa
" Kaka sudah makan " ucap Elvi
" sudah dek, maaf tadi aku ketiduran jadi dag bisa jaga si kembar " ucap Elsa
" tidak papa Kak" ucap Elvi
mata Henry ,Jose ,Jeje,Daddy dan mommy menatap leher Elsa ,mereka ingin tertawa tapi mereka tahan
" sepertinya kamu salah hen ,dia benar-benar memukulnya di ranjang " bisik Jose ,Henry hanya mengangguk saja
" Sa kamu mau ikut masak " tanya Ana
" masak apa " Tanya Elsa
" terserah ,bahannya singkong sama pisang " ucap Elvi
"Sop singkong bisa ,atau kripik ,goreng ,kalau pisang goreng,jadikan kolak atau di bakar lalu bikin kan saos atau mau buat apa " tanya Elsa
" Kaka koh mereka pintar masak " tanya Aqila sendu
" nantikan di ajarin sayang " Aqila mengaguk
" Daddy mau nya di apain " tanya Elvi
" hm coba tadi sebut pilihannya " ucap Daddy radit
" singkongnya mau di Sop,atau di goreng atau jadikan kripik " tanya Elvi
" goreng saja kayanya enak" ucap Daddy radit
" pakai sambal terus bikin minuman es " ucap Elvi
" aku setuju " pekik Jeje
" koh kamu senang " tanya Mommy ellena
" sangat " ucap Jeje
" mau bikin sekarang ini juga sudah sore " ucap Ana
" boleh,by jaga si kembar iya " ucap Elvi
" aku boleh ikut " tanya Aqila
" boleh ayo tapi pelan pelan iya " ucap Elvi
" jagain istriku dek" Elvi mengaguk
" Alan Mana Sa " tanya Jeje
" hm hm lagi istirahat tuan " ucap Elsa
hebm
setelah itu para wanita meninggal kan mereka semua hanya mommy saja yang tidak ikut
" mommy tidak ikut " tanya daddy Radit
" jangan berbicara denganku " ucap mommy ellena
" koh mommy marah,Daddy buat salah lagi " ucap Daddy radit
" kenapa anak anak di biarkan minum " tanya mommy ellena
" Daddy tidak tahu mereka minum, saat Daddy di kasih tau Elvi ,Daddy ke lantai tiga mereka sudah minum " ucap daddy Radit
" lagian buat apa bikin tempat kaya gitu " ucap mommy ellena
" mom sudah lah kan kita tidak papa ,minumnya juga di rumah " ucap Henry
" tunggu lah saat adik kalian yang nakal itu bangun " ucap mommy ellena menekan semua kata kata nya
" **** " Jeje mengacak rambutnya kasar
" kamu mengumpat mommy " tanya mommy ellena
" tidak mom ,tadi Jeje lupa suruh Ana bawa pakaian yang mau Jeje pakai besok ,baru ingat " ucap Jeje
" cih alasan " cibir mommy ellena
__ADS_1