CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
kebesaran hati


__ADS_3

Elvi yang bangun tengah malam kaget saat tidak melihat suaminya di samping nya dia ke luar dari kamarnya menuju ruangan kerja suaminya ,tetapi saat sampai di sana Henry juga tidak ada , Elvi kembali ke kamar dan menunggu Henry di kamar


dengan rasa khawatir Elvi hanya mondar mandir di kamar sesekali melihat ke arah pintu


setelah sejam menunggu akhirnya pintu kamar terbuka ,Henry menghentikan langkahnya saat melihat Elvi menatapnya


" aku bersihkan diri dulu " ucap Henry ,Elvi hanya mengangguk saja lalu menyiapkan pakaian tidur Henry


setelah selesai semuanya Henry memeluk istrinya sambil menyembunyikan wajahnya di lehernya


" apa terjadi sesuatu "Henry hanya mengangguk


" maaf " ucap Henry lirih ,Naya mengusap lengan suaminya


" mau cerita " Henry menggaguk " apa sudah yakin " lagi lagi Elvi hanya mendapat anggukan kepala


Henry menghembuskan napas panjang " beberapa hari ini Davin dan Nabilla mobilnya Selalu di ikuti orang " mendengar itu Elvi langsung kaget tapi dia tetap diam membiarkan suaminya menyelesaikan ucapannya " dan tadi kami mengikutinya tapi tidak membawa Nabilla karena bagaimana pun dia sedang hamil dan itu sangat berisiko , saat sampai di tempat di gedung yang tua yang sudah di jadikan gudang kami mengikuti orang orang itu ,tapi yang membuatku kaget pelaku nya Jesicca" Elvi hanya bisa mengusap lengan Henry


" sayang " Elvi mendengar suara Henry bergetar menahan tangisannya


" menangis lah ke luarkan yang membuatmu sesak " ucap Elvi lembut bagaimana pun mereka perna bersama dalam waktu yang lama ,Elvi hanya membiarkan suaminya menangis dalam diam ,dia memberikan ketenangan


" setelah ini lupakan lah jangan bersedih lagi " ucap Elvi


" maaf " cuma itu yang ke luar dari mulut Henry


" maaf tidak seharusnya aku begini maaf " Ucap Henry


" sudah tidak papa , bagaimana pun kalian pernah bersama dan kalian memiliki kenangan yang indah, mungkin dulu kamu kecewa dan sakit hati kepada nya tapi itu sudah berlalu jadi maafkan lah dia ,jangan menyimpan dendam terlalu lama itu akan membuatmu semakin sakit " ucap Elvi sambil menghapus sisa air matanya


" dia sudah meninggal " ucap Henry lirih,mendengar itu Elvi kaget tapi dia tidak ingin bertanya lebih jauh


" sudah ayo kita istrinya ,si kembar tadi nyariin Daddy nya karena di usap " Elvi mengalihkan pembicaraan mereka,Henry langsung mengusap perut istrinya


" maafkan Daddy boy girl " Ucap Henry, Elvi berdiri menarik tangan suaminya untuk istirahat karena ini masih sangat larut


Henry tidur sambil memeluk istrinya dan tangannya mengusap perut buncit Elvi " terimakasih kau hadiah terindah yang Tuhan berikan " ucap Henry sambil mencium kepala istrinya dan memejamkan matanya begitu juga dengan Elvi


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


pagi ini di meja makan suasana nya sangat berbeda sedangkan Nabilla dan Davin sudah pulang sehingga hri ini Nabilla tidak bisa ikut senam hamil


biasanya Jeje dan alan yang membuat keributan kini hanya diam mereka makan dengan damai


Daddy radit pun enggan untuk bersuara karena memang dia tidak tau papa setelah Jeje menebak Jesicca dia juga meninggalkan tempat itu


setelah selesai sarapan mereka pun berpamitan untuk ke kantor , hingga mereka sampai di kantor pun tidak ada yang bersuara sekalipun mereka berbeda mobil


" kalian semua masuk ke ruanganku " ucap Henry saat ke luar dari lift,dia berjalan menuju ruangannya di ikuti oleh Jose


saat depan ruangan Jose membukakan pintu dan masuk serta di ikuti yang lainnya


" apa kalian memilik dendam padaku " tanya henry to the poin


" tidak tuan " ucap mereka serempak


" lalu kenapa diam saja ,apa kalian semua sariawan " tanya Henry lagi


" kami hanya lagi berkabung,dan kami menghormati yang di tinggalkan " Henry maju mendekati Jeje


bug


Jose dan Alan langsung berdiri tegap dan menatap Jeje


" ssssttt sakit bego " umpat Jeje


"siapa yang kau bilang menghormati yang berkabung " tanya Henry

__ADS_1


" Jose " ucap Jeje ,Jose langsung melihat Jeje


" kenapa aku " tanya Jose


" karena dulu kau teman nya jadi kalian dekat " ucap Jeje


" cih aku tidak dekat ,kami dekat karena sesuatu " ucap Jose sambil melirik Henry


" apa nya yang sesuatu " ucap Alan


" diam " ucap Jose


" aku kan cuma bertanya apa nya yang sesuatu ,bisa dekat karena suka mungkin " ucap Alan


" aku dekat karena dia kekasih Henry,apa kau puas " bisik Jose pada alan


" kenapa kau duduk " tanya Henry ,melihat Jeje mendekati sofa dan duduk


" aku cape berdiri terus seperti orang yang lagi upacara saja,apa kau sudah selesai bersedih nya "tanya Jeje


Alan dan Jose ikut duduk seperti Jeje


" cih memang kau melihat aku bersedih " cibir Henry


" aku cuma melihat kau lelah " ucap Alan


"kalian membuat ku semakin lelah " ucap Henry lalu duduk di kursi kerjanya


" bilang pihak kampus ,jika Elvi dan Aqila akan mulai kuliah di kampus tetap siapkan semuanya seperti rencana sebelumnya dan lusa mereka sudah bisa ke kampus " ucap Henry


" aku akan urus " ucap Jose


" apa tidak papa, kalau Aqila mungkin masih bisa naik turun tangga tapi Elvi " tanya alan


" mereka akan menggunakan lift ,suruh anak buah kalian yang wanita untuk ikut kuliah atau kenalan kalian yang bisa di percaya untuk sekedar membantu Elvi jalan dan selalu ada di sisinya karena tidak mungkin Aqila karena dia juga sedang hamil " ucap Henry


" kami akan usahakan ,tapi apa kita punya anak buah wanita kalau tukang masak masak ada tapi sudah tua " ucap Alan


" kalian ke keluarlah aku mau kerja ,Jose urus semuanya jika ada pertemuan atau apa pun kau dan Alan gantikan aku " ucap Henry


" selalu saja ,kenapa tidak Jeje sih " keluh Alan


" keluar lah " ucap Henry


mereka pun ke luar dari ruangan itu tanpa berkata apapun dan mereka memasuki ruangan masing masing


"sudah sarapan " ucap Jeje sambil mencium kening Ana


" sudah, kenapa mencium keningku " tanya Ana


" jadi apa perlu aku cium bibir mu " ucap Jeje sambil menyentuh bibir Ana


" tidak ,jangan macem-macem " ucap Ana sambil memalingkan wajahnya


" sudah ayo kerja, apa kamu membawa bekal " tanya Jeje


" iya jika tidak bawah aku akan kena amukan " ucap Ana ketus


" gadis pintar " ucap Jeje sambil mengacak rambut Ana


" ehz jangan di acak rambutnya jadi rusak " ucap Ana sambil memanyunkan bibirnya ,Jeje yang melihat itu pun langsung menarik tengkuk Ana, dia sudah menahan diri dari tadi


Ana hanya bisa pasrah karena Jeje sudah sering melakukan serangan fajar seperti ini tapi yang bikin dia tidak hbis pikir ini kantor gimana kalau ada yang lihat


" ternyata kau pintar ciuman ,aku suka " ucap Jeje sambil menghapus sisa Saliva nya di bibir Jeje , Ana hanya diam saja


" bukannya Abang yang ajarin " cibir Ana

__ADS_1


" apa kau mau aku ajarin yang lain " bisik Jeje langsung mencium tengkuk Ana yang terekspos dan memberi kan tanda di sana


" Abang " pekik Ana


" jangan perna mengikat rambutmu seperti ini " ucap Jeje ,Ana pun mau tidak mau harus melepaskan nya karena Jeje menarik ikat rambutnya


"di ruangan ku ada kamar jika kau mau ,atau hotel untuk cek in " celetuk Jose membuat Ana menunduk karena malu ,Jose saat ke luar dari dari ruangan di kaget kan dengan aksi ciuman Jeje dan Ana membuatnya memaku di tempat


" nanti kami pakai jika kami ingin " ucap Jeje santai sedangkan,ana melihat Jeje tidak percaya dengan jawaban Jeje


"kenapa melihatku seperti itu mau sekarang " ucap Jeje


" cih kau sangat aneh " cibir Jose masuk dalam ruangan Henry sambil membawa berkas


" Abang " panggil Ana


" I love you " bisik Jeje, Ana melotot kan matanya mendengar perkataan Jeje


" sekarang kau milikku tidak akan aku biarkan siapa pun menyentuhmu apa lagi mendekatimu ,dan aku tidak butuh jawab mu karena kamu sudah milikku " ucap Jeje sambil menatap layar di depannya


" terserah " ucap Ana ,Jeje hanya tersenyum mendengar jawaban kekesalan ana.


" ada apa dengan wajahmu " tanya Henry


"jangan bertanya padaku, aku lagi kesal " ucap jose


" apa kamu melihat orang yang lagi mesum di kantor " tanya Henry


" bagaimana kau tahu " tanya Jose kaget


" apa kau lupa aku memiliki CCTV ,dan ruanganku tembus jika dari di sini coba sana lihat " ucap Henry sambil menunjuk kaca dinding ruangan Henry


" ah iya kenapa aku jadi bodoh hanya karena melihat orang berciuman " ucap Jose


" jika kau ingin melihat lebih ke ruangan Alan , di sana sudah ada wanita sebelumnya kita ke sini " ucap Henry lagi


" yang benar " Jose langsung berdiri


" apa kau yakin ingin melihatnya, nanti juniormu minta sarangnya gimana ,aku tidak mengizinkan mu untuk pulang " Jose langsung duduk kembali di kursinya


" apa Alan selalu seperti itu " tanya Jose


" baru sekarang,entah apa yang sedang dia pikirkan ,mungkin karena sudah lama libur kali " ucap Henry sambil menanda tangani berkas yang di bawah Jose tadi


" ini sudah selesai ,sana panggil Alan jika kamu sudah mau pergi " ucap Henry


" tidak aku pergi sendiri saja ,aku tidak ingin melihatnya " ucap Jose


" dia sudah selesai mereka hanya melakukan oral **** tidak berhubungan yang lainnya jadi tidak memakan waktu " Ucap Henry lagi


" kenapa banyak sekali yang kau tahu " ucap Jose tak percaya


" sudah sana ,mereka sudah selesai " Jose langsung berdiri dari duduknya ke luar dari ruangan itu ,dia hanya melirik sekilas saja pada Jeje dan Ana


" apa kau sudah selesai " ucap Jose saat masuk dalam ruangan Alan dan benar saja di sana ada wanita yang membuat jose jijih


" hebm apa kita pergi sekarang " tanya alan


" iya " ucap Jose,


" kau bisa pergi sekarang " ucap Alan pada wanita itu


" kau bisa memanggilku kembali jika ingin ,kau juga bisa kau tampan " bisiknya pada Jose saat didekat Jose


" cih aku tidak akan memanggil mu kembali karena aku tidak pernah memakai barang bekas dua kali ,keluar lah " wanita itu ke luar dengan amarah di wajahnya dan mengepal tangannya


" sejak kapan wanita itu di sini " tanya Jose

__ADS_1


" sebelum kita datang dia sudah di sini ,di bawa oleh orang suruhan


" sudah ayo kita pergi " ucap Jose ,alan pun berdiri dari kursinya dan ke luar dari ruangan itu


__ADS_2