CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
menghirup udara bebas


__ADS_3

"by apa kaka Nabilla tidak ke sini lagi " tanya Elvi di sela sarapan mereka


" apa kamu mau Nabilla ke sini " Elvi mengaguk


Henry langsung menelpon Davin untuk membawa Nabilla ke masion


Tutt....Tutt...


" bawa Nabilla ke sini "


" dia lagi istirahat "


" bangunkan bilang mau senam hamil "


" dia sudah senam tadi pagi di kasur dan di kamar mandi "


" **** "


Henry langsung mematikan sambungan telepon setelah mengumpat kesal pada Davin


" kenapa Kaka Nabilla masih tidur iya " ucap elvi sambil melihat suaminya


" iyaa dia kelelahan kata Davin habis senam " ucap Henry


" Kaka Nabilla senam pagi pagi sekali " tanya Aqila


"iya karena sangat rajin " ucap Henry


" hari ini kalian mau ngapain " tanya Daddy radit


" pengen mau jalan ke luar boleh kah ,ke cafe " ucap Aqila


" mau bikin apa di cafe " tanya Jose


" kangen sama Rehan " ucap Aqila


" baiklah kalian boleh ke luar seperti biasa iya " ucap Daddy radit


" dad " pekik Henry dan Jose


" diam " bentak mommy ellena " pergi saja tidak papa mau ke mall juga bisa " ucap mommy ellena


" mom jangan mengajari mereka yang tidak-tidak " ucap Jose


" serius mom boleh " tanya Aqila dengan mata berbinar


" lakukan apa yang kalian inginkan yang penting hati hati " Ucap Daddy radit


" Jeje Alan hari ini aku tidak masuk kerja kalian hendel semuanya " ucap Henry


" aku juga " ucap Jose


" kenapa " tanya Jeje


" apa kamu tidak dengar mereka mau ke mall dan ke cafe aku tidak ingin mata pria keranjang memandang istriku " ucap Henry sambil mengepalkan tangannya


" ehz by ,aku cuma jalan jalan " ucap Elvi


" sekalipun aku akan ikut " ucap Henry tak terbantahkan

__ADS_1


" 2 ronde nanti malam aku memimpin " bisik Elvi ,seketika bibir Henry tersenyum


" 3 deal " ucap Henry, Elvi hanya mengangguk saja


" aku akan pergi kerja " ucap Henry lagi


" apa yang kau bisik kan " tanya Alan


" apa lagi kalau bukan nungging kuda " Jeje ketus


Aqila melihat Elvi tersenyum


" Kaka boleh iya pergi bersama Elvi saja " ucap Aqila


" apa yang aku dapat jika membiarkan kalian pergi berdua " sambil tersenyum licik


" terserah Kaka saja mau apa " ucap Aqila


" yakin " Aqila hanya mengangguk " baiklah kalian boleh pergi berdua " ucap Jose


" astaga kenapa anak-anak ku tidak ada yang waras ,dad apa kau mau mengganti anak " Ucap mommy ellena Daddy hanya menggeleng saja


" Alan juga mau ganti kakak dad ,Alan lelah " ucap Alan sendu


" kamu kira kami ingin begitu punya adik sepertimu " ucap jose kesal


" memang , kenyataan nya kalian sangat peduli padaku " ucap alan tersenyum


" karena Daddy yang meminta kami peduli padamu " ucap jeje


" iya kah ,tapi nya aku tidak percaya " ucap Alan tersenyum


setelah selesai makan para pria pergi ke kantor sedang kan Aqila dan Elvi bersiap siap untuk kuliah setelah itu baru mereka akan jalan jalan


saat sampai di kantor Jeje sudah melihat ana berdiri menyambut mereka


" selamat pagi tuan " ucap Ana sambil menunduk kepalanya


" pagi ana " ucap Jeje lalu mencium pipi Ana


" cih menjijikan nikah sana " ketus jose


" biarkan saja dia lagi datang bulan " ucap Jeje sambil mengacak rambut ana


" maaf tuan " ucap Ana lalu dia menatap tajam Jeje


Jose membukakan pintu untuk Henry lalu masuk ke dalam sedangkan Alan langsung ke ruangan nya


" Abang, Ana mau kerja yang benar nanti apa kata orang kalau Abang kaya tadi " ucap Ana


" tenang saja di sini tidak ada karyawan yang lain selain kita ,kecuali ada keperluan " ucap Jeje


" ah iya aku hampir lupa ,kamu pindah apartemen iya ,aku tidak terima penolakan atau alasan " ucap Jeje tanpa melihat Ana


" tapi bang


" apa aku perlu mencium mu di sini " ancam Jeje


" baik lah " Jeje tersenyum menang

__ADS_1


" jadi lah gadis yang pintar iya ,barang barang mu nanti di pindah kan, sebentar kamu pulang langsung ke apartemen nanti aku antar " ucap Jeje


" tapi Ana belum beres beres, Abang ngasih taunya mendadak ,seminggu lagi iya " ucap Ana


" tidak ,hari ini kamu sudah tinggal di sana ,barang barang mu sudah ada yang urus kamu tinggal tau beres " ucap Jeje lagi


" susah memang kalau kencan sama orang kaya " ucap Ana kesal


" apa kau menyesal " tanya Jeje


" aku sangat senang bahkan bahagia sekali ingin rasanya aku terjun bebas Lantaran bahagia memiliki kekasih yang sangat pengertian sepertimu " ucap Ana semanis mungkin sambil tersenyum paksa


" apa aku tidak akan mendapatkan hadiah " sambil menatap Ana


" jangan macem-macem ini kantor " ucap Ana memicingkan matanya


" apa kalau di apartemen bisa " ucap Jeje tersenyum


" tidak " pekik Ana


" ayo lah Na vitamin pagi aku mau kerja Lo " Ucap Jeje sendu , Ana melihat kiri kanan apa keadaan memungkinkan


" baik lah " Jeje langsung ******* bibir ana dengan ganas ,begitu juga Ana membalas ciuman Jeje


" ah sekarang aku sudah semangat " ucap Jeje sambil membersihkan sisa Saliva nya di bibir Ana


"kurang panas " ucap Alan sambil bersandar di pintu ruangannya


" kenapa dia ada di situ " ucap Ana lirih


" Ana mau ke kamar mandi " lalu ana berdiri ke kamar mandi sambil menunduk kan kepalanya pada Alan


Alan hanya mencibir saja melihat Jeje yang tidak tahu malu itu


" kenapa aku bisa memiliki saudara seperti mereka iya " ucap Jose


"lagian kamu ngapain lihat mereka " ucap Henry


" karena aku memiliki mata makanya aku lihat " ucap Jose kesal


" tutup matamu " ucap Henry


" Jo " panggil Henry


" apa " jawab Jose


" sepertinya makin hari rasa sopan santun mu berkurang iya " ucap Henry


" maaf tuan ,ada yang anda butuhkan " ucap Jose sambil menunduk


" apa Nabilla kita tarik lagi untuk kerja ,jika mereka kerja berdua aku takut mereka menungging kuda di situ " ucap Henry


" kita bisa bicarakan pada Davin dulu takutnya dia tidak mengizinkan " ucap Jose


" maka dia akan bersiap untuk aku buang ke Afrika " ucap Henry lagi


" kasih tau Davin saat usia kandungan Nabilla memasuki 9 bulan atau 8 bulan dia akan ambil cuty" ucap Henry


" baik lha " ucap Jose

__ADS_1


" sudah sana kembali ke ruangan mu,jangan lupa atur semuanya " ucap Henry


" baik tuan muda " ucap Jose lalu berdiri meninggalkan ruangan itu


__ADS_2