
tidak terasa kini usia si kembar sudah 1 tahun begitu juga Reza dan alister kini usianya sudah 6 bulan , sedangkan usia kandungan Ana sudah 6 bulan dan jenis kelaminnya pun sudah bisa di ketahui yaitu princess teman main Queen.daddy Radit dan mommy ellena sangat bahagia saat tahu jenis kelamin anak dari Jeje ,belum lagi kini Elsa tengah hamil 4 Minggu dan kehamilan Elsa kini seperti orang pada umumnya dan itu membuat Alan bersyukur setidaknya Elsa tidak Seperti saat pertama hamil,begitu juga dengan Elvi kini dia juga tengah hamil tapi enggan memberi tahu Henry sama halnya dengan Aqila dan Nabilla
mereka kompak untuk tidak memberi tahu suami mereka,nanti akan mereka beri tahu saat ulang tahun si kembar dan itu menunggu 3 hari lagi
malam ini semua nya berkumpul bahkan ada Davin,ibu Elvi juga untuk merencanakan ulang tahun sang cucu yang ke 1 sekalian memperkenalkan pada semua orang wajah dari sang penerus RM Corp serta pembagian warisan untuk anak² nya kelak serta sang cucu
"kalian sudah mengaturnya kan " tanya Daddy radit
" sudah dad " ujar Jose selaku tangan kanan keluarga
" keamanan semuanya perketat dengan baik jangan sampai ada celah karena nanti si kembar ,Reza dan Elsa akan di sorot media begitu juga alister " ucap Daddy radit
" dad apa nanti Elsa bisa ikutan " sanggah Alan khawatir
" hm nanti kita pikirkan jika memang dia tidak bisa setidaknya hanya menampakan wajahnya saja setelah itu kembali masuk tidak papa " ucap Daddy radit
" makanya nikah malah rahasia²n repot kan jadinya " cibir Jose
" ngaca ,apa di ruangan gantimu tidak ada kaca,aku sembunyi wajar karena di paksa Daddy kamu sembunyi karena apa coba " tantang balik Alan
" karena Daddy juga " ucap Jose
" bukan karena Daddy tapi kamu nya saja yang tidak bisa jaga Aqila " ucap Jeje yang menimpali
" jadi maksudnya kami tidak bisa menjaga istri kami karena menyembunyikan pernikahan kami " tanya Henry menatap mereka
" koh kalian jadi debat sih " ucap Davin
" dia yang duluan " ucap mereka bersamaan saling menunjuk
" kita lanjutkan besok " ucap Daddy radit berdiri
" dad ayo kita lanjutkan " ucap Henry ,Daddy Radit berdecak menatap mereka satu persatu
" adakan di hotel ,liburkan semua karyawan setengah hari jadi mereka bisa menyimpan diri ke ulang tahun si kembar, terus undang semua kolega tanpa terkecuali CCTV setiap sudut ruangan hingga kamar² , jangan biarkan ada yang boking kamar karena Daddy tidak mau tanggung jawab jika terjadi papa ,kalian tau bukan dunia bisnis seperti apa ,jangan ada alkohol apa pun itu ,ambil media yang hanya bekerja sama dengan kita berikan santunan pada panti mana pun tanpa terkecuali dan pada anak² yang seumuran dengan si kembar yang lahirnya sama, berikan mereka hadiah " ucap Daddy radit panjang lebar
" hadiah nya apa dad " tanya Jeje
" tanyakan sama Henry " Henry menatap bingung Daddy nya
" koh aku sih dad ,kan Daddy yang bilang " ucap Henry
" bicarakan nanti pada istri mu " ucap Daddy radit
" Jeje sama Alan bantu Jose iya , sebar di media agar kalian bisa mendata yang lahirnya sama dengan si kembar " mereka mengaguk
"dan untuk yang lahirnya sama dengan tanggal lahirnya di kembar beri mereka perawatan gratis, hingga pulih tanpa biaya apa pun " ucap Daddy radit menatap Davin
" iya dad ,lalu hadiah untuk kami apa " tanya Davin tersenyum
" bahkan mobil alister kamu selalu pakai ,kamu mau hadiah apa lagi " ucap Daddy radit ketus
" saham² " ucap Davin
" itu bukan urusan Daddy " Davin menatap Henry
" mimpi " Davin berdecak saja
" masih ada lagi " tanya Daddy radit
" kalau untuk yang luar negeri dan luar kota gimana dad " tanya Alan
__ADS_1
" mereka bisa merayakan di sana jika mereka tidak sempat ke sini " ucap Daddy radit
"konfirmasi saja " ucap Daddy radit lagi
" iya dad " ucap mereka
" iya sudah ayo kita ke luar mungkin di mereka sudah menunggu kita " ucap Daddy radit
lalu mereka ke luar dari ruangan itu menuju ruangan keluarga menemui istri dan anak mereka di sana
" Daddy " teriak si kembar saat melihat Henry ,Henry tersenyum lalu mensejajarkan tubuhnya sehingga mereka masuk dalam pelukan Henry ,hampir saja Henry terjungkal ke belakang
" Daddy lemah " cibir Raymond,Henry memicingkan matanya
" kamu belum tau saja son " ucap Henry
" Daddy,baby leza nanis meyah² muta nya " ucap Queen dengan suara khasnya yang ucapan yang tidak menentu
" Reza,nangis, merah ,muka " Henry membetulkan ucapan Queen ,membuat gadis kecil itu menekuk wajahnya
" ayah " Queen menatap Alan dengan mata yang berkaca-kaca
" kenapa hm " tanya Alan Mendekati Queen
" Daddy " Alan tersenyum mencium kening Queen " kan Daddy nya ajarin Queen bukan nyalain nak " ucap Alan lembut
Alan mengakat Queen di bawahnya dalam gendongan nya lalu duduk di samping istrinya ,yang memejamkan
" kenapa hm " Elsa membuka matanya tersenyum
" sudah " Alan mengaguk
" Reza kenapa nangis sayang " tanya Jose
" koh nangis boy,lihat tuh adik alister nyaman bersama ibu nya " ucap Jose mengambil Reza dari gendongan istrinya
' kalian tidur di sini " Davin menatap Nabilla meminta Jawaban
" maaf , alister tidak bawa baju gantinya " ucap Nabilla
" nanti kapan² saja iya dad " Daddy radit mengaguk
" mommy kalian mana " tanya Daddy radit
" tadi sama ibu ke dapur " ucap Elvi,Daddy Radit hanya mengaguk
" kenapa mencari ku " tanya mommy ellena yang baru gabung
" Daddy hanya bertanya apa tidak bisa " ucap Daddy radit kesal
" biasa saja ,malu sudah punya cucu juga,bahkan Ray sudah siap memberikan kamu cicit " ucap mommy ellena
" mom ,anak Henry masih satu tahun mana bisa buat adonan dia nya ,dia tahu minta susu " ucap Henry
merasa namanya di sebut Ray menatap Daddy nya
" Daddy hanya kangen son,makanya menyebut namamu " kilah henry saat Ray Menatap nya
" cih lihat lah wajahnya ingin rasanya aku masukkan ulang dalam perut mommy nya " ucap Henry kesal
"enak saja, aku cape². operasi seminggu dalam ruangan rawat belum lagi urus mereka dan kamu bilang mau masukan kembali ,apa perlu aku suruh mas Davin memotong nya " ucap Elvi sambil menatap milik suaminya
__ADS_1
" kamu yakin ingin menyuruh nya ,bahkan kau tidak akan tidur nyenyak tanpa di siram " ucap ketus Henry
" hubby " Elvi langsung menutup mulut Henry
" ehz mulutnya kalah² ibu kompleks deh " gerutu Elvi menatap tajam suaminya
" mereka semua sama ,tidak ada yang beda " ucap mommy ellena
" Alan berbeda iya ,iya kan sayang " ucap Alan
" kamu lebih parah mas " ucap Elsa datar ,ingin rasanya alan menutup mulutnya tapi karena Elsa sedang hamil dan kadang² emosi lebih baik Alan cari aman
" tidak ada yang beda ,kalian sama selain Davin karena dia beda rumah dengan kita " ucap mommy ellena
" cih mommy salah memilih orang ,bahkan dia king nya di atas ranjang tanpa penyatuan " cibir Daddy radit
" Daddy , Davin tidak seperti itu iya ,fitnah " sanggah Davin
" bahkan Daddy punya buktinya " ucap Daddy radit
Davin tertawa masam menatap Daddy radit memohon " Daddy bohong kan " ucap Davin ,jika Daddy Radit sudah bilang seperti itu ,pasti memang ada
" baby kamu percaya sama aku kan " Nabilla mengaguk dari pada urusan nya panjang
" sudah² gimana rencana ulang tahun si kembar " Ray yang mendengar itu menatap Henry
" Ray tidak suka " ucap Ray ,mereka semua menatap Ray
" why ??? " tanya Jeje
" seperti anak kecil " ucap Ray
" kan kamu masih kecil son ,ini ulang tahun pertama mu " ucap Jose
" NO " ucap Ray ,semua orang saling menatap
" Kaka rif'at sama Queen mau merayakan ulang tahun " tanya Ana lembut
mereka menatap Ray ,nampak tidak tertarik dengan pembahasan mereka
" tata ley " Ray menatap Queen ,hanya mengaguk bertanya dia mendengar nya " boyeh " Ray hanya diam saja membuat Queen Menekuk wajahnya
" nanti mommy yang ngomong sama Kaka Ray iya " ucap Elvi lembut
" sayang lihat mommy " Ray menatap mommy nya " kakak Ray sayang sana Oma dan opa " Ray menatap Oma dan opa nya yang memasang wajah lesuh demi menarik simpatik anak kecil itu
" boleh iya ,tidak lama² " ucap Elvi lagi
" iya " jawab Ray lesuh , seketika wajah mereka tersenyum lebar
" anak Daddy memang pintar " Ray hanya diam saja membuat Henry berdecak
" by, jangan di gangguin lagi kenapa suka sekali sih ajak Ray debat " ucap Elvi kesal
" anakmu kelewat pintar yank ,bikin darah tinggi " ucap Henry kesal
" kan kamu yang punya adonannya aku cuma tampung saja " ucap Elvi
" ah iya adonan ku yang lain sudah jadi belum " tanya Henry sambil tersenyum
" ah itu ibu,ibu makanan nya sudah siap " ibu tersenyum
__ADS_1
" sudah nak,ibu ke sini memanggil kalian " ucap ibu Elvi
" sayang " panggil Henry sedangkan elvi sudah menjauh , sedangkan si kembar sudah bisa berjalan sendiri ke ruangan makan