CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Berkumpul


__ADS_3

" tunggu dan duduk di sofa " ucap Henry saat melihat temannya masuk dalam ruangannya


" Ini sudah sore sudah mau malam " ucap Jeje


" Tutup mulutmu " ucap Henry


Alan dan Jeje hanya bisa diam sesuai dengan keinginan bosnya itu .tidak lama masuknya asisten Henry


" Wah kalian sudah datang ,apa kalian sudah mandi setelah menungging kuda " ucap Jose saat masuk dalam ruangan Henry lalu duduk di samping alan


" Cih apa kamu masih punya waktu untung begituan di saat ada ancaman" Alan mencibir Jose , Jose tertawa kecil mendengar cibiran sahabatnya itu


" Jo apa kamu sudah hubungi Davin untuk memajukan jadwal makam malam nanti " ucap Davin ,karena tadi dia menyuruh jos untuk makan malam bersama dengan alan dan Jeje


" Sudah tuan, Nabilla juga sudah pulang " ucap Jose ,Henry hanya mengaguk saja


30 menit menunggu akhirnya mereka pulang Jose dan Henry menggunakan satu mobil , sedangkan jeje dan alan di mobil yang berbeda


" Jangan lupa kuenya Jo" ucap Henry


" Kue nya sudah di antar d rumah" ucap Jose ,Henry hanya mengangguk saja


Saat sampai di rumah semua pengawal pelayan sudah berjejer rapi saat melihat tuannya datang tapi kenapa ada 2 mobil


Semua pengawal dan pelayan tertunduk saat tuan mereka masuk dengan gaya angkuhnya


" Bersihkan diri kalian setelah itu kita akan makan malam " ucap Henry lalu berjalan ke arah kamarnya begitu juga dengan Jose


" Sayang " ucap Henry saat sudah masuk dalam kamar


" By sudah pulang koh dag bilang biar aku sambut di bawah " ucap elvi sambil mendekat pada suaminya tapi di tahan sama Henry


" Kenapa by " tanya Elvi sendu


" Aku dari luar sayang banyak kuman nanti kalian kenapa Napa, sudah aku mandi dulu " ucap Henry lalu masuk dalam kamar mandi,Elvi lalu masuk dalam ruangan walk in close menyiapkan pakaian untuk suaminya .


Sambil menunggu suaminya Elvi menonton tentang bayi cara memandikan dll hingga dia tidak sadar jika suaminya sudah selesai


CUP


" Apa yang kamu nonton sampai suaminya di samping tidak di tahu " Elvi langsung memberikan HP nya pada Henry sambil tersenyum


" Rumah ibu sudah mulai di bangun ,jika nanti kalian sehat kita akan ke sana " ucap Henry lalu mencium bibir istrinya


" Iya by, terimakasih " ucap Elvi sambil tersenyum


" Hai anak anak Daddy apa kalian hari ini nakal " tanya Henry berbicara di depan perut Elvi


" Tidak dad, tadi kami bermain bersama ibu " ucap elvi


" Ibu " Henry mengeritkan keningnya


" Aqila " lalu Elvi mulai menceritakan yang di bicarakan tadi bersama Aqila tanpa ada yang dia tutupi,Henry mengerti perasaan Aqila karena dia juga hidup sendirian semua berubah saat kedatangan Jose


" Iya sudah tidak papa sayang, Aqila itu sama seperti ku tapi aku masih beruntung karena mommy selalu ada waktu untukku , sekalipun Daddy sibuk tapi dia sempatkan waktu bermain dengan ku,dan semua berubah saat aku kedatangan Jose " ucap Henry sambil memeluk istrinya dari samping


" Iya sudah ayo kita ,turun di bawah ada tamu soalnya " ucap Henry sambil membantu istrinya berdiri lalu mereka ke luar dari kamar


Saat sampai di bawah di sana sudah ada Daddy mommy Jose Aqila dan dua sahabatnya nya


" Apa mereka belum datang " tanya Henry sambil mendudukkan bokongnya di sofa dan membantu istrinya untuk duduk


" Sudah di jalan" ucap Jose


Alan dan Jeje menatap Elvi dan Aqila bergantian mereka sangat cantik di lihat secara langsung


" Tutup mulutmu air liurmu menetes, Sayangi mata kalian jika ingin masih mau melihat matahari " ucap Henry, Jeje dan alan langsung membuang pandangan matanya


Daddy dan mommy tertawa keras melihat anak-anak mereka karena sudah lama mereka tidak berkumpul seperti ini


" Cih ingin rasanya aku menguliti nya " cibir Jeje


" Aku mendengar nya " ucap Henry


" Terserah " ucap Jeje jengah


" Maaf tuan nyonya di depan ada tamu " ucap penjaga


" Suruh mereka masuk " ucap Daddy radit


" Baik tua " ucap penjaga lalu dia pergi meninggalkan ruangan itu,tidak lama masuk lah orang tua Davin ,Davin dan Nabilla.


Melihat Nabilla datang Elvi dan Aqila langsung berdiri

__ADS_1


" Kakak" ucap elvi langsung berdiri dan siap untuk lari tapi di hentikan dengan suara menakutkan


" Duduk di tempat kalian " ucap Daddy radit membuat dua wanita itu langsung duduk kembali Henry dan Jose langsung memeluk mereka


" Selamat malam tuan besar nyonya besar, tuan muda dan nyonya muda " ucap papi feri dan mami viona sambil membungkukkan badannya di ikuti Nabila sedangkan Davin biasa saja


" Duduk lah " ucap Daddy radit, mereka langsung duduk di tempatnya, Davin kaget melihat dua sahabatnya nya ber ada di sini, mereka hanya tersenyum simpul saja


" Apa ada yang ingin kalian katakan " ucap Daddy radit


" Maaf tuan besar ,kami meminta restu anda untuk pernikahan Davin dan Nabilla " ucap papi feri


" Lakukan lah, kapan " tanya Daddy


" Rencana awalnya kurang dari 2 bulan ,tapi tuan muda meminta kami di laksanakan 2 Minggu lagi " ucap papi feri ,Elvi dan Aqila langsung melihat Henry ,apa sebegitu besarnya pengaruh suaminya sampai acara pernikahan orang terdekatnya dia yang mengatur sesuai keinginan nya Elvi hanya menelan ludahnya kasar


" Apa sudah " tanya Daddy sambil menatap davin


Davin menarik napasnya " sudah dad" jawab Davin sambil menunduk


" Kapan " tanya Daddy radit


" Waktu di villa" jawab Davin ,kini Nabilla mengerti arti pembicaraan mereka yang hanya dengan satu kata langsung bisa di pahami


" Hampir sebulan tinggal seminggu, lakukan seperti ucapan Henry " ucap Daddy radit


" Baik tuan besar " ucap papi feri ,mami viona selalu melihat Elvi apa lagi perutnya sudah membuncit diantersneyu sendri


" Dan kalian berdua , apa mau terus bermain " ucap Daddy radit sambil menatap tajam alan dan jeje


" Ti...tidak dad " ucap mereka serempak


" Acaranya di mana " tanya mommy ellena


" Di rumah nyonya besar untuk akadnya sesuai permintaan tuan muda ,dan untuk resepsi tuan muda Jose sudah memberi tahu pihak hotel " ucap mami viona.


" Katakan Nabilla " ucap Henry yang mengerti kegugupan Nabilla, Nabilla menatap Davin, dia hanya mengangguk saja


" Maaf sebelum nya tuan besar, tapi Nabila tidak menginginkan resepsi " ucap Nabilla membuat orang tua Davin kaget karena sebelumnya belum ada pembicaraan semua serba mendadak setelah perubahan jadwalnya


" Apa kamu sudah tau " tanya Daddy radit , Nabilla bingung arah pembicaraan Daddy radit lalu dia menatap Davin


" Sudah dad semuanya " ucap Davin, Daddy radit mengerti


" Baiklah lakukan sesuai keinginan nya " ucap Daddy radit tegas


" Lakukan lah jika anda ingin membahayakan calon mantu mu ,aku kira kalian sudah tau Davin dulu suka berganti ranjang bukan, aku tidak suka orang terdekatku apa lagi anak-anak ku di usik " ucap Daddy radit ketus sambil menatap mami viona


" Mmm.....maaf tuan " ucap mami viona


" Sudah lupakan, lakukan saja seperti keinginan mereka, kalian Sudah tau bukan aturannya jika kami ingin datang ,bikin senyaman mungkin agar Elvi dan Aqila Nyaman di sana" ucap Daddy radit ,lalu menatap alan dan Jeje


" Baik tuan " ucap papi feri


" Katakan alasan kalian bisa balik ke sini " tanya Daddy radit


" Di suruh Henry " ucap alan cemberut


" Selain itu " ucap Daddy radit


" Kembali ke perusahaan " jawab Jeje


" Bantu Jose, dan urus perusahaan cabang ,main dengan aman jangan membuat malu Daddy jika kalian tidak ingin Daddy membunuh kalian " ucap Daddy radit dingin dan tegas


" Dan kamu Jeje bawah wanita itu kehadapan Daddy " bentak Daddy pada Jeje membuat orang yang di ruangan itu menjadi kaku,


Matilah kau je batin Henry,Jose,Alan,Davin sambil menatap Jeje


" Dad dia bukan siapa-siapa ku ,dia cuma sampah yang mengaku-ngaku, yang di suruh orang " ucap Jeje sambil menunduk


" Buktinya " ucap Daddy radit , sebenarnya dia sudah tau , dia cuma ingin melihat kejujuran anak-anak nya


" Ehz punya orang tua batu bangat sih " cibir Jeje


" Jeje " panggil Daddy radit dengan suara rendah,Jeje langsung memberikan HP nya pada Daddy radit


" Baiklah" Daddy radit melempar HP Jeje di atas meja .


" Dad aku baru membelinya " ucap Jeje kesal,tapi hanya di lirik saja pada Daddy radit


" Henry Jose apa tidak ada yang ingin di bicarakan pada Daddy " tanya Daddy radit


" Sudah selesai dad " ucap Jose

__ADS_1


" Kerja lah dengan benar ,jangan membuat celah buat mereka,jika tidak ingin Daddy yang bergerak " ucap Daddy radit


" Iya dad" ucap Jose


" Baiklah kita makan malam dulu baru kita lanjutkan lagi karena ad yang ini Daddy bicarakan " lalu mereka semua berdiri pergi ke meja makan ,Elvi dan Aqila langsung memeluk lengan Nabilla


" Selamat malam nyonya muda Elvi dan nyoba muda Aqila " ucap mami viona , sebenarnya dia ingin menyapa mereka dari tadi tapi takut


" Ehz Tante panggil Elvi atau Aqila tidak usah nyonya ok " ucap elvi


" Maaf nyonya.....


" Lakukan lah " ucap Henry


" Baik tuan " ucap mami viona


" Tante panggil nak Elvi sama nak Aqila iya " Elvi dan Aqila menggaguk setuju lalu mereka mengambil duduk mereka masing-masing


" Bawakan makanan Elvi " ucap Henry


" Ini nyonya muda " Ucap koki


" Makasih paman koki" ucap Elvi sambil tersenyum ,membuat yang di meja makan jadi kaget mendengar panggilan Elvi untuk koki


" Makanlah " ucap Henry ,lalu mereka makan dalam diam


Setelah selesai makan mereka masih duduk di meja makan sambil menunggu apa yang akan di bicaran oleh Daddy Henry


" Sesuai dengan janji Daddy ,aku akan memberikan hadiah rumah untuk kalian " sambil menatap Davin dan Nabilla


" Terbaik, terimakasih dad..


"Diam di tempat mu " ucap Daddy radit saat melihat Davin berdiri


"Dan untuk Nabilla apa nanti akan berhenti atau tetap kerja " tanya Daddy radit


" Tetap kerja tuan, kita sudah membicarakan " ucap Nabilla


" Hamil " tanya Daddy radit


" Saya hanya akan minta cuty saat dekat lahiran saja tuan " ucap Nabilla


" Tambah 1 orang sekertaris untuk membantu Nabilla lakukan dengan baik jangan ada kesalahan " ucap Daddy radit


" baik dad " ucap Henry dan Jose


" Jeje dan alan mulai besok sudah masuk kantor ,jangan pernah tinggal di apartemen jika Daddy tidak membuatnya rata " ucap Daddy radit


hhhhuuuss


" baik lah " ucap Jeje dan alan mereka mengumpat dalam keras


" jangan mengumpat Daddy "


" iya "


setelah pembicaraan selesai kelurga Davin sudah kembali,kini di rumah tinggal orang rumah di tambah alan dan Jeje


" hen perut istri mu koh sudah besar " tanya Jeje


" iya dia hamil kembar " ucap henry


" serius wah bagi resep iya " tanya alan


" ah iya aku lupa kenalkan aku Jeje yang paling ganteng dan manis diantara mereka semua, termasuk tuh suaminya" ucap Alan sambil menunjuk mommy menggunakan dagunya ,sedangkan yang di singgung cuma mencibir saja


" ah iya, aku Elvi mas " ucap elvi sambil tersenyum


" aku Aqila kak " ucap Aqila tersenyum


" ah aku suka panggilannya " Ucap Jeje sambil tersenyum


" hemb hebm aku alan adik bungsu yang tertampan di antara mereka, Panggil Kaka saja supaya lebih akrab ok "


baik Kaka alan " jawab Elvi dan Aqila


" apa kalian tidak bisa diam, sayang makan buahnya tidak usah menghiraukan mereka " ucap Henry


" tidak boleh seperti itu , ah iya sekarang mereka mempunyai banyak ayah , ada ayah Jose, ayah Jeje sama ayah alan " sambil mengusap perutnya sambil tersenyum " tapi sayang ibunya cuma satu ibu Aqila " ucapnya sendu


" tenang kami akan membawa kan ibu untuk mereka besok pagi" ucap Jeje cepat di anggukkan oleh Alan


" CK jangan sembarang memberikan ibu pada anak-anak ku jika tidak aku bunuh kalian " ucap Henry menetap tajam

__ADS_1


" CK kamu cari yang baik-baik itu pelayan belakang banyak " ucap Jeje


semua orang tertawa mendengar perkataan Jeje karena dia selalu bisa mencairkan suasana jika sedang berkumpul seperti ini


__ADS_2