
angel melahirkan bayi perempuan di salah satu rumah sakit yang ada di kota tempat tinggalnya.
oka terus mendampinginya saat proses melahirkan.
suka cita tampak nyata terasa pada keluarga mereka saat kehadiran bayi mungil yang sangat mirip dengan wajah oka dan di beri nama Dilara.
cherry duduk di sofa rumah sakit dalam ruang rawat angel, ia sedang menggendong dilara yang tertidur pulas setelah kenyang menyusu pada angel.
risvan mengelus pipi mulus dilara yang terasa sangat lembut.
"dia sangat cantik ya.." kata cherry pada risvan sambil menatap dilara.
"iya..., aku sangat gemas melihatnya..." sahut risvan.
"sini gantian.., aku juga ingin menggendongnya.." pinta risvan pada cherry.
"sebentar...., aku baru saja menggendongnya.., aku belus puas.." kata cherry menolak.
"ck.., menyebalkan..!!" ujar risvan sewot.
angel dan yang lainnya hanya tersenyum melihat pasangan suami istri yang berebut untuk menggendong dilara.
"hei..., sebentar lagi kalian akan memiliki bayi, kenapa kalian harus berebut untuk menggendong bayiku.." kata oka pada cherry dan risvan.
"masih lama kak.., 7 bulan lagi.." seru keduanya.
"kompak bener nyahutnya.." gumam oka.
tak sabaran menunggu cherry melepaskan bayi mungil itu, risvan mengambil dilara dari dekapan cherry.
mau tak mau cherry melepaskan dilara dari dekapannya.
risvan membawa dilara menjauh dari cherry.
cherry hanya berdecak kesal saat meilhat risvan tampak senang bermain dengan dilara dalam gendongannya.
setelah puas bermain dengan dilara, risvan mengantar cherry pulang kerumah setelah itu ia kembali ke kantornya.
saat cherry berada di rumah, pelayan memberikannya selembar undangan mewah yang bertuliskan nama dirinya dan juga risvan.
cherry membuka undangan itu dan melihat undangan pesta pernikahan teman lamanya saat ia masih duduk di bangku SMA.
"jodi... dan elif..??" gumam cherry.
"elif...., sepertinya aku pernah mendengar nama elif.." gumamnya lagi.
"waaahh..., akhirnya si jomblo karatan nikah juga..." seru cherry senang menatap undangan mewah itu.
cherry menyimpan kertas undangan itu di dalam laci tualet kamarnya.
setelah risvan kembali dari kantornya, cherry mengatakan kalau mereka di undang ke pernikahan jodi.
risvan mengingat kembali siapa jodi saat itu.
setelah lama ia berpikir, ia teringat akan jodi yang semasa SMA sibuk mengejar cinta cherry.
risvan tersenyum geli mengingat kelakuan jodi yang mengejar-ngejar cherry saat di sekolah.
"kenapa kau tersenyum seperti itu..??" tanya cherry pada risvan.
"aku hanya teringat saat kau mengerjai jodi di kantin sekolah..." kata risvan.
cherry terkekeh geli mengingatnya.
"hehehehe..., kalau di ingat-ingat kasihan juga ya jodi saat itu, di dompetnya hanya tinggal 5000 saja..." kata cherry.
risvan mendekat dan memeluk cherry.
"apa kau tau.., disaat itulah aku pertama kali melihatmu.." kata risvan.
"benarkah..?? lalu apa yang ada di pikiranmu saat itu tentangku..??" tanya cherry.
"saat itu aku berpikir kau adalah gadis imut yang menarik..." sahut risvan menarik ujung hidung cherry.
"kalau aku pertama kali melihatmu saat di toko buku.., aku tak sengaja menabrakmu waktu itu.." kata cherry.
"pasti saat itu kau bilang aku pria yang dingin.." kata risvan.
"tentu saja.., kau sangar sombong..!! aku meminta maaf, kau malah diam saja.." kata cherry.
"maaf ya..., saat itu aku sedang butuh perhatian setelah ibuku meninggal.., ayahku sangat sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan aku hanya bisa berdiam diri dalam kesedihanku.." kata risvan dengan raut wajah yang sedih.
cherry menatap suaminya itu lalu mengusap wajahnya.
"sekarang kau sudah memiliki aku dan anak-anak.., jadi kau tak perlu sedih dan jadilah pria yang hangat untuk kami.." kata cherry dengan senyuman manisnya.
risvan tersenyum dan memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
hari pernikahan jodi dan elif di selenggarakan di salah satu gedung mewah.
riady dan nova hadir dalam pesta itu, begitu pula dengan cherry dan juga risvan yang turut memeriahkan pesta pernikahan jodi dan elif.
jodi dan elif duduk bersanding di pelaminan.
wajah mereka sangat bahagia saat itu.
jodi dan elif memang terpaut usia yang jauh.
elif lebih tua darinya, namun karena cinta lah mereka dapat bersatu dan akhirnya memutuskan untuk menikah.
saat sedang mencicipi hidangan, mata riady dan risvan beradu pandang.
"eeehh..., kalian di undang juga..??" tanya riady pada risvan dan cherry.
"iya..., jodi itu teman sekolah kami waktu di SMA.." jawab Cherry.
"kalau kakak..??" tanya risvan.
"elif itu teman kerjaku saat dia masih bekerja satu rumah sakit denganku.., elif itu dokter kandungan..." jawab riady.
"oohh..., aku baru ingat sekarang kalau elif teman kak riady..." kata cherry.
"cinta membutakan segalanya ya..." kata risvan yang mengetahui perbedaan usia antara jodi dan elif.
akhirnya di pesta itu mereka duduk satu meja saat menyantap beberapa hidangan yang di sediakan di pesta itu.
tak lama mereka juga di hampiri oleh albert yang turut hadir di pesta itu.
albert menemani kekasihnya yang juga seorang dokter teman dari riady dan elif.
tapi saat itu albert sendirian.
"loh..., mana kekasihmu..??" tanya riady pada albert.
"sedang berfoto ria sama kedua pengantin..." jawab albert.
"kakak tidak ikut foto..??" tanya nova.
"aku sangat lapar..., makanya aku kesini untuk mengambil makanan, eeehh ternyata aku melihat kalian, ya aku samperin saja..." kata albert menyantap makanan yang ia bawa.
albert dan kekasihnya akan segera menikah beberapa bulan lagi.
mereka sedang mempersiapkan pesta pernikahan yang megah.
duduk di satu meja yang sama membuat mereka banyak berbincang dan juga bercanda.
risvan melihat cherry yang masih sibuk membca novel kesukaannya.
risvan mengambil buku novel itu dari tangan cherry dan menyimpannya dalam laci.
"sayang.., sudah larut..tidurlah.., kau harus cukup istirahat karena kau sedang hamil." kata risvan.
"iya.., terima kasih ya perhatiannya, aku cinta banget sama kamu.." ucap cherry memeluk risvan.
"iya., aku juga cinta banget sama kamu.." balas risvan.
cherry dan risvan pun terlelap saling mendekap.
beberapa bulan kemudian, usia kandungan cherry sudah mencapai 9 bulan.
cherry dan risvan menantikan kelahiran sang buah hati dengan perasaan harap-harap cemas.
begitu pula yang dirasakan oleh nova dan riady.
di kediamannya, nova sedang mengejar-ngejar rino yang sangat berlarian kesana kemari.
rino tumbuh menjadi anak yang sangat aktif sampai-sampai nova lelah menjaganya.
pengasuhnya saja sudah berganti-ganti hingga 5 kali karena tak betah dengan kenakalan rino.
saat riady berada di dalam kamar mandi, nova melihat rino sedang berlari dan hampir menyenggol sebuah guci kesayangan riady.
agar tak tersenggol oleh rino, nova mengejarnya.
saat mengejarnya kaki nova terpeleset dan membuat nova jatuh terduduk di lantai.
nova menjerti merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya.
riady yang berada di dalam kamar mandi, berlari keluar setelah ia mendengar jeritan istrinya.
riady melihat darah mengalir dari selah kedua kaki nova.
cepat-cepat ia membawa nova kerumah sakit.
di ruang tengah cherry tampak merasa kebosanan setelah risvan pergi ke kantornya.
__ADS_1
ia hanya melihat anak-anaknya bermain di sana.
cherry mengambil ponselnya dan menghubungi mami.
"halo...., mami lagi ngapain..??" tanya cherry dari ponselnya.
"mami lagi dirumah sakit, nova akan segera melahirkan..!!" sahut mami.
"oohh.., benarkah...!!" ujar cherry sontak memegang perutnya.
"mami tutup dulu ya teleponnya, mami mau temani nova bersama kakakmu..." kata mami.
"iya mi.." kata cherry.
cherry meletakan ponselnya di atas meja.
ia masih memegangi perutnya yang sudah sangat besar itu.
cherry berusaha bangun berniat untu pergi ke WC karena ia merasakan mules pada perutnya.
namun saat di tengah jalan, ia merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya.
cherry berteriak kecil dan semua pelayan yang berada di situ membantunya berjalan menuju ke kamarnya.
"cepat telepon tuan.., sepertinya nyonya mau melahirkan.." kata salah seorang pelayan.
tak mau menngambil resiko menunggu risvan datang, cherry di bawa kerumah sakit yang terdekat oleh sang supir dan seorang pelayannya.
risvan menyusul kerumah sakit itu untuk menemani istrinya yang akan segera melahirkan buah cinta mereka.
beberapa saat kemudian, tangisan bayi perempuan menggema di ruang bersalin.
risvan sangat terharu melihat bayi perempuan yang mungil itu lahir kedunia.
risvan berkali-kali mencium cherry yang tampak lelah setelah berjuang melahirkan anaknya.
mereka memberi nama putrinya April karena ia lahir di bulan april.
di rumah sakit yang berbeda, nova mengalami kesulitan dalam melahirkan bayinya.
rasa sakit terus di rasakan oleh nova saat ia berjuang untuk melahirkan bayinya tersebut.
peluh keringat mengalir di sekujur tubuhnya.
riady terus setia memberinya semangat agar nova berjuang melahirkan bayinya.
lalu dengan usaha yang mempertaruhkan nyawanya, nova berhasil melahirkan bayi perempuan yang imut.
putri kecilnya itu di beri nama Diva, tentu saja gabungan dari nama kedua orang tuanya.
kebahagian terus menghampiri mereka semua.
tangisan bayi-bayi imut itu menggema di kediaman mami dan papi saat mereka melakukan hal yang seperti biasanya di lakukan saat akhir pekan.
mereka ngumpul makan malam dan menginap disana.
setelah makan malam, cherry menidurkan bayinya yang baru berusia 5 bulan.
si kembar sudah terlelap tidur di atas ranjang mereka.
saat cherry akan pergi ke kamar mandi, ia mendengar suara berisik dari jendela kamarnya.
cherry pun mendekati jendela tersebut.
ia melihat tidak ada siapa-siapa disana, saat ia berbalik ia kaget melihat risvan sudah berdiri di hadapannya.
"kau mengagetkan aku saja..." kata cherry pada risvan.
risvan hanya cengengesan sambil mendekap tubuh istrinya.
"darimana kau masuk..?? aku mengunci pintu kamar tadi..." tanya cherry pada risvan.
"dari jendela..." jawab risvan.
"aaappaa..???" teriak cherry kaget.
"hehehe..., aku hanya ingin mengulang saat aku masih mengejarmu, aku selalu menyelinap masuk dari jendela kamarmu dan memaksamu untuk menepati janjimu..." kata risvan.
"dasar kakak kelas yang nakal...." ucap cherry pada risvan sambil mencubit pipi risvan.
"dan kau adalah jodoh kakak kelas yang nakal itu...." sahut risvan.
risvan dan cherry hidup bahagia dengan anak-anak yang ceria dan juga pintar.
siapa yang bisa menyangka, perjanjian konyol yang di lakukan oleh dua remaja saat mereka masih duduk di bangku sekolah dapat membentuk sebuah keluarga yang bahagia di kehidupan mendatang.
TAMAT.
__ADS_1
BACA JUGA NOVEL TERBARUKU
WANITA SAMARAN UNTUK CEO