CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
kemenangan Jeje


__ADS_3

kini semua sudah berkumpul di restore hotel milik keluarga Henry,hanya ada orang tua Ana keluarganya yang lain sudah kembali setelah acara tadi


"by apa kak Elsa tidak di jemput " Henry menggeleng saja


" Kasian dia sendirian di rumah apa kita pulang saja nanti " tanya Elvi sedikit berbisik


" nanti kita lihat sebentar iya " Elvi menggaguk


" mau makan yang mana sayang " tanya Jose


" terserah kak, sebenarnya Aqila masih kenyang tadi sore habis makan kue banyak " ucap Aqila


" sedikit saja iya " Aqila menggaguk Jose mengambilkan makanan untuk istrinya


" Kaka kenapa " tanya Aqila melihat Ana yang kurang berselera


" kamu dag suka makanan nya " tanya Jeje


" aku suka bang " ucap Ana


" iya sudah makan iya " Ana mengaguk saj


setelah mereka selesai makan mereka berkumpul hanya untuk sekedar bertukar cerita saja


" mom nanti kami tidak tidur di sini ,balik ke rumah " ucap Henry


" kenapa ,si kembar rewel " tanya Daddy radit


" hm hm bukan itu " Henry melihat Alan yang hanya sibuk bermain HP " di rumah kan dag ada orang dad cuma pelayan jadi kami pulang saja " ucap Henry


" kan besok juga pulang ,bukannya kita sudah sering tinggalkan rumah pada pelayan " ucap mommy ellena


" mom,Elsa " ucap Henry lirih ,mereka semua diam mereka Sampai lupa jika sekarang Elsa tidak bersama mereka sejak tadi dan dia sendirian di rumah


" maaf Daddy benar benar Lupa " ucap Daddy sesal


" aku balik ke kamar " ucap Alan lalu berdiri kembali ke kamarnya ,mereka hanya bisa menghela napasnya kasar


" kalian tidak papa kan di hotel saja ,maaf kami harus ikut balik " ucap Jose menatap Jeje dan Ana ,Jeje bingung karena mertuanya masih berada sama mereka dia menatap Ana yang cuma diam saja


" iya tidak papa, nanti besok pagi kita pulang ke sana ,di sini juga ada mertua ku " ucap Jeje


" maaf iya Bu ,kami tidak bisa ikut bermalam karena rumah kosong hanya ada pelayan " ucap mommy ellena

__ADS_1


" tidak papa Bu, di sini juga kami senang kan masih ada mereka Ana " ucap ibu Ana tersenyum


" maaf iya pak Bu " ucap Daddy radit


" tidak papa pak " ucap pak Basri ,sedangan Jeje dan Ana hanya diam saja karena mereka memikirkan Elsa


Alan masuk dalam kamar hotel sambil membanting pintunya keras dia berteriak dengan kencangnya , untung kamar yang dia tepati kedap suara , dia duduk di sofa mengakat kakinya ke atas meja memejamkan matanya sambil bersandar pada sofa ,sejak tadi sebenarnya dia kepikiran dengan Elsa bukan karena apa dia hanya memikirkan pernikahan mereka yang terkesan lucu sangat berbeda dengan ke tiga saudaranya memang dia yang meminta karena percuma mau semeriah apa pun dia tidak menikmati nya


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


setelah kepulangan orang tua dan saudaranya Jeje Ana serta mertuanya mereka memasuki kamar masing-masing


"Abang apa semua nya baik baik saja , Ana tidak enak hati Sam Elsa " ucap Ana,Jeje mendekati istrinya yang duduk di sofa


"kamu tenang saja ,tidak usah pikirkan itu " ucap Jeje


" tapi ....


" darl ini malam pertama kita loh " ucap Jeje ,seketika wajah Ana memerah membuat Jeje tersenyum


" kamu sudah siap " Ana menggaguk


Jeje mengelus pipi Ana dengan lembut hingga tangannya berada di tengkuk nya Kemudian dia ***bibir Ana, Ana mengalungkan tangannya di leher Jeje dia membalas *****Jeje tidak kalah buas


Jeje tersenyum di sela ciuman mereka, Jeje hanya memberikan Ana bernafas sebentar setelah itu dia menciumnya kembali


"Di sana" Jeje langsung mengakat Ana ,mendekati tempat tidur ,lalu dia membaringkan dengan pelan


Jeje mencium pucuk kepala Ana mata hidung dan mencium bibir Ana me****** tangannya tidak tinggal diam, dia menyusuri setiap inci tubuh Ana


Ana melenguh pelan membuat darah Jeje berdesis hebat Jeje kembali menyambar bibir Elvi sapuan lidahnya memaksa masuk ke dalam rongga mulut Ana


Tangannya menahan tengkuknya ciumannya turun ke leher jenjang Ana sehingga meninggalkan bekas,Jeje sudah tidak tahan lagi


Dia menatap Ana dengan mata yang sayu" kau siap " tanya Henry sebelum melanjutkannya,jika Ana belum siap dia tidak akan melakukan nya , paling dia akan berakhir mandi air dingin


" Lakukan lah" jawab Ana lembut sambil menatapnya,Jeje yang mendapat lampu hijau sudah pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu


Jeje kembali meraup bibir manis Ana dengan sedikit kasar tangannya tidak tinggal diam hingga di m***** salah satu buah ceri yang selama ini dia mainkan


" Apa kau menyukainya darl "Jeje tersenyum menyeringai melihat wajah Ana,dia bangun lalu melepaskan semua kain yang melekat di tubuh mereka hingga tak tersisa


Jeje mencium leher Ana kemudian turun di buah ceri itu bermain di sana membuat Ana melenguh panjang sambil meremas rambut Jeje.

__ADS_1


Tangan satunya tidak tinggal diam mencari hutan belantara dia mengelus sedikit sambil membuka


"Abang" panggil Ana


Jeje tidak menjawab dia hanya mendengarkan saja


Aaaarrrgghhhhh


Saat tangan Alan sudah bermain di hutan belantara


" Kenap hm " Ana hanya menggeleng saja ,Jeje semakin mempercepat jalannya menyusuri hutan itu


******* Dan ***** Ana seperti nyanyian yang merdu bagi Jeje


" Ab....Abang lepas aaaarrrgghhhhh " Jeje tau milik Ana berdenyut di dalam sana hingga Ana


" Ti.. tahan aaaarrrgghhhhh" tubuh Ana seketika lemas setelah mendapatkan itu ,Jeje dengan nakalnya menjilat tangan


**** !!! Aromanya


Rasanya Ana di hinggap ribuan kupu kupu merayapi bagian tubuh bawahnya


Jeje sudah memposisikan tubuhnya di atas Ana membuka pintu hutan belantara itu dia menggesek sedikit demi sedikit Jeje memejamkan matanya lalu dia melihat Ana "tahan sedikit darl " Ana mengaguk ,Jeje berusaha masuk dalam hutan itu tapi sangat susah,Ana hanya bisa memejamkan matanya


Jeje kembali ****** bibir Ana ,lalu mendorong bagian bawah dua kali hentakan Jeje masuk sepenuhnya Ana hanya bisa memekik dalam diam karena tertahan ***** Jeje, punggung Jeje menjadi sasaran cakaran Ana ,tapi Jeje membiarkan nya


Jeje mendiamkan sebentar,dia melihat Ana sambil menghapus air mata Ana


" Sa....sakit " ucap Ana lirih


"Maaf darl ,mau berhenti " tanya Jeje ,Ana menggeleng


" Kau yakin " Ana menggaguk " tahan lah setelah ini tidak lagi " Ana menggangguk aja


Jeje mulai berjalan dengan pelan agar Ana terbiasa dulu ,tapi lama kelamaan dia semakin mempercepat gerakannya hingga rasa sakit itu berubah menjadi nikmat suara ******dan ***** memenuhi ruangan kamar bintang lima itu,Jeje yang baru kali ini merasakan rasa yang baru membuatnya semakin gila sehingga dia meracuni tidak jelas


" Ab .... aahh" tunggu sebentar darl ,Jeje mempercepat gerakan


Aaaaaahhhhhhh


Aaaarrrgghhhhh


Jeje menahan pinggang Ana agar bisa menyentuh bagian titik terdalam sehingga membuat nya memekik hebat suara erangan mereka memenuhi kamar itu ,peluh keringat mereka tidak berarti papa seakan di ruangan itu AC tidak berguna

__ADS_1


Jeje tidak hanya melakukan sekali dia berhenti saat Ana benar-benar lelah karena Ana menjadi candu nya


" I love you darl makasih sudah menjaganya" bisik Jeje di telinga Ana,setelah itu dia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka dia tersenyum melihat cairan yang membuat nya bahagia dia menyusul Ana memasuki alam mimpi


__ADS_2