
hari begitu cepat berlalu kini kandungan Ana sudah memasuki usia 9 bulan, prediksi dokter seminggu lagi Ana akan melahirkan tapi itu bisa saja cepat atau lewat dari tanggal prediksi
kehamilan Elsa juga sudah lebih baik lagi begitu juga Elvi Aqila dan Nabilla yang memang tidak separah saat kehamilan pertama mereka
kini mereka duduk bersama di taman belakang tidka ketinggalan Davin dan Nabilla sedangkan si kembar,Reza dan alister mereka bermain tidak jauh dari tempat orang tuan mereka duduk
" gimana tadi pemeriksaan nya " tanya Daddy radit
" lancar dad, kata dokter seminggu lagi Jeje akan bertemu dengan nya tapi bisa juga lebih tergantung " ucap Jeje
" kalau anak Lo tidak mau ke luar itu tandanya dia enggan bertemu dengan mu" ujar Jose tertawa kecil,Jeje menatap tajam Jose
" mau normal atau SC " tanya Davin
" normal /SC " mereka menatap pasangan suami istri
" ehs Abang Kan sudah setuju, kalau normal koh bilang SC lagi " tanya Ana
" tidak tenang aku darl kalau kamu normal bisa² aku duluan pingsan " ucap Jeje
" tapi aku maunya normal, lagian SC itu lama sembuhnya Abang, kalau normal cepat " ucap Ana
" tergantung tidak semua normal langsung sembuh, contoh nya jika kepala bayinya susah ke luar bisa saja jalan lahirnya di gunting agar memudahkan bayinya ke luar begitu juga sebaliknya " ujar davin
" apa nya yang di gunting dav " tanya Henry
" jalan lahirnya " ucap Davin
" itu nya anu nya ..
" iya itu nya anu nya " ucap Davin tertawa kecil melihat wajah mereka yang terlihat meringis lalu menatap istri mereka satu ²
" biasa saja, itu hal yang wajar " ucap Davin
di tengah obrolan mereka, Ana sekuat mungkin menahan rasa sakit yang tiba² saja datang dan pergi hingga rasa sakit itu dia tidak bisa tahan lagi sehingga mencekram tangan Jeje dengan keras
" darl kamu kenapa " tanya Jeje panik apa lagi melihat wajah Ana sudah berkeringat
dan itu menyita perhatian yang lainnya
"sa..kit " ringis Ana menahan sakit yang tiba² saja timbul
" telepon dokter Jo " ucap Davin
" angkat istri mu ke ruangan je "ucap Henry yang ikut panik
" ah iya " Jeje langsung berdiri
" iya bangsat angkat istri mu kenapa kamu pergi sendirian " umpat Alan yang merasa kesal kenapa kakaknya itu tiba² menjadi bodoh hanya karena istri nya mau melahirkan
" maaf darl, aku panik " Ana hanya mengangguk saja, sedangkan yang lainnya menahan emosi tapi juga sekuat mungkin tidak tertawa karena tingkah bodoh Jeje
" mom basah " wajah Jeje semakin pucat dan mundur beberapa langkah
" ketubannya pecah, sudah tidak papa kamu angkat saja istri mu " ucap Davin
" angkat bodoh " ucap Daddy radit bahkan memukul kepala Jeje karena emosi
" Nany ,anak² di bawa ke kamar dulu iya ,sayang kalian ke kamar dulu iya Daddy sama mommy harus temani mami Ana " si kembar mengaguk mengerti lalu mereka di bawah ke kamar begitu juga Reza dan alister
Jeje mengangkat Ana,rasa takut yang baru saja dia ungkapkan akhirnya terjadi juga
ceklek
" baringkan dia " ucap Davin
" tunggu sebentar dokter nya masih di perjalanan " Ucap Jose
" apa sakitnya sering datang " Ana mengaguk lemah,Davin memegang perut Ana
dia melihat perut Ana semakin turun
" jangan mengejan jika belum waktunya iya, tarik napas pelan saja baru hembuskan" ucap Davin
" mom bantu Ana ganti pakaian nya dan pasang kan ini di bawah nya " ucap Davin
" mereka saya nak, mommy tidak kuat " ucap mommy ellena, Davin menatap mereka
" mereka hamil mom " ucap Davin
" aku bisa mas " Ucap Nabilla
" nanti Elvi bantu " Davin menatap mereka
" baiklah pelan² iya, Ana kamu hanya perlu Miring ke kiri dan ke kanan agar alasnya bisa masuk " Ana mengaguk
setelah itu mereka ke luar ,hanya ada Nabilla Elvi dan juga jeje yang sejak tadi menggegam tangan Ana bahkan dia selalu membiasakan kata ² cinta untuk Ana
setelah beberapa saat kerjaan Nabilla dan Elvi selesai begitu juga pakaian Ana sudah di lepaskan
ceklek
" sudah selesai " mereka mengaguk,Davin masuk ke dalam ruangan itu
__ADS_1
lalu dia memasang infus untuk Ana agar tidak kehabisan cairan
tidak berselang lama pintu ruangan Kemabli terbuka
ternyata itu dokter Selly
" maaf ,saya ganti pakaian dulu dan bersih² " Davin mengaguk
" dav gimana ini " Davin menatap Jeje
" sudah tidak papa, setelah ini kamu akan bertemu anakmu kamu hanya perlu menyemangati Ana yang berusaha melahirkan anak kalian " ucap davin
" apa tidak SC saja ,aku tidak tega dav " ucap Jeje karena Ana selalu meringis kesakitan walaupun dia berusaha menahannya
" itu sakit nya akan 2x lipat ,karena dia bisa normal tapi kamu paksa untuk SC ,tidka semua harus SC je " ujar Davin
" permisi, saya periksa dulu iya tarik napasnya " dokter memasukan jadinya memeriksa jalan lahir
" sssttt Sa.....kit "
Davin menenangkan Jeje yang terlihat kasian terhadap istrinya
" pembukaan 9 lagi satu iya non, setelah ini kalian akan bertemu dengan nona muda kecil , ternyata tuan Jeje menuruti kata² dokter Davin untuk sering menjenguk nona muda " ucap dokter Selly
wajah yang tadi pucat seketika memerah karena malu
" apa Ketahuan " gumam Jeje ,Davin hanya mengangguk tersenyum
sedangkan di luar ruangan Daddy radit dan mommy ellena tidak bisa tenang sejak ke luar dari ruangan itu mereka hanya mondar mandir depan ruangan sedangkan yang lainnya duduk di sofa dengan mimik wajah yang sama khawatir dengan keadaan di dalam
" kenapa lama sekali " ucap Daddy radit
" sabar dad,Davin dan dokter pasti melakukan yang terbaik di dalam " ucap Henry , Daddy Radit hanya menarik napasnya kasar
"anak² mana sayang " Elvi menatap suaminya
" tadi Elvi minta tolong sama Nany untuk bawah mereka ke kamar " Henry hanya mengangguk
sedangkan dalam ruangan Ana Masih terus mengejan sesuai arahan dokter,Jeje tidka henti² menyemangati Ana Yang sedang berjuang antara hidup dan mati bahkan cakaran yang Ana berikan untuk nya tidak berarti papa
" ayo non, sedikit lagi kepalanya sudah mulai terlihat tarik napas hembuskan tarik mengejan " ucap dokter
Ana mengejan di sisa tenaga nya hingga akhirnya suara tangisan bayi dalam ruangan itu memenuhi seluruh ruangan
oek.....oek....oek....
Jeje mencium seluruh wajah Ana bahkan dia tidak segan² dia menetas kan air mata haru nya
" terimakasih darl terimakasih sudah berjuang melahirkan putri kita terimakasih * Ana hanya membalas nya dengan senyuman karena dia sudah tidak cukup tenaga untuk membalas ucapan suaminya
sedangkan dokter Selly membersihkan Ana
" mau menggendong nya " Jeje menggeleng takut
" baiklah, maaf iya " ana hanya mengaguk ,Davin meletakan bayi jeie di atas dada Ana
setelah itu Davin ke luar dari ruangan itu karena Ana akan memberikan ASI pada anak nya
" selamat datang sayang,anak papi yang cantik terimakasih telah berjuang bersama mami ". ucap Jeje haru
CUP
Jeje mencium pipi anaknya dan juga bibir Ana
sedangkan bayi mungil itu masih mencari sumber makanan yang sejak tadi
" jangan di bantu tuan ,biarkan dia mencari sendiri " ucap dokter Selly yang kini sudah berada di dekat mereka dan melihat Jeje membantu anaknya untuk mencapai pu*** Ng istrinya
" sssstttt "
" tidak papa, kalau pertama memang akan terasa sakit tapi nanti tidak lagi " ucap dokter Selly
" pelan² sayang, papi tidak minta koh tapi nanti setelah itu papi minta iya kan Ade hanya pinjam " Ana langsung memukul lengan suaminya yang hanya di balas dengan senyuman
sedangan di luar Daddy radit dan mommy ellena langsung menghadang Davin yang baru ke luar dari ruangan itu
" gimana keadaan cucuku dan Ana " tanya mommy ellena
" mereka baik² saja, anak nya Jeje sangat cantik sepertinya wajahnya tidak seperti mereka " ucap davin lalu duduk di samping istrinya
" maksudnya " tanya Alan
" nanti kalian akan melihat nya ,sejak tadi aku perhatikan tidak ada kemiripan sama mereka " ucap Davin
" terus kapan kami bisa masuk " tanya Jose
" Ana lagi menyusui " ucap Davin
" alister mana baby " tanya Davin karena panik sehingga dia lupa dengan anaknya sendiri
" di kamar sama pelayan " Davin mengaguk
"istirahat lah ,kamu lagi hamil " ucap Davin
__ADS_1
" besok saja baru kalian lihat, Ana juga harus istirahat karena kelelahan " ucap Davin saat melihat Nabilla akan bersuara lagi
" iya benar kata Davin kalian istirahat " ucap mommy ellena
" jangan membantah " mau tidak mau mereka harus masuk kamar saat kaisar sudah bersuara rendah
" selamat malam dad mom " ucap Elvi lirih
" hebm "
tidak berselang lama Jeje ikut dari ruangan itu
" kenapa ke luar nak " tanya Daddy radit
" Ana lagi istirahat, di dalam juga ada dokter " ucap Jeje
" kamu habis perang " tanya Jose tertawa kecil
" mommy " Jeje langsung memeluk mommy ellena
" maaf kalau selama ini Jeje banyak salah, maaf kalau jeje sering bandel dan nakal sama mommy " mommy ellena hanya mengelus punggung Jeje seketika ruangan itu menjadi hening karena tangisan Jeje
" sudah kenapa kamu menangis apa kamu menangis karena akan puasa 2 bulan ' Jeje menatap tajam Daddy Radit lalu menghapus air matanya kasar
" Daddy jelek " ejek Jeje karena kesal ,membuat mereka tertawa kecil
" kata Davin anakmu tidka mirip dengan kalian " tanya Alan
" benar kah, aku tidak perhatian karena bahagia lagian kalau bukan mirip kami mirip siapa " ucap Jeje
ceklek
" maaf mungkin nyonya ingin menggendong nya " mommy ellena mendekat ke arah pintu lalu menggendong bayi mungil itu
"cantik sekali cucu Oma, astag hidung dan alis nya Daddy cucu kita " Daddy Radit hanya mengangguk
" lihat lah apa mereka mirip Ana dan Jeje " timpal Davin ,mereka semua menatap jeje lalu menatap bayi itu
" sepeti muka ibu " ucap Alan
" iya ,apa ini anak ibu " timpal Jeje yang baru sadar dengan wajah anaknya lalu dia mengambil HP nya mencari foto orang tuanya
" benar je , anakmu seperti ibu mu " ucap Jose
" selamat lahir kembali mba,akhirnya kamu bisa bertemu dengan anak² lagi " ucap mommy ellena
Alan memeluk jeje tidak ada kata yang terucap hanya pelukan seorang saudara
" makasih " Jeje hanya mengangguk
" maaf nyonya " mommy ellena Kembali menyerah kan cucu ya pada dokter Selly karena bagaimanapun dia baru lahir dan membutuhkan beberapa perawatan
" siapa namanya je " tanya Henry
" Shakeela putri Mateo " ucap Jeje
" kenapa tidak pakai marga kalian nak " tanya Daddy radit
" tidak papa dad, bagi kami keluarga Daddy lebih dari segalanya dan kami tetap mengingat itu ,tapi bukan berarti kami lupa keluarga asli Kami " ucap Jeje tersenyum
" artinya apa nak " tanya Mommy ellena
" putri cantik dari keluarga Mateo " ucap Jeje mereka mengagguk
" baru dia yang lahir namanya pendek " ujar Jose
" itu lebih baik " ucap mommy ellena
" mommy sama Daddy istirahat lah " ucap Henry
" iya ,kalian juga istirahat nanti besok baru kita lihat keadaan Ana " mereka mengaguk
" apa kamu sudah menelepon mertua mu " tanya Davin
" jangan kan menelpon mengingat mereka saja tidak jika keadaan seperti tadi " ucap jeje
" telepon saja pasti mereka akan bahagia " ucap Jose ,Jeje berdiri lalu berjalan agak menjauh dari mereka
" apa kamu bahagia " tanya Henry menatap Alan
" sangat karena aku bisa ketemu ibu lagi sekalipun dia lahir sebagai keponakan ku tapi setidaknya rasa rindu kami terobati " Ucap Alan tersenyum
" matanya seperti nya ayah mu Lan coklat ,bahkan mata kalian saja tidak sama nya dengan nya " ucap Davin tertawa kecil
" benarkah " Davin mengaguk
" aku baru tahu tadi saat Jeje memperlihatkan foto mereka " ucap Davin
" sudah " Jeje mengaguk " besok mereka akan ke sini itu pun karena aku memaksa awalnya mereka mau berangkat sekarang tapi aku menyuruh mereka menunggu besok nanti di jemput " ucap Jeje
" apa mereka sudah tidur " tanya Jose
" hebm "
__ADS_1
cerita mereka mengalir begitu saja di temani dengan segelas kopi dan camilan membuat suasana mereka semakin hangat