CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
pendarahan


__ADS_3

setelah lama memperhatikan Elsa tidur,kini Alan duduk di balkon di temani wine dan rokok hanya seperti ini dia bisa melepaskan pikirannya yang terlalu rumit baginya


" akan kah sepeti ini, aku bener bener lelah dengan keadaan yang bodoh ini " gumam Alan


lalu kembali menuangkan wine dalam gelasnya dan meminumnya sekali teguk


" aku ingin hidup seperti biasanya tanpa memikirkan yang membuatku pusing " gumamnya lagi


" aku merindukan nya maaf aku tidak bisa bersamamu sementara " gumamnya lagi sambil memejamkan matanya kakinya berada di atas meja


" pergilah jika ingin bersamanya " Alan menurunkan kakinya dan melihat ke arah belakang kaget sejak kapan wanita itu bangun bukanya tadi dia masih tidur


apa dia mendengar nya " batin Alan


" kamu sudah bangun " ucap Alan gugup,Elsa tersenyum dia melihat botol wine hampir habis dan juga Putung rokok di dalam asbak


" jangan menyiksa diri,pergi saja nanti aku bicara sama orang rumah d sini juga ada perawat yang menjaga ku " Ucap Elsa


ternyata kau belum bisa jauh dari nya batin Elsa


" apa aku harus siapkan bajumu ,karena kalau pulang pergi nanti membuat orang rumah curiga ,nanti aku bilang kalau mas ke luar kota " Ucap Elsa


" Elsa bukan begitu maksudku ....


" tunggu iya aku siapkan bajunya,mungkin di sana juga sudah ada bajumu tapi aku hanya menyimpan sebagian saja " ucap Elsa sambil berjalan ke arah walk in close, Alan mengikuti langkah Elsa masuk ke dalam walk in close


" tidak perlu pakaian ku di sana banyak " Elsa tersenyum getir


" ah iya sudah dag papa ,salam buatnya dan ucap kan juga maaf untuknya " ucap Elsa berdiri kemudian mengambil pakaian gantinya


" kalau mau pergi,silahkan aku masih mau mandi tidak perlu menunggu ku " ucap Elsa ke luar dari ruangan walk in close itu lalu menuju kamar mandi tanpa peduli pada Alan


sedangan Alan masih diam di tempat dia masih berpikir antara pergi dan tidak, mungkin memang karena kangen atau ada hal lain ,dia mengambil kunci mobilnya dan pergi begitu saja tanpa peduli pada Elsa


sedangkan dalam kamar mandi Elsa berusaha kuat agar tidak terjadi papa pada kandungan nya tapi sama saja dia tetap memikirkan juga


sedangkan di kantor Henry dan Jose di buat kesal oleh Jeje yang tidak tau malunya dia selalu saja menungging kuda di kantornya


" apa kita pecat saja Ana nya " tanya Henry


" seperti nya itu lebih baik " ucap Jose


" apa dia tidak puas melakukan di rumah sehingga di kantor pun harus melakukan nya " ucap Henry


" apa di mengidam " tanya Jose


" tapi tidak tiap hari juga ,apa dia tidak takut jika istri nya kenapa Napa " ucap Henry


" sudah lah kepala ku sakit mikirin mereka " ucap Jose


sedangkan dalam ruangan suara ******* dan ****** Jeje dan Nabilla memenuhi ruangan Jeje sehingga membuat mereka semakin semangat ,Ana yang bermain di atas Jeje membuat Jeje menggeram hebat


" darl aaaarrrgghhhhh ini nikmat bukan " ucap Jeje saat milik nya menyentuh bagian terdalam


" darl sempit a..aku suka aaaarrrgghhhhh "


Jeje meremas kue apem milik Ana ,membantunya bergoyang tapi dengan pelan buah ceri miliknya juga ikut bergoyang Jeje memegang salah satunya lalu mengisap dan memainkan menggunakan lidah nya


"aaaaahhhhhhh "lenguh Ana saat Jeje beriman dengan buah ceri miliknya


" a...Abang a...ku


" bersama darl "

__ADS_1


Jeje meremas dan mengulum buah ceri milik Ana ,sedangkan Ana bergerak dengan pelan hingga Ana merasakan hal yang akan membuatnya nikmat


aaaaahhhhhhh


aaarrrggggghhhhhhh


Jeje mengakat bokong Ana saat miliknya akan meledak ke luar sambil memejamkan matanya lalu dia melihat Ana sambil tersenyum


" kau semakin pintar darl " ucap Jeje dengan napas ngos-ngosan , Ana hanya bisa tersenyum lalu dia duduk di samping Jeje mengatur napasnya dalam keadaan mereka yang masih belum memakai papa


setelah di rasa sudah baikan mereka Jeje membantu istrinya untuk membersihkan diri dalam kamar mandi yang ada dalam ruangan Jeje, pakaian Ana juga sudah ada di saja sengaja Jeje siapkan jadi saat mereka seperti ini mereka tidak kerepotan lagi


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


sekarang Alan sudah berada di sekolah wanitanya sebelum dia ke sekolah dia sempat menghubungi nya terlebih dahulu


" Kaka " panggil wanita itu saat membuka pintu mobilnya Alan tersenyum


" masuk lah " ucap Alan


" kita mau ke mana " tanya wanita itu


" apartemen " ucap Alan,wanita itu hanya mengangguk lalu duduk di samping Alan yang sedang mengemudi kan mobilnya


" Kaka kenapa susah di hubungi " tanya wanita itu


" maaf kamu tau sendiri kan kalau aku sibuk " ucap Alan sambil menggegam tangan wanitanya


" aku sudah mau ujian " ucap wanita itu


" iya kamu belajar yang benar " Ucap Alan


" apa setelah ini aku bisa kembali ,kangen sama suasana di sana " ucap wanita itu , Alan hanya mengangguk saja mungkin ini yang terbaik


saat sudah sampai di apartemen Jeje membukakan pintu untuk wanitanya ,lalu mereka masuk dalam lift wanita itu selalu memeluk lengan Alan dengan manja , Alan tersenyum melihat tingkah wanita kecilnya


kini mereka sudah berada di depan pintu apartemen Alan, Alan memasukan sandinya dan membukanya mereka masuk bersama ,saat sudah di dalam dan pintu apartemen tertutup wanita itu langsung menarik tengkuk Alan dan mencium nya dengan buas, Alan yang sudah beberapa Hari ini memang tidak melakukan nya membuat otaknya berputar dengan cepat dia mengakat wanita itu ala baby koala tanpa melepaskan ciuman mereka wanita itu mengalungkan tangannya di leher Alan


Alan berjalan menuju kamar yang biasanya mereka pakai jika Alan tidur di apartemen ini


" kangen " rengek manja saat ciuman mereka terlepas ,Jeje membaringkan wanita itu di tempat tidur dia menatap wanita itu dengan lekat lalu mencium nya kembali ,sedangkan tangannya membantu membuka kancing pakaian wanita itu, Alan bangun membuka baju dan celananya hanya menyisakan pakaian terkahir nya sedangkan wanita yang di bawah Kungkungan nya sudah terlepas semuanya entah sejak kapan


" I want you " bisik nya di teling Alan


" kau akan mendapatkan nya " ucap Alan tersenyum


kemudian dia mulai bermain dengan tangannya begitu juga wanita itu mereka melakukan agar saling mendapatkan kepuasan bersama


saat Mereka sudah mendapat pelepasan pertama nya , Alan memposisikan tubuhnya di atas wanita itu


Alan menutup matanya saat mulai memasuki hutan milik wanitanya tapi baru masuk setengahnya wajah Elsa tiba-tiba melintas di pikirannya membuatnya menarik kembali miliknya


" Kaka kenapa " tanya wanita itu kecewa


" ah tidak papa ,sampai di sini dulu ayo kita bersihkan diri " ucap Alan lalu masuk dalam kamar mandi tanpa menunggu jawaban wanita itu


" apa Kaka punya wanita lain " tanya wanita itu saat sudah di dalam kamar mandi dia melihat Alan mandi di bawah shower


" tidak, aku hanya kurang enak badan ,ayo mandi setelah ini aku harus ke kantor ada yang harus aku urus " ucap Alan tersenyum


" akhir-akhir ini sikap Kaka berubah " ucap wanita itu


" maaf sayang ,setelah semuanya selesai kita akan liburan dan saat kamu selesai ujian gimana " wanita itu menggaguk dan tersenyum

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


perawat Elsa masuk dalam kamar milik tuanya itu tapi dia tidak melihat siapa pun di dalam tapi di mendengar suara air dari kamar mandi ,jadi dia menunggu saja di sofa pikirannya nyonya itu sedang mandi karena sebelum Alan pergi dia memberi tahu nya untuk masuk ke kamar nya menjaga Elsa


hingga hampir satu jam menunggu Elsa belum juga ke luar dia berdiri mendekati kamar mandi


tok ....tok ..


" nyonya apa baik baik saja " tidak ada jawaban


" nyonya apa aku bisa masuk " belum juga ada jawaban perasaan perawat itu mulai ketakutan sehingga dia ke luar dari kamar Elsa mencari nyonya besar dan tuan besar


saat sampai di depan mereka dia masih mengatur napasnya


" kenapa " tanya Daddy radit datar


" itu tuan anu " ucap perawat


" bicara yang benar jangan membuat ku bingung " bentak Daddy radit


" maaf tuan ,nyonya Elsa sudah sangat lama dalam kamar mandi " Daddy radit langsung berlari menuju kamar Elsa begitu juga dengan mommy ellena dan perawat itu syukur Elvi sedang bersama Aqila dalam kamarnya saling bermain dengan si kembar


Daddy radit langsung mendobrak pintu kamar mandi syukur Elsa tidak menguncinya sehingga mudah Daddy radit membukanya ,mata mommy terbuka lebar melihat Elsa sudah terbaring di lantai kamar mandi dengan pakaian yang masih lengkap


" Daddy cepat angkat " teriak mommy ellena Daddy Radit langsung mengakat tubuh Elsa sekalipun dia sudah tua tapi dia masih tetap kuat dan bugar


perawat membulatkan matanya melihat baju Elsa yang merah


" nyonya darah " ucap perawat itu membuat Mommy ellena kaget ,sedangkan Daddy radit masih diam terpaku sambil menggendong Elsa


" cepat Daddy " bentak mommy ellena Daddy Radit pun ke luar dari kamar Elsa berlari ke luar


" PANGGIL SOPIR MENGANTAR KAMI KE RUMAH SAKIT " teriak Daddy Radit pada pelayan yang mereka lewati ,para pelayan berlari tidak tau arah karena mereka tau tentang kondisi Elsa


" telepon Henry " ucap mommy ellena pada perawat Elsa sebelum ikut ke luar


" baik nyonya " ucap perawat


" cepat ke rumah sakit sekarang " ucap Daddy radit saat pada sopir mommy ellena sudah menangis sambil menggegam tangan Elsa sedangan Daddy radit wajahnya sudah pucat pikiran nya sudah jauh apa lagi Elsa mengalami pendarahan


" sayang bangun ini mommy sayang " ucap mommy ellena sambil mengelus kepala Elsa


saat sudah sampai di rumah sakit semua dokter perawat menyambut mereka Daddy Radit langsung ke luar dan menggendong Elsa,lalu membaringkan Elsa di atas brankas rumah sakit lalu perawat itu berlari di koridor rumah sakit menuju ruangan UGD di ikuti dokter dan Daddy radit dan mommy ellena


Henry dan yang lainnya mendengar kabar Elsa langsung menuju rumah sakit tidak peduli lagi dengan urusan kantor


" hubungi Alan " ucap Henry saat mereka dalam mobil bahkan kini dia yang menyetir mobil nya


Jose langsung menelpon Alan menunggu waktu lama hingga Alan mengakat sambungan teleponnya


" cepat ke rumah sakit biasanya istrimu di rumah sakit " ucap Jose lalu mematikan sambungan teleponnya


" dia di mana " tanya Jeje


" nanti saja kita tanya " ucap Jose


" hen Hati hati di sini kita tidak sendiri ada Ana "ucap Jose


" maaf aku benar-benar lupa " ucap Henry


" iya tidak papa mas " ucap Ana Jeje mengelus perut Ana dengan lembut


sedangkan di apartemen saat mengakat telepon Jose , Alan langsung berlari ke luar tanpa menjawab pertanyaan wanita nya dia menyambar kunci mobilnya di atas meja ruang tamu lalu ke luar dari apartemen

__ADS_1


__ADS_2