CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
pulang ke rumah


__ADS_3

sudah seminggu Elsa di rawat di rumah sakit dan selama itu dia enggan untuk berbicara sama siapa pun dia hanya menatap kosong ke arah jendela sesekali dia menangis selama Elsa di rumah sakit Alan juga tidak perna meninggalkan Elsa sedikit pun hanya ke kamar mandi saja itu pun kecuali ada yang menjaga nya Bahkan makan pun Elsa enggan sehingga dia mendapat tenaga nya lewat cairan infus ,dan hari ini rencananya dia sudah bisa pulang ,Daddy dan mommy sejak pagi sudah ada di rumah sakit sedangkan Henry,Jose,Jeje Ana tidak bisa menjemput Elsa Karena harus ke kantor,barang² Elsa pun sudah di paking sama mommy ellena


"kita pulang ke rumah iya " ucap Alan,Elsa hanya diam ,Daddy dan mommy hanya bisa menghela napasnya kasar


"jangan terlalu sedih ,kami tau ini berat tapi kamu harus ingat kesehatan mu, kamu harus bisa makan jika masih seperti ini ,kamu akan kembali di rawat " ucap Davin lembut ,sejak pagi dia sudah berada di ruangan Elsa karena memang dia jadwal malam, jadi sebelum pulang ingin melihat mereka dulu


Daddy radit mengambil kursi roda yang dekat pintu ,sedangkan mommy ellena sudah memegang tas pakaian Elsa,


" pakai kursi roda iya " ucap Alan,lalu mengangkat Elsa untuk duduk di kursi roda


" apa obatnya Semuanya susah tidak ada lagi yang di lupakan " tanya Daddy radit


" tidak dad " ucap mommy ellena


" makasih dav " ucap Alan ,Davin hanya mengangguk saja


" aku saja yang bawah mom, Davin juga sudah mau pulang " ucap Davin ,sambil mengambil tas yang ada di tangan mommy ellena


setelah semuanya sudah selesai mereka ke luar dari ruangan itu, Alan Mendorong kursi Elsa dan di ikuti mommy dan Davin sedangan Daddy Radit sudah duluan, saat sudah di dekat lift Daddy berbalik ke arah mereka lalu masuk dalam lift meraka hanya diam tanpa ada ada yang membuka suara , Alan sesekali mengelus kepala Elsa lembut


saat sampai di bawah semua dokter dan perawat sudah berjejer menunggu mereka


" terimakasih untuk kerja keras kalian,kami akan memberikan bonus untuk semuanya , terima kasih untuk dokter yang menangani anak saya " ucap Daddy radit sambil menunduk kepalanya menghadap kearah dokter dan perawat ,membuat mereka menunduk kepalanya melakukan hal yang sama


" terimakasih tuan, itu sudah kewajiban kami,semoga nona Elsa selalu di beri kesehatan " ucap dokter tertua di antara mereka ,Daddy Radit hanya tersenyum


setelah itu mereka menuju mobil yang sudah menunggu mereka ,Daddy Radit memegang kursi roda dan Alan mengakat Elsa lalu masuk dalam mobil


" nanti aku ke masion dad hati² di jalan " ucap Davin saat sudah menyimpan barang bawaannya tadi


" iya,kamu juga pulang lah istirahat " ucap Daddy radit


" iya dad " ucap Davin lalu dia berjalan ke arah mobilnya


saat mobil mereka meninggalkan rumah sakit para dokter dan perawat menunduk kepalanya sebagai tanda hormat untuk pemilik rumah sakit itu


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


saat sampai di rumah Elvi dan Aqila sudah berada di depan pintu bersama si kembar dan Nany sedangan baby Reza bersama bibi yang selalu Aqila minta tolongin untuk menajaga nya sebentar ,dan Aqila sudah mengetahui keadaan Elsa sehingga dia mendiamkan Jose karena dia tidak di beri tahu ,saat mengetahui alasan Jose,Aqila hanya bisa menangis karena bagaimanapun Elsa sudah di anggap sebagai kakaknya


mommy duluan ke luar dari mobil lalu di susul Alan, saat Elsa akan turun matanya kembali berair saat melihat si kembar berada dalam stroller, Alan menuntut Elsa untuk turun dari mobil


" kita ke kamar iya kamu istirahat " ucap Alan,Elsa melihat sekilas pada si kembar lalu berjalan ke arah kamar mereka tanpa mengatakan apa pun ,Elvi dan Aqila merasa sedih melihat Elsa yang Seperti itu


" dad apa perlu kita panggil psikiater " ucap mommy ellena saat melihat anak dan menantu nya menjauh


"nanti Daddy urus,ayo kita masuk dulu " ucap Daddy radit mereka pun masuk kembali dalam rumah besar itu

__ADS_1


saat Elsa memasuki kamar mereka dia diam sejenak di ambang pintu sambil memejamkan matanya


" ayo sayang " ucap Alan saat Elsa masih berdiam diri di pintu, Alan mendekati ranjang mereka mendudukkan Elsa dengan pelan lalu menaikan kaki Elsa ,dan alan duduk di samping Elsa sambil menggegam tangan nya dan menatap Elsa ,yang hanya menatap kosong


" apa kamu mau Queen aku bawah ke sini " Elsa hanya menatap Alan lalu merebahkan tubuhnya dan memunggungi Alan,Alan hanya membuang nafasnya kasar


" sampai kapan kamu terus menghukum ku seperti ini sayang " lirih Alan sambil menatap punggung Elsa


Alan membelai kepala Elsa dengan lembut " istirahat lah ,aku mandi sebentar iya " ucap Alan ,lalu mencium kepala Elsa


sepeninggal Alan,Elsa Kembali menangis mengingat calon anaknya dia bangun lalu membuka laci yang ada di samping tempat tidurnya mengambil foto USG calon anaknya


" maaf kan ibu ,tidak bisa menjagamu dengan baik nak,maaf karena kesalahan ibu membuatmu pergi maaf " ucap Elsa sambil mencium foto USG itu


Alan yang melihat Elsa memandang foto USG itu membuatnya semakin sesak,tadi saat di dalam dia melupakan handuk nya tapi saat akan ke luar dia melihat Elsa membuka laci meja sehingga membuatnya berhenti dan memperhatikan yang di lakukan Elsa


Alan mendekati Elsa lalu memeluknya " maaf karena aku kamu harus seperti ini maaf karena aku kita kehilangan anak kita maaf ,mungkin kata maaf tidak bisa mengembalikan semuanya tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya " ucap Alan lirih Elsa menangis sesegukan dalam pelukan Alan untuk yang kedua setelah tau dia keguguran rasa sesak yang selama ini dia tahan tidak bisa lagi ,Alan melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata istrinya saat tangisan Elsa sudah melemah


" istirahat dulu iya " ucap Alan sambil membantu Elsa berbaring dan Elsa selalu memegang foto USG itu, Alan mengelus kepala Elsa ,hingga Elsa benar benar tertidur


Alan mengambil foto yang ada di tangan Elsa " maafkan ayah sayang, maaf semoga kamu bahagia berada di sana ayah akan selalu merindukan kamu maaf " ucap Alan bergetar menahan tangisnya lalu mencium foto USG itu lalu meletakkan kembali pada tangan Elsa


Alan berdiri dari duduknya, lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah selesai dia masuk ke ruangan walk in close untuk memakai bajunya


Alan ke luar dia melihat Elsa masih tidur, dia ke luar dari kamarnya untuk bertemu dengan Daddy radit


" Elsa " tanya mommy ellena


" istirahat mom " ucap Alan


" besok Daddy memanggil dokter psikiater " ucap Daddy radit , Alan menatap Daddy radit


" Elsa tidak gila dad " ucap Alan dengan suara sedikit meninggi


" apa kamu kira hanya orang gila yang bisa konsultasi dengan dokter psikiater " ucap Daddy radit tegas ,membuat Alan terdiam


" kamu ngerti kan maksud dari daddy mu " Alan hanya mengangguk


" dek,aku bawa Queen ke kamar " ucap Alan ,Elvi hanya mengangguk saja


" apa tidak papa " Alan mengaguk


" kita coba saja mom ,siapa tau dengan adanya Queen membuat dia bisa bicara lagi walau hanya sekata " ucap alan , mommy ellena mengagguk


" nanti susu nya di bawah Nany iya mas,karena dia habis minum juga " Alan mengaguk


" Queen sama ayah dulu iya ,kita ketemu ibu " ucap Alan , Queen tertawa senang karena sudah 4 hari tidak bertemu dengan Alan semenjak Elsa masuk rumah sakit dan selalu sibuk semenjak Elsa hamil sehingga dia sedikit di abaikan oleh Alan

__ADS_1


" nanti kalau Elsa sudah bangun, tawarkan makanan lagi iya ,nanti mommy suruh pelayan membawa buah untuk stok di kulkas " ucap mommy ellena


" iya mom, iya sudah Alan ke kamar dulu iya soalnya Elsa Sendirian " ucap Alan lalu berdiri sambil menggendong Queen


selepas Alan pergi mommy menatap Elvi dan Daddy bergantian


" apa tidak akan membuatnya semakin terpuruk " ucap mommy ellena


" kita lihat saja dulu mom,seperti kata Alan tadi siapa tau dia bisa bicara walau hanya sekata " ucap Daddy radit


" jika memang bagus ,biarkan sementara Queen bersama mereka iya nak " ucap mommy ellena


" iya mom ,bukannya Queen juga lebih dekat dengan mereka ketimbang kami orang tuanya " ucap Elvi tersenyum tidak ada rasa iri ataupun kesal baginya sekarang hanya kesembuhan Elsa


saat sampai di kamar Alan menidurkan Queen di samping Elsa ,lalu dia juga ikut berbaring sehingga Queen berada di tengah² mereka sambil mengahap Elsa


" jangan nangis iya nak ,ibu lagi istirahat " ucap Alan ,Queen menepuk² tangan Elsa


" my Queen jangan nanti ibu mu bangun " namun perkataan Alan tidak membuat Queen berhenti bahkan kini Queen sudah menampar wajah Elsa dengan tangan mungil nya membuat Elsa membuka matanya


" maaf sayang ,Queen membangun kan mu " ucap alan sesal ,Elsa tersenyum melihat Queen sambil mengelus pipi nya sedangkan bayi yang berumur 5 bulan itu hanya tertawa memperlihatkan gusinya , hati Alan menghangat melihat kembali senyuman Elsa yang sudah beberapa hari ini hilang


" aku antar Queen ke luar dulu iya jadi kamu bisa istirahat" ucap Alan lembut


" jangan " ucap Elsa , Alan tersenyum bahagia akhirnya Elsa sudah kembali bersuara walau hanya kata jangan


" iya sudah, tapi kamu istirahat iya " ucap Alan ,Elsa memeluk Queen dengan lembut sambil mencium kening bayi 5 bulan itu sekalipun air matanya ke luar karena sesak tapi dia tetap memeluk Queen, Alan memperhatikan mereka berdua sambil menepuk bokong Queen agar ikut tertidur di samping Elsa


tidak berapa lama Daddy mommy dan Elvi masuk kedalam kamar ,mereka melihat Elsa tertidur sambil memeluk Queen


" dia tertidur " Alan hanya mengangguk


" mas aku simpan di kulkas iya ,nanti Elvi pompa lagi jika sudah Habis " ucap Elvi memasukan stok ASI dalam kulkas Alan


" makasih dek " ucap Alan,Elvi hanya tersenyum


" nak masukan sama buahnya " ucap mommy ellena ,Elvi mengambil buah yang ada di tangan mommy ellena lalu memasukkan dalam kulkas


" Aqila mana " tanya Alan


" dia lagi nyusuin baby Reza,nanti dia ke sini " Alan mengagguk


" iya sudah kami ke luar dulu ,nanti kalau butuh papa bilang sama mommy atau pelayan iya " ucap mommy ellena


" kamu istirahat juga,Daddy tau di rumah sakit kamu tidak nyaman tidur nya " ucap Daddy radit


" iya mom ,makasih dad " ucap Alan , Daddy radit hanya mengangguk lalu ke luar dari kamar Alan

__ADS_1


selepas kepergian orang tuanya dan Elvi ,Alan kembali berbaring menghadap Elsa dan Queen tangan satunya berada di pinggang Elsa


__ADS_2