CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Kata maaf


__ADS_3

Elvi mulai membuka matanya tapi belum sadar sepenuhnya dia mengumpulkan nyawanya secara perlahan dia mulai mengingat kejadian tadi lalu melirik sebelahnya dia kira ada seseorang di sebelahnya nyatanya tidak


Dia melihat jam dinding di bagian sofa atas pukul 9 malam,dia berdiri paksa kearah kamar mandi mengambil bathrobe milik Henry setelah itu dia ke luar dari kamar itu menuju kamarnya untuk membersihkan diri


Dalam kamar mandi Elvi hanya bisa menangis dalam diam entah lah perasaannya sekarang seperti apa dia hanya ingin menangis


Setelah lelah menangis dia ke luar dari kamar mandi menuju lemarinya dia mengambil pakaiannya.


Setelah itu dia ke luar dari kamarnya menuju dapur karena memang dia belum makan malam terakhir dia makan saat bersama Rio.


Saat Elvi masih sibuk dengan masakannya ada yang memeluknya dari belakang elvi tahu karena aroma tubuh pria yang memeluknya sudah saat hafal


" Maaf " hanya itu yang bisa Henry ucapkan kemudian dia mencium kepala Elvi,Elvi mencium bau alkohol dari Henry


Elvi hanya diam tapi cairan bening itu kembali ke luar tanpa izinnya, dia mengendalikan perasaannya sebisa mungkin


" Apa mau makan " tanpa menoleh dengan suara bergetar


" Duduk lah tunggu di meja makan" lanjut nya lagi sambil mengusap lengan Henry,


" Biarkan seperti ini sebentar saja " ucap Henry masih memeluknya Henry tau kalau Elvi menangis karena tubuhnya bergetar


" Hebm, kalau seperti ini kapan selesai memasaknya " ucap elvi lagi


Henry melepaskan pelukannya memberikan ciuman di kepala Elvi setelah itu dia duduk menunggu Elvi di meja makan


Elvi melanjutkan masakannya dia hanya membuat nasi goreng karena memang dia sudah lapar jadi membuat yang simpel yang penting bisa mengisi perut


Setelah selesai dia menyajikan makanan yang dia buat ,seperti biasa dia selalu melayani Henry di meja makan ,Henry melihat wajah Elvi mata nya sembab Henry tau itu kalau wanita itu habis menangis

__ADS_1


Mereka makan dalam diam tidak ada pembicaraan apa pun,setelah selesai makan Elvi membersihkan semua alat kotor yang ada di dapur


" Aku tunggu di kamar atas " ucap Henry berdiri dari duduknya menuju kamar nya


Hebm


Setelah selesai Elvi membikin air hangat perasan jeruk lemon dan madu untuk Henry karena tadi Elvi mencium bau alkohol dari Henry setelah itu dia mematikan semua lampu hanya menyisakan lampu ruangan tengah,saat depan pintu Elvi menarik napasnya dalam lalu di hembuskan nya


Dia membuka pintu Henry sudah berada di atas tempat tidur.


dia mendekat ke arah tempat tidur " minum dulu ini masih hangat " ucap elvi ,Henry menerimanya lalu dia meminumnya ,setelah selesai Elvi menerima gelas kosong itu menyimpan di atas meja


"terimakasih Kemari lah " ucap Henry sambil memukul tempat tidur sisi kirinya, Elvi mendekat lalu merebahkan tubuhnya membelakangi Henry


" Maaf kalau aku sudah berbuat kasar,maaf karena membentak dan meneriaki mu" ucap Henry memeluk Elvi dari belakang


" Iya tidak papa " hanya itu yang ke luar dari mulut Elvi


" Kamu milikku dan hanya aku yang bisa menyentuhmu tidak untuk orang lain" ucap Henry


" Maaf " ucap elvi lirih


" Tidak ,kenapa meminta maaf" tanya Henry sambil melepaskan dekapannya pada Elvi dan menatap wanitanya


" Karena membuatmu marah dan ke luar tanpa izin" ucap elvi


" Mulai besok dan seterusnya nya kalau kamu ke luar akan selalu ada sopir yang mengantar mu " ucap Henry , Elvi hanya mengaguk saja


" Pintar ,jadi lah anak yang baik besok juga akan ada pelayan yang ke sini dua orang mereka pulang saat jam 5 sore " ucap Henry

__ADS_1


" Bisa kah tidak usah pake pelayan, aku bisa terima kalau di antar sopir menjadi anak yang pintar dan sebagainya tapi tidak dengan pelayan " ucap elvi sambil menatap mata coklat tua milik Henry


" Kenapa " Henry bingung akan penolakan Elvi yang tidak menginginkan seorang pelayan


" Aku tidak menyukai kalau wilayah ku di sentuh atau di lihat orang lain, mengerti kan maksud aku " tanya Elvi, dengan polosnya Henry menggeleng kan kepalanya


" Aku tidak suka sesuatu yang berhubungan denganku di sentuh atau di lihat orang sekalipun itu pelayan biarkan aku bekerja sendiri untuk urusan apartemen lagian selama ini aku bisa melakukan nya bukan,aku juga kalau cuma diam saja bosan " Elvi menjelaskan


" Jadi kamu tidak suka kalau barang milikmu di sentuh orang lain " tanya Henry Elvi hanya mengaguk


" Alasannya" tanya Henry


" Aku juga tidak tahu" ucap elvi


Henry mencubit pipi Elvi lalu mencium bibirnya


" Ayo kita istirahat ini sudah sangat malam " ucap Henry sambil memeluk Elvi


" I love you" ucap Henry


" I love you too " ucap elvi


Henry melepaskan pelukannya lalu menatap Elvi


" Ulangi dulu " ucap Henry tersenyum


Elvi langsung mengusap wajahnya di bidang dada Henry karena malu,Henry terkekeh saja melihat tingkah Elvi .


"Istirahat lah pasti kamu lelah " ucap Henry

__ADS_1


Kemudian mereka tidur dalam pelukan masing-masing


__ADS_2