CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Interview


__ADS_3

Sesuai dengan perkataan Henry,hari ini interview pegawai yang mendaftar untuk membantu Nabilla,ada dua ribuan yang mendaftar tapi hanya ada dua puluh yang memenuhi syarat berkas . Kini Jose,Jeje dan alan sedang berada dalam ruangan sekarang sudah selesai waktu makan siang jadi mereka melanjutkan interview nya ,sedangkan Henry bersama Nabilla sedang meeting


Saat peserta terkahir di panggil seorang wanita masuk dan langsung duduk di kursi yang di sediakan


" Perkenalkan dirimu " ucap Alan


"nama saya ana realine Saya lulusan dari Universitas xxx. Saya baru lulus tahun kemarin dengan jalur beasiswa " ucap ana dengan tegas tapi dalam hati nya ingin menangis karena yang di depannya sangat mengerikan tatapannya tajam sekali


" Apa motivasi anda melamar pekerjaan di perusahaan ini " tanya Jose ,ana menelan ludahnya kasar


"Jadi, perusahaan RM CORP merupakan salah satu pilihan utama saya, dan saya sendang mencari kesempatan baru disini. Saya tertarik untuk menggunakannya dan mengembangkan karir saya disini. Sementara saya juga berharap dapat mengembangkan jaringan baru disini" ucap ana


Ana di beri dengan pertanyaan yang sangat banyak sehingga membuatnya gugup,setelah selesai dia bisa bernapas lega


" Gila mereka memberikan pertanyaan nya seperti orang keroyokan ,yang penting sudah selesai tinggal tunggu panggilan semoga lulus " ucap ana lalu dia ke luar dari perusahaan itu


"Sudah selesai iya " tanya Jeje


" Iya sudah selesai kamu dari tadi nunduk saja " ucap Alan


" Iya namanya seleksi harus dengan benar pilihnya yang penting aku dengar jawaban mereka" ucap Jeje


" Yang terakhir tadi cantik iya Jo " tanya alan


" Lumayan IPK nya juga tinggi, baru lulus tahun kemarin berarti masih muda iya" ucap Jose


" Ingat istri di rumah nanti aku laporin tau rasa " ucap Jeje lalu berdiri ke luar dari ruangan interview sambil merenggangkan badannya


Di ikuti oleh Jose dan alan mereka kembali ke ruangan masing-masing ,ruangan Alan dan Jeje di samping ruangan Henry begitu juga ruangan Jose berada di samping ruangan Henry.


" Ke ruangan ku sekarang dan bawa data mereka "


" Baru juga duduk sudah di suruh ke sana " ucap Jose sambil membuang nafas nya kasar


Tok...tok...tok...


" Iya tuan " ucap Jose saat sudah dalam ruangan Henry


" Jeje Alan mana " tanya Henry


" Kami di sini tuan " ucap mereka yang baru masuk dalam ruangan


" Duduk " ucap Henry,mereka duduk di sofa di ikut oleh Henry


" Laporkan "ucap Henry


"Kami memilih dua orang yang menurut kami sangat cocok untuk menemani Nabilla " ucap Jose


" Mana datanya " ucap Henry, Jose langsung memberikan kan,Henry mulai membaca dengan teliti satu persatu matanya memicing saat melihat data seorang wanita ,lalu di letakan di atas meja


" Jelaskan " ucap Henry matanya melirik pada berkas yang di atas meja ,Jose pun mulai menjelaskan semua isi wawancara tadi tanpa ada yang di lewatinya


" Kabari dia mulai lusa sudah masuk kerja" ucap Henry, Jose Alan dan Jeje hanya mengangguk saja


" Jeje nanti bantu dia karena mungkin Nabilla Agak sedikit sibuk dengan persiapan pernikahan nya " ucap Henry ,Jeje yang tadi hanya diam mulai mengakat kepalanya melihat Henry


" Kenapa harus saya tuan " ucap Jeje


" Baiklah pilihanmu dua, mau mengajar nya atau aku pindah kan posisimu bagian OB " tanya Henry dengan seringai jahatnya


" Mengajar nya tuan " ucap Jeje cepat


Enak benar mau di pindah kan ganteng gini kerajaan pel lantai oh God !!!!


" Keputusan yang sangat bagus " ucap Henry


" Dan untuk Alan minta jadwalku pada Nabilla kalian harus membantu dia ,aku tidak ingin Davin datang mengamuk di kantor karena memberikan tugas pada calon istrinya yang terlalu banyak " ucap Henry

__ADS_1


" Iya tuan " jawab Alan


"Apa sudah tidak ada lagi yang harus aku kerjakan " tanya Henry


" Sudah tidak ada tuan , kita hanya menunggu waktu untuk pulang " jawab Jose


" Apa kita harus makan sushi kayanya enak, beri tahu orang di rumah kita akan makan di luar dan Jo kosongkan semua pengunjung dan pastikan pelayan di sana tutup mulut " ucap Henry


" Maaf tuan, bukannya membantah keinginan anda tapi untuk ibu hamil di larang makan yang mentah " ucap Jeje


" Tahu dari mana " tanya Henry dan Jose


" Browsing browsing " ucap Jeje


" Iya sudah terserah kalian mau makan di mana " ucap Henry


" Bagaimana shabu-shabu kaya nya enak dengan sedikit alkohol ,oh God semenjak aku di sini belum merasakannya lagi ah apa perlu aku membeli wine untuk di kamar " ucap Alan


" Lakukan lah semua keinginan mu asal jangan di tau mommy " ucap Henry memperingati adik bungsunya itu


" Ok aku akan menelpon orang rumah, kita akan bertemu di sana " ucap Jose sambil mengambil benda pipinya di saku jasnya


" Sekalian sama Davin" ucap Henry ,Jose hanya mengangguk saja


" Hallo istriku yang paling cantik dan manis ,ah jadi kangen aku "ucap Jose saat panggilan itu tersambung , Henry Jeje dan alan hanya mencibir membuat Jose tertawa kecil


" Iya Kak kenapa "


" Siap siap dandan yang cantik eh jangan nanti di lirik orang lain, kasih tau mommy Daddy dan Elvi untuk makan malam di luar iya d restoran xxx nanti kita ketemu di sana ok "


" Iya Kak ,iya sudah aku kasih tau mereka dulu"


" Kiss nya mana sayang "


" Malas "


Cih


"Sini aku kasih kiss yang di mana bibir pipi atau kening " ucap Alan dengan senyum mengejek


" CK aku masih normal ,bahkan membayangkan saja membuat ku mual " ucap Jose kesal


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" Mom ini Aqila " ucap Aqila depan kamar mertuanya


" Iya kenapa nak " ucap Mommy ellena saat sudah membuka pintu


" Kata kaka , malam ini kita makan di luar nanti ketemunya di sana mom di restoran xxx " ucap Aqila


" Iya sudah,kamu sudah beri tahu Elvi " tanya mommy ellena


" Belum mom" jawab Aqila


" Iya sudah beritahu Elvi dulu jam 6 kita berangkat ke sana " ucap mommy ellena ,Aqila pun pergi ke kamar Elvi


" El ini aku Aqila " panggil Aqila depan pintu kamar


" Masuk saja La " ucap Elvi dalam kamar


" Apa kamu sibuk " Tanya Aqila saat sudah dalam kamar , Elvi menggeleng


" Ah iya tadi di telepon sama Kaka ,katanya kita makan di luar malam ini di restoran xxx,kata mommy kita ke sana jam 6" ucap Aqila


" Baiklah " ucap Elvi dia melihat jam sudah pukul 4 sore


" Aku siap siap dulu iya " ucap Aqila lalu ke luar dari kamar Elvi

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" Kenapa datang ke sini " tanya Jeje melihat Davin masuk dalam ruangan


" Iya menjeput kekasihku " ucap Davin sambil duduk di sofa


" Kami bisa berangkat bersamanya nanti " ucap Alan


" Cih jangan harap " cibir Davin


" Kenapa tidak ,memangnya kau siapa nya baru tunangannya kan, siapa tau nanti dia berbalik arah padaku karena diantara kalian semua aku yang paling muda " ucap alan


" Apa pesona mu sudah berkurang sehingga calon istri ku kau incar " ucap Davin sambil menatap alan


" Jodoh tidak ada yang tau " ucap Alan sambil terkekeh


" Jeje apa kamu ikhlas jika adikmu aku bunuh " ucap Davin tanpa melihat Jeje


" Sebelum kamu membunuhku akan aku bunuh kamu duluan ,lumayan kan dapat bonus yang di depan ruangan " ucap Alan dengan santai membuat Jeje dan Jose tersenyum


" ALAN BANGSAT " teriak Davin menggema dalam ruangan Henry


" KE LUAR " teriak Henry tidak kalah kencangnya ,membuat mereka berempat diam seketika


" Kalian membuatku sakit kepala,Davin bukan kah kalian tidak boleh bertemu dulu " ucap Jose


" Cih lagi beberapa hari baru Pingitan sialan itu menjengkelkan " ucap Davin lesu


" Mukamu benar benar menjijikan " ucap Jeje lalu memotret Davin " akan aku kirimkan pada Nabilla " ucap Jeje sambil tersenyum


"BAJ.......,


PLak


" tutup rapat mulutmu sebelum peluru masuk duluan di dalam nya " ucap alan yang melihat Davin akan berteriak


" cih iya iya " ucap Davin sambil mengelus kepalanya karena di pukul Alan


" Ke ruangan ku " ucap Henry


" Iya tuan ada yang bisa saya bantu " ucap Nabilla saat sudah depan Henry


" Baby aku kangen "ucap Davin ,Henry langsung menatap tajam Davin , sedangkan Jose menarik tangannya agar duduk kembali


"Apa " tanya Davin ,Jose melirik ke arah Henry ,Davin langsung duduk dengan tenang


" Apa pekerjaan mu sudah selesai " tanya Henry sambil bersandar di sofa dan memejamkan matanya


" Sudah tuan " ucap Nabilla


" Bereskan semuanya kita makan malam di luar ,kau juga ikut " ucap Henry sambil membuka matanya


" Baik tuan " ucap Nabilla


" Baby tunggu aku ikut " ucap Davin


" Mas aku sudah bilang jika di kantor jangan memanggilku seperti itu ,aku ini kerja bukan lagi di luar " ucap Nabilla dengan pelan


" Marahin saja Billa, ada aku yang selalu ada untukmu " ucap Alan sambil tersenyum, Davin langsung menatapnya tajam ,lalu dia menarik Nabilla ke luar dari ruangan Henry


" Apa mereka siap " tanya Henry


" Sudah tuan " ucap Jose


" Baiklah kita berangkat " ucap Henry berdiri di ikuti Jose Jeje dan alan


" Apa kita akan pergi " tanya Davin saat melihat mereka ke luar

__ADS_1


" Kalau kau masih di sini silakan " ucap Henry acuh dia terus berjalan tanpa memperdulikan Davin yang sedang kesal


__ADS_2