CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
keputusan Nabilla


__ADS_3

malam ini Davin dan Nabilla berkunjung ke rumah Henry atas permintaan Daddy Radit dan mereka juga membawa bayi mungil alister, kini mereka sudah berkumpul di ruangan keluarga setelah melakukan makan malam bersama, si kembar dan baby Reza sedang bersama Nany dan bibi yang selalu menjaga Reza sesekali waktu di kamar si kembar


kini mereka duduk saling berhadapan sebenarnya ada banyak pertanyaan di kepala mereka masing² karena tidak mungkin mereka di suruh berkumpul jika tidak ada hal penting bahkan si kembar serta Nany Reza di bawah ke kamar si kembar ,yang biasanya saat selesai makan mereka akan berkumpul bersama, Davin menatap Henry dan Jose mereka hanya mengakat bahu tanda tidak tahu ,padahal henry tau , begitu juga Jeje dan Alan..Davin hanya mendengus kesal


" Daddy dengar Nabilla mau masuk kerja iya Minggu depan " tanya Daddy radit to the poin tanpa melihat Davin dan Nabilla


" iya dad " jawab Davin ,sedangkan Nabilla sudah menunduk karena sejak pembahasan itu Davin berubah 360 derajat dia hanya akan bersuara jika hanya dengan alister


" Reza sama alister beda berapa hari " tanya Daddy radit lagi


" 3 hari dad " ucap Davin ,Daddy radit mengaguk


" terus yang jaga alister siapa ,ibu dan ayah mu " tanya mommy ellena


"jika Davin sibuk, tapi Davin usahakan Davin urus sendiri " ucap Davin


"rumah sakit " tanya Daddy radit


"Davin usahakan tetap mengurusnya dad ,tapi untuk operasi atau penanganan pasien jika tidak darurat Davin tidak ada mengambil nya " ucap Davin lagi


" terus untuk apa kalian menikah ,kan bisa hanya membuatnya setelah lahir Davin mengambil ahli alister jika setelah itu kalian sibuk dengan urusan kalian " ucap Daddy radit


" maaf dad, Davin tidak ingin membatasi kenginginan Nabilla ,jadi Davin mohon izinkan di kembali bekerja di perusahaan " ucap Davin


" Daddy tidak melarang dia bekerja , terserah dia mau kembali kapan ,bahkan setelah melahirkan pun jika dia ingin silahkan " ucap Daddy radit


" maaf dad " ucap Davin


" nak ,alister sama mommy saja " ucap mommy ellena yang sedari tadi hanya diam saja ,Davin mengambil alister dari gendongan Nabilla dan memberikan pada mommy ellena


"Nabilla ingin bekerja Kembali seperti dulu, sebelum bertemu dengan Davin karena dia ingin membahagiakan orang tuanya ,Davin tidak akan melarang nya jika itu bisa buat dia senang " ucap Davin,


" biarkan dia bekerja " ucap Daddy radit membuat mereka semua kaget bahkan Nabilla berani mengangkat kepala nya melihat sekilas Daddy radit


" tapi jika nanti anak kalian tidak mengenal dan dekat dengan ibu atau ayah nya ,jangan memaksanya karena yang dia lihat setiap hari hanya Oma dan opa nya jadi jangan menuntut lebih " ucap Daddy radit


" apa Davin melarang mu memberikan uang pada orang tuamu " tanya Daddy radit saat tidak mendapatkan jawaban


" tidak tuan besar " ucap Nabilla


" lalu " tanya Daddy radit , Nabilla diam saja


" bahkan gaji Davin bisa menghidupi kalian selama setahun, belum lagi gajinya saat bekerja menjadi dokter pribadi rumah ini, seluruh rumah sakit RM Corp Davin sendiri yang kelola ,lalu apa yang kamu pusingkan apa Davin memberimu uang bulanan kurang " tanya Daddy radit


" lebih tuan besar " ucap Nabilla


" jika lebih untuk apa kamu kembali bekerja ,apa selama ini orang tuamu tidak bahagia,jika memang seperti itu untuk apa mereka mengizinkan kamu menikah, kalian bercerai saja " Davin menatap Daddy radit


" Daddy " pekik Henry Jose Alan Jeje dan Davin bersamaan


" kenapa, bukan nya dia bilang ingin bahagiakan orang tua nya, jadi kalian bisa tau jika sekarang dia tidak me bahagiakan orang tuanya karena saat usia kandungan nya 8 bulan dia sudah tidak aktif di kantor bukan,berarti selama itu juga dia tidak membahagiakan orang tua nya " ucap Daddy radit


" bicara lah, Daddy memanggil kalian ke sini mau tau saja ,Daddy tidak melarang kamu bekerja,silahkan Henry juga sudah mengizinkan nya " ucap Daddy radit


" dad sudah " ucap mommy ellena


"Daddy tidak melarang kalian Mau berbuat apa yang penting tau kewajiban kalian untuk keluarga kalian ,aku tidak membandingkan kamu sama Elvi dan Aqila tapi kamu bisa mencontoh mereka,Aqila punya perusahaan sendiri ,Elvi suaminya punya perusahaan sendiri apa kamu lihat mereka mementingkan ego mereka tidak bukan ,bahkan kuliah saja belum cukup setahun mereka harus berhenti karena mereka memikirkan anak² nya, Henry,Jose,Davin Aqila pasti mereka tau gimana rasanya hidup sendiri tanpa kasih sayang,maka dari itu mereka tidak ingin yang mereka rasakan dulu anak mereka juga merasakan nya ,Elvi mungkin masih beruntung sekalipun dia anak tunggal tapi dia tidak kekurangan kasih sayang tapi dia tetap memikirkan anak² " ucap Daddy radit,Nabilla diam mencerna semua ucapan Daddy Radit ada rasa bersalah terhadap anak dan suaminya


" dan kamu mengorbankan anakmu demi karirmu dengan Alasan membahagiakan orang tuamu ,apa masuk akal, apa kebahagiaan Anak mu tidak penting aku rasa jika orang tuamu tahu pasti akan sependapat dengan saya ,kamu sudah punya suami ,itu sudah tanggung jawab nya bukan urusanmu , urusanmu hanya untuk suami dan anak² mu jika kamu bosan di rumah kamu bisa ke sini atau kalian mau ke mana terserah jika itu masih hal yang wajar kalian bisa menitipkan anak² kalian sama orang tua tapi bukan untuk bekerja jika kamu bekerja Davin juga begitu terus anak kalian yang jaga siapa orang tua Davin atau Nany " ucap Daddy radit


" dad " panggil Davin, karena merasa kasian sama Nabilla


" apa selama ini Davin tidak cukup memberikan kamu nafkah ,atau dia melarang mu berbagai dengan orang tuamu atau bagaimana " tanya Daddy radit lagi

__ADS_1


" Daddy sudah kasihan Nabilla ,tujuan dia itu hanya untuk orang tuanya dia tidak bermaksud mau lepas tanggung jawab dari tugasnya sebagai istri dan ibu sekalipun mungkin penyampaian nya yang salah " ucap mommy ellena


" dia akan kembali bekerja itu berarti dia sudah lepas tanggung jawab nya ,Daddy tidak melarang nya bekerja silahkan tapi jika anak² sudah besar dan sudah paham dunia orang tuanya sepeti apa " ucap Daddy radit lagi ,Davin menggegam tangan Nabilla yang sudah keringatan bagaimanapun Nabilla tetap lah istrinya


" tidak papa " bisik Davin ,Nabilla menggaguk lemah


" dad, mungkin Nabilla hanya menyampaikan saja ,bukan sekarang jadi dia memberi tahu memang jika nanti kembali kami tidak terlalu kaget " ucap Jose lagi


" terus keputusan mu gimana " tanya Daddy radit pada Nabilla


" dad sudah, Daddy memanggil mereka ke sini seharusnya memberikan nasehat bukan mengomel " ucap mommy ellena,dia tau betul tabiat suami nya itu yang tidak bisa menahan amarahnya


" biarkan dia berpikir dulu dad, jangan terlalu memaksanya " ucap Henry


" baiklah,tapi Daddy harap pikirkan tentang anak kalian bukan dunia kalian ego kalian " ucap Daddy radit tegas


" iya dad " ucap Davin


" kalian tidur di sini saja ,Kasian alister jika di bawah pulang di luar dingin " ucap mommy ellena ,Davin menggaguk


" istirahat lah ,ini sudah malam " ucap Daddy radit berdiri meninggalkan mereka


" iya dad " ucap mereka


" jangan di masukin di hati iya Nabilla ,maksud Daddy baik koh " ucap Alan setelah Daddy radit meninggalkan mereka


" iya tuan " ucap Nabilla


" darl kamu harus pikirkan dari sekarang jika kamu tidak mau kaya tadi,aku masih mampu menafkahi mu jadi pikir memang baik² " ucap jeje


" iya Abang " ucap Ana


" pikirkan baik² nak, kasian alister jika harus jauh dari kalian ,apa lagi kalau Davin harus sibuk di rumah sakit karena bukan hanya satu rumah sakit yang dia urus tapi banyak mommy kira kamu sudah tau gimana sibuknya dia jadi hanya kamu tempat alister mendapatkan kasih sayang dan memberikan penjelasan padanya suatu saat nanti jika Davin sibuk dan dia mencari ayah nya " ucap mommy ellena


" sudah istirahat lah ,tidak usah memikirkan bicara Daddy kalian,dia memang keras Tapi dia cuma ingin kalian bahagia " ucap mommy ellena,Davin mengambil alister dari gendongan mommy ellena


" mommy duluan istirahat iya, kalian juga istirahat lha " ucap mommy ellena


" iya mom " ucap mereka , terkecuali Nabilla


" Kaka baik² saja kan ,jangan di masukan dalam hati iya ,Daddy memang seperti itu,jika Kaka bosan Kaka bisa ke sini seperti Kata Daddy atau kita ke mall atau mau ke mana tidak papa sekali² tenangkan diri " ucap Elvi lembut


" iya dek , makasih iya " ucap Nabilla ,Elvi tersenyum


" iya Kak, kita bisa shoping ,nonton,bermain,salon, spa pokonya manjakan diri" ucap Aqila


"iya mba, weekend juga bisa gimana " ucap Ana


" darl " ucap Jeje keberatan


" aku setuju " ucap Aqila dan Elvi " Kaka Elsa gimana " tanya Elvi ,Elsa menatap Alan


" pergi saja " ucap Alan


" boleh " Alan menggaguk


" deal weekend iya,biarkan mereka yang jaga anak² siapkan ASI dengan banyak " ucap Ana antusias


" aku ikut iya " ucap Jeje


" NO ,Abang di rumah jangan berani ikut atau sembunyi² mengikuti kami " ucap Ana menatap Jeje


" sampai siang saja " ucap Jeje mencoba menawar

__ADS_1


" kami pergi sekitar jam 10 bang ,masa siang sudah pulang, kami pulang sore " Ucap Ana


" tidak " pekik para lelaki


" dua ronde " bisik Elvi ,Henry masih diam


" gimana " tanya kecil ,Henry menggeleng


" sampai subuh " ucap Henry, Jose Jeje Alan dan Davin paham maksud Henry


" **** " umpat Jose dan Davin karena mereka harus puasa dulu, sedangkan Alan hanya diam saja tapi dia mengutuk Henry dalam hati


" deal " ucap Elvi ,membuat para lelaki melotot ,sedangkan Henry tersenyum menang


"darl, tapi ada syaratnya " ucap Jeje yang ingin ikut²n Henry


" jangan macem² aku sedang hamil " ucap Ana yang mengerti maksud Jeje ,


" cih belum juga ngomong" cibir Jeje kesal


" aku tau tapi jangan sampai subuh ,kau bisa membuatku mati " ucap Ana , sedangkan Elvi hanya tersenyum


" baik lah ayo kita istirahat " ucap Jose kesal


" kami duluan " ucap Henry menggegam tangan istrinya


" cih apa tidak bisa sabar " tanya Alan, Henry menggeleng


" sudah ayo kita juga istirahat,Kasin alister dia ingin istirahat dengan baik ,begitu juga Reza sudah lama di tinggal takutnya stok ASI nya hbis " ucap Jose


" iya" ucap mereka


" sayang duluan di kamar iya ,aku ambil Reza dulu " ucap Aqila ,Jose hanya mengangguk,lalu mereka pun meninggalkan tempat itu menuju kamar mereka masing²


" mas " panggil Nabilla ,tapi Davin hanya diam saja


" mas " Nabilla mengulangnya


" istirahat lah, besok aku masuk pagi " ucap Davin, lalu membuang dirinya di atas tempat tidur


" aku mau bicara mas " ucap Nabilla


" tentang apa ,kerjaan kamu tidak usah khawatir kamu bisa kerja tidak usah memikirkan perkataan Daddy" ucap Davin, lalu membelakangi Nabilla dan alister


" bisa tidak dengar kan dulu " ucap Nabilla yang mulai kesal


" hebm ,bicara lah aku mendengar nya " ucap Davin ,Nabilla menghembuskan nafas nya


" aku tidak akan kerja ,aku akan fokus sama alister dan kamu " ucap Nabilla


" jangan melakukan nya karena terpaksa, jadi lakukanlah sesuai keinginan mu " ucap Davin


" maaf jika aku tidak mengerti perasaan mu, aku cuma tidak mau merepotkan mas terus " ucap Nabilla lirih


" aku suami mu ,bukan orang lain dan mereka juga orang tuaku bukan orang lain ,dari hal apa yang membuat ku repot istirahat lah ,jika sudah membersihkan alister " ucap Davin


" mas jangan sepeti ini, Nabilla takut kalau mas diam seperti ini " ucap Nabilla serak, Davin memejamkan matanya tapi enggan berbalik


" kamu mau tidur atau aku ke luar " ucap Davin tegas ,bukan karena apa dia tidak ingin Nabilla begadang karena pasti nanti alister akan bangun dia tidak ingin waktu istirahat Nabilla hanya sedikit karena itu bisa membuatnya sakit


"Nabila sayang sama mas ,i love you " ucap Nabilla sebelum membaringkan tubuhnya ,dan memeluk alister


setelah mengatakan itu Nabilla benar² tertidur,Davin membalikkan tubuhnya menghadap mereka ,dia mencium kening istrinya dan mencium bibir Nabilla

__ADS_1


" i love you to,maaf jika aku harus mendiamkan mu aku hanya ingin kamu mengerti keinginan ku " ucap Davin lirih lalu mengakat alister pelan dan menggeser tubuh Nabilla setelah itu dia tidur di samping Nabilla sehingga kini Nabilla yang di tengah,tapi sebelum itu di samping alister dia memberikan guling untuk penahan tubuh anaknya


__ADS_2