
Seperti rencana siang tadi keluarga besar Mateo kini berada di rumah Aqila untuk membicarakan pernikahan Jose dan Aqila ,kini mereka sudah duduk berhadapan.
" Jose " ucap Daddy radit ,Jose mengerti kini dia menarik nafasnya hembuskan perlahan untuk mengusir rasa gugupnya
" Maaf sudah menggangu waktu malam kalian, maaf jika kedatangan kami terkesan mendadak saya bermaksud untuk menjadi kan Aqila pendamping hidup yang akan menemani saya dalam menyempurnakan ibadahku, kami memang menjalin hubungan belum lama tapi kami merasa sudah memiliki kecocokan satu sama lain ,untuk itu kami datang ke sini meminta restu ayah ibu untuk melangkah kedepannya yang lebih serius yaitu menikah " ucap Jose dengan lancar
Bram dan Lisa saling memandang " jika kalian sudah merasa cocok dan berkeinginan untuk melanjutkan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius,kami orang tua Aqila hanya bisa merestui,selebihnya aqila Lah yang akan menjawab " ucap ayah Bram tegas
Jose langsung melihat Aqila dengan gugup, Aqila yang mengerti pun menutup matanya lalu membuka sambil menetap jose yang juga menatap nya " Aqila mau menjadi istri Kaka, tapi sebelumnya Aqila minta maaf jika nanti sifat Aqila masih kekanakan,Aqila cuma minta selalu bimbing Aqila untuk menjadi lebih baik lagi " ucap Aqila dengan tenang ,Jose tersenyum menggaguk kepalanya
" So sweet " ucap elvi sambil mempererat lilitan tangannya pada lengan Henry
" Sayang,aku bahkan bisa lebih romantis dari mereka " bisik Henry dengan sedikit menekan setiap ucapannya
" Iyaa kamu suamiku yang paling romantis dan ganas di atas ranjang aku menyukainya " bisik Elvi lagi dia tidak mau mood suaminya jadi rusak karena mendengar perkataan tadi
" Habis lah kau, akan ku buat kau mendesah di bawah Kungkungan ku sayang " bisik Henry sambil menyeringai ,Elvi menjadi gugup bahkan susah hanya untuk menelan liurnya ,Henry tertawa melihat kegugupan istrinya
" Baiklah sekarang kita tentu kan kapan waktunya " ucap Daddy radit
" Dua Minggu lagi dad,karena Aqila bulan depan sudah masuk kuliah" ucap Jose dengan cepat
" Ternyata kamu sudah tidak sabar iya Jo mau unboxsing" ucap Henry sambil mengejek
Plak
" Diam dan tutup mulutmu " bisik mommy ellena
Henry hanya mencibik saja
" Baiklah 2 Minggu lagi akan kita adakan pesta pernikahan mereka " ucap Daddy radit
" Konsep pernikahannya mau yang kaya mana nak " tanya mommy ellena
" Hm hm yang kaya Elvi saja mom tapi dag usah yang terlalu rame ,Aqila mau hanya keluarga saja yang datang " ucap Aqila memohon sambil menatap Daddy radit dan ayah nya,sedangkan jose hanya diam karena dia sudah tau keinginan dari calon istrinya itu
" Tidak bisa ,kamu putri ayah satu satunya jadi pestanya harus mewah dan ayah akan mengudang semua kolega ayah " ucap ayah Bram tegas
" Kalau begitu ayah saja yang menikah ulang sama ibu" perkataan Aqila membuat mereka jadi tersendak " ayah, Aqila tidak suka di sorot, ayah juga tau sendiri Kaka Jose posisinya seperti apa pengaruh dia sangat besar , aku tidak ingin orang yang tidak menyukainya menjadikan aku sebagai kelemahan nya ,lagian kolega ayah banyak yang belum tau Aqila anak ayah,ayah juga tau Aqila seperti apa orangnya aku tidak suka yang terlalu ribet,jika ayah ingin pesta yang meriah ok aqila ikuti tapi Aqila tidak akan berada di sana, ayah ibu dan yang lainnya saja yang menerima tamu tidak dengan aku,aku akan kuliah ayah dan di kampus pasti akan heboh jika mereka akan tahu siapa aku sebenarnya dan aku yakin jika nanti mereka tahu aku istri dari Kaka Jose ,itu berdampak pada Elvi karena tidak mungkin mereka tidak akan tahu papa baru Elvi hamil dan kami selalu bersama " keras kepala Aqila kini sudah muncul tapi dia tidak ingin menjadi sorotan.
" Itu karena kamu tidak mau ayah kenalkan pada mereka,bahkan kamu enggan menyebut nama belakangmu jika berkenalan dengan orang.
Baiklah, tapi setidaknya biarkan ayah mengundang teman bisnis ayah begitu juga dengan mertuamu " ucap ayah Bram
"Karena tidak mungkin Aqila memperkenalkan diri dengan nama Aqila Cristian Gani sedangkan nanti mereka tetap memanggil nama awalan jadi untuk apa nama belakang di sebut" menurutnya terlalu ribet harus menyebut nama panjang nya,orang tua Aqila hanya mencibik saja
Berapa undangan " tanya Aqila
" Ayah 100" ucap ayah Bram dia melihat sahabatnya " ok berarti undangannya 200an " ucap Daddy radit
" Baiklah, kenapa tidak sekalian 500 " gerutu Aqila sama saja dengan mengadakan pesta bukan, Jose tersenyum melihat kekesalan Aqila
" Baiklah, sesuai dengan keinginan mu, Daddy akan membuat konferensi pers dengan ayahmu dan Jose agar orang di luar sana tidak beranggapan bahkan kalian menikah karena bisnis " ucap Daddy radit
" Terus akad nikah nya di mana " tanya mommy ellena
"Terserah mana baiknya saja mba, iya kan yah " ucap ibu Lisa, ayah Bram hanya mengaguk
" Oh iya nak Jose seminggu sebelum pernikahan kalian, kalian akan di pingit di larang untuk bertemu ataupun teleponan " ucap ibu Lisa
" APA !!! Lagi bahkan kemarin Henry cuma 3 hari kenapa aku seminggu bu " protes jose dia tidak mau bahkan tidak bisa
__ADS_1
" Itu sudah aturannya, jadi selama seminggu Aqila tidak bisa ke rumah utama dia akan tetap di rumah kecuali keperluan mendesak baru bisa ke luar , jadi gunakan waktunya untuk 1 Minggu ini " ucap ayah Bram
" Aku bahkan sibuk di kantor " keluh Jose memelas Mereka semua tertawa melihat sikap Jose
" Baiklah karena sudah waktunya makan malam kita makan malam dulu iya " ucap ayah Bram ,mereka pun berjalan ke ruangan meja makan di sana sudah tersedia makanan yang sudah di tata dengan rapi,mereka mengambil posisi masing-masing untuk duduk.
Setelah acara makan malam selesai keluarga Daddy radit berpamitan pulang, tapi di sepanjang perjalanan Henry selalu menggangu Jose, lantaran dia ingin Aqila ikut bersamanya tapi Aqila menolaknya.
" Kamu kenapa sih Jo dari tadi kusut amat itu muka bukannya 2 Minggu lagi kamu menikah, dad Jose bilang dia tidak jadi menikah " ucap Henry yang masih saja mengganggu Jose
" Jangan bicara sembarangan jika tidak ingin aku membuangmu ke luar dari mobil ini " geram Jose ingin sekali menelan orang yang duduk di sampingnya ini tapi itu tidak mungkin
" Itu dad ,katanya lagi dia ingin buang dirinya dari mobil ini jika Daddy tidak membatalkannya" ucap Henry sambil tersenyum
" Yaakkkk henrryyyyyyyyyy" teriakan Jose melengking dalam mobil itu, Henry langsung menutup telinga Elvi,karena takut nanti kaget akan teriakan Jose,posisi mereka sekarang mommy dan Elvi duduk di kursi belakang kemudi sedangkan Henry dan jose di belakang mommy ellena dan Daddy radit duduk di samping kang Dadang didepan
mommy dan Daddy hanya menggeleng kan kepalanya karena ini sudah biasa menurut mereka
" By " mata Elvi sudah berkaca-kaca
" Iya sayang tidak papa,Jose hanya latihan vokal saja tadi untuk akad nikah nanti " ucap Henry langsung mendapat pukulan dari mommy ellena
Plak
" Sudah jangan menggoda adikmu apa kamu tidak lihat dari tadi dia kesal karena ulah mu" gerutu mommy ellena pada anak sulungnya itu
" Mom lihat lah bahkan dia sangat bahagian,iya kan Jo " ucap Henry sambil menaik turunkan alisnya
" Elvi jika aku membunuh suamimu ini ,apa kamu mengizinkan nya " tanya Jose
" Jangan mas, Elvi tidak mau jadi janda, apa lagi dari 3 orang anak nanti Elvi kasih makan apa kalau Elvi jadi janda " ucap elvi polos membuat Jose tertawa keras
" Sayang jadi kamu cuma khawatir kan itu " ucap Henry sendu,Elvi mengaguk saja
" Sudah diam lah kepala Daddy sudah mau pecah dengar kalian dari tadi berdebat " ucap Daddy radit
" Henry dad, dia selalu menggangu Jose " Jose berbicara manja mencari pembelaan dari Daddy nya
" Ck mukamu sangat menjijikan " umpat Henry kesal
" Kang Dadang berhenti" teriak Elvi membuat sang sopir menghentikan mobilnya mendadak
Cciiit
Semua orang di buat kaget dengan teriakan Elvi
" Astaga, kenapa harus berteriak Elvi ,jika terjadi sesuatu tadi gimana" geram Dady radit
" Maaf " ucap elvi lirih, Daddy radit menghela nafasnya
" Katakan " ucap Daddy radit sedikit meninggi kan suaranya, mommy langsung memeluk menantunya karena mata Elvi sudah berkaca-kaca takut dengan suaminya itu
" Dad pelan kan suaranya, Daddy membuat istri ku takut, sudah sayang tidak papa Daddy hanya kaget saja tadi " ucap Henry sambil mengelus punggung Elvi yang masih dalam pelukan mommy ellena
Daddy berbalik ke belakang melihat Elvi menangis dalam pelukan istrinya " baik Daddy minta maaf tapi jangan ulangi kaya tadi iya,. Sekarang katakan ada apa " tanya Daddy radit lembut, Elvi mengakat kepalanya melihat Daddy radit sambil menghapus air matanya
" Elvi mau itu " tunjuk nya pada pedagang sate di sebrang jalan, ingin rasanya kembali marah tapi di tahan hanya karena sate Elvi harus berteriak astaga
" Sayang tadi kamu habis makan di rumah Aqila loh" ucap Henry dia tidak percaya dengan keinginan istrinya
" Tapi Elvi masih lapar by " rengek Elvi , Jose dan Henry di buat bingung masih lapar bahkan porsi makannya jangan di tanya lagi
__ADS_1
" Baik lah nanti kang Dadang yang beli " ucap Daddy radit, tapi Elvi menggeleng membuat Daddy mengeritkan keningnya
" Mau makan di sana, dag mau di bungkus Elvi mau mas Jose yang membakar nya " ucap elvi memohon sambil menatap Jose
" AP......
" Baik Ayo kita keluar " ucap Henry sambil menutup mulut Jose yang ingin protes
" Yakkk ba****t apa kamu gila menyuruhku bakar sate di sana " ucap Jose
" Makan di mobil saja di sana banyak orang gimana " tanya Daddy radit
" Ah iya baiklah Daddy , mas maukan bakar satenya Elvi mohon " sambil menyatukan tangannya di dadanya
" Imbalan nya " tanya jose sambil melipat tangannya di dada nya
" By " rengek Elvi
" Cepat sana nanti aku belikan mobil ke luaran terbaru " ucap Henry
" CK apa kamu kira aku miskin sehingga tidak mampu membeli mobil " ucap Jose
" Mommy akan menyuruh Aqila tidur di rumah selama 3 malam " ucap mommy ellena
" Deal dengan senang hati,ayo turun temani saya " Jose langsung ke luar dari mobil itu sambil memegang tangan Henry
" Cih kenapa harus kita yang bakar sih " gerutu Henry sambil berjalan
" tanyakan pada anakmu kenapa harus mengidam kaya gini minta aku yang bakar " kesal Jose
sesampainya di tempat jualan sate, Jose langsung meminta pada penjualnya untuk membakar satenya,dan mereka menjadi perhatian para pembeli sate hingga ada yang menetaskan air liurnya melihat penguasa dan sekertaris nya yang terkenal dingin arogan sombong dan tidak tersentuh membeli sate di pinggir jalan bahkan membakarnya sendiri ,ini kesempatan bagi mereka untuk melihat wajah mereka dengan puas
" Jo cepat lah, lihat lah muka mereka Seperti zombi saja " ucap Henry kesal karena mereka menjadi pusat perhatian
" iya iya ini sudah cepat " ucap Jose sambil mengipas dan membalikkan sate itu
" akhirnya selesai" ucap Jose,lalu pedagang itu membungkus pesanan mereka ,Henry mengeluarkan uang 100 rbu 5 lembar
" mas ini kebanyakan " ucap pedagang
" tidak papa ambil saja " ucap Henry lalu berjalan meninggalkan tempat itu
" terimakasih mas " ucap pedagang itu sebelum Henry dan Jose menjauh
Elvi memekik kesenangan saat melihat Henry dan Jose sudah selesai membayar satenya
" ini sayang satenya " ucap Henry saat sudah masuk dalam mobil di ikuti Jose di belakang nya
" terimakasih mas Jose maaf sudah merepotkan mas " ucap Elvi tulus
" tidak papa demi keponakan ku " ucap Jose
lalu mobil berjalan kembali menuju rumah utama sedangkan Elvi langsung memakan satenya tanpa memperdulikan yang lain ataupun menawarkan pada mereka.
" apa enak " tanya mommy ellena yang melihat Elvi sangat bersemangat makannya
" iya mom bahkan ini sangat enak, mommy mau tapi 1 saja iya jangan tambah lagi " ucap Elvi polos
mommy tersenyum " makan lah mommy sudah kenyang " ucap mommy ellena
" apa kamu tidak menawarkan sama mas,dek bahkan tadi aku membakarnya " ucap Jose
__ADS_1
" tidak mas, kalau mas mau nanti pergi beli saja " ucap elvi sambil memakan satenya
" makanlah sayang pelan pelan" ucap Henry sambil mengelus kepala istrinya ,Elvi hanya mengangguk saja