CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Dy Dy Dy


__ADS_3

pagi ini di kediaman Davin , setelah bangun tidur dia melihat anaknya sudah terbangun sedangkan nabilla memasak seperti biasanya membuat sarapan


"pagi son " ucap Davin dengan suara seraknya dia mencium pipi anaknya yang gembul itu ,lalu dia menggendong nya setelah itu mereka mandi bersama,jika dia tidak ada jadwal pagi pasti dia akan menyempatkan waktunya bersama alister walaupun hanya sekedar mandi bersama


"son Minggu depan ibu mu akan mulai bekerja ,kamu jangan nakal iya jangan rewel nanti ayah usahakan mengambil jadwal operasi malam saja jadi kamu bersama ayah siangnya iya Jika tidak darurat " ucap Davin tersenyum


setelah selesai mandi Davin lebih dulu memakaikan pakaian pada anaknya ,karena takut nanti masuk angin


" kalian sudah mandi " tanya Nabilla yang baru masuk ,Davin hanya melihat nya saja ,lalu melanjutkan kerjaan nya , setelah itu dia masuk ke ruangan walk in close memakai baju kerjanya, Nabilla menatap bingung dengan Davin


" mas "panggil Nabilla saat melihat suaminya sudah ke luar dengan pakaian formal nya


" ayo son,antar ayah kerja " ucap Davin tanpa memperdulikan Nabilla


" mas " panggil Nabilla lagi,tapi Davin memilih diam meninggalkan Nabilla Sendirian di kamar


" pagi yah Bu " ucap Davin saat sudah berada di meja makan


" Nabilla mana nak " tanya ibu karena hanya melihat anak dan cucunya


" di kamar Bu, sebentar lagi akan turun " ucap Davin


" iya sudah sini alister nya ,kamu sarapan duluan saja " ucap ayah ,Davin memberikan alister pada ayah nya lalu dia mengambil sendiri sarapan nya karena biasanya selalu Nabilla yang melayani nya


" koh ambil sendiri mas " tanya Nabilla saat sudah melihat Davin sarapan sendiri


" iya ,harus terbiasa karena Minggu depan kamu sudah masuk kerja jadi aku akan lakukan sendiri" ucap Davin


" kamu mau kerja nak, tapi alister masih sangat kecil nak bahkan sebulan juga belum cukup " ucap ibu kaget


" Davin yang akan jaga Bu, agar dia tidak kekurangan kasih sayang " ucap Davin ,Nabilla Diam saja sedangan ayah melihat ada yang tidak. beres dengan anak dan menantu nya


" tapi nak....


" tidak papa Bu " potong Davin, lalu berdiri bahkan sarapan nya dia tidak habiskan


"sudah kenyang " tanya ayah ,Davin hanya mengangguk


" ayah kerja dulu iya son " ucap Davin mencium kening alister lalu berpamitan dengan orang tuanya ,lalu dia meninggal kan meja makan tanpa melihat ke arah Nabilla


" ayo kita sarapan dulu " ucap ayah, Nabilla hanya diam saja melihat kepergian Davin


" biar alister sama Nabilla yah " ucap Nabilla sambil mengambil ahli alister

__ADS_1


" simpan saja di stroller nya " ucap ayah , Nabilla mengaguk lalu menarik stroller alister agar lebih dekat dengan nya


" makan dulu nak, nanti ayah yang bicara dengan Davin " ucap ayah lagi ,Nabilla mengaguk sesekali dia melihat alister ,sedang kan ibu Davin memilih untuk diam karena dia bingung dengan jalan pikiran Nabilla


sedangkan di kantor Henry, mereka di kejutkan dengan Davin yang datang langsung membuang tubuhnya di atas sofa dan membaringkan tubuhnya d sana


" apa lantaran tidak mendapatkan jatah membuat mu seperti ini " tanya Alan,karena dia sudah mulai masuk kerja


" kamu kenapa, apa ada Masahlah di rumah sakit " tanya Jose


" Nabilla akan masuk kerja Minggu depan " ucap Davin ,Henry Jose dan Alan menatap Davin , Davin pun bangun dan duduk di sofa


" kenapa cepat sekali ,bukannya aku tidak senang tapi kasian alister masih kecil Van " ucap Henry


" mungkin aku akan jarang mengambil jadwal operasi siang jika tidak mendadak " ucap Davin


" memang ada yang operasi malam ,setau ku itu sangat jarang " ucap Alan


" entah lah , sekarang pikiran ku hanya alister " ucap Davin


" kamu sudah berbicara dengan nya " tanya Jose,Davin menggaguk


" tapi dia tetap ingin bekerja dengan Alasan ingin membahagiakan orang tuanya dan dia ingin memberikan hasil kerja nya untuk orang tuanya ,bukan dari aku " ucap Davin


" baik lah jika itu sudah kenginginan nya " ucap Henry


"apa kita perlu memberi tahu Daddy " tanya Jose


" biarkan saja dulu ,kita lihat saja dulu kalian tau bukan sifat Davin sepeti apa " ucap Henry


" iya ,dia akan mendadak berubah seperti orang yang bisu " ucap Alan


" iya ,aku tidak yakin Nabilla akan sanggup menghadapi davin yang bisu " ucap Jose tertawa kecil


setelah itu mereka kembali bekerja seperti biasanya


di kediaman rumah mewah Elvi Aqila dan Elsa sedang bermain dengan si kembar , sedang kan baby Reza sedang tertidur di box ayunan nya


" Dy Dy Dy " Ucap Ray tiba² membuat Elvi Elsa dan Aqila kaget


" sayang coba lagi mommy ucapkan mommy " Ucap Elvi semangat


" Dy Dy Dy " ucap baby Ray dan baby rif'at

__ADS_1


" mommy " ucap Elvi lagi


" Dy Dy " ucap mereka sambil tertawa


" Astaga anak² ini ,kenapa harus Daddy nya yang di sebut terus " ucap Elvi kesal


" karena Daddy nya yang membuat mereka " ucap Aqila tertawa


" tunggulah nanti ,saat Reza besar semoga saja mas Jose yang selalu dia sebut " Ucap Elvi kesal ,Elsa hanya tertawa kecil


"semoga saja jangan " ucap aqila menatap box ayunan Reza


" pasti nanti juga dia akan memanggil mu dek, sabar saja " ucap Elsa


" tapi beda rasanya di panggil saat pertama kak " ucap Elvi pura² menangis


" tenang lah ,lihat anak² mu malah ikut tertawa dengan kami " ucap Aqila di sela tawanya


" apa kalian tidak berniat memanggil mommy sayang " ucap Elvi menatap ketiga anaknya ,tapi mereka masih asik dengan mainannya jika Queen dengan bonekanya baby Ray dan rif'at asik dengan mobil dan robot ²an nya yang selalu Henry berikan pada anak laki² nya itu


" cepat atau lambat mereka pasti akan memanggil mu juga " ucap Elsa


" iya kak ,aku cuma bahagia saja melihat mereka sudah bisa memanggil kami walaupun hanya dua huruf saja " ucap Elvi ,seketika wajah Elsa murung dan Elvi menyadari itu


" maaf kak " ucap Elvi


" tidak papa dek ,Kaka harus terbiasa " ucap Elsa tersenyum


" jika Kaka mau ,Kaka boleh koh ajak Reza bermain dengan Kaka " ucap Aqila tersenyum


" pastinya dek, tapi nanti saja bukannya Kaka tidak ingin kasian dia nya,karena dia hanya bangun jika mau ASI dan pempers nya penuh , sedangkan dia langsung ASI darimu " ucap elsa


" iya juga sih ,kasian Kaka Naik turun tangga hanya untuk antar Reza " ucap Aqila


" apa Kaka tidak ingin balik di kamar atas " tanya Elvi


" ingin, tapi mungkin mas Alan tidak mau " ucap elsa


" kenapa teriak bicara dulu kak " tanya Aqila


" iya kak ,coba dulu " ucap Elvi


" baiklah nanti malam aku coba bicara " ucap Elsa

__ADS_1


" iya kak " ucap Elvi dan Aqila bersamaan


mereka merindukan seperti ini ,karena saat Elsa hamil hingga keguguran mereka jarang berkumpul apa pagi Ana yang tidak bisa meninggalkan Jeje ,sehingga waktu mereka hanya di habiskan di kamar ,tapi sekarang Elsa sudah kembali walau pun mungkin tidak sepenuhnya tapi merek sudah bahagia


__ADS_2