CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
berdebat tidak ada makna


__ADS_3

kehidupan keluarga Daddy Radit semakin hari semakin bahagia kehadiran anak,menantu serta cucu mereka adalah satu kebahagiaan yang sangat berarti buat kedua orang tua itu


setiap hari ada saja tingkah cucu nya yang membuat nya bahagia, bahkan kini dia sudah jarang ke luar dari rumah lebih banyak menghabiskan waktu bermain dengan cucu² nya tingkah Raymond yang dingin


,rif'at yang selalu jahil , Queen yang cerewet Reza yang selalu mengikuti Raymond sedangkan alister yamg kalem seperti ibunya sekalipun dia wajahnya mirip Davin ,baby Ela jangan di tanya lagi anak itu semakin hari Pipi nya semakin berisi


karena ini hari weekend mereka memutuskan berkumpul di halaman belakang sambil melihat anak² bermain


di waktu seperti ini Daddy dan mommy tidak menyia-nyiakan kesempatan berkumpul dan bermain dengan anak,cucu serta menantu mereka


sambil menunggu Davin, mereka menghabiskan waktu di sana


"papa adik leza Tapan teluar na " tanya Reza


" apa kamu sudah tidak sabar boy " tanya Jose


" apa adik na leza tama sepelti leza " Jose mengeritkan keningnya


" maksud mu laki² " Reza mengaguk " belum tahu boy memang kau menginginkan laki² " Reza menggeleng


" lalu princess seperti Queen " Reza mengaguk


" kalau di pelut unda " Alan tertawa kecil


" rahasia boy " Reza memanyunkan bibirnya kesal


" anaknya ayah mu laki² lihat saja perutnya itu " tunjuk Ray pada perut Elsa


" kamu salah son " ucap Alan tersenyum


" itu kamu sudah menebak, berarti anak nya ayah perempuan " Alan menatap tajam Ray


" kamu masuk dalam perangkap Ray Lan " ucap Jose tertawa begitu juga yang lain


" shiitt anak itu selalu saja membuat orang kesal " umpat Alan yang menatap tajam Ray yang sudah menjauh dari mereka


" jangan mengumpat anakku sialan " bentak Henry


" anakmu yang meminta di umpat " ucap akan ketus


" itu karena kau bodoh " ucap Jeje


" cih kau berbicara seperti itu kaya tidak pernah saja masuk jebakan anak gila itu " ucap Alan kesal


" yaakkkk "


"DIAM " pekik mommy ellena


oek ....oek .... oek


" mom kau membuat Ela menangis " ucap Jeje langsung mengambil Ela dalam gendongan istrinya


" maaf sayang ,Oma kesal dengan ayah dan Daddy mu " ucap mommy ellena


" lagian mas suka sekali berdebat dengan Ray " ucap Elsa heran


" iya ini tidak Daddy nya tidak ayah nya sama saja apa kalian dulu bermusuhan dengan ray" tanya Elvi


" jangan bicara omong kosong sayang " ucap Henry kesal


" opa ,Oma alitel datang " pekik alister sambil berlari meninggalkan orang tua nya di belakang


" Lo datang sama siapa sayang " tanya mommy ellena sambil membawa alister duduk di kursi


" sama buda sama ayah " jawab alister


" opa, alitel boleh minta mobil sepelti teman alitel " Daddy radit menatap alister


" mobil apa boy " tanya Daddy radit

__ADS_1


" waahh seperti lagi kumpul iya " ucap Davin mencium pipi mommy ellena


PLak


" cium istri mu jangan mencium istri ku " ucap Daddy radit


" dia mommy ku ,apa Daddy mau juga di cium " Daddy Radit menatap tajam Davin membuat mereka tertawa keras


" opa boleh tidak " tanya alister lagi


" mobil apa. " tanya Daddy radit


" buda mobil apa nama na " Nabilla membulat kan matanya apa anak itu meminta sama Daddy Radit dalam hatinya


" mobil apa son " tanya Davin


" katanya dia mau di belikan mobil sama seperti teman nya " ucap Jose


" temannya mobil apa " tanya balik Davin bingung


" baby " Nabilla mengembuskan napasnya


" kemarin main di taman ada anak² bawa mobil dia kepengen seperti itu " ucap Nabilla


" minta sama Daddy,ayah,papa dan papi mu mereka bnyak uangnya " ucap Davin tersenyum,alister menatap mereka bergantian


"uang Daddy di ambil ayah mu buat bikin rumah sakit jadi habis " ucap Henry alister menatap Jose


" uang papa juga habis karena urus rumah sakit yang di bikin ayah mu " alister menatap Jeje dan Alan bergantian


" minta sama opa dan Oma iya ,mereka banyak uang nya " ucap Alan tersenyum


" opa boleh kan " Daddy Radit mengaguk


" cih sama anak kecil saja kalian perhitungan " cibir Davin


" merah muda " ucap Nabilla


" APA " pekik mereka


" astaga son itu warna perempuan " ucap Davin


" tidak semua juga warna perempuan " ucap Elvi


" tapi identik warna perempuan " ucap Jeje


" kalau dia suka biarkan saja " ucap aqila


" apa kau ingin anakku jadi bencong " tanya Davin


" jika dia ingin tanpa memakai warna pink juga akan bencong " Ucap Ana membuat Davin menatapnya tajam


" cih dasar orang tua, bisanya berdebat tidak jelas " cibir Ray yang baru datang bersama dengan Queen dan rif'at yang tadi ikut menyusul nya


" mulutnya cabe level 100 " ucap Davin


" Daddy minta uang ,Ray mau beli es krim di depan " ucap Ray dengan gaya Cool nya


" sama siapa kamu akan ke depan " tanya Elvi


" ada penjaga mom, Ray juga bisa jaga diri " ucap Ray


" minta sama Oma mu " ucap Henry


" buatnya bisa kasih uang saja sama Oma " cibir rif'at membuat mereka melotot kan matanya


" hati² iya " Ray mengaguk


" hey kalian anak tuyul mau ikut tidak " tunjuk nya pada Reza dan alister ke dua anak itu mengaguk lalu mengikuti Ray

__ADS_1


" apa dulu saat kamu membuat mereka dalam keadaan Marah atau dalam keadaan makan cabai ,atau istri mu saat mengidam makan cabai sekarung " ucap Jeje menatap Henry dan Elvi


" dia membuatnya dalam keadaan marah karena citra " ucap Jose


" pantasan anakmu mulutnya seperti wanita ular itu " ucap Davin


" sekali lagi kalian menyebut wanita itu akan aku sumpal mulut kalian pakai cabai benaran " ucap Elvi menatap mereka tajam


" sumpal saja dek ,mulut mereka memang kurang pedis " ucap Nabilla


" iya heran aku selalu saja berdebat dengan Ray dan rif'at " ucap Aqila


"karena mereka duluan sayang " ucap Jose tidak mau di salah kan


" mereka itu anak² biarkan saja ,lagian apa kalian tidak pernah berkaca sifat mereka dari mana " ucap Daddy radit


" selalu saja itu " ucap mereka


" memang " ucap para wanita


" anakmu perempuan iya El " Elsa mengaguk


" apa dokter Davin yang memberi tahuku " Nabilla tersenyum


" aku kira laki² karena awalnya dia bersembunyi jadi pikir ku dia mungkin malu " ucap Elsa


" mana ada malunya, bahkan dia dengan jelas memperlihatkan " ucap Alan kesal


" karena dia tau ayah nya sering melihat model sepeti itu " Ucap Jose


" kaya kamu tidak saja ,sadar jangan sok polos " cibir Alan


"memang tidak tanya mereka " ucap Jose menunjuk Henry dan Davin


" jangan membawa kami dalam urusan kalian " ucap Henry


" kalian sama saja , pencinta ************ " ucap mommy ellena ketus


mereka hanya diam saja jika sudah sang ratu yang berbicara


membantah pun percuma karena ada pawang nya di sini


siapa lagi kalau bukan Daddy Radit yang mengetahui semua kelakuan mereka dari yang terkecil hingga yang besar sekalipun


" lihat lah wajah kalian seperti tidak akan mendapatkan jatah sehari saja " cibir mommy ellena


" harusnya tadi kita tidak usah ke sini baby " ucap Davin


" apa Kaka Davin takut tidak di beri jatah " tanya Aqila


" sudah pasti itu " ucap ana lagi


" seperti nya ucapan mommy benar jika mereka pecinta ************ " ucap Elsa


" kalian berbicara seperti itu seolah-olah kalian tidak merasakan bahkan Kalian meminta lebih aaaahhh faster " cibir Jeje kesal membuat wajah mereka memerah


" bahkan otak kalian saja lebih kotor dari pada kami, hanya melihat kami bertelanjang dada saja ,pasti sudah berdenyut minta di masukin " cibir Alan fulgar


" mas " pekik Elsa


" apa ?? memang benar kan bahkan saat aku masih tidur saja tangan mu berada di bawah, begitu juga mereka pasti tidak jauh berbeda " Elsa semakin menunduk kepalanya karena malu sedangkan yang lainnya hanya memasang wajah Biasa saja


" makanya jangan membangun kan singa tidur " cibir Henry tertawa kecil membuat Elvi kesal


" sudah kepala Daddy sakit kalian tidak bisa apa membahas yang lain selain urusan ranjang " ucap Daddy radit


"mereka yang duluan " ucap mereka serempak


mommy ellena dan Daddy radit hanya menarik napas nya sekalipun mereka selalu berdebat tapi itu membuat mereka semakin dekat satu sama lain

__ADS_1


__ADS_2