
malam ini di kediaman keluarga Mateo sedang bahagia menyambut kehamilan Aqila dan kedua orang tua Aqila mendengar itu memutuskan untuk melihat Aqila ,kini mereka semua duduk di ruangan keluarga
" kakak apa masih marah " tanya ayah Bram sambil mendekat ke arah Aqila
" ehs ayah, Aqila kan bilang jangan dekat-dekat kenapa ayah ke sini " ucap Aqila sambil mempererat pelukannya pada suaminya
" sayang tidak boleh begitu kasian ayah ,mereka kesini ingin melihat mu " ucap Jose lembut
" tapi Aqila dag suka " ucap Aqila membuat mereka semua kaget
" kayanya cucuku yang satu ini akan membencimu nanti nya Bram " ucap Daddy radit mengejek sahabatnya
" jangan terlalu percaya diri ,dia Aqila anakku sudah pasti dia menyayangi ku " ucap ayah Bram kesal
Daddy radit hanya tersenyum mengejek
" Jo apa tidak sesak " tanya jeje
" jangan berbicara sembarangan je ,bahkan ini sudah aku kuatkan imanku " ucap Jose Dengan lesu
"akhirnya kau merasakan juga " Ucap Henry tersenyum
" sayang itu kasian ayah coba lihat dulu " ucap Jose
" semprot kan dulu parfum Kaka pada ayah supaya ayah harum " ucap Aqila polos ,membuat mereka semua tertawa ,sedangkan ayah Bram bertambah kesal
" hei anak nakal sebelum ke sini ayah sudah mandi iya bahkan ayah memakai parfum yang mahal apa kamu tidak menciumnya " bentak ayah Bram
"tapi Aqila tidak suka dengan bau ayah membuta Aqila pusing mual " ucap Aqila lagi
" tunggu di sini iya , aku ambilkan parfum buat ayah " ucap Jose lembut
" Aqila ikut Gendong " Jose hanya mengembuskan nafas nya pelan, Jose menggendong Aqila seperti bayi koala
" wah posisi yang pas " ucap alan tertawa
" tutup mulutmu sebelum aku membunuhmu " kesal Jose membuat mereka semua ikut tertawa
" kenapa Aqila membencimu " tanya Daddy radit
" entah lah dia seperti ibunya waktu hamil Aqila jangan kan dekat bahkan aku di suruh tidur di kamar yang lain " ucap ayah Bram frustasi
" apa ada yang seperti itu " tanya Henry lalu melihat istrinya
" nak Henry bersyukur istrinya masih mau di dekati, ayah dulu sampai sakit kepala atas bawah 4 bulan tidur di kamar lain " ucap ayah Bram
Henry tersenyum kecut syukur istrinya tidak seperti itu
" ayah maaf ini parfumnya " Ucap Jose memberikan pada ayah mertuanya
" habis ini ayah sudah bisa kan peluk kaka "tanya ayah
" tidak boleh " ucap Aqila cepat ,membuat mereka heran
" kan ayah sudah pakai parfum kakak " ucap Jose
" iya tapi dekat saja jangan peluk ,Aqila tidak suka " ucap Aqila
" cih lalu untuk apa ayah memakai ini ,ayah mau menyapa cucuku " cibir ayah Bram
__ADS_1
"ayah cepat semprotnya " ucap Aqila kesal
" tapi kenapa hanya ayah saja ,mereka tidak " protes ayah Bram
" mereka harum wangi tidak bikin kepala Aqila pusing " ucap Aqila ,ayah langsung memakai parfum Jose
" sudah " ucap ayah ,Aqila langsung turun dari pangkuan Jose dan duduk di samping nya
Henry Jeje Alan bahkan Daddy dan mommy tertawa melihat wajah Jose yang begitu frustasi
" diam lah ,bahkan biar kalian saudara ku tidak segan-segan aku membunuh kalian " geram Jose karena dari sepulang kantor tadi mereka selalu menertawai nya
" by, kasian mas Jose " ucap Elvi
" iya sayang maaf habis lucu " ucap Henry sambil mengelus perut istrinya
" apa ayah sudah bisa menyapa cucuku " tanya ayah Bram ,Aqila menggaguk
" hai cucu opa....
" ehs bukan Opa tapi ayah Bram " potong Aqila sambil menatap ayah nya
" tapi dia cucu ayah Aqila,masa ayah mau menyapa nya cucu ayah Bram seolah olah itu cucu orang lain " ucap ayah dia sudah mulai jengah
" kalau ayah tidak mau iya sudah tidak usah " ucap Aqila santai,jose hanya tersenyum kecut melihat wajah mertuanya
" ikutin saja yah , palingan hanya sementara " ucap ibu
" sudah tidak papa " ucap ibu tersenyum melihat Jose
" baik lah " ayah pasrah " hai cucu ayah bram kalian sehat-sehat iya kami menunggu kalian,jangan mengusahakan mama kalian ...
ayah Bram memejamkan matanya menarik nafasnya kasar lalu di hembuskan dengan pelan " Jose apa ayah bisa memukul kepalanya " Jose menggeleng sambil tersenyum kecut
sedangkan yang lain sudah tidak tahan melihat tingkah Aqila terhadap ayah nya sendiri,hingga Daddy radit mengeluarkan air matanya karena tertawa
" by perut elvi keram karena tertawa " ucap Elvi
" sudah jangan tertawa lagi dengarkan saja iya " ucap Henry lembut sambil mengelus perut istrinya
" hai cucu ayah Bram kalian sehat-sehat iya, jangan bikin ibu kalian sakit, kami menunggu kalian ,apa ayah bisa mencium nya " tanya ayah Bram aqila mengaguk
ayah Bram langsung mencium perut putrinya hingga terdengar suara tangisannya membuat mereka kaget
" ayah " panggil Jose
" jangan menggangu ku, ayah lagi bahagia " ucap ayah Bram di sela tangisannya , melihat itu ibu juga menangis dalam diam .
" ayah koh cengeng sekali,nanti anak Aqila ikut cengeng ayah " ucap Aqila ,dia sebenarnya terharu melihat ayahnya bahagia tapi sebisa mungkin dia melawannya
" ayah hanya bahagia , jaga dia dengan baik dia harta ayah yang berharga " ucap ayah langsung memeluk Aqila ,Aqila membiarkan itu meskipun dia merasa mual dan pucat menahan sesuatu tapi tangannya menggenggam tangan Jose erat ,Jose melihat wajah istrinya kaget
" ayah, Aqila " ucap Jose dia tidak sanggup melanjutkan ucapannya karena tidak enak ,ayah melepaskan pelukannya ,Aqila langsung membenamkan wajahnya di dada suaminya
" maaf ayah hanya senang " ucap ayah Bram ,Aqila hanya mengangguk
" Jo semangat aku bersamamu " ucap alan
" aku juga bersama mu " ucap Jeje
__ADS_1
Jose hanya memutar bola matanya malas dengan anak dua itu
" Aqila boleh Daddy tanya " ucap Daddy radit
" iya dad "ucap Aqila
" lihat Daddy " Aqila melihat Daddy radit " kenapa membenci ayahmu , dia senang kamu hamil karena dia bisa bermain dengan cucunya bahkan dia dari dulu ingin seorang anak bayi ,tapi tidak tuhan berkata lain,jangan membencinya ,Aqila paham kan maksud Daddy " ucap daddy Radit, sekalipun dia tertawa Tapi dia juga merasa kasian terhadap sahabatnya itu apa lagi melihatnya menangis seperti tadi
" Aqila tidak tau dad, hanya kesal saja kalau sama ayah " ucap Aqila sendu
" sudah tidak papa ,jika nanti sudah tidak kesal ayah bolehkan peluk Aqila " ucap mommy ellena
" iya boleh ,tapi Aqila tidak tau kapan nanti tidak kesalnya sama ayah ,karena sekarang masih kesal " ucap Aqila sambil menatap ayah nya
" iya tidak papa yang penting kalian baik baik saja " ucap ayah Bram
" bermalam lah di sini besok Aqila akan melakukan USG pertama nya aku yakin kalian ingin melihatnya " ucap Daddy radit
" benarkah ,dengan senang hati nanti aku akan mengambil gambar nya untuk aku pasang di rumah " ucap ayah Bram semangat ,Jose hanya tersenyum
"nanti besok lagi baru kita lanjutkan ,ini sudah waktunya ibu hamil tidur " ucap mommy ellena
"ibu tidur sama Aqila iya " ucap Aqila menatap ibunya ,sedang ibu melihat Jose , Jose sudah mulai was-was
" kayanya nasibmu akan seperti mertuamu Jo " ejek Henry
"nyut-nyutan junior " ucap Jeje
" main sabun kayanya " ucap Alan
lalu mereka tertawa kecil
" sayang terus kakak tidur di mana " tanya Jose
" di kamar sama ibu sama aku "ucap Aqila
" TIDAK " teriak ayah Bram
"kenapa " tanya aqila
" dia istri ayah " ucap ayah
" dia ibu Aqila " ucap aqila
" sudah sudah astaga bisa bisa ibu besoknya kena darah tinggi kenapa harus berdebat sih, ibu tidur di kamar lain saja agar adil " ucap ibu kesal
" sayang " panggil ayah Bram
" ayah itu sudah tidak cocok manggil ibu kaya gitu " ucap Aqila lalu merentangkan tangannya pada Jose
Jose mengerti itu dia langsung menggendong Aqila ala bayi koala
" cih bahkan kamu tidak malu bermesraan depan orang tua bahkan kakakmu dan sahabatmu " cibir ayah Bram
" bilang saja ayah sudah tidak kuat menggendong ibu ,karena lutut ayah nanti keram " ucap aqila tersenyum mengejek
" maaf semuanya kami duluan di kamar ,karena ini tidak akan selesai " ucap Jose lalu berjalan melewati mereka
mereka hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Aqila yang suka berdebat dengan ayah nya ,padahal sebelum tidak seperti ini
__ADS_1