
Heuk...huek...huek...
Henry mendengar orang muntah langsung membuka matanya melihat ke samping sudah tidak ada Elvi dia pun berlari ke kamar mandi,dia melihat Elvi sedang memuntahkan isi perutnya dia membantu Elvi memijat tengkuk lehernya
Huek...huek.... Huekkk
Elvi merasakan ada yang memijat tengkuknya siapa lagi kalau bukan Henry, Setelah memuntahkan isi perutnya Elvi langsung luruh ke lantai membuat Henry panik
" Sayang kenapa " tanya Henry
" Lemas mas bantu aku ke kamar " jawab Elvi lirih
Henry menggendong Elvi membawa nya ke tempat tidur wajah Elvi pucat,keringat dingin
Henry memberikan air minum pada Elvi setelah selesai dia mengambil kembali gelasnya
" Tunggu di sini iya ,mau panggil dulu mommy " ucap Henry,lalu dia ke luar dari kamar
" Mommy ,,,mom " panggil Henry
" Ini bukan hutan Henry " ucap mommy sambil berlari kecil karena teriakan Henry membuat yang lain juga berlari ke arahnya
" Itu Elvi,Henry bingung harus gimana " ucap Henry dengan raut wajah khawatir
" Elvi kenapa " tanya Jose
" Dag tau aku masih tidur tiba tiba bangun langsung lari ke kamar mandi aku lihat Dia muntah " ucap Henry
" Itu hal biasa pagi ibu hamil hen, bahkan dulu mommy harus di infus karena kebanyakan muntah hingga ke kurangnya cairan " ucap Daddy mereka masuk dalam kamar melihat Elvi masih pucat
" Gimana apa yang kamu rasakan " tanya mommy lembut
" Sakit hiks hiks hiks " ucap elvi sambil menangis
" Sudah tidak papa, obat mualnya ada " tanya mommy Sambil memeluk Elvi
" Aada mom, kemarin di kasih" ucap Henry
" Nanti sarapan dulu baru minum obat mualnya dan vitaminnya iya " ucap mommy sambil menghapus keringat Elvi
" Leher Elvi sakit " ucap elvi lirih
" Tidak papa nanti hilang sendiri nya " ucap mommy Sambil mengelus punggung Elvi
" Emang harus kaya gini iya mom,sampai kapan aku dag tega lihat dia harus kaya gini tiap pagi padahal baru 2 hari " ucap Henry sambil menatap Elvi
" Sampai 3 bulan bahkan lebih " ucap Daddy radit " sudah kalian siap siap dulu nanti Elvi Daddy dan mommy yang temani " ucap Daddy
" Iya siap siap sana tidak lama lagi orang butik sampai " ucap mommy
Jose pun ke luar balik ke kamarnya untuk mandi karena tadi dia masih dalam mimpi karena teriakan Henry membuatnya bangun karena kamar mereka bersebelahan dan Henry pun bergegas mandi membersihkan dirinya
" Mommy tinggal dulu iya ke bawah tungguin orang butik " ucap mommy ,Elvi hanya mengangguk saja
Mommy dan Daddy meninggalkan kamar Henry dan menutup kembali pintu kamar Henry
Elvi kembali membaringkan tubuhnya karena lemas habis mengeluarkan isi perutnya
Henry ke luar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk saja dia melihat Elvi sudah berbaring dia berjalan ke arah Elvi
" Apa masih mual " tanya Henry sambil mengusap rambut Elvi
" Sedikit tapi bisa aku tahan " ucap elvi
" Jangan di tahan ke luarkan saja iya ,aku pake baju dulu baru turun di bawah kamu harus makan " lalu Henry berdiri menuju ruangan ganti
Elvi bangun dari tempat tidur dia ingin membersihkan badannya dia masuk dalam kamar mandi
Saat Henry ke luar dia sudah tidak melihat Elvi tapi dia mendengar gemircik air dalam kamar mandi
" Sayang apa kamu baik-baik saja " tanya Henry berteriak
" Iya ,aku cuma mandi " ucap elvi, Henry menunggu Elvi untuk Sama sama ke bawah
Tidak lama Elvi ke luar, Henry melihat Elvi hanya bisa menelan ludahnya sendiri dengan kasar apa lagi aroma yang ke luar dari tubuh Elvi benar membuat otak nya traveling ke mana mana
" Kenapa mas " tanya Elvi saat melihat Henry menatapnya
" Ah tidak, ayo pakai baju aku tunggu di sini " ucap Henry ,Elvi pun berjalan ke arah walk in close
__ADS_1
Dia takjub dengan ruangan itu bisa buat kamar 3 atau bahkan lebih ,dia berjalan kearah pakaian nya kalau mengambil pakaiannya
" Mas ayo " ucap elvi saat sudah keluar dari ruangan ganti,Henry berdiri mendekat ke arah calon istri dan ibu anaknya
Cup
" Kamu cantik, bawah sama obatmu sayang " ucap Henry ,Elvi mengangguk lalu menggenggam tangan elvi ke luar dari kamar Henry, mereka berjalan ke arah ruang tengah untuk fitting baju dulu baru sarapan,sesampainya di bawah mereka sudah ada pihak butik kemudian mereka mencoba pakaian yang akan mereka pakai ,banyak drama yang di ciptakan oleh Henry, dia tidak ingin bagian pundak dada terlihat atau terlalu terbuka . Hingga membuat mommy memijat keningnya karena tingkah posesif Henry ,setelah selesai mereka menuju ruang makan
" Mau makan apa sayang " tanya mommy sambil mengarahkan gelas susu Elvi, Elvi menerimanya lalu meminumnya sampai tandas
" Terserah mom Elvi bisa makan koh yang penting tidak ada ayam ,apa Elvi boleh minta sesuatu " tanya Elvi sambil melihat orang yang ada di meja makan
" Boleh, apa nanti mommy ambilkan " ucap mommy
" Stroberi " ucap elvi
" Makan nasi dulu,selesai makan nasi baru makan buah itu " ucap Daddy radit, mata Elvi kembali berkaca-kaca membuat Henry bingung
Plak
Pukulan mendarat di pundak Daddy pelakunya mommy
" Apa " tanya Daddy ,mommy melirik Elvi,Daddy langsung menarik nafasnya " bibi ambilkan buah sialan itu " ucap Daddy pasrah
" Daddy ketemu pawangnya " Jose tertawa melihat Daddy nya
" Sudah, ayo makan" ucap mommy
" Makan sama nasi iya nanti aku suapin lagi " ucap Henry Elvi hanya ngaguk saja karena dia lebih tertarik sama buah stroberi yang ada di depannya
" Ayo sayang aaaaa " Henry menyuapi Elvi makan
" Buka kebun stroberi hen, stok yang banyak " ucap Jose di sela makan mereka
" Nanti mommy belikan ,makan saja iya " ucap mommy,
" Terimakasih " ucap elvi sambil tersenyum
Setelah selesai makan Henry memberikan obat Elvi lalu dia berpamitan ke kantor
" Jangn capek iya jaga baby baik baik kalau mau sesuatu bilang sama mommy dan Daddy tidak usah takut atau nanti bilng sama aku nanti aku belikan saat pulang kerja " ucap Henry sambil mencium pucuk kepala Elvi dan berjongkok mencium perut Elvi
" Selesaikan semuanya hen Jo hari ini juga " ucap Daddy radit
" Iya dad " ucap ke duanya
Kemudian mereka mencium pipi orang tua mereka dan berjalan ke luar.
Henry dan Jose pergi ke kantor menggunakan mobil yang sama di ikuti oleh bodyguard mereka
" Ayo masuk kita duduk di taman di sana banyak bunga " ucap mommy saat melihat mobil anaknya sudah menghilang dari pintu gerbang
" Apa Elvi bisa merawatnya " tanya Elvi
" Bisa lakukan apa yang membuatmu nyaman yang penting tidak membahayakan kalian " ucap mommy
Daddy radit hanya mengekor dua wanita beda usia itu
Elvi benar-benar bahagia melihat banyaknya Bungan di taman belakang dia langsung berlari seperti anak kecil
" Elvi,kamu sedang membawa cucuku " pekik Daddy radit menahan emosinya agar tidak membuat ibu hamil itu nangis
" Maaf dad" ucap elvi sesak
" Iya sudah tidak papa lain kali jangan lari " ucap Daddy kemudian mereka duduk di kursi sambil melihat Elvi di taman bunga Yang luas itu
Lagi asik melihat Elvi tiba-tiba ada pelayan yang datang
" Maaf tuan nyonya di luar ada ibu nya nona Elvi " ucap pelayan
" Iya sudah antar dia ke ruangan kelurga " ucap Daddy radit
" Baik tuan" setelah itu dia pergi
" Elvi ayo masuk ibumu sudah datang " ucap Daddy radit ,membuat Elvi berlari kesenangan mendengar ibunya datang sampai di lupa dengan teguran peringatannya " apa Daddy potong saja kakimu agar tidak selalu berlari " ucap Daddy radit
" Maaf dad " ucap elvi mommy mengelus punggung Elvi menandakan tidak papa ,mereka berjalan menuju ruang keluarga yang sudah di tunggu oleh ibunya saat Sampai di sana Elvi kembali berlari membuat Daddy radit memijat pangkal hidungnya
" Ibu " teriak Elvi sambil berlari
__ADS_1
" Elvi " geram Daddy radit, Elvi pun berhenti berlari dia jalan seperti biasanya
Sampai di hadapan ibunya Elvi langsung memeluk ibunya, ibu membalas pelukan Elvi sambil mengusap punggung anaknya itu
" Lepaskan dulu pelukannya El, ibumu baru sampai " ucap mommy ellena
" Maaf mom " lalu Elvi duduk di samping ibunya sambil memegang tangan ibunya
" Maaf tuan,nyonya" ucap ibu Susi sambil menundukan kepalanya" apa elvi membuat masahlah sehingga saya di panggil ke sini tuan maaf atas kesalahannya tuan " lanjutnya lagi
" Dia tidak bikin masalah, ibu di jemput ke sini karena Elvi dan anak saya anak menikah 6 hari lagi " ucap mommy ellena
Ibu langsung melihat Elvi " me...menikah sama siapa nyonya " ucap ibu Susi
" Sama anak saya Henry" ucap Daddy radit
Ibu langsung turun dari duduknya bersimpuh di bawah kaki mommy dan Daddy membuat mereka bingung
" Terimakasih tuan nyonya karena kebesaran hati tuan Henry sehingga saya di beri umur dan waktu berkumpul dengan Elvi , terimakasih kasih banyak hanya itu yang bisa saya ucapkan " ucap ibu Susi sambil menangis
Mommy ellena memegang bahu ibu susi " ayo bangun Bu, jangan seperti ini,ibu membuat elvi menangis " membantu ibu susi untuk berdiri dan kembali ke tempat duduknya
"Apa benar dek kamu akan menikah " tanya ibu Susi sambil menghapus air mata Elvi
" Iya buk, maaf tidak pernah cerita sama ibu" ucap elvi
" Maaf jika kami menjeput ibu mendadak karena itu permintaan Henry jadi sebelum pernikahan ibu harus tetap tinggal di sini " mommy menjeda ucapannya " sekarang Elvi sedang mengandung anak dari Henry , kami selaku orang tuanya meminta maaf yang sebesar nya atas kelakuan anak kami " lanjutnya lagi
Ibu di buat kaget ,lalu melihat Elvi sudah menundukan kepalanya takut melihat ibu ,ibu mengusap punggung Elvi lalu memeluknya dengan sayang
" Apa adek bahagia " tanya ibu susi, Elvi mengangguk " kalau adek bahagia ibu juga bahagia,jaga kandungan mu dengan baik " ucap ibu Susi lalu melepas kan pelukannya lalu melihat orang tua Henry
" Sebelumnya saya minta maaf jika Elvi sifatnya masih kekanakan,kami cuma dari keluarga yang kecil tidak memiliki papa,saya cuma memohon dan meminta sama tuan dan nyonya sayangi Elvi seperti saya menyayangi nya karena saya cuma memiliki dia ,dia harta saya yang paling berharga " ucap ibu Susi sambil menangis Elvi hanya menundukan kepalanya ,mommy berdiri langsung memeluk calon besannya itu
" Kami bersyukur mendapatnya Elvi kami bahagia karena dia berada dalam keluarga kami, kami akan selalu menyayangi dia dengan tulus " ucap Daddy tulus dan mommy mengelus punggung ibu Susi
" apa ibu sudah sarapan " tanya Daddy radit
" sudah tuan " ucap ibu Susi
" jangan terlalu formal panggil nama saja Radit dan ini istri saya ellena" ucap Daddy
" saya panggil mas Radit sama mba ellena saja, sangat tidak sopan kalau hanya memanggil nama " ucap ibu Susi
" senyaman saja Bu " ucap mommy ellena
" Elvi temani ibumu istirahat di kamar" ucap mommy ellena
" baik mom " ucap elvi
" bi...bibi "
" iya nyonya " ucap pelayan
" antar ibunya Elvi ke kamar yang sudah di siapkan iya " ucap mommy ellena
" baik nyonya, ayo Bu ikut saya " ucap pelayan itu
" terimakasih mas Radit mba ellena " ucap ibu sambil menundukan sedikit kepalanya
"iya mba " ucap mommy ellena
Elvi melingkarkan tangannya pada lengan ibunya mereka berjalan menuju kamar yang sudah di siapkan
" silakan Bu ,nona Elvi " ucap pelayan
" makasih mba" ucap elvi dan ibu Susi bersamaan
lalu Elvi dan ibu Susi masuk dalam kamar
" terimakasih ibu ,sudah datang maaf Elvi membuat kesalahan" ucap elvi saat mereka sudah duduk di atas tempat tidur
" ibu tidak papa dek , jaga kandungan mu , jangan membuat masahlah,jadilah istri dan anak mantu yang baik, ibu tidak bisa memberikan mu papa " ucap ibu Susi
" ibu,ibu yang terbaik buat Elvi, ibu istirahat dulu ,pasti ibu capek " ucap elvi
" ini kamar bagus bangat dek, apa ibu bisa tidur di sini " ucap ibu Susi
" iya ibu bisa istirahat" ucap elvi
__ADS_1
lalu ibu mulai membaringkan tubuhnya karena mema g perjalannya sangat jauh, dan Elvi tersenyum melihat ibunya.