CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Ana dan Jeje


__ADS_3

" sayang,mas berangkat kerja dulu iyaa jangan terlalu lelah " ucap Henry mencium kening istrinya


" apa aku boleh minta Kaka Nabilla temani di kamar " tanya Elvi


" boleh sayang,iya sudah mas berangkat dulu iyaa " Elvi mengaguk dan mencium punggung tangan suaminya


" hai anak Daddy ,Daddy berangkat kerja dulu iya jangan nakal iya " Henry mencium perut istrinya lalu berjalan masuk ke mobil


setelah itu mereka ke kantor dengan dua mobil seperti biasanya mereka masih betah dengan keheningan dalam mobil begitu juga dengan mobil Jeje mereka masih saja bungkam entah lah apa yang sedang mereka pikirkan saat ini


tanpa terasa mobil mereka sudah depan perusahan mereka keluar dengan gaya wibawa dan wajah dingin.mereja jalan ke arah lift tanpa memperdulikan tatapan dari karyawan mereka


"Alan berangkat malam ini ke Malaysia agar besok kamu bisa langsung urus yang terjadi di sana " ucap Henry saat mereka sudah dalam lift


" baik tuan " ucap Alan


"ana berikan jadwalku pada Jose " ucap Henry saat sudah depan meja sekertaris nya itu


" baik tuan " lalu dia memberikan iPad pada Jose,setelah itu Jose mengembalikan lagi pada nya


jose membukakan pintu untuk Henry lalu mereka masuk sedangkan Jeje Duduk di samping ana sesuai perkataan Henry untuk sementara menggantikan Nabilla ,sedangkan Alan langsung masuk dalam ruangannya


" apa kamu sudah sarapan " tanya Jeje .


" sudah tuan " ucap ana sambil menunduk


" baiklah ,ayo kita bekerja " ucap Jeje


" apa tuan mau di buatkan kopi " tanya ana


" apa kamu bisa buat kopi " Jeje balik bertanya


" hebm bisa sedikit " ucap ana


" baiklah, bikinkan " ana langsung berdiri untuk membuatkan kopi,Jeje hanya melihat sekilas lalu dia kembali menatap layar yang ada di depan nya


beberapa menit Ana sudah kembali dengan membawa cangkir kopi untuk Jeje lalu menyimpan di dekatnya


" apa kamu hanya buat satu " tanya Jeje


" iya tuan " ucap ana


" lalu kamu minum apa " tanya nya lagi


" aku tidak terbiasa mnum Copi tuan, air mineral saja sudah cukup " sambil melirik botol yang ada di depannya ,Jeje hanya mengangguk saja


mereka kembali fokus pada pekerjaan mereka ,sesekali Jeje meminum Copi buatan Ana,Jeje tersenyum


pas di lidah batin Jeje


" apa yang mereka lakukan " tanya Henry yang ada dalam ruangan kerjanya


" minum copy " ucap Jeje singkat ,Henry hanya mengangkat sebelah alisnya


" maaf tuan saya akan kembali ke ruangan kerjaanku " ucap Jose lalu ke luar dari ruangan Henry tanpa menunggu jawabannya bosnya

__ADS_1


" kayanya kamu sangat menikmati menjadi sekertaris sambil minum copy " sindir Jose saat sudah depan meja Jeje


" kerja lah tidak usah melihatku seperti itu , menjijikan " umpat Jeje ,Jose hanya mencibir saja lalu melangkah kakinya ke ruangannya


setelah kepergian Jose ,Jeje kembali bekerja dia akan selalu fokus pada pekerjaan nya jika sudah di depannya ,sesekali dia melirik Ana yang duduk di samping nya ,hingga tidak terasa waktu sudah siang .


" berhenti lah bekerja ini sudah waktunya makan siang " ucap Jeje ,membuat Ana sedikit kaget lalu menggaguk


" kamu mau makan di mana " lanjut Jeje lagi


" saya bawah bekal tuan " ucap ana sambil mengambil bekal yang di bawah ,Jeje hanya memperhatikan gerakan Ana


"apa kau selalu membawa bekal ,kamu bisa langsung makan di kantin " tanya Jeje


" lebih enak masak sendiri tuan " ucap Ana tersenyum lembut membuat Jeje ikut tersenyum


" tuan mau " tawar Ana


" makan lah " ucap Jeje tapi tanpa Jeje duga Ana mengarahkan sendok yang berisi nasi dan lauk di atasnya,Jeje menatap Ana dalam


"maaf tuan " Ucap ana ,lalu dia menarik tangannya ,tapi di tahan oleh Jeje


" makanlah besok bawakan dengan ku bekal seperti ini " ucap Jeje setelah memakan yang ada di sendok tadi " aku akan masuk makan di dalam " lanjutnya lagi


hebm


" apa sudah selesai suap suapan nya " tanya Jose sambil melihat Ana dan Jeje bergantian sambil membawa troli makan siang mereka


tanpa mereka sadari Jose dan Alan sudah ada di dekat mereka mungkin karena ke asikan sehingga mereka tidak menyadari


" sudah makanlah " ucap Jeje lalu berdiri dari duduknya,masuk dalam ruangan Henry tanpa memperdulikan tatapan Jose dan Alan


" kenapa lama sekali hah " bentak Henry saat melihat mereka masuk


" maaf tuan kami baru menyaksikan film secara live " ucap Alan sambil melirik Jeje


" apa hanya dengan menonton secara live membuat kalian lupa diri " ucap Henry


" tidak tuan ,makanya kami sudah lapar sehingga menggagalkan film live itu " ucap Jose sambil menata makanan untuk Henry


" apa kalian tidak lapar berbicara terus dari tadi " ucap Jeje


" makan lah " ucap Henry ,lalu mereka ikut makan diam Alan dan Jose sesekali melirik Jeje


apa dia benar benar menyukai wanita itu batin Jose


tidak biasanya dia banyak bicara dengan **wanita** kecuali sedang bercinta batin Alan


" apa kalian bisa kenyang hanya bisa melirikku bergantian " ucap Jeje yang sudah jengah dengan Jose dan Alan


" kamu aneh " ucap Jose dan Alan bersamaan


Henry menatap mereka bertiga bergantian" kenapa " tanya Henry


" Jeje tumben sekali dia banyak bicara pada wanita,bahkan mereka suap suapan tadi di depan makanya kami terlambat masuk " ucap Alan

__ADS_1


Henry langsung menatap jeje dia sendiri tahu gimana sifat sahabatnya itu jika menyangkut wanita


" tidak usah menatapku seperti itu ,aku hanya membuatnya agar tidak terlalu canggung saat bekerja karena bagaimana pun untuk satu Minggu atau bahkan lebih aku bersama nya menggantikan Nabilla " ucap Jeje


" apa hanya itu " selidik Jose


" cih jangan norak ,apa kalian pernah lihat aku dekat dengan wanita jika bukan karena bercinta " Ucap Jeje


" justru karena itu, apa kamu dekat dengan karena ingin bercinta dengannya " ucap Alan ceplos


" cuci pikiranmu supaya bersih ,apa kamu pernah lihat aku merusak anaknya orang ,tanpa mereka sendiri yang meminta untuk aku rusak " Ucap Jeje


alan menggeleng begitu juga dengan Henry dah Jose


" jangan terlalu jauh berpikiran, aku di sini kerja " ucap Jeje dingin


" berarti nanti aku bisa dekati dia " Ucap Alan menggoda Jeje sambil tersenyum licik


" coba lah jika dia mau " ucap Jeje


" kalau dia mau gimana " Ucap Alan semakin menggoda Jeje


" kamu belum melakukan nya " ucap Jeje menyeringai


" apa belum selesai kalian berdebat nya ,makan dulu " ucap Henry tegas ,membuat Alan dan Jeje melanjutkan makannya


setelah makan siang selesai,mereka ke ruangannya masing-masing sedangkan Jeje kembali ke meja sekertaris


" apa sudah selesai kamu makannya " tanya jeje sambil mendudukkan bokongnya


" sudah tuan" ucap Ana


" anak pintar " ucap Jeje secara refleks dia mengacak rambut ana


"tuan " Ucap ana sambil memajukan bibirnya dan merapikan rambutnya


" ah maaf " ucap Jeje tersenyum dia gemas melihat ana


" iya tuan tidak papa " ucap ana


lalu mereka kembali bekerja seperti biasa, Jeje benar benar merasa gadis yang di samping nya ini berbeda ,jika wanti lain sudah menggodanya dengan cara apa saja tapi Ana hanya duduk kerja tanpa melakukan apa pun tapi membuatnya sedikit tertarik


" Ana " panggil Jeje


" iya tuan " ucap ana


" apa kita bisa berteman " Ucap Jeje


" maaf tuan ,tapi saya hanya tidak ingin ada berita yang tidak-tidak ,karena saya hanya ingin fokus bekerja "ucap Ana merasa sedikit takut pada Jeje


" kamu tenang saja , kita tetap bekerja tapi berbicara lah seperti layaknya seorang teman jangan terlalu formal ,apa bisa " tanya Jeje


" akan saya usahakan tua....eh bang " ucap ana dengan lirih ,Jeje tersenyum


" aku suka panggilan nya ,tetap lah seperti jika kita hanya berdua " ucap Jeje

__ADS_1


" iya bang " ucap Ana gugup lalu mereka kembali fokus pada layar didepannya dan berkas


__ADS_2