
Sore sudah menunjukkan pukul jam 04.00,tetapi tidak membuat seseorang bangun ,Henry yang masuk dalam kamar dari ruang kerjanya di buat bingung mungkin karena kehamilan atau mungkin karena kecapean hingga Elvi belum bangun .
" Darl bangun dulu,sudah sore jam 5 " ucap Henry sambil memindahkan anakan rambut Elvi yang menutupi wajahnya
" Baby bangun ayo " sambil mengelus pipi halus elvi
" Hebm aku bangun " ucap elvi dengan suara khas bangun tidur
" Bangun tapi merem " ucap Henry tersenyum
" Tunggu masih ngumpulin nyawa " ucap elvi
Henry di buat tertawa dengan jawaban Elvi ,akhirnya dia langsung mengangkat Elvi di bawah ke kamar mandi dan itu membuat Elvi teriak
" Gimana nyawa sudah terkumpul, ayo mandi " ucap Henry , Elvi hanya mencibik jengkel saja
"Aku tunggu di ruangan tengah iya ,nanti susulin ke sana saja " ucap Henry memberikan ciuman di bibir
Cup
" Iya " setelah itu Henry ke luar dari kamar mandi dan kamarnya menuju lantai bawah ,sesampainya di sana tidak ada orang di ruangan tengah,akhirnya di ke taman belakang biasanya sore hari ke dua orang tua nya di sana ,
" Mom dad " panggil Henry saat sampai di taman belakang,
" Hebm mana Elvi " tanya mommy karena tidak melihat Elvi
" Lagi mandi Mom" mommy dan Daddy ngangguk saja mendengar jawaban Henry
Setelah selesai mandi Elvi berniat ke luar tapi setelah ke luar dia bingung harus ke arah mana tangganya mana karena menurutnya apa beda ini baru pertama apa lagi tadi dia di antar ke kamar dia dalam keadaan tidur rumah sebesar ini membuatnya bingung yang dia tahu cuma arah ruang tengah ke dapur.
Hingga suara seseorang menyadarkannya
" Kenap Vi" tanya Jose yang baru pulang dari kerja
" Kaka aku bingung mau lewat mana,terus aku ke mana tadi mas Henry bilang tunggu di ruangan tengah tapi aku dag tau rumahnya besar sekali " ucap elvi polos membuat Jose tertawa,kemudian dia memanggil seorang pelayan
" Bibi antar dia ke ruangan tengah " ucap Jose, setelah itu Jose pergi masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri
" Baik tuan,ayo non bibi antar " ucap pelayan
" Panggil saja Elvi mba, aku dag nyaman di panggil non" ucap elvi
" Maaf non tidak bisa ,sudah aturan " Elvi hanya ngangguk saja, karena bicara pun percuma
Sesampai di ruangan tengah dia tidak melihat Henry atau yang lainnya ,dia melihat ke kiri dan ke kanan
" Bibi koh dag ada orang " tnya Elvi
" Kalau tuan dan nyonya besar biasanya sore seperti ini di taman belakang non " ucap pelayan,Elvi bingung karena dia masih sedikit takut sama orang tua Henry
" Bibi mau ke mana " tanya Elvi
" Ke dapur non,bantu bantu masak" ucap pelayan,membuat Elvi semangat
" Ayo bibi,Elvi ikut " sambil mengaitkan tangannya di tangan pelayan,membuat pelayan itu kikuk karena seorang calon istri dari tuan muda mereka menggandeng tangannya
" Ti ...tidak usah non " ucap pelayan itu
" Tidak papa aku bosan di rumah besar ini tidak ada kerjaan ku" akhirnya pelayan itu pasrah,mereka berjalan ke arah dapur di sana ada pelayan yang lain menyiapkan untuk makan malam
"Nama bibi siapa " tanya Elvi
"Nama saya Mirna non" ucap Mirna
" Aku panggil mba Mirna saja iya gimana" tanya Elvi,Mirna hanya tersenyum ,Elvi juga berkenalan dengan pelayan yang ada di dapur mereka menyambut Elvi dengan senang apa lagi dia orangnya sopan
Sedangkan di taman belakang mereka bercerita seperti biasanya,sehingga Jose menyusul mereka ke taman karena tadi ke ruangan tengah tidak ada orang
" Mom dad hen " sapa Jose lalu dia duduk di samping Henry
" Lo Elvi mana " lanjutnya lagi karena tidak melihat sosok Elvi
" Masih di kamar " jawab Henry
" Tadi dia sudah turun di antar sama bibi , tadi juga aku ke ruangan tengah tidak ada Elvi ,katanya tadi di suruh tunggu di ruangan tengah " ucap Jose ,membuat Henry melihatnya
" Terus Elvi ke mana " tanya Henry
" Lah koh malah tanya aku,aku kira dia di sini karena di ruangan tengah tidak ada " ucap Jose, Henry langsung masuk dalam rumah mencari Elvi
__ADS_1
" Ayo kita masuk ini sudah mau malam kita duduk saja di ruangan tengah" ucap Daddy radit
Mereka pun menyusul Henry masuk dalam rumah,sedangkan Henry mencari Elvi dia berpapasan sama pelayanan
" Bi lihat istriku " tanya pelayan
" Di dapur tuan muda.lagi masak " ucap pelayan sambil menunduk
" APA !!! kenapa kalian membiarkan dia memasak kalau terjadi sesuatu pada nya dag calon anakku habis lah kalian " bentak Henry,lalu berjalan ke arah dapur mencari Elvi
" Sayang kenapa memasak" ucap Henry sambil menatap tajam ke arah pelayan, Elvi berbalik melihat Henry
" Tadi aku cariin tapi dag ada mas ,jadi aku ikut mba Mirna masak " ucap elvi tersenyum
" Mba Mirna, tapi ini bukan tugasmu sayang kalau terjadi papa gimana " ucap Henry , pelayan pun mengambil ahli masakan Elvi
" Ayo kita ke ruangan tengah ada Daddy mommy sama Jose di sana " ucap Henry lagi sambil menggenggam tangan Elvi
" Tadi aku ke sana tidak ada " ucap elvi
" Iya tadi aku di taman belakang sama mom dan dad ,kenapa tidak nyusul ke sana " tanya Henry
" aku tidak tau " ucap elvi polos, Henry hanya bisa tersenyum
" Lo Elvi dari mana " tanya mommy
" Dari dapur masak sama mba Mirna katanya " bukan Elvi yang menjawab melainkan Henry
" Siapa mba Mirna ,tanya Jose ,Henry hanya mengangkat ke dua bahunya
" Yang bagian dapur,nanti kamu kecapean biar pelayan di sini saja yang masak " ucap mommy
" Maaf mom " ucap elvi menunduk
" Iya tidak papa, kamu pikirkan kehamilan mu saja di setho ada cucuku " ucap mommy
" Dia bosan mom katanya" ucap Henry
" Kalau getho Daddy pecat saja mereka kalau kamu mau masak,karena Daddy bayar mereka untuk masak " ucap Daddy ,membuat Elvi menggeleng kan kepalanya dengan keras
" Gimana Jo ,apa semuanya sudah kamu urus " tanya Daddy
" Nabilla nanti hari pernikahan baru bisa ke sini Vi, karena dia harus tetap di kantor untuk Sabahat mu mas belum kasih tau tapi tadi sudah bilang Nabilla
" Loh kakaknya Elvi kerja di kantor kita " tanya mommy
" Iya mom, sekertaris nya Henry " ucap Jose
" Besok ibumu baru ke sini, tapi dia sudah di jemput " ucap Daddy radit
" Maaf sudah merepotkan semuanya " ucap elvi sambil menggenggam ujung kemejanya
" Sudah tidak usah melow, kamu harus terbiasa semua ini Vi, karena kamu akan menjadi bagian keluarga RM Corp " ucap mommy ellena
" Gara gara Lo tadi Jesicca dua kali ke kantor hanya untuk cariin kamu " ucap Jose, Henry langsung menendang kaki Jose,sedangkan mommy kaget Jesicca yang ke kantor
" Ngapain wanita itu ke kantor " tanya mommy
Jose dan Henry hanya diam mereka hanya menatap berbicara lewat sorotan mata .
Mati aku ,maaf keceplosan batin Jose
Kau mencari nyawamu sendiri Jo batin Henry
" Ada kerjasama dengan pihak agensi Jesicca dia sebagai modelnya " ucap Daddy
" Model dalam rangka apa " tanya mommy sambil melihat Daddy
" Hanya untuk sementara , setelah pernikahan Henry semua selesai " ucap Daddy saling menatap Jose ,Jose hanya mengaguk saja
Jika kaisar sudah berkata demikian berarti sudah akhirnya batin Jose dia tersenyum melihat Henry
" Daddy tidak Suka ada yang menggagu ketenangan keluarga, jika itu terjadi mereka tidak akan bisa melihat matahari ataupun bulan,kamu harus terbiasa dengan semuanya Elvi kita di kelilingi orang jadi kamu tidak bisa membantah jika ke luar di kawal pengawal dan pakai sopir karena Henry tidak mungkin bersamamu terus dia CEO perusahan jadi waktunya kebanyakan di kantor, kamu harus belajar dari sekarang " ucap Daddy menasehati Elvi
" Iya dad " Elvi hanya bisa menerima bukan,tanpa harus membantah
" Dan kamu Jose, setelah pernikahan Henry persiapkan dirimu juga " ucap Daddy
" Loh aku kenapa Daddy " tanya Jose
__ADS_1
" Nanti juga kamu akan tau" ucap Daddy
" Huuusss selalunya bikin rahasia " ucap Jose
" Perketat keamanan rumah , jangn biarkan perempuan itu masuk lagi ke rumah ini, dan untuk mommy jangn sekali-kali mengundang nya sekalipun nikahan Henry" ucap daddy
" Loh koh mommy juga sih " ucap mommy
" Mommy sih pake acara jodohkan kan jadi gini urusannya" cibir Henry
" Itu semua gara gara kamu juga di suruh nikah dag nikah" ucap mommy
" Ini aku sudah mau nikah seminggu lagi ,malahan sudah ada hasilnya " sambil mengelus perut rata Elvi
" Eh tapi nanti cewe apa cowok iyaa " lanjutnya lagi
" Aku cowo kalau cewe cerewet kaya mommy " ucap Jose
" Tidak boleh, mommy mau cewe pokoknya,biar saja cerewet agar rumah ini makin rame " ucapan mommy tidak terbantahkan
" Memang selama ini sunyi itu banyak pelayan " ucap Jose
" Cewe atau cowo sama saja, masih usia 3 Minggu sudah kelahi kan jenis kelamin, kalau nanti yang ke luar cewe atau cowo nanti bikin lagi " ucap Henry gamblang, membuat Elvi melihatnya
" Maaf nyonya dan tuan besar di luar ada seseorang yang ingin masuk " jawab penjaga depan
" Siapa " tanya Daddy
" Perempuan tuan besar " ucap penjaga
" Elvi masuk kamar jangn ke luar, suruh dia masuk suruh tunggu di ruang tamu " ucap Daddy
Henry mengantar Elvi ke kamar, Elvi hanya bisa menurut bukan, sebenarnya banyak pertanyaan di kepalanya tapi untuk sekarang dia enggan untuk bertanya
" Maaf kalau kamu merasa tidak nyaman " ucap Henry Elvi hanya mengangguk saja
" Tunggu di kamar iya nanti aku ceritakan " kemudian dia ke luar dari kamarnya menuju ruang tamu
Sesampainya di sana sudah ada Daddy mommy Jose, sekalinya yang datang adalah Eva
Henry duduk di samping Jose sedangkan Eva duduk menempel pada mommy
" Katakan apa tujuanmu ke sini" tanya Daddy radit
" Maksudnya om, aku ke sini ingin bertemu Tante ellena Eva kangen " sambil memeluk lengan mommy ellena
"Bukan untuk ketemu Henry " tanya Daddy radit,membuat Elvi tersenyum malu
" Sebenarnya iya om " ucap elvi malu malu
" Henry akan menikah Minggu depan " ucap Daddy radit ,membuat Eva kaget
" Sama siapa om " tanya Eva
" Sama seseorang " ucap Daddy ,Eva langsung melihat mommy ellena, mommy hanya mengangguk saja
" Tapikan henry sudah di jodohkan sama aku om, berarti nikahnya nanti harus sama aku " Eva tidak terima dengan pernikahan Henry
" Jo ambilkan berkas coklat di meja kerja Daddy " ucap Daddy , Jose langsung berjalan ke arah ruangan kerja Daddy nya
" itu bukan perjodohan tapi pertemuan saja " Ucap Daddy
" tapi aku mencintai Henry om, aku yakin Henry juga begitu " ucap Eva
" mimpi nya jangn ketinggian takutnya nanti jatuh sakit, aku tidak akan perna menyukai perempuan yang bisa di pakai siapa saja " ucap Henry ketus,membuat mommy melotot dengan ucapan anaknya
" si..apa bilang " ucap Eva gugup
Jose datang dengan map yang di ambil di berikan pada Daddy, kemudian Daddy langsung membuka isinya dan meletakan di atas meja, mata mommy melotot dengan sempurna melihat foto yang di atas meja ,sedangkan Eva menjadi malu karena perbuatannya di ketahui oleh mereka
sial kenapa bisa ada foto seperti ini batin Eva
" Tante itu bukan Eva, Eva pasti di jebak Tante " ucap Eva mencari pembelaan
" jadi maksud mu aku menjebak mu, lihat tanggal bulan tahunnya bahkan kemarin malam kamu masih menunggang kuda di hotel xx " ucap Daddy radit membuat Eva bungkam.
" pelayan ,panggil penjaga menyeret wanita ini " ucap Daddy pelayan pun berlari memanggil penjaga untuk mengantar Eva ke luar dari rumah
" jangan biarkan dia masuk kembali dalam rumah ini ingat dan lihat baik baik wajah nya " ucap Daddy dingin dan tegas begitulah dia jika keluarga nya di usik oleh orang lain
__ADS_1
setelah kepergian Eva pelayan datang memberi tahukan makan malam sudah siap, mereka pun berjalan ke arah meja makan ,sedangkan Henry memanggil Elvi di kamar